<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293</id><updated>2012-01-21T04:37:24.316-08:00</updated><category term='PERSALINAN'/><category term='Healty Care'/><category term='Kosmetik Salihah'/><category term='info penting'/><category term='Hiburan'/><category term='Konsep Kebidanan Formal'/><category term='Kesehatan Post Persalinan'/><category term='KesPro Salihah'/><category term='askeb IV'/><title type='text'>bidanku sholihah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7427748671051195853</id><published>2011-02-01T23:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T23:24:25.510-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>Pisang, Obat Stres Alami</title><content type='html'>Pisang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Selain mengandung fructooligosaccharides (FOS) yang mampu menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung, pisang juga mengandung nutrisi penghilang stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, zat mino triptofan yang terkandung dalam pisang mampu meningkatkan produksi serotonin atau dikenal sebagai 'hormon bahagia'. Peningkatan hormon ini jelas ampuh memperbaiki mood dan menstabilkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang juga mengandung vitamin B yang membantu mengontrol sistem saraf. Oleh karenanya, selain menimbulkan rasa bahagia, konsumsi pisang juga membuat tubuh terasa lebih relaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kandungan kalium dalam pisang efektif menstabilkan detak jantung sehingga suplai oksigen ke otak pun lancar. Ini penting, karena umumnya detak jantung menjadi tak beraturan saat stres mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa pisang dianjurkan sebagai camilan pencegah depresi. Konsumsi pisang efektif melindungi tubuh dari stres berlebih. Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah ini setiap hari.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7427748671051195853?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7427748671051195853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/02/pisang-obat-stres-alami.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7427748671051195853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7427748671051195853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/02/pisang-obat-stres-alami.html' title='Pisang, Obat Stres Alami'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-4475181481993758460</id><published>2011-02-01T23:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T23:08:52.291-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>Lima Barang Pengancam Kesehatan</title><content type='html'>Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. yahoo New's&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-4475181481993758460?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/4475181481993758460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/02/lima-barang-pengancam-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4475181481993758460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4475181481993758460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/02/lima-barang-pengancam-kesehatan.html' title='Lima Barang Pengancam Kesehatan'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-6377090065164151047</id><published>2011-01-31T22:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T23:50:11.543-08:00</updated><title type='text'>KOMPLIKASI DAN PENYULIT KEHAMILAN 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Kehamilan dengan Hipertensi&lt;br /&gt;   A. Hipertensi Essensial&lt;br /&gt;Merupakan penyakit hipertensi yang mungkin disebabkan oleh faktor heiditer   serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan. Wanita hamil dengan hipertensi tidak menunjukkan gejala-gejala lain kecuali hipertensi. Terjadi sebelum umur kehamilan 20 minggu.&lt;br /&gt;   Hipertensi Essensial terbagi 2 yaitu :&lt;br /&gt;   a. Hipertensi Essensial ringan (tekanan darah antara 140/90 mmHg dan 150/95 mmHg)&lt;br /&gt;   b. Hipertensi Essensial berat (tekanan darah &gt; 150/95 mmHg)&lt;br /&gt;   Yang paling banyak ditemui adalah Hipertensi essensial ringan. Hipertensi jarang berubah menjadi ganas secara mendadak hingga mencapai sistolik 200 mmHg atau lebih. Gejala-gejala seperti kelainan jantung, arteriosklerosis, perdarahan otak dan penyakit ginjal baru muncul setelah dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut. Kehamilan dengan Hipertensi essensial akan berlangsung normal sampai aterm. Pada kehaamilan setelah 30 minggu, 30 % dari wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darahnya namun tanpa gejala.&lt;br /&gt;   Kira-kira 20 % dari wanita hamil akan menunjukkan tekanan darah yang mencolok, bisa disertai proteinuria dan edema (pre eklampsia tidak murni) dengan keluhan : sakit kepala, nyeri epigastrium, oyong, mual, muntah dan gangguan penglihatan (visus).&lt;br /&gt;   Hipertensi Essensial dijumpai pada 1 - 3 % dari seluruh kehamilan. Hipertensi ini lebih sering dijumpai pada multipara berusia lanjut dan kira-kira 20 % dari kasus Toksemia gravidarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan dalam Kehamilan :&lt;br /&gt;1. Anjurkan untuk mentaati pemeriksaan antenatal yang teratur, jika perlu konsultasikan ke ahli.&lt;br /&gt;2. Anjurkan untuk cukup istirahat, menjauhi emosi dan jangan bekerja terlalu berat,&lt;br /&gt;3. Cegah penambahan berat badanyang agresif. Anjurkan untuk diit tinggi protein, rendah hidrat arang, rendah lemak dan rendah garam&lt;br /&gt;4. Awasi keadaan janin, dengan pemeriksaan seperti biasanya. Dapat juga dilakukan pemeriksaan monitor janin lainnya seperti elektrokardiografi fetal, ukuran biperietal (USG), penentuan kadar estriol, amnioskopi, pH darah janin dan lain-lain&lt;br /&gt;5. Obat-obat yang diberikan :&lt;br /&gt;- Anti-hipertensif : Serpasil, Katapres, Minipres, dll.&lt;br /&gt;- Obat penenang : Fenobarbital, Valium, Frisium ativan, dll.&lt;br /&gt;6. Pertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan baik yang muda maupun yang sudah cukup bulan jika ada tanda-tanda hipertensi ganas (Tekanan darah 200/120 mmHg atau pre-eklampsia berat), apalagi jika janin telah meninggal intra uterine. Tetapi keputusan untuk pengakhiran kehamilan tersebut sebaiknya dirundingkan dulu antar disiplin (seperti ahli penyakit dalam) dalam mempertimbangkan apakah terdapat ancaman bagi jiwa wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis&lt;br /&gt;Ibu : kurang baik, biasanya disebabkan oleh perdarahan otak, payah jantung, dan uremia.&lt;br /&gt;Janin : kurang baik karena adanya insufisiensi plasenta, solusio plasenta, janin tumbuh kurang sempurna; prematuritas dan dismaturitas. Angka kematian bayi 20 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    B. Hipertensi karena Kehamilan&lt;br /&gt;       Hipertensi karena kehamilan adalah hipertensi yang terjadi pertama kali sesudah kehamilan 20 minggu, selama persalinan dan atau dalam 48 jam pasca salin. Lebih sering terjadi pada primigravida. Patologi telah terjadi akibat implantasi sehingga timbul iskemia plasenta yang diikuti sindrom inflamasi.&lt;br /&gt;Risiko meningkat pada :&lt;br /&gt;  - massa plasenta besar (pada gemelli, penyakit trofoblast)&lt;br /&gt;  - diabetes melitus&lt;br /&gt;  - isoimunisasi rhesus&lt;br /&gt;  - faktor herediter&lt;br /&gt;  - masalah vaskuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipertensi karena kehamilan :&lt;br /&gt; - hipertensi tanpa protein atau edema&lt;br /&gt; - pre-eklampsia ringan (PER)&lt;br /&gt; - pre-eklampsia berat (PEB)&lt;br /&gt; - Eklampsia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hipertensi karena kehamilan dan PER sering ditemukan tanpa gejala, kecuali meningkatnya tekanan darah. Prognosis menjadi lebih buruk dengan terdapatnya proteinuria. Terdapatnya proteinuria mengubah diagnosis hipertensi dalam kehamilan menjadi pre-eklampsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan :&lt;br /&gt;Hipertensi karena kehamilan tanpa proteinuria :&lt;br /&gt; Jika kehamilan &lt; 37 minggu, tangani secara rawat jalan&lt;br /&gt;  - Pantau tekanan darah, proteinuria, kondisi janin setiap minggu&lt;br /&gt;  - Apabila tekanan darah meningkat, tangani sebagai pre-eklampsia&lt;br /&gt;  - Apabila kondisi janin memburuk, atau terjadi pertumbuhan janin terhambat (PJT), rawat dan pertimbangkan terminasi kehamilan&lt;br /&gt;  - Jika tekanan darah stabil janin dapat dilahirkan secara normal&lt;br /&gt;  - Pembatasan kalori, cairan dan diet rendah garam tidak dapat mencegah hipertensi karena kehamilan, malah dapat membahayakan janin.&lt;br /&gt;  - Manfaat aspirin, kalsium dan obat-obat pencegah hipertensi dalam kehamilan belum terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pre Eklampsia&lt;br /&gt;   Merupakan akibat langsung dari kehamilan (murni), sebagai kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias : hipertensi, proteinuria dan edema. Pada pre-eklampsia terjadi spasme pembuluh darah duertai dengan retensi garam dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi :&lt;br /&gt;Pre-eklampsia dibagi menjadi 2 golongan yaitu :&lt;br /&gt; 1. Pre-Eklampsia Ringan (PER)&lt;br /&gt;    (a) Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring telentang, atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih; atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurang-kurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam,&lt;br /&gt;    (b) Edema umum, kaki, jari tangan dan muka; atau kenaikan berat badan 1 kg atau lebih perminggu,&lt;br /&gt;    (c) Proteinuria kuantitatif 0,3 gr atau lebih per liter; kualitatif 1+ atau 2+ pada urin kateter atau midstream&lt;br /&gt; 2. Pre-Eklampsia Berat (PEB)&lt;br /&gt;    (a) Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih&lt;br /&gt;    (b) Proteinuria 5 gr atau lebih per liter&lt;br /&gt;    (c) Oligouria yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam&lt;br /&gt;    (d) Adanya gangguan serebral, gangguan visus dan rasa nyeri di epigastrium&lt;br /&gt;    (e) Terdapat edema paru dan sianosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan :&lt;br /&gt;(1) Gambaran klinik : pertambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi dan timbul proteinuria.&lt;br /&gt;    Gejala subyektif : sakit kepala di daerah frontal, nyeri epigastrium ; &lt;br /&gt;    Gangguan visus : penglihatan kabur, skotoma, diplopia ; mual dan muntah.&lt;br /&gt;    Gangguan serebral lainnya : oyong, refleks meningkat dan tidak tenang.&lt;br /&gt;(2) Pemeriksaan : tekanan darah tinggi, refleks meningkat, dan proteinuria pada pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Pre-Eklampsia Ringan (PER)&lt;br /&gt; Jika kehamilan &lt; 37 minggu, dan tidak ada tanda-tanda perbaikan, lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan :&lt;br /&gt;  - Pantau tekanan darah, proteinuria, refleks dan kondidi janin&lt;br /&gt;  - Lebih banyak istirahat&lt;br /&gt;  - Diet biasa&lt;br /&gt;  - Tidak perlu diberi obat-obatan&lt;br /&gt;  - Jika rawat jalan tidak mungkin, rawat dirumah sakit :&lt;br /&gt;  - Diet biasa,&lt;br /&gt;  - Pantau tekanan darah 2 x sehari, proteinuria 1 x sehari,&lt;br /&gt;  - Tidak perlu obat-obatan,&lt;br /&gt;  - Tidak perlu diuretik, kecuali jika terdapat edema paru, dekompensasi kordis atau gagal ginjal akut,&lt;br /&gt;  - Jika tekanan diastolik turun sampai normal, pasien dapat dipulangkan :&lt;br /&gt;    a. Nasehatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda pre-eklampsia berat&lt;br /&gt;    b. Kontrol 2 x seminggu&lt;br /&gt;    c. Jika tekanan diastolik naik lagi maka rawat kembali&lt;br /&gt;  - Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan maka tetap dirawat&lt;br /&gt;  - Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi kehamilan&lt;br /&gt;  - Jika proteinuria meningkat, tangani sebagai pre-eklampsia berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kehamilan &gt; 37 minggu, pertimbangkan terminasi :&lt;br /&gt;  - Jika serviks matang, lakukan induksi dengan oksitosin 5 IU dalam 500 ml dekstrose IV 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin&lt;br /&gt;  - Jika serviks belum matang, berikan prostaglandin, misoprostol atau kateter Foley atau terminasi dengan seksio sesarea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Eklampsia&lt;br /&gt;   Eklampsia dalam bahasa Yunani berarti “Halilintar” karena serangan kejang-kejang timbul tiba-tiba seperti petir. Pada ibu penderita PEB, risiko menjadi eklampsia sangat besar dan dapat diikuti dengan koma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala gejala Eklampsia&lt;br /&gt;Biasanya didahului oleh gejala dan tanda pre-eklampsia berat. Serangan eklampsia dibagi dalam 4 tingakat :&lt;br /&gt;(1) Stadium Invasi (awal atau aurora)&lt;br /&gt;    Mata terpaku dan terbuka tanpa melihat, kelopak mata dan tangan bergetar, kepala dipalingkan ke kanan atau kiri. Stadium ini berlangsung kira-kira 30 detik.&lt;br /&gt;(2) Stadium Kejang Tonik&lt;br /&gt;    Seluruh otot badan jadi kaku, wajah kaku, tangan menggemgam dan kaki membengkok ke dalam; pernafasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit. Stadium ini berlangsung kira-kira 20 - 30 detik.&lt;br /&gt;(3) Stadium Kejang Klonik&lt;br /&gt;    Semua otot berkontraksi berulang-ulang dalam waktu yang cepat. Mulut terbuka dan menutup, keluar ludah berbusa dan lidah dapat tergigit. Mata melotot, muka kelihatan kongesti dan sianosis. Setelah berlangsung selama 1 - 2 menit kejang klonik berhenti dan penderita tidak sadar, menarik nafas seperti mendengkur.&lt;br /&gt;(4) Stadium Koma&lt;br /&gt;    Lamanya ketidajsadaran (koma) ini berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam. Kadang-kadang antara kesadaran timbul serangan baru dan akhirnya ibu tetap dalam keadaan koma. Selama serangan tekanan darah meninggi, nadi cepat dan suhu naik sampai 40 0C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;  - Lidah tergigit&lt;br /&gt;  - Terjadi perlukan dan fraktur&lt;br /&gt;  - Gangguan pernafasan&lt;br /&gt;  - Perdarahan otak&lt;br /&gt;  - Solusio plasenta&lt;br /&gt;  - Merangsang persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis&lt;br /&gt;Ibu : angka kematian sekitar 9,8 – 25,5 % untuk negara berkembang.&lt;br /&gt;Biasanya disebabkan oleh : perdarahan otak, kegagalan jantung paru, kegagalan ginjal, infeksi, kegagalan hepar, dll.&lt;br /&gt;Bayi : angka kematian di negara berkembang berkisar antara 42,2 – 50 %. Terutama dikarenakan hipoksia intrauterin dan prematuritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Eden&lt;br /&gt;Adalah kriteria untuk menentukan prognosis eklampsia yang terdiri dari :&lt;br /&gt;(1) Koma yang lama (prolonged coma),&lt;br /&gt;(2) Frekuensi nadi di atas 120 kali permenit,&lt;br /&gt;(3) Suhu 103 0F atau 39,4 0C atau lebih,&lt;br /&gt;(4) Tekanan darah lebih dari 200 mmHg,&lt;br /&gt;(5) Konvulsi lebih dari 10 kali,&lt;br /&gt;(6) Proteinuria 10 gr atau lebih,&lt;br /&gt;(7) Tidak ada edema, edema menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eklampsia ringan jika tidak ada atau hanya 1 kriteria yang timbul.&lt;br /&gt;Eklampsia berat dan prognosis lebih jelek jika dijumpai 2 atau lebih kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Penatalaksanaan eklampsia sama dengan PEB. Dengan tujuan utama menghentikan berulangnya serangan konvulsi dan mengakhiri kehamilan secepatnya dengan cara yang aman setelah keadaan ibu mengizinkan.&lt;br /&gt;Penanganan konservatif tidak dianjurkan karena gejala dn tanda eklampsia seperti hiperrefleksia dan gangguan penglihatanan sering tidak sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Kejang&lt;br /&gt; - Beri obat antikonvulsan (lihat pada keterangan)&lt;br /&gt; - Perlengkapan untuk penanganan kejang (jalan nafas, sedotan, masker dan balon, oksigen)&lt;br /&gt; - Beri oksigen 4 - 6 liter per menit&lt;br /&gt; - Lindungi pasien dari kemungkinan trauma, tetapi jangan didikat terlalu keras&lt;br /&gt; - Baringkan pasien pada sisi kiri untuk mengurangi risiko aspirasi&lt;br /&gt; - Setelah kejang, aspirasi mulut dan tenggorokan jika perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Umum&lt;br /&gt; - Jika tekanan diastolik tetap lebih dari 110 mmHg, berikan obat antihipertensi (lihat pada keterangan) sampai tekanan diastolik di antara 90 – 100 mmHg&lt;br /&gt; - Pasang infus Ringer Laktat dengan jarum besar (16 gauge atau lebih besar)&lt;br /&gt; - Ukur keseimbangan cairan, jangan sampai terjadi overload cairan&lt;br /&gt; - Kateterisasi urin untuk memantau pengeluaran urin dan proteinuria&lt;br /&gt; - Jika jumlah urine kurang dari 30 ml per jam :&lt;br /&gt;   a. Hentikan Magnesium sulfat (MgSO4) dan berikan cairan I.V. (NaCl 0.9 % atau Ringer Laktat) pada kecepatan 1 liter per jam&lt;br /&gt;   b. Pantau kemungkinan edema paru&lt;br /&gt; - Jangan tinggalkan pasien sendirian. Kejang disertai aspirasi muntah dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin&lt;br /&gt; - Observasi tanda-tanda vital, refleks dan denyut jantung janin setiap jam&lt;br /&gt; - Auskultasi paru untuk mencari tanda-tanda edema paru&lt;br /&gt; - Krepitasi merupakan tanda edema paru. Hentikan pemberian cairan I.V. dan berikan diuretik misalnya furosemid 40 mg I.V. sekali saja jika ada edema paru&lt;br /&gt; - Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan sederhana (bedside clotting test). Jika pembekuan tidak terjadi sesudah 7 menit, kemungkinan terdapat koagulopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Antikonvulsan&lt;br /&gt;Magnesium sulfat (MgSO4) merupakan obat pilihan untuk mencegah dan mengatasi kejang pada PEB dan Eklampsia.&lt;br /&gt;Cara Pemberian :&lt;br /&gt;1. Dosis Awal&lt;br /&gt;   - MgSO4 4 g I.V. sebagai larutan 20 % selama 5 menit&lt;br /&gt;   - Diikuti dengan MgSO4 (50 %) 5 g I.M. dengan 1 ml lignokain 2 % (dalam semprit yang sama)&lt;br /&gt;   - Pasien akan merasa agak panas sewaktu pemberian MgSO4.&lt;br /&gt;2. Dosis Pemeliharaan&lt;br /&gt;   - MgSO4 (50 %) 5 g + lignokain 2 % 1 ml I.M. setiap 4 jam&lt;br /&gt;   - Lanjutkan sampai 24 jam pasca persalinan atau kejang terakhir&lt;br /&gt;3. Sebelum pemberian MgSO4 periksa :&lt;br /&gt;   - Frekuensi pernafasan minimal 16/menit&lt;br /&gt;   - Refleks patella (+)&lt;br /&gt;   - Urine minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir&lt;br /&gt;4. Stop pemberian MgSO4 jika :&lt;br /&gt;   - Frekuensi pernafasan &lt; 16 /menit&lt;br /&gt;   - Refleks patella (-)&lt;br /&gt;   - Urin &lt; 30 ml/jam&lt;br /&gt;5. Siapkan antidotum :&lt;br /&gt;   - Jika terjadi henti nafas :&lt;br /&gt;     - Bantu dengan ventilator&lt;br /&gt;     - Beri kalsium glukonat 2 g (20 ml dalam larutan 10 %) I.V. perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika MgSO4 tidak tersedia, dapat diberikan diazepam, dengan risiko terjadinya depresi pernafasan neonatal. Dosis tunggal diazepam jarang menimbulkan depresi pernafasan neonatal. Pemberian terus-menerus secara intravena meningkatkan risiko depresi pernafasan pada bayi yang sudah mengalami iskemia uteroplasenta dan persalinan prematur. Pengaruh diazepam dapat berlangsung beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberiannya :&lt;br /&gt;Pemberian Intravena :&lt;br /&gt;1. Dosis awal&lt;br /&gt;  - Diazepam 10 mg I.V. pelan-pelan selama 2 menit&lt;br /&gt;  - Jika kejang berulang, ulangi dosis awal&lt;br /&gt;2. Dosis pemeliharaan&lt;br /&gt;  - Diazepam 40 mg dalam 500 ml larutan Ringer Laktat per infus&lt;br /&gt;  - Depresi pernafasan ibu mungkin akan terjadi jika dosis &gt; 30 mg/jam&lt;br /&gt;  - Jangan berikan &gt; 100 mg/24 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian melalui Rektum :&lt;br /&gt;  - Jika pemberian I.V. tidak mungkin, diazepam dapat diberikan per rektal, dengan dosis awal 20 mg dalam samprit 10 ml&lt;br /&gt;  - Jika masih terjadi kejang, beri tambahan 10 mg/jam&lt;br /&gt;  - Dapat pula diberikan melalui kateter urin yang dimasukan ke dalam rektum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Diazepam hanya dipakai jika MgSO4 tidak tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti Hipertensi&lt;br /&gt;Jika tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih, berikan obat antihipertensi.&lt;br /&gt;Tujuannya adalah untuk mempertahankan tekanan diastolik diantara 90 – 100 mmHg dan mencegah perdarahan serebral.&lt;br /&gt;Obat pilihan adalah hidralazin.&lt;br /&gt; (a) Berikan hidralazin 5 mg I.V. pelan-pelan stiap 5 menit sampai tekanan darah turun. Ulang setiap jam jika perlu atau berikan hidralazin 12,5 mg I.M. setiap 2 jam&lt;br /&gt; (b) Jika hidralazin tidak tersedia, berikan :&lt;br /&gt;     - labetolol 10 mg I.V. :&lt;br /&gt;       i. Jika respons tidak baik (tekanan diastolik tetap &gt; 110 mmHg), berikan labetolol 20 mg I.V.&lt;br /&gt;       ii. Naikkan dosis sampai 40 mg dan 80 mg jika respons tidak baik sesudah 10 menit&lt;br /&gt;     - Berikan nifedipin 5 mg sublingual. Jika tidak baik setelah 10 menit, beri tambahan 5 mg sublingual&lt;br /&gt;     - Metildopa 3 x 250 – 500 mg/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Perdarahan Antepartum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;Perdarahan antepartum dapat berasal dari :&lt;br /&gt; 1. Kelainan plasenta meliputi :&lt;br /&gt;   (a) Plasenta previa&lt;br /&gt;   (b) Solusio plasenta (abruptio plasenta)&lt;br /&gt;   (c) Pendarahan antepartum yang belum jelas sumbernya seperti :&lt;br /&gt;       - Insersio Velamentosa&lt;br /&gt;       - Ruptura Sinus Marginalis&lt;br /&gt;       - Plasenta Sirkumvalata&lt;br /&gt; 2. Bukan dari kelainan plasenta, biasnya tidak begitu berbahaya, misalnya kelainan serviks dan vagina (erosio, polip, varises yang pecah) dan trauma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala dan tanda utama Faktor predisposisi Penyulit lain Diagnosis&lt;br /&gt;  - Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi &gt;22 minggu&lt;br /&gt;  - Darah segar atau kehitaman dengan bekuan&lt;br /&gt;  - Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defekasi, aktivitas fisik, kontraksi Braxton Hicks atau koitus Grande Multipara - Syok&lt;br /&gt;  - Perdarahan setelah koitus&lt;br /&gt;  - Tidak ada kontraksi uterus&lt;br /&gt;  - Bagian terendah janin tidak masuk pintu atas panggul&lt;br /&gt;  - Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin Plasenta Previa&lt;br /&gt;  - Perdarahan dengan nyeri intermiten atau menetap&lt;br /&gt;  - Warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada bekuan jika solusio relatif baru&lt;br /&gt;  - Jika ostium terbuka, terjadi perdarahan berwarna merah segar - Hipertensi&lt;br /&gt;  - Versi luar&lt;br /&gt;  - Trauma abdomen&lt;br /&gt;  - Polihiramnion&lt;br /&gt;  - Gemelli&lt;br /&gt;  - Defisiensi gizi - Syok yang tidak sesuai dengan jumlah darah yang keluar (tipe tersembunyi)&lt;br /&gt;  - Anemia berat&lt;br /&gt;  - Melemah atau hilangnya gerak janin&lt;br /&gt;  - Gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin&lt;br /&gt;  - Uterus tegang dan nyeri Solusio Plasenta&lt;br /&gt;  - Perdarahan intraabdominal dan atau vaginal&lt;br /&gt;  - Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok, yang kemudian hilang setelah terjadi reganagan hebat pada perut bawah (kondisi ini tidak khas) - Riwayat seksio sesarea&lt;br /&gt;  - Partus lama atau kasep&lt;br /&gt;  - Disproporsi kepala / fetopelvik&lt;br /&gt;  - Kelainan letak/presentasi&lt;br /&gt;  - Persalinan traumatik - Syok atau takhikardia&lt;br /&gt;  - Adanya cairan bebas intraadominal&lt;br /&gt;  - Hilangnya gerak dan denyut jantung janin&lt;br /&gt;  - Bentuk uterus abnormal atau konturnya tidak jelas&lt;br /&gt;  - Nyeri raba/tekan dinding perut dan bagian-bagian janin mudah dipalpasi Ruptura uteri&lt;br /&gt;  - Perdarahan berwarna merah segar&lt;br /&gt;  - Uji pembekuan darah tidak menunjukkan adanya bekuan darah setelah 7 menit&lt;br /&gt;  - Rendahnya faktor pembekuan darah, fibrinogen, trombosit, fragmentasi sel darah merah - Solusio plasenta&lt;br /&gt;  - Janin mati dalam rahim&lt;br /&gt;  - Eklampsia&lt;br /&gt;  - Emboli air ketuban - Perdarahan gusi&lt;br /&gt;  - Gambaran memar bawah kulit&lt;br /&gt;  - Perdarahan dari tempat suntikan dan jarum infus Gangguan pembekuan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Plasenta Previa&lt;br /&gt;   Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan laahir (ostium uteri internal).&lt;br /&gt;Normalnya, plasenta berimplantasi di bagian uterus, yaitu pada bagian dalam belakang (60 %) depan (40 %).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi :&lt;br /&gt;Belum ada kesepakatan dari para ahli, terutama mengenai berapa pembukaan jalan lahir. Dikarenakan pembagian tidak didasrkan pada keadaan anatomi, melainkan pada keadaan fisiologi yang dapat berubah-ubah, maka klasifikasi akan berubah setiap waktu. Misalnya : pada pembukaan yang masih kecil, seluruh pembukaan ditutupi jaringan plasenta (plasenta previa totalis), namun pada pembukaan yang lebih besar, keadaan ini akan menjadi plasenta previa lateralis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasinya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;(1) Plasenta letak rendah (Low-lying plasenta) : tepi plasenta berada 3 – 4 cm&lt;br /&gt;(2) Plasenta Previa parsial : sebagian ostium ditutupi plasenta&lt;br /&gt;(3) Plasenta Previa Totalis : seluruh ostium ditutupi plasenta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor Etiologi&lt;br /&gt;1. Umur dan paritas&lt;br /&gt;   - Pada primigravida, umur di atas 35 tahun lebih sering daripada umur di bawah 25 tahun&lt;br /&gt;   - Lebih sering pada paritas tinggi dari paritas rendah&lt;br /&gt;   - Di Indonesia menurut Toha, plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas kecil, hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda di mana endometrium masih belum matang (inferior)&lt;br /&gt;2. Hipoplasia endometrium : bila kawin dan hamil pada umur muda&lt;br /&gt;3. Endometrium cacat pada bekas persalinan berulang-ulang, bekas operasi, kuretase dan manual plasenta&lt;br /&gt;4. Korpus luteum bereaksi lambat, di mana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi&lt;br /&gt;5. Tumor-tumor, seperti mioma uteri, polip endometrium&lt;br /&gt;6. Kadang-kadang pada malnutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;Dapat ditegakkan dengan adanya beberapa gejala klinis :&lt;br /&gt;1. Anamnesis&lt;br /&gt;   - Gejala pertama yang membawa si sakit ke dokter atau rumah sakit adalah perdarahan pada kehamilan setyelah 28 minggu atau pada kehamilan lanjut (trimester III)&lt;br /&gt;   - Sifat perdarahannya tanpa sebab (causeless), tanpa nyeri (painless) dan berulang (recurrent)&lt;br /&gt;Perdarahan timbul sekonyong-konyong tanpa sebab apa pun. Kadang-kadang perdarahan terjadi sewaktu bangun tidur, pagi hari tanpa disadari tempat tidur sudah penuh darah. Perdarahan cenderung berulang dengan volume yang lebih banyak dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Sebab dari perdarahan ialah karena ada plasenta dan pembuluh darah yang robek karena (a) terbentuknya segmen bawah rahim, (b) terbukanya ostium atau oleh manipulasi intravaginal atau rektal. Sedikit atau banyaknya perdarahan tergantung pada besar dan banyaknya pembuluh darah yang robek dan plasenta yang lepas. Biasanya wanita mengatakan banyaknya perdarahan dalam berapa kain sarung, berapa gelas dan adanya darah-darah beku (stolsel).&lt;br /&gt;2. Inspeksi&lt;br /&gt;   - Dapat dilihat perdarahan yang keluar pervaginam: banyak, sedikit, darah beku dan sebagainya.&lt;br /&gt;   - Kalau telah berdarah banyak maka ibu kelihatan pucat/anemis&lt;br /&gt;3. Palpasi abdomen&lt;br /&gt;   - Janin sering belum cukup bulan, jadi fundus uteri masih rendah&lt;br /&gt;   - Sering dijumpai kesalahan letak janin&lt;br /&gt;   - Bagian terbawah janin belum turun, apabila letak kepala, biasanya kepala masih goyang atau terapung (floating) atau mengolak di atas pintu atau panggul&lt;br /&gt;   - Bila cukup pengalaman (ahli), dapat dirasakan suatu bantalan pada segmen bawah rahim, terutama pada ibu yang kurus.&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan inspekulo&lt;br /&gt;Dengan memakai spekulum secara hati-hati dilihat darimana asal perdarahan, apakah dari dalam uterus atau dari kelainan serviks, vagina, varises pecah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan :&lt;br /&gt;- Perbaiki kekurangan cairan atau darah dengan memberikan infus cairan I.V. (NaCl 0,9 % atau Ringer Laktat)&lt;br /&gt;- Lakukan penilaian jumlah perdarahan :&lt;br /&gt;  (a) Jika perdarahan banyak dan berlangsung terus, persiapkan seksio sesarea tanpa memperhitungkan usia kehamilan/prematuritas&lt;br /&gt;  (b) Jika perdarahan sedikit dan berhenti dan fetus hidup tetapi prematur pertimbangkan terapi ekspektatif sampai persalinan atau terjadi perdarahan banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi Ekspektatif&lt;br /&gt;Tujuan supaya janin tidak terlahir prematur dan upaya diagnosis dilakukan secara noninvasif.&lt;br /&gt;- Syarat Terapi Ekspektatif :&lt;br /&gt;  (a) Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti&lt;br /&gt;  (b) Belum ada tanda inpartu&lt;br /&gt;  (c) Keadaan umum ibu cukup baik (kadar Hemoglobin dalam batas normal)&lt;br /&gt;  (d) Janin masih hidup&lt;br /&gt;- Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotika profilaksis&lt;br /&gt;- Pemeriksaan USG untuk menentukan implantasi plasenta, usia kehamilan, profil biofisik, letak, dan presentasi janin&lt;br /&gt;- Perbaiki anemia dengan pemberian sulfas ferosus atau Ferous fumarat per oral 60 mg selama 1 bulan&lt;br /&gt;- Pastikan tersedianya sarana untuk melakukan transfusi&lt;br /&gt;- Jika perdarahan berhenti dan waktu untuk mencapai 37 minggu masih lama, pasien dapat dirawat jalan (kecuali rumah pasien di luar kota atau diperlukan waktu &gt; 2 jam untuk mencapai rumah sakit) dengan pesan segera kembali ke rumah sakit jika terjadi perdarahan&lt;br /&gt;- Jika perdarahan berulang pertimbangkan manfaat dan risiko ibu dan janin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dibandingkan dengan terminasi kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi Diagnosis&lt;br /&gt;Ultrasonografi&lt;br /&gt;- Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk menentukan implantasi plasenta dan jarak tepi plasenta terhadap ostium. Jika diagnosis plasenta previa telah ditegakkan dan janin matur, rencanakan persalinan&lt;br /&gt;- Jika pemeriksaan USG tidak memungkinkan dan kehamilan kurang dari 37 minggu lakukan penanganan plasenta previa sampai kehamilan 37 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan dalam di Meja Operasi&lt;br /&gt;(a) Jika USG tidak tersedia dan usia kehamilan ≥ 37 minggu, diagnosis definitif plasenta previa dilakukan dengan melakukan PDMO (Pemeriksaan Dalam di Meja Operasi) dengan cara melakukan perabaan plasenta secara langsung melalui pembukaan serviks. Untuk tindakan ini diperlukan :&lt;br /&gt;- infus terpasang dan tersedia darah&lt;br /&gt;- dilakukan di ruang operasi dengan tim operasi yang telah siap&lt;br /&gt;- periksa servikas dengan menggunakan spekulum yang telah didisinfeksi tingkat tinggi&lt;br /&gt;(b) Jika telah terjadi pembukaan serviks dan tampak jaringan plasenta, diagnosis pasti plasenta previa, rencanakan terminasi persalinan&lt;br /&gt;(c) Jika belum ada pembukaan serviks dan :&lt;br /&gt;- Jika teraba jaringan lunak pada serviks, diagnosis sebagai plasenta previa dan rencanakan terminasi persalinan&lt;br /&gt;- Jika teraba selapu dan bagian janin di daerah tengah dan tepi, singkirkan diagnosis plasenta previa dan lanjutkan persalinan dengan induksi.&lt;br /&gt;(d) Jika masih terdapat keraguan diagnosis, lakukan pemeriksaan digital dengan hati-hati :&lt;br /&gt;- teraba jaringan lunak pada forniks, diagnosis sebagai plasenta previa dan rencanakan terminasi persalinan&lt;br /&gt;- teraba kepala janin yang keras, singkirkan diagnosis plasenta previa dan lanjutkan persalinan dengan induksi.&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Tindakan ini tidak dianjurkan pada kondisi perdarahan banyak dan ibu dengan anemia berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi Aktif&lt;br /&gt;Rencanakan terminasi kehamilan jika :&lt;br /&gt;- Janun matur&lt;br /&gt;- Janin mati atau menderita anomali atau keadaan yang mengurangi kelangsungan hidupnya (misalnya anensefali)&lt;br /&gt;- Pada perdarahan aktif dan banyak, segera dilakukan terapi aktif tanpa memandang maturitas janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Solusio Plasenta&lt;br /&gt;   Istilah lain dari Solusio plasenta adalah ablatio plasentae, abruptio plasentae, accidental haemorrhage, dan prematur separation of the normally implanted placenta.&lt;br /&gt;Solusio plasenta adalah suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum lahir. Biasanya dihitung sejak kehamilan 28 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;Menurut derajat lepasnya plasenta :&lt;br /&gt;(1) Solusio plasenta parsialis&lt;br /&gt;Bila hanya sebagian saja plasenta terlepas dari tempat perlekatannya.&lt;br /&gt;(2) Solusio plasenta totalis (komplit)&lt;br /&gt;Bila seluruh plasenta sudah terlepas dari tempat perlekatannya&lt;br /&gt;(3) Kadang-kadang plasenta ini turun ke bawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam, disebut prolapsus plasenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang membagi menurut tingkat gejala klinik menjadi ringan, sedang dan berat.&lt;br /&gt;Ada yang membagi menurut penyebabnya :&lt;br /&gt;(1) Non Toksik&lt;br /&gt;Biasanya ringan dan terjadinya sewaktu partus&lt;br /&gt;(2) Toksik&lt;br /&gt;Lebih parah, terjadinya biasanya pada kehamilan trimester ketiga, dan disertai kelainan-kelainan organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;Sebab yang jelas terjadinya Solusio plasenta belum diketahui, hanya para ahli mengemukakan teori :&lt;br /&gt;Akibat turunnya tekanan darah secara tiba-tiba oleh spasme dari arteri yang menuju ke ruangan interviler, maka terjadilah anoksemia dari jaringan bagian distalnya. Sebelum ini menjadi nekrotis, spasme hilang dan darah kembali mengalir ke dalam intervili, namun pembuluh darah distal tadi sudah demikian rapuhnya serta mudah pecah, sehingga terjadi hematoma yang lambat laun melepaskan plasenta dari rahim. Darah yang berkumpul di belakang plasenta disebut hematoma retroplasenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain :&lt;br /&gt;(1) Faktor vaskuler (80 – 90 %) yaitu toksemia gravidarum, glomerulonefritis kronika, dan hipertensi esensial.&lt;br /&gt;Karena desakan darah tinggi, maka pembuluh darah mudah pecah, kemudian terjadi haematoma retroplasenter dan plasenta sebagian terlepas.&lt;br /&gt;(2) Faktor trauma:&lt;br /&gt;    - Pengecilan yang tiba-tiba dari uterus pada hidramnion dan gemeli&lt;br /&gt;    - Tarikan pada tali pusat yang pendek akibat pergerakan janin yang banyak/bebas, versi luar atau pertolongan persalinan.&lt;br /&gt;(3) Faktor paritas&lt;br /&gt;Lebih banyak dijumpai pada multi daripada primi. Holmer mencatat bahwa dari 83 kasus solusio plasenta 45 multi dan 18 primi.&lt;br /&gt;(4) Pengaruh lain seperti anemia, malnutrisi, tekanan uterus pada vena cava inferior dll.&lt;br /&gt;(5) Trauma langsung seperti jatuh, kena tendang, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi&lt;br /&gt;Makin lanjut umur, makin besar kemungkinan terjadinya Solusio plasenta, karena pada umur lanjut kemungkinan mendapat arteriosklerosis lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis dan Gejala Klinis&lt;br /&gt;Solusio plasenta yang ringan, pada umumnya tidak menunukkan gejala klinis yang jelas, perdarahan antepartum hanya sedikit dalam hal ini diagnosis baru kita tegakkan setelah anak lahir. Pada plasenta kita dapati koagulum-koagulum darah dan krater.&lt;br /&gt;Pada keadaan yang agak berat kita dapat membuat diagnosis berdasarkan :&lt;br /&gt;(1) Anamnesis&lt;br /&gt;    - Perasaan sakit yang tiba-tiba di perut; kadang-kadang pasien bisa melokalisir tempat mana yang paling sakit, di mana plasenta terlepas.&lt;br /&gt;    - Perdarahan pervaginam yang sifatnya bisa hebat dan sekonyong-konyong (non-reccurent) terdiri dari darah segar dan bekuan-bekuan darah&lt;br /&gt;    - Pergerakan anak mulai hebat kemudian terasa pelan dan akhirnya berhenti (anak tidak bergerak lagi)&lt;br /&gt;    - Kepala terasa pusing, lemas, muntah, pucat, pandangan berkunang-kunang, ibu kelihatan anemis, tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar&lt;br /&gt;    - Kadang-kadang ibu dapat menceritakan trauma dan faktor kausal yang lain&lt;br /&gt;(2) Inspeksi&lt;br /&gt;    - Pasien gelisah, sering mengerang karena kesakitan&lt;br /&gt;    - Pucat, sianosis, keringat dingin&lt;br /&gt;    - Kelihatan darah keluar pervaginam&lt;br /&gt;(3) Palpasi&lt;br /&gt;    - Fundus uteri tambah naik karena terbentuknya retroplasenter hematoma; uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan&lt;br /&gt;    - Uterus teraba tegang dan keras seperti papan yang disebut uterus in bois (wooden uterus) baik waktu his maupun di luar his&lt;br /&gt;    - Nyeri tekan terutama di tempat plasenta tadi terlepas&lt;br /&gt;    - Bagian-bagian janin susah dikenali, karena perut (uterus tegang)&lt;br /&gt;(4) Auskultasi&lt;br /&gt;Sulit, karena uterus tegang. Bila denyut jantung janin terdengar biasanya di atas 140, kemudian turun di bawah 100 dan akhirnya hilag bila plasenta yang terlepas lebih dari sepertiga.&lt;br /&gt;(5) Pemeriksaan dalam&lt;br /&gt;    - Serviks bisa telah terbuka atau masih tertutup&lt;br /&gt;    - Kalau sudah terbuka maka ketuban dapat teraba menonjol dan tegang, baik sewaktu his maupun di luar his&lt;br /&gt;    - Kalau ketuban sudah pecah dan plasenta sudah terlepas seluruhnya. Plasenta ini akan turun ke bawah dan teraba pada pemeriksaan, disebut prolapsus plasenta, ini sering dikacaukan denagn plasenta previa.&lt;br /&gt;(6) Pemeriksaan umum&lt;br /&gt;    - Tensi semula mungkin tinggi karena pasien sebelumnya menderita penyakit vaskuler, tetapi lambat laun turun dan pasien jatuh syok&lt;br /&gt;    - Nadi cepat, kecil dan filiformis&lt;br /&gt;(7) Pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;    - Urin&lt;br /&gt;      Albumin (+); pada pemeriksaan sedimen terdapat silinder dan lekosit.&lt;br /&gt;    - Darah&lt;br /&gt;      Hb menurun (anemi), periksa golongan darah , kalau bisa cross match test. Karena pada Solusio plasenta sering terjadi kelainan pembekuan darah a/hipofibrinogenemia, maka diperiksakan pula COT (Clot Observation Test) tiap 1 jam, tes kualitatif fibrinogen (fiberindex) dan tes kuantitatif fibrinogen (kadar normalnya 150 mg %).&lt;br /&gt;(8) Pemeriksaan plasenta&lt;br /&gt;    Sesudah bayi dan plasenta lahir, kita periksa plasentanya. Biasanya tampak tipis dan cekung di bagian plasenta yang terlepas (krater) dan terdapat koagulum atau darah beku di belakang plasenta, yang disebut hematoma retroplasenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema :&lt;br /&gt;No Klinis Solusio Plasenta Plasenta Previa Ruptura Uteri&lt;br /&gt;1 Terjadinya Sewaktu hamil dan in-partu Sewaktu hamil In partu&lt;br /&gt;2 Cara mulainya Tiba-tiba Perlahan-lahan Dimulai RUM&lt;br /&gt;3 Perdarahan Non-reccurent Reccurent Bergantung pada pembuluh darah yang pecah&lt;br /&gt;4 Warna darah Darah tua + darah beku Darah baru Darah baru&lt;br /&gt;5 Anemia Tak sebanding dengan darah yang keluar Sesuai dengan darah yang keluar Perdarahan keluar dan di dalam&lt;br /&gt;6 Toksemia gravidarum Bisa ada (-) (-)&lt;br /&gt;7 Nyeri perut Ada Tidak ada + di SBR&lt;br /&gt;8 Palpasi Uteri in-bois bagian-bagian anak sulit diraba Biasa dan floating Defans muskuler, meteoritis&lt;br /&gt;9 His Kuat Biasa Hilang&lt;br /&gt;10 DJJ (-) (+) (-)&lt;br /&gt;11 Periksa dalam Ketuban tegang, menonjol Jar. Plasenta Robekan&lt;br /&gt;12 Plasenta Tipis kreater cekung Ketuban robek pada pinggir biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan pada Solusio Plasenta&lt;br /&gt;Perdarahan pada solusio plasenta bisa mengakibatkan darah hanya ada di belakang plasenta (hematoma retroplasenter); darah tinggal saja di dalam rahim (internal haemorrhage = concealed haemorrhage); masuk merembes ke dalam amnion; atau keluar melaului vagina (antara selaput ketuban degan dinding uterus) yang disebut external haemorrhage (revealed haemorrhage).&lt;br /&gt;Jika solusio plasenta lebih berat dapat terjadi couvelair uterus (apopleksi uteroplasenter). Dalam hal ini darah merembes memasuki otot-otot rahim sampai ke bawah serosa, bahkan kadang-kadang sampai ke ligamen latum dan melaului tuba masuk ke rongga panggul. Uterus kelihatan lebih besar, dinding uterus penuh dengan bintik-bintik merah hematom dari kecil sampai besar.&lt;br /&gt;Ada 2 bentuk Couvelair Uterus yaitu :&lt;br /&gt;(1) Couvelair uterus dengan kontraksi uterus baik&lt;br /&gt;(2) Couvelair uterus dengan kontraksi uterus jelek, sehingga terjadi perdarahan postpartum.&lt;br /&gt;Couvelair uterus terjadi karena berbagai teori, antara lain vasospasme, perubahan-perubahan toksik, adanya hematoma retroplasenter yang hebat, uterus yang terlalu regang atau a/hipofibrinogenemia.&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut menyebabkan peembuluh darah dinding uterus pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis Banding&lt;br /&gt;- Solusio plasenta&lt;br /&gt;- Plasenta previa&lt;br /&gt;- Ruptura uteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;(a) Langsung (immediate)&lt;br /&gt;    - Perdarahan&lt;br /&gt;    - Infeksi&lt;br /&gt;    - Emboli dan syok obstetrik&lt;br /&gt;(b) Komlikasi tidak langsung (delayed)&lt;br /&gt;    - Couvelair uterus, sehingga kontraksi tak baik, menyebabkan perdarahan postpartum&lt;br /&gt;    - A/hipo-fibrinogenemia dengan perdarahan postpartum&lt;br /&gt;    - Nekrosis korteks renalis, menyebabkan anuria dan uremia&lt;br /&gt;    - Kerusakan-kerusakan organ seperti hati, hipofisis dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis&lt;br /&gt;(1) Terhadap ibu&lt;br /&gt;    Mortalitas menurut kepustakaan 5 – 10 %, sedangkan R.S Pirngadi Medan dilaporkan 6,7 %. Hal ini dikarenakan adanya perdarahan sebelum dan sesudah partus, toksemia gravidarum, kerusakan organ terutama nekrosis korteks ginjal dan infeksi&lt;br /&gt;(2) Terhadap anak&lt;br /&gt;    Mortalitas anak tinggi, menurut kepustakaan 70 – 80 %, Sedangkan di R.S. Pirngadi Medan dilaporkan mortalitas anak 77,7 %. Hal ini tergantung pada derajat pelepasan dari plasenta, bila yang terlepas lebih dari 1/3 maka kemungkinan kematian anak 100 %. Selain itu juga tergantung dari prematuritas dan tindakan persalinan.&lt;br /&gt;(3) Terhadap kehamilan berikutnya&lt;br /&gt;    Biasanya bila telah menderita penyakit vaskuler dengan solusio plasenta, maka pada hamil berikutnya sering terjadi solusio plasenta yang lebih hebat dengan partus prematurus/immaturus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt;- Lakukan uji pembekuan darah. Kegagalan terbentuknya bekuan darah setelah 7 menit atau terbentuknya bekuan darah lunak yang mudah terpecah menunjukkan adanya koagulopati.&lt;br /&gt;- Transfusi darah segar&lt;br /&gt;- Jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi), lakukan persalinan segera, jika :&lt;br /&gt;  (a) pembukaan serviks lengkap, persalinan dengan ekstraksi vakum&lt;br /&gt;  (b) Pembukaan serviks belum lengkap, persalinan dengan seksio sesarea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Pada setiap kasus Solusio plasenta, waspadalah terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pasca persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika perdarahan ringan atau sedang (di mana ibu tidak berada dalam bahaya) tindakan bergantung pada Denyut Jantung Janin (DJJ) :&lt;br /&gt;(a) DJJ normal atau tidak terdengar, pecahkan ketuban dengan kokher&lt;br /&gt;- Jika kontraksi jelek, perbaiki dengan pemberian oksitosin&lt;br /&gt;- Jika serviks kenyal, tebal dan tertutup lakukan Seksio sesarea&lt;br /&gt;(b) DJJ abnormal (kurang dari 100 atau lebih dari 180/menit)&lt;br /&gt;- Lakukan persalinan pervaginam segera&lt;br /&gt;- Jika persalinan pervaginam tidak memungkinkan, akhiri persalinan dengan seksio sesarea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koagulopati (Kegagalan Pembekuan Darah)&lt;br /&gt;Koagulopati dapat menjadi penyebab dan akibat perdarahan yang hebat. Kondisi ini dapat dipicu oleh Solusio plasenta, kematian janin dalam uterus, eklampsia, emboli air ketuban dan banyak penyebab lain. Gambaran klinisnya bervariasi mulai dari perdarahan hebat, dengan atau tanpa komplikasi trombosis, sampai keadaan klinis yang stabil hanya terdeteksi oleh tes laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Pada banyak kasus kehilangan darah yang akut, perkembangan menuju koagulopati dapat dicegah jika volume darah dipulihkan segera dengan cairan infus (NaCl atau Ringer Laktat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangani kemungkinan penyebab kegagalan pembekuan ini :&lt;br /&gt;- Solusio plasenta&lt;br /&gt;- Eklampsia&lt;br /&gt;Gunakan produk darah untuk mengontrol perdarahan :&lt;br /&gt;- Berikan darah lengkap segar, jika tersedia, untuk menggantikan faktor pembekuan dan sel darah merah,&lt;br /&gt;- Jika darah lengkap segar tidak tersedia, pilih salah satu di bawah ini berdasarkan ketersediaannya :&lt;br /&gt;  (a) plasma beku segar untuk menggantikan faktor pembekuan (15 ml/kg berat badan)&lt;br /&gt;  (b) sel darah merah packed (atau yang tersedimentasi) untuk penggantian sel darah merah&lt;br /&gt;  (c) kriopresipitat untuk menggantikan fibrinogen&lt;br /&gt;  (d) konsentrasi trombosit (jika perdarahan berlanjut dan trombosit di bawah 20.000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERDARAHAN KARENA PECAHNYA VASA PREVIA (Insertio Velamentosa)&lt;br /&gt;   Insersi velamentosa adalah insersi tali pusat pada selaput janin. Insersi velamentosa sering terjadi pada kehamilan ganda. Pada insersi velamentosa, tali pusat dihubungkan dengan plasenta oleh selaput janin. Kelainan ini merupakan kelainan insersi funiculus umbilikalis dan bukan merupakan kelainan perkembangan plasenta. Karena pembuluh darahnya berinsersi pada membran, maka pembuluh darahnya berjalan antara funiculus umbilikalis dan plasenta melewati membran. Bila pembuluh darah tersebut berjalan didaerah ostium uteri internum, maka disebut vasa previa. Vasa previa ini sangat berbahaya karena pada waktu ketuban pecah, vasa previa dapat terkoyak dan menimbulkan perdarahan yang berasal dari anak. Gejalanya ialah perdarahan segera setelah ketuban pecah dan karena perdarahan ini berasal dari anak maka dengan cepat bunyi jantung anak menjadi buruk.   &lt;br /&gt;   Vasa previa adalah menyilangnya pembuluh darah plasenta yang berasal dari insertio velamentosa pada kanalis servikalis. Insersi velamentosa adalah insersi tali pusat pada selaput janin. Insersi velamentosa sering terjadi pada kehamilan ganda. Pada insersi velamentosa, tali pusat dihubungkan dengan plasenta oleh selaput janin. Kelainan ini merupakan kelainan insersi funiculus umbilikalis dan bukan merupakan kelainan perkembangan plasenta. Karena pembuluh darahnya berinsersi pada membran, maka pembuluh darahnya berjalan antara funiculus umbilikalis dan plasenta melewati membran. Bila pembuluh darah tersebut berjalan didaerah ostium uteri internum, maka disebut vasa previa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Untuk menegakan diagnosis vasa previa agak sukar dan memerlukan pengalaman, disamping jumlahnya tidak terlalu banyak bila dapat ditemukan pada pembukaan dalam, maka satu-satunya sikap adalah mengirim penderita ke rumah sakit untuk persalinan dengan primer seksio sesarea. Vasa previa ini sangat berbahaya karena pada waktu ketuban pecah, vasa previa dapat terkoyak dan menimbulkan perdarahan yang berasal dari anak. Gejalanya ialah perdarahan segera setelah ketuban pecah dan karena perdarahan ini berasal dari anak maka dengan cepat bunyi jantung anak menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PECAHNYA SINUS MARGINALIS (Ruptur Sinus Marginalis)&lt;br /&gt;   Pecahnya sinus marginalis merupakan perdarahan yang sebagian besar baru diketahui setelah persalinan pada waktu persalinan, perdarahan terjadi tanpa sakit dan menjelang pembukaan lengkap. Karena perdarahan terjadi pada saat pembukaan mendekati lengkap, maka bahaya untuk ibu maupun janinnya tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Selama perkembangan amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi-tepi plasenta. Dengan demikian korion ini masih  berkesinambungan dengan tepi plasenta tapi pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada permukaan foetal dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincin putih ini menandakan pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiri dari vili yang timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggir plasenta mudah terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkan perdarahan antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksa pada akhir kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Plasenta Sirkumvalata&lt;br /&gt;   Selama perkembangan amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi-tepi plasenta. Dengan demikian korion ini masih  berkesinambungan dengan tepi plasenta tapi pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada permukaan foetal dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincin putih ini menandakan pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiri dari vili yang timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggir plasenta mudah terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkan perdarahan antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksa pada akhir kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referenci :&lt;br /&gt;1. Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, YBPSP (BU 1)&lt;br /&gt;2. Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, YBPSP (BU 2)&lt;br /&gt;3. Bobak dkk. 1995. Keperawatan maternitas. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGC&lt;br /&gt;4. Cunningham, F Gary at all. 2001. William obstetric 21th edition. United States of America : the mcGraw hill companies&lt;br /&gt;5. JNPKKR-POGI. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. YBPSP. Hal 174-183&lt;br /&gt;6. JNPKKR-MNH. Depkes RI. 2008. Asuhan persalinan Normal. Jakarta&lt;br /&gt;7. Pusdiknakes. 2003. Konsep asuhan Kebidanan. WHO-JPHIEGO. Jakarta&lt;br /&gt;8. R Sweet, Betty. 1997. Mayes Midwifery A Textbook for Midwives Twelf Edition. UK:Balliere Tindal&lt;br /&gt;9. Saifudin, A.B. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. YBPSP. Hal M-25 — M-32&lt;br /&gt;10. Varney, Helen. 1997. Varney’s Midwifey. Massachussets : Jones and bartlett Publishers&lt;br /&gt;11. Winkjosastro, hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-6377090065164151047?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/6377090065164151047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/01/komplikasi-dan-penyulit-kehamilan-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6377090065164151047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6377090065164151047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/01/komplikasi-dan-penyulit-kehamilan-1.html' title='KOMPLIKASI DAN PENYULIT KEHAMILAN 1'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-8743474191638492519</id><published>2011-01-31T20:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T21:02:53.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='askeb IV'/><title type='text'>KOMPLIKASI DAN PENYULIT KEHAMILAN TRIMESTER I DAN II</title><content type='html'>1.ANEMIA KEHAMILAN&lt;br /&gt;  Yang dimaksud dengan anemia kehamilan adalah jika kadar hemoglon &lt; 11 gr/dL pada trimester 1 dan 3,  atau jika kadar hemoglobin &lt; 10,5 gr/dL pada trimester 2&lt;br /&gt;Tingkatan anemia&lt;br /&gt; •Anemia ringan : 9-10 gr/dL&lt;br /&gt; •Anemia sedang : 7-8 gr/dL&lt;br /&gt; •Anemia berat : &lt; 7 gr/dL &lt;br /&gt;Gejala : pucat, mudah pingsan, TD normal, gejala klinik dapat terlihat pada tubuh yang malnutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hasil pemeriksaan kadar hemoglobin tidak akurat, hal ini mungkin akibat dari kadar LED darah yang cepat ataupun spesimen yang tidak tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian anemia&lt;br /&gt;•Anemia defisiensi besi&lt;br /&gt;•Anemia megaloblastik&lt;br /&gt;•Anemia hipoplastik&lt;br /&gt;•Anemia hemolitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.ANEMIA DEFISIENSI BESI&lt;br /&gt;Adalah penurunan jumlah sel darah merah akibat dari kekurangan zat besi&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;•Darah meningkat 50% dalam kehamilan (hipervolemia), penambahan sel darah tidak sebanding dengan plasma darah (plasma 30%, sel darah 18%, Hb 19%)&lt;br /&gt;•Terjadi pengenceran darah dan Pembentukan sel darah merah terlalu lambat&lt;br /&gt;•Volume darah bertambah sejak usia kehamilan 10 minggu dan Puncaknya penambahan darah pada usia kehamilan 32-36 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;•Makanan tidak cukup mengandung zat besi (Fe)&lt;br /&gt;•Komposisi makanan tidak baik untuk penyerapan&lt;br /&gt;•Adanya gangguan penyerapan (penyakit usus)&lt;br /&gt;•Kebutuhan Fe meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala klinis&lt;br /&gt;•Data subjektif : ibu mengatakan sering pusing, cepat lelah, lemas, susah bernafas&lt;br /&gt;•Data objektif : konjungtiva pucat, muka pucat, ujung-ujung kuku pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;•Trimester 1 : missed abortus, kelainan kongenital, abortus&lt;br /&gt;•Trimester 2 : partus prematurus, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim (PJT), asfiksia, gestosis/manifestasi keracunan karena kehamilan, IQ bayi rendah, dekompensasi kordis)&lt;br /&gt;•Trimester 3 : gangguan his primer dan sekunder, janin lahir anemia, persalinan dengan tindakan tinggi, ibu cepat lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan&lt;br /&gt;•Periksa kadar Hb setiap 2 minggu&lt;br /&gt;•Bidan memberikan suplemen zat besi kepada kliennya yang memeriksakan diri&lt;br /&gt;•Efek samping berupa gejala gangguan gastrointestinal : konstipasi, diare, rasa terbakar di ulu hati, nyeri abdomen dan mual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan &lt;br /&gt;•Sulfas ferrosus 1 tablet/hari&lt;br /&gt;•Anjurkan makan lebih banyak protein dan sayur-sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral&lt;br /&gt;•Pemberian preparat besi&lt;br /&gt;•Pemeriksaan kadar Hb pada trimester 1 dan 2&lt;br /&gt;•Pemberian vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Penyerapan zat besi yang terbaik adalah pada waktu perut kosong&lt;br /&gt;•Susu dan antasida dapat mengurangi penyerapan zat besi&lt;br /&gt;•Hindari kafein, misalnya kopi dan teh&lt;br /&gt;•Sebelum dan selama kehamilan mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi, asam folat dan vitamin B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Oral : pemberian fero sulfat,/fero gluconat/Na-fero bisitrat 60 mg/hari, 800 mg selama kehamilan, 150-100 mg/hari&lt;br /&gt;•Parenteral : pemberian ferum dextran 1000 mg (20 ml) IV atau 2×10 ml/IM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.ANEMIA MEGALOBLASTIK&lt;br /&gt;Adalah anemia yang terjadi karena kekurangan asam folat&lt;br /&gt;Peran asam folat&lt;br /&gt;•Untuk pertumbuhan dan replikasi sel&lt;br /&gt;•Mencegah terjadinya perubahan pada DNA yang dapat menyebabkan kanker&lt;br /&gt;•Penting dalam pembentukan sel&lt;br /&gt;•Darah merah membutuhkan asam folat&lt;br /&gt;•Membantu perkembangan janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;•Tangan atau kaki kesemutan dan kaku&lt;br /&gt;•Kehilangan sensasi sentuh&lt;br /&gt;•Kehilangan kemampuan indera penciuman&lt;br /&gt;•Sulit berjalan dan terlihat goyah&lt;br /&gt;•Demensia (kehilangan kemampuan psikis atau mental)&lt;br /&gt;•Kejiwaan terganggu (halusinasi, paranoia, psikosis/gangguan jiwa yang disertai dengan disintegrasi kepribadian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber asam folat&lt;br /&gt;•Hewani maupun nabati seperti hati, kuning  telur, ginjal, ragi, sayuran hijau (bayam, brokoli) dan susu&lt;br /&gt;•80% kandungan asam folat hilang selama proses pemasakan&lt;br /&gt;•Sereal siap saji yang difortifikasi mengandung asam folat&lt;br /&gt;•Asam folat sintesis, struktur kimianya lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap tubuh (asam pteroil glutamat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan&lt;br /&gt;•Orang dewasa 400 mcg (0,4 mg)/hari&lt;br /&gt;•Ibu hamil 600 mcg/hari&lt;br /&gt;•Ibu menyusui 500 mcg/hari&lt;br /&gt;•Harus disiapkan sebelum kehamilan, karena gangguan sering terjadi pada bulan pertama kehamilan, dimana ibu biasanya belum menyadari bahwa dirinya tengah hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping&lt;br /&gt;•Terselubungnya komplikasi syaraf akibat defisiensi vitamin B12&lt;br /&gt;•Tidak dianjurkan &gt; 1000mg/hari&lt;br /&gt;•Asam folat termasuk golongan vitamin B yang larut dalam air, jika kelebihan dapat larut dalam air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.ANEMIA HIPOPLASTIK&lt;br /&gt;Adalah anemia yang terajdi akibat sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru&lt;br /&gt;•Jarang dijumpai dalam kehamilan dan Disertai dengan trombositopenia, dan leucopenia&lt;br /&gt;•Disertai kelainan kongenital sering terjadi akibat obat-obatan, zat kimia, infeksi, irradiasi, leukemia dan kelainan immunologik&lt;br /&gt;•Bisa juga trejadi akibat transplantasi sumsum tulang atau transfusi darah berulang kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.ANEMIA HEMOLITIK&lt;br /&gt;•Adalah anemia yang terjadi akibat sel darah merah lebih cepat hancur dari pembentukannya&lt;br /&gt;•Etiologi tidak jelas&lt;br /&gt;•Kejadian langka&lt;br /&gt;•Hemolisis berat timbul secara dini dalam kehamilan dan hilang beberapa bulan setelah bersalin&lt;br /&gt;•Penambahan darah tidak memberikan hasil&lt;br /&gt;•Transfusi darah untuk meringankan penderitaan ibu dan mengurangi bahaya hipoksia pada janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG)&lt;br /&gt;•Adalah gejala mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil&lt;br /&gt;•Dapat berlangsung sampai usia kehamilan 4 bulan dan keadaan umum menjadi buruk&lt;br /&gt;•Etiologi belum diketahui secara pasti&lt;br /&gt;•Dibagi menjadi 3 tingkatan menurut beratnya gejala yang timbul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEG tingkat 1&lt;br /&gt;•Muntah terus menerus dan Ibu merasa lemah&lt;br /&gt;•Nafsu makan tidak ada dan Berat badan turun&lt;br /&gt;•Nyeri epigastrium&lt;br /&gt;•Nadi meningkat sekitar 100x/menit&lt;br /&gt;•Tekanan darah turun&lt;br /&gt;•Turgor kulit mengurang&lt;br /&gt;•Lidah mengering&lt;br /&gt;•Mata cekung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEG tingkat 2&lt;br /&gt;•Ibu lebih lemah dan apatis&lt;br /&gt;•Turgor kulit lebih mengurang&lt;br /&gt;•Lidah mengering dan nampak kotor&lt;br /&gt;•Nadi rendah dan cepat&lt;br /&gt;•Suhu tubuh kadang-kadang naik&lt;br /&gt;•Mata cekung dan sedikit ikterus&lt;br /&gt;•BB dan TD turun&lt;br /&gt;•Hemokonsenterasi, oliguria dan konstipasi&lt;br /&gt;•Ditemukan aseton pada air kencing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEG tingkat 3&lt;br /&gt;•Keadaan umum lebih parah&lt;br /&gt;•Muntah berhenti&lt;br /&gt;•Kesadaran menurun dari somnolen sampai koma&lt;br /&gt;•Nadi kecil dan cepat&lt;br /&gt;•Suhu meningkat&lt;br /&gt;•TD dan BB turun&lt;br /&gt;•Ensepalopati Wernicke dengan gejala nistagmus, diplopia dan perubahan mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Rawat inap&lt;br /&gt;•Stop makan dan minum dalam 24 jam pertama&lt;br /&gt;•Obat-obatan diberikan secara parenteral&lt;br /&gt;•Infus D10% (2000 ml) dan RL 5% (2000 ml) per hari&lt;br /&gt;•Pemberian antiemetik (metokopramid hidrochlorid)&lt;br /&gt;•Roborantia/obat penyegar&lt;br /&gt;•Diazepam 10 mg IM (jika perlu)&lt;br /&gt;•Psikoterapi&lt;br /&gt;•Lakukan evaluasi dalam 24 jam pertama&lt;br /&gt;•Bila keadaan membaik, boleh diberikan makan dan minum secara bertahap&lt;br /&gt;•Bila keadaan tidak berubah : stop makan/minum, ulangi penatalaksanaan seperti sebelumnya untuk 24 jam kedua&lt;br /&gt;•Bila dalam 24 jam tidak membaik pertimbangkan untuk rujukan&lt;br /&gt;•Infus dilepas setelah 24 jam bebas mual dan muntah&lt;br /&gt;•Jika dehidrasi berhasil diatasi, anjurkan makan makanan lunak porsi kecil tapi sering, hindari makanan yang berminyak dan berlemak, kurangi karbohidrat, banyak makan makanan yang mengandung gula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria pulang&lt;br /&gt;•Mual dan muntah tidak ada lagi&lt;br /&gt;•Keluhan subjektif sudah tidak ada&lt;br /&gt;•TTV baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.ABORTUS&lt;br /&gt;•Adalah berhentinya kehamilan pada usia &lt; 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin&lt;br /&gt;•BBL  &lt;500 gram, PB &lt;25 cm&lt;br /&gt;•Angka harapan hidup sangat kecil yaitu &lt;1%&lt;br /&gt;•Batasan berbeda tentang abortus 18-24 minggu, WHO 22 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian abortus&lt;br /&gt;•Abortus spontan (imminens, insipiens, incompletus, completus)&lt;br /&gt;•Abortus induced (therapeutik, sugenic, electiv) &lt;br /&gt;•Abortus septik&lt;br /&gt;•Abortus habitualis&lt;br /&gt;•Missed abortion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;Maternal&lt;br /&gt;•Kelainan kromosom&lt;br /&gt;•Infeksi kronis (sifilis, TB aktif))&lt;br /&gt;•Keracunan&lt;br /&gt;•Trauma fisik&lt;br /&gt;•Gangguan endokrin (hipotiroid, DM)&lt;br /&gt;•Penyakit kronis&lt;br /&gt;•Oksidan (rokok, alkohol)&lt;br /&gt;•Defisiensi hormonal&lt;br /&gt;Fetal&lt;br /&gt;•Kematian janin akibat kelainan bawaan&lt;br /&gt;•Mola hidatidosa&lt;br /&gt;•Penyakit plasenta dan desidua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.ABORTUS IMMINENS&lt;br /&gt;•Perdarahan bercak-sedang&lt;br /&gt;•Perdarahan ringan (lebih dari 5 menit basahi pembalut)&lt;br /&gt;•Dilatasi serviks tertutup&lt;br /&gt;•Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan&lt;br /&gt;•Gejala/tanda : kram perut bawah uterus (hilang timbul)&lt;br /&gt;•USG, pengaruhi rencana tindakan&lt;br /&gt;•Diagnosa banding : mola, KET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Bed rest, tidak perlu pengobatan khusus ataupun tirah baring total&lt;br /&gt;•Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan&lt;br /&gt;•Kurangi hubungan seksual&lt;br /&gt;•Tidak perlu terapi hormonal baik estrogen maupun progesteron&lt;br /&gt;•Tidak perlu pemberian tokolitika ( salbutamol, indometasin)&lt;br /&gt;•Pemberian fenobarbital 3×30 mg/hari&lt;br /&gt;•Pemberian papaverin 3×40 mg/hari&lt;br /&gt;•Observasi perdarahan (jika berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa, lakukan penilaian jika terjadi perdarahan lagi. Jika terus berlangsung : nilai kondisi janin lewat uji kehamilan/USG, konfirmasi penyebab lain jika ditemukan ukuran uterus yang lebih besar dari usia kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.ABORTUS INSIPIEN (sedang berlangsung)&lt;br /&gt;•Perdarahan sedang-banyak&lt;br /&gt;•Konsepsi dalam uterus&lt;br /&gt;•Perdarahan berat hanya butuh waktu kurang  dari 5 menit untuk basahi pembalut&lt;br /&gt;•Serviks terbuka&lt;br /&gt;•Ukuran uterus sesuai usia kehamilan&lt;br /&gt;•Gejala/tanda ; kram/nyeri pada perut bagian bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Jika usia kehamilan &lt; 16 minggu, evaluasi uterus dengan AVM, jika evaluasi tidak dapat dilakukan, segera lakukan :&lt;br /&gt;•Pemberian ergometrin 0,2 mg IM (dapat diulang setelah 15 menit jika perlu), atau pemberian misoprostol 400 mg/oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu)&lt;br /&gt;•Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus&lt;br /&gt;Jika usia kehamilan &gt;16 minggu&lt;br /&gt;•Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi&lt;br /&gt;•Jika perlu pasang infus 20 IU oksitosin dalam RL atau garam fisiologik 500 ml IV, dengan kecepatan 40 tetes/menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi&lt;br /&gt;Tetap pantau kondisi ibu setelah penanganan&lt;br /&gt;Pasang infus D5% = oksitosin 10 IU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.ABORTUS INKOMPLETUS&lt;br /&gt;•Perdarahan sedang-banyak&lt;br /&gt;•Serviks terbuka&lt;br /&gt;•Uterus sesuai usia kehamilan&lt;br /&gt;•Gejala/tanda : kram/nyeri perut bagian bawah dengan rasa sakit yang kuat&lt;br /&gt;•Terjadi ekspulsi sebagian hasil konsepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Tentukan besar uterus (taksir usia gestasi), kenali dan atasi setiap komplikasi (perdarahan hebat, syok, infeksi/sepsis)&lt;br /&gt;•Keluarkan sisa konsepsi secara digital atau dengan menggunakan cunam ovum dan evaluasi perdarahan&lt;br /&gt;•Jika perdarahan berhenti, berikan ergometrin 0,2 mg IM atau misoprostol 400 mg/oral&lt;br /&gt;•Jika perdaraan terus berlangsung, evakuasi sisa hasil konsepsi dengan AVM&lt;br /&gt;•Jika terdapat tanda-tanda infeksi, berikan antibiotika profilaksis&lt;br /&gt;•Jika terjadi perdarahan hebat dan &lt; 16 minggu, segera evakuasi dengan AVM&lt;br /&gt;•Bila pasien tampak anemik, berikan sulfas ferrosus 600mg/hari selama 2 minggu (anemia sedang ) atau transfusi darah (anemia berat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.ABORTUS KOMPLETUS&lt;br /&gt;•Perdarahan bercak-sedang&lt;br /&gt;•Serviks tertutup atau terbuka&lt;br /&gt;•Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal&lt;br /&gt;•Gejala/tanda : sedikit/tanpa nyeri pada perut bagian bawah&lt;br /&gt;•Riwayat ekspulsi hasil konsepsi&lt;br /&gt;•Janin akan keluar dari rahim, baik secara spontan maupun alat bantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Tidak perlu evaluasi&lt;br /&gt;•Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak&lt;br /&gt;•Bila kondisi baik, cukup berikan ergometrin 3×1 tablet/hari selama 3 hari&lt;br /&gt;•Tetap pantau kondisi ibu setelah penanganan&lt;br /&gt;•Bila terjadi anemia sedang berikan sulfas ferrosus tablet 600 mg/hari selama 2 mingg dan anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi&lt;br /&gt;•Untuk anemia berat lakukan transfusi darah&lt;br /&gt;•Bila tidak terdapat tanda-tanda infeksi tidak perlu diberikan antibiotika atau apabila khawatir akan infeksi dapat diberi antibiotika profilaksis&lt;br /&gt;•Lakukan konseling pasca abortus dan lakukan pemantauan lebih lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.ABORTUS HABITUALIS&lt;br /&gt;•Adalah kejadian abortus berulang, umumnya disebabkan karena kelainan anatomik uterus (mioma, septum, serviks inkompeten dan lain-lain) atau kelainan faktor-faktor immunologi&lt;br /&gt;•Idealnya dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat ada atau tidaknya kelainan anatomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.MISSED ABORTION&lt;br /&gt;•Adalah kematian janin dan nekrosis jaringan konsepsi tanpa adanya pengeluaran, terjadi pada usia kehamilan 4 minggu atau lebih (beberapa buku 8 minggu)&lt;br /&gt;•Biasanya didahului tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentalaksanaan&lt;br /&gt;•Keluarkan jaringan konsepsi dengan laminaria, dan stimulasi kontraksi uterus dengan oksitosin&lt;br /&gt;•Jika diputuskan untuk melakukan tindakan kuretase, harus sangat berhati-hati karena jaringan telah mengeras dan dapat terjadi gangguan pembekuan darah akibat hipofibrinogenemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.ABORTUS THERAPEUTIK&lt;br /&gt;•Adalah abortus yang dilakukan atas pertimbangan/indikasi kesehatan wanita, dimana bila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya, contohnya pada wanita dengan penyakit jantung, hipertensi, ginjal dan korban perkosaan (masalah psikis)&lt;br /&gt;•Dapat juga dilakukan atas pertimbangan kelainan janin yang berat&lt;br /&gt;Syarat-syarat abortus therapeutik&lt;br /&gt;•Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli dan berwenang&lt;br /&gt;•Meminta pertimbangan ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi)&lt;br /&gt;•Melakukan informed consent&lt;br /&gt;•Saran kesehatan memadai&lt;br /&gt;•Prosedur tidak dirahasiakan&lt;br /&gt;•Dokumen medik harus lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.ABORTUS SEPTIK&lt;br /&gt;•Adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi setelah abortus spontan/tidak aman&lt;br /&gt;•Terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau penundaan pengeluaran hasil konsepsi&lt;br /&gt;•Tindakan : resusitasi dan perbaiki keadaan umum ibu, berikan antibiotik spektrum luas dosis tinggi, keluarkan sisa konsepsi dalam 6 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSTIK ABORTUS&lt;br /&gt;•Anamnesis : perdarahan, haid terakhir, pola siklus haid, ada tidaknya gejala/keluhan lain, cari faktor resiko/predisposisi, riwayat penyakit umum dan obstetri&lt;br /&gt;•Prinsip : wanita usia reproduktif dengan perdarahan pervaginam abnormal HARUS selalu dipertimbangkan kemungkinan adanya kehamilan&lt;br /&gt;•Pemeriksaan fisik umum : KU, TTV, jika KU buruk lakukan resusitasi dan stabilisasi segera&lt;br /&gt;•Pemeriksaan ginekologik : ada tidaknya tanda akut abdomen, jika memungkinkan cari sumber perdarahan apakah dari dinding vagina atau jaringan serviks atau keluar ostium. Jika perlu ambil darah/cairan/jaringan untuk pemeriksaan penunjang (ambil sediaan sebelum PD), lakukan PD dengan hati-hati&lt;br /&gt;•Bimanual : tentukan besar dan letak uterus, tentukan apakah 1 jari pemeriksa dapat masuk kedalam ostium dengan mudah/lunak atau tidak (lihat ada/tidaknya dilatasi serviks), jangan dipaksakan. Adneksa dan parametrium diperiksa, ada/tidaknya massa atau tanda akut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN PASCA ABORTUS&lt;br /&gt;•Lakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebab aborts agar kejadian ini tidak berulang pada kehamilan berikutnya&lt;br /&gt;•Perhatikan involusi uterus dan kadar B-hCG selama 1-2 bulan&lt;br /&gt;•Anjurkan jangan hamil dulu selama 3 bulan&lt;br /&gt;•Anjurkan pemakaian kontrasepsi kondom atau pil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP (perdarahan pervaginam pada kehamilan &lt; 12 minggu)&lt;br /&gt;•JANGAN LANGSUNG DILAKUKAN KURETASE&lt;br /&gt;•Tentukan dulu, janin mati atau hidup. Jika memungkinkan periksa dengan USG&lt;br /&gt;•Jangan terpengaruh dengan B-hCG yang positif, meski janin sudah mati, kadar B-hCG mungkin masih tinggi dan bisa bertahan sampai 2 bulan setelah kematian janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.ABORTUS PROVOKATUS KRIMINALIS&lt;br /&gt;•Akibat : perforasi, luka pada serviks uteri, perlekatan pada kavum uteri, perdarahan infeksi&lt;br /&gt;•Cara umum : olah raga berlebihan, naik kuda, mendaki gunung, berenang, naik turun tangga, trauma&lt;br /&gt;•Cara lokal : menggunakan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina, alat memasang IUD, alat yang dialiri arus listrik, aspirasi jarum suntik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE KONTRASEPSI PASCA ABORTUS&lt;br /&gt;Kontrasepsi  Waktu  Efektivitas &lt;br /&gt;Kondom         Segera Kedisiplinan klien, mencegah PMS&lt;br /&gt;Pil         Segera Minum secara teratur setiap hari dengan waktu yang sama&lt;br /&gt;Suntik         Segera Konseling untuk pilihan hormon tunggal dan kombinasi&lt;br /&gt;Implan/susuk Segera Punya &gt; 1 anak, jangka panjang&lt;br /&gt;AKDR         Segera Setelah kondisi pulih&lt;br /&gt;Tubektomi Segera Menghentikan fertilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wanita mungkin butuh&lt;br /&gt;•Jika klien pernah imunisasi, dinding vagina atau kanalis servikalis luka, berikan booster TT 0,5 ml&lt;br /&gt;•Riwayat imunisasi tidak jelas, beri serum anti tetanus 1500 IU IM diikuti dengan TT 0,5 ml setelah 4 minggu&lt;br /&gt;•Penatalaksanaan PMS&lt;br /&gt;•Penapisan kanker serviks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.KEHAMILAN EKTOPIK&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;•Ovum yang telah dibuahi berimplantasi di tempat lain selain di endometrium kavum uteri&lt;br /&gt;•Gangguan interferensi mekanik terhadap ovum yang telah dibuahi dalam perjalanannya menuju kavum uteri&lt;br /&gt;•Kemungkinan implantasi : paling sering di tuba falopii (90-95 %, dengan 70-80% di ampula), serviks, ovarium, abdomen dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;•Kelainan tuba adalah karena adanya riwayat penyakit tuba, seperti salpingitis&lt;br /&gt;•Riwayat operasi tuba, sterilisasi&lt;br /&gt;•Riwayat penyakit radang panggul&lt;br /&gt;•IUD&lt;br /&gt;•Ovulasi yang multipel akibat induksi obat-obatan, usaha fertilisasi in vitro dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;•Amenorhea&lt;br /&gt;•Nyeri perut bagian bawah yang snagat dan berawal dari satu sisi, tengah, seluruh perut bagian bawah akibat robeknya tuba&lt;br /&gt;•Penderita bisa sampai pingsan dan syok&lt;br /&gt;•Perdarahan pervaginam biasanya berwarna hitam&lt;br /&gt;•Pusing, perdarahan, berkeringat, pembesaran payudara, perubahan warna pada vagina dan serviks, perlunakan serviks, pembesaran uterus, frekuensi BAK meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;•Pemeriksaan panggul, tentukan lokasi sakit&lt;br /&gt;•Lakukan tes B-hCG&lt;br /&gt;•Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui konsentrasi hormon progesteron&lt;br /&gt;•Pemeriksaan USG&lt;br /&gt;•Diagnosis banding : usus buntu (apendisitis akut), radang panggul&lt;br /&gt;•Penanganan : methotrexate&lt;br /&gt;•Prognosis : HCG (kuantitatif) untuk melihat sisa jaringan&lt;br /&gt;•Kesempatan hamil tergantung dari kerusakan tuba (1x operasi tuba : 55-60%, jika salauran satunya tidak ada atau rusak : 45%, &gt;2x pembedahan ektopik dan komservatif : 30%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;•Kolaps dan kelelahan&lt;br /&gt;•Nadi cepat dan lemah (110x/menit atau lebih)&lt;br /&gt;•Hipotensi&lt;br /&gt;•Hipovolemia&lt;br /&gt;•Abdomen akut dan nyeri pelvis&lt;br /&gt;•Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas&lt;br /&gt;•Nyeri lepas&lt;br /&gt;•Pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;•Anamnesis : riwayat terlambat haid atau amenorhea, gejala dan tanda kehamilan muda dapat ada atau tidak ada, perdarahan pervaginam, nyeri perut pada kanan/kiri bawah&lt;br /&gt;•Pemeriksaan fisis : KU dan TTV dapat baik sampai buruk, ada tnada akut abdomen, saat pemeriksaan adnexa ada nyeri goyang portio&lt;br /&gt;•Pemeriksaan penunjang : tes urine B-hCG (+), kuldosentesis (ditemukan darah di kavum douglasi), USG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan KE dengan ruptur tuba&lt;br /&gt;•Optimalisasi KU ibu dengan transfusi, infus oksigen atau kalau dicurigai adanya infeksi diberikan juga antibiotika&lt;br /&gt;•Hentikan sumber perdarahan segera dengan laparatomi dan salpingektomi (memotong bagian tuba yang terganggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang&lt;br /&gt;•Konseling prognosis kesuburannya&lt;br /&gt;•Konsleing metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi&lt;br /&gt;•Perbaiki anemia dengan sulfas ferrosus 600 mg/hari per oral selama 2 minggu&lt;br /&gt;•Kontrol ulang 4 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.KEHAMILAN SERVIKAL&lt;br /&gt;•Jarang terjadi&lt;br /&gt;•Perdarahan pervaginam tanpa disertai rasa nyeri&lt;br /&gt;•Terjadi abortus spontan sangat besar&lt;br /&gt;•Jika kehamilan tumbuh sampai besar, perdarahan atau ruptur yang terjadu sangat besar dan bisa dilakukan histerektomi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.KEHAMILAN OVARIAL&lt;br /&gt;Ditegakkan atas dasar kriteria Spiegelberg :&lt;br /&gt;•Tuba pada sisi kehamilan harus normal&lt;br /&gt;•Kantung janin harus terletak di ovarium&lt;br /&gt;•Jaringan ovarium yang nyata harus ditemuka dalam dinding kantung janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.MOLA HIDATIDOSA&lt;br /&gt;•Hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tetapi terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenerasi hidropik&lt;br /&gt;•Uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi yang normal, tidak dijumpai adanya janin, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan sperti rangkaian buah anggur&lt;br /&gt;•Resiko terjadi keganasan (koriokarsinoma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian&lt;br /&gt;Mola hidatidosa klasik/komplet&lt;br /&gt;•Janin atau bagian tubuh janin tidak ada&lt;br /&gt;•Sering disertai pembentukan kista lutein (25-30%)&lt;br /&gt;Mola hidatidosa parsial/inkomplet&lt;br /&gt;•Janin atau bagian tubuh janin ada&lt;br /&gt;•Perkembangan janin terhambat akibat kelainan kromosom dan umumnya mati pada trimester pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;•Hiperemesis&lt;br /&gt;•Hipertiroid&lt;br /&gt;•Preeklampsia&lt;br /&gt;•Anemia&lt;br /&gt;•Uterus lebih besar dari umur kehamilan&lt;br /&gt;•Tanda pasti kehamilan tidak ditemukan&lt;br /&gt;•Perdarahan&lt;br /&gt;•Bisa juga disertai preeklampsia/ eklampsia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa&lt;br /&gt;•Ditegakkan dengan USG&lt;br /&gt;•Pengosongan jaringan mola dengan vakum kuret&lt;br /&gt;•Pemeriksaan tindak lanjut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keganasan&lt;br /&gt;•Kadar hCG dipantau hingga minimal 1 tahun pasca kuretase&lt;br /&gt;•Bila &gt;8 minggu pasca kuretase hCG tinggi berarti trofoblast masih aktif&lt;br /&gt;•Anamnesis : hamil disertai gejala dan tanda hamil muda yang berlebihan, perdarahan pervaginam berulang berwarna coklat, gelembung seperti busa&lt;br /&gt;•Pemeriksaan fisik : pada mola klasik ukuran uterus &gt; besar dari usia kehamilan yang sesuai, tidak teraba bagian janin, DJJ tidak ada. Uji batang sonde tidak ada tahanan massa konsepsi. Pada mola parsial, gejala seperti missed abortion, uterus &lt; gestasi&lt;br /&gt;•Pemeriksaan penunjang : periksa kadar B-hCG kuantitatif dan USG. Pada USG gambaran seperti badai salju (snowflake/snowstorm-like appearance)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;•Perhatikan sindroma yang mengancam fungsi vital (depresi nafas, hipertiroid/tirotoksikosis dan sebagainya). Resusitasi bila KU buruk&lt;br /&gt;•Evakuasi jaringan mola : dengan AVM dan kuret tajam. Suction dapat mengeluarkan sebagian besar massa mola, sisanya bersihkan dengan kuret. Dapat juga dilakukan induksi, pada waktu evakuasi berikan oksitosin untuk merangsang kontraksi uterus dan mencegah refluks cairan mola ke arah tuba&lt;br /&gt;•Pada wanita yang tidak mengharapkan anak lagi dapat dianjurkan histerektomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Follow up&lt;br /&gt;•Profilaksis terhadap keganasan dengan sitostatika terutama pada kelompok resiko keganasan tinggi&lt;br /&gt;•Pemeriksaan ginekologik dan B-hCG kuantitatif rutin tiap 2 minggu teratur tiap 3 bulan-1 tahun&lt;br /&gt;•Foto toraks pada awal terapi, ulang bila kadar B-hCG menetap atau meningkat&lt;br /&gt;•Kontrasepsi hormonal 1 tahun pasca kuretase, sebaiknya preparat progesteron oral selama 2 tahun&lt;br /&gt;•Penyuluhan pada pasien akan kemungkinan keganasan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, YBPSP (BU 1)&lt;br /&gt;2.Syaifudin, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, YBPSP (BU 2)&lt;br /&gt;3.Sunarwati Sularyo, Deteksi dan Intervensi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak dan Upaya Optimalisasi Kualitas SDM, Jakarta (BA 4)&lt;br /&gt;4.Linda V. walsh, 2001, Midwifery Community-Based Care, W.B. Saunders Company; Philadelphia (BA 5)&lt;br /&gt;5.Permenkes 900/2002, Depkes RI, Jakarta (BA 6)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-8743474191638492519?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/8743474191638492519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/01/komplikasi-dan-penyulit-kehamilan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8743474191638492519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8743474191638492519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2011/01/komplikasi-dan-penyulit-kehamilan.html' title='KOMPLIKASI DAN PENYULIT KEHAMILAN TRIMESTER I DAN II'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-125533643788287298</id><published>2010-12-13T05:37:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T05:43:16.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep Kebidanan Formal'/><title type='text'>Konsep Dasar Dokumentasi Kebidanan</title><content type='html'>A. PENGERTIAN DOKUMENTASI&lt;br /&gt;1. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti bahan pustaka, baik yang berbentuk tulisan maupun rekaman lainnya seperti dengan pita suara/cassette, video, film, gambar dan foto (Suyono Trino).&lt;br /&gt;2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah surat yang tertulis/tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian, dan sebagainya).&lt;br /&gt;3. Dokumen dalam bahasa Inggris berarti satu atau lebih lembar kertas resmi (official) dengan tulisan di atasnya. Secara umum dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu catatan otentik atau semua surat asli yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan hukum.&lt;br /&gt;4. Dokumentasi adalah suatu proses pencatatan, penyimpanan informasi data atau fakta yang bermakna dalam pelaksanaan kegiatan (Peter Sali).&lt;br /&gt;5. Menurut Frances Fischbbaach (1991) isi dan kegiatan dokumentasi apabila diterapkan dalam asuhan kebidanan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Tulisan yang berisi komunikasi tentang kenyataan yang essensial untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi untuk suatu periode tertentu.&lt;br /&gt;b. Menyiapkan dan memelihara kejadian-kejadian yang diperhitungkan melalui gambaran, catatan/dokumentasi&lt;br /&gt;c. Membuat catatan pasien yang otentik tentang kebutuhan asuhan kebidanan, mengidentifikasi masalah pasien, merencanakan, menyelenggarakan atau evaluasi hasil asuhan kebidanan.&lt;br /&gt;d. Memonitor catatan profesional dan data dari pasien, kegiatan perawatan, perkembangan pasien menjadi sehat atau sakit dan hasil asuhan kebidanan.&lt;br /&gt;e. Melaksanakan kegiatan perawatan, misalnya gradasi penyakit, peningkatan kesehatan dan perawatan, mengurangi penderitaan dan perawatan pada pasien yang hampir meninggal dunia.&lt;br /&gt;6. Dokumentasi mempunyai 2 sifat yaitu tertutup dan terbuka. &lt;br /&gt;a. Tertutup apabila di dalam berisi rahasia yang tidak pantas diperlihatkan, diungkapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. &lt;br /&gt;b. Terbuka apabila dokumen tersebut selalu berinteraksi dengan lingkungannya yang menerima dan menghimpun informasi.&lt;br /&gt;Dokumentasi dalam kebidanan adalah suatu bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki oleh bidan dalam melakukan catatan perawatan yang berguna untuk kepentingan klien, bidan dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab bidan. Dokumentasi dalam asuhan kebidanan merupakan suatu pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap keadaan/kejadian yang dilihat dalam pelaksanaan asuhan kebidanan (proses asuhan kebidanan).&lt;br /&gt;Penyampaian atau laporan perkembangan pasien dilakukan dengan 2 cara yaitu :&lt;br /&gt;1. Pencatatan (Record)&lt;br /&gt;Record merupakan informasi yang berisi kenyataan atau kejadian dalam pelayanan yang diberikan. Data tertulis yang merupakan data resmi tentang kondisi pasien dan kondisi perkembangannya&lt;br /&gt;2. Pelaporan (Report)&lt;br /&gt;Penyampaian informasi tentang kondisi dan perkembangan pasien secara lisan kepada bidan lain, dokter atau tim kesehatan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TUJUAN DOKUMENTASI KEBIDANAN &lt;br /&gt;Dokumen pasien merupakan aspek penting dalam melaksanakan asuhan kebidanan. Semua instansi kesehatan memilih dokumen pasien yang dirawatnya walaupun bentuk formulir dokumen masing-masing instansi berbeda. Tujuan dokumen pasien adalah untuk menunjang tertibnya administrasi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit/puskesmas. Selain sebagai suatu dokumen rahasia, catatan tentang pasien juga mengidentifikasi pasien dan asuhan kebidanan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;Adapun tujuan dokumentasi kebidanan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Sebagai Sarana Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi terjadi dalam tiga arah :&lt;br /&gt;a. Ke bawah untuk melakukan instruksi&lt;br /&gt;b. Ke atas untuk memberi laporan&lt;br /&gt;c. Ke samping (Lateral) untuk memberi saran&lt;br /&gt;Dokumentasi yang dikomunikasikan secara akurat dan lengkap dapat berguna untuk:&lt;br /&gt;a. Membantu koordinasi asuhan kebidanan yang diberikan oleh tim kesehatan.&lt;br /&gt;b. Mencegah informasi yang berulang terhadap pasien atau anggota tim kesehatan atau mencegah tumpang tindih, bahkan sama sekali tidak dilakukan untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketelitian dalam memberikan asuhan kebidanan pada pasien.&lt;br /&gt;c. Membantu tim bidan dalam menggunakan waktu sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;2. Sebagai Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat &lt;br /&gt;Sebagai upaya untuk melindungi pasen terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang diterima dan perlindungan terhadap keamanan perawat dalam melaksanakan tugasnya, maka perawat/bidan diharuskan mencatat segala tindakan yang dilakukan terhadap pasen. Hal ini penting berkaitan dengan langkah antisipasi terhadap ketidakpuasan pasen terhadap pelayanan yang diberikan dan kaitannya dengan aspek hukum yang dapat dijadikan settle concern, artinya dokumentasi dapat digunakan untuk menjawab ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diterima secara hukum. &lt;br /&gt;3. Sebagai Informasi statistik&lt;br /&gt;Data statistik dari dokumentasi kebidanan dapat membantu merencanakan kebutuhan di masa mendatang, baik SDM, sarana, prasarana dan teknis. Penting kiranya untuk terus menerus memberi informasi kepada orang tentang apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan, serta segala perubahan dalam pekerjaan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;4. Sebagai Sarana Pendidikan&lt;br /&gt;Dokumentasi asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara baik dan benar akan membantu para siswa kebidanan maupun siswa kesehatan lainnya dalam proses belajar mengajar untuk mendapatkan pengetahuan dan membandingkannya, baik teori maupun praktek lapangan.&lt;br /&gt;5. Sebagai Sumber Data Penelitian&lt;br /&gt;Informasi yang ditulis dalam dokumentasi dapat digunakan sebagai sumber data penelitian. Hal ini erat kaitannya dengan yang dilakukan terhadap asuhan kebidanan yang diberikan, sehingga melalui penelitian dapat diciptakan satu bentuk pelayanan keperawatan dan kebidanan yang aman, efektif dan etis. &lt;br /&gt;6. Sebagai Jaminan Kualitas Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;Melalui dokumentasi yang dilakukan dengan baik dan benar, diharapkan asuhan kebidanan yang berkualitas dapat dicapai, karena jaminan kualitas merupakan bagian dari program pengembangan pelayanan kesehatan. Suatu perbaikan tidak dapat diwujudkan tanpa dokumentasi yang kontinu, akurat dan rutin baik yang dilakukan oleh bidan maupun tenaga kesehatan lainnya. Audit jaminan kualitas membantu untuk menetapkan suatu akreditasi pelayanan kebidanan dalam mencapai standar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;7. Sebagai Sumber Data Asuhan kebidanan Berkelanjutan.&lt;br /&gt;Dengan dokumentasi akan didapatkan data yang aktual dan konsisten mencakup seluruh asuhan kebidanan yang dilakukan.&lt;br /&gt;8. Untuk menetapkan prosedur dan standar&lt;br /&gt;Prosedur menentukan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, sedangkan standar menentukan aturan yang akan dianut dalam menjalankan prosedur tersebut.&lt;br /&gt;9. Untuk mencatat&lt;br /&gt;Dokumentasi akan diperlukan unutuk memonitor kinerja peralatan, sistem, dan sumber daya manusia. Dari dokumentasi ini, manajemen dapat memutuskan atau menilai apakah departemen tersebut memenuhi atau mencapai tujuannya dalam skala waktu dan batasan sumber dayanya. Selain itu manajemen dapat mengukur kualitas pekerjaan, yaitu apakah outputnya sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;10. Untuk memberi instruksi&lt;br /&gt;Dokumentasi yang baik akan membantu dalam pelatihan staf, apakah pelatihan untuk tujuan penanganan instalasi baru atau untuk tujuan promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. FUNGSI DOKUMENTASI KEBIDANAN &lt;br /&gt;1. Sebagai data atau fakta yang dapat dipakai untuk mendukung ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;2. Merupakan alat untuk mengambil keputusan, perencanaan, pengontrolan terhadap suatu masalah.&lt;br /&gt;3. Sebagai sarana pengumpulan berkas agar tetap aman dan terpelihara dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PRINSIP-PRINSIP DOKUMENTASI &lt;br /&gt;Membuat suatu dokumentasi haruslah memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Simplicity (kesederhanaan)&lt;br /&gt;Pendokumentasian menggunakan kata-kata yang sederhana, mudah dibaca, dimengerti, dan perlu dihindari istilah yang dibuat-buat sehingga mudah dibaca.&lt;br /&gt;2. Conservatism (akurat)&lt;br /&gt;Dokumentasi harus benar-benar akurat yaitu didasari oleh informasi dari data yang dikumpulkan. Dengan demikian jelas bahwa data tersebut berasal dari pasien, sehingga dapat dihindari kesimpulan yang tidak akurat. Sebagai akhir catatan ada tanda tangan dan nama jelas pemberi asuhan.&lt;br /&gt;3. Kesabaran&lt;br /&gt;Gunakan kesabaran dalam membuat dokumentasi dengan meluangkan waktu untuk memeriksa kebenaran terhadap data pasien yang telah atau sedang diperiksa.&lt;br /&gt;4. Precision (ketepatan)&lt;br /&gt;Ketepatan dalam pendokumentasian merupakan syarat yang sangat diperlukan. Untuk memperoleh ketepatan perlu pemeriksaan dengan mengunakan teknologi yang lebih tinggi seperti menilai gambaran klinis dari pasien, laboratorium dan pemeriksaan tambahan.&lt;br /&gt;5. Irrefutability (jelas dan obyektif)&lt;br /&gt;Dokumentasi memerlukan kejelasan dan objektivitas dari data-data yang ada, bukan data samaran yang dapat menimbulkan kerancuan.&lt;br /&gt;6. Confidentiality (rahasia).&lt;br /&gt;Informasi yang didapat dari pasien didokumentasikan dan petugas wajib menjaga atau melindungi rahasia pasien yang bersangkutan.&lt;br /&gt;7. Dapat dibuat catatan secara singkat, kemudian dipindahkan scara lengkap (dengan nama dan identifikasi yang jelas).&lt;br /&gt;8. Tidak mencatat tindakan yang belum dilaksanakan.&lt;br /&gt;9. Hasil observasi atau perubahan yang nyata harus segera dicatat.&lt;br /&gt;10. Dalam keadaan emergenci dan bidannya terlibat langsung dalam tindakan, perlu ditugaskan seseorang khusus untuk mencatat semua tindakan secara berurutan.&lt;br /&gt;11. Selalu tulis nama jelas dan jam serta tanggal tindakan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. ASPEK LEGAL DALAM DOKUMENTASI &lt;br /&gt;1. Harus dicantumkan identitas penulis (nama terang dan tanda tangan)&lt;br /&gt;2. Harus memuat identitas pasien&lt;br /&gt;3. Harus dicantumkan waktu dan tempat (tanggal dan jam)&lt;br /&gt;4. Stempel (personel dan institusional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. MANFAAT DOKUMENTASI&lt;br /&gt;1. Aspek Administrasi &lt;br /&gt;a. Untuk mendefinisikan focus asuhan bagi klien atau kelompok&lt;br /&gt;b. Untuk membedakan tanggung gugat bidan dari tanggung gugat anggota tim pelayanan kesehatan yang lain&lt;br /&gt;c. Untuk memberikan penelahaan dan pengevaluasian asuhan (perbaikan kualitas)&lt;br /&gt;d. Untuk memberikan kriteria klasifikasi pasien&lt;br /&gt;e. Untuk memberikan justifikasi&lt;br /&gt;f. Untuk memberikan data guna tinjauan administrative dan legal&lt;br /&gt;g. Untuk memenuhi persyaratan hukum, akreditasi dan professional&lt;br /&gt;h. Untuk memberikan data penelitian dan tujuan pendidikan&lt;br /&gt;2. Aspek Hukum&lt;br /&gt;Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum. Bila terjadi suatu masalah yang berhubungan dengan profesi kebidanan, dimana bidan sebagai pemberi jasa dan klien sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi diperlukan sewaktu-waktu. Dokumentasi tersebut dapat dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan. Oleh karena itu data-data harus diidentifikasi secara lengkap, jelas, obyektif, dan ditandangani oleh pemberi asuhan, tanggal dan perlunya dihindari adanya penulisan yang dapat menimbulkan interpretasi yang salah&lt;br /&gt;3. Aspek Pendidikan&lt;br /&gt;Dokumentasi mempunyai manfaat pendidikan karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi.&lt;br /&gt;4. Aspek Penelitian&lt;br /&gt;Dokumentasi mempunyai manfaat penelitian. Data yang terdapat di dalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau objek riset dan pengembangan profesi.&lt;br /&gt;5. Aspek Ekonomi&lt;br /&gt;Dokumentasi mempunyai efek secara ekonomi, semua tindakan atau asuhan yang belum, sedang, dan telah diberikan dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya bagi klien.&lt;br /&gt;6. Aspek Manajemen&lt;br /&gt;Melalui dokumentasi dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi bidan dalam memberikan asuhan kepada klien. Dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat keberhasilan pemberian asuhan guna pembinaan dan pengembangan lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Model Pendokumentasian ada 5, yaitu :&lt;br /&gt;1) POR (Problem Oriented record)&lt;br /&gt;Pendekatan orientasi masalah pertama kali dikenalkan oleh Dr. Lawrence Weed tahun 1960 dari Amerika Serikat yang kemudian disesuaikan pemakaiannya oleh perawat. Dalam format aslinya pendekatan orientasi masalah ini dibuat untuk memudahkan pendokumentasian dengan catatan perkembangan yang terintegritas dengan sistem ini semua tim petugas kesehatan mencatat observasinya dari suatu daftar masalah. Pelaksanaan dari Pendekatan Orientasi Masalah ini (PORS), dapat disamakn dengan membuat satu sebagai bab-bab dari buku-buku tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem pencatatan ini yaitu :&lt;br /&gt;PORS : Problem Oriented Record, juga dikenal sebagai orientasi pada masalah&lt;br /&gt;POR : Problem Oriented Record&lt;br /&gt;POMR : Problem Oriented Medical Record&lt;br /&gt;PONR : Problem Oriented Nursing Record, yaitu Metode untuk menyusun data pasien yang diatur untuk mengidentifikasikan masalah keperawatan dan medik&lt;br /&gt;Model ini memusatkan data tentang klien didokumentasikan dan disusun menurut masalah klien. Sistem dokumentasi jenis ini mengintegrasikan semua data mengenai masalah yang dikumpulkan oleh dokter, perawat atau tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pemberian layanan kepada klien. Model dokumentasi ini terdiri dari empat komponen, yaitu :&lt;br /&gt;a) Data Dasar&lt;br /&gt;Data dasar berisi semua informasi yang telah dikaji dari klien ketika pertama kali masuk Rumah Sakit. Data dasar mencakup pengkajian keperawatan, riwayat penyakit/kesehatan, pemeriksaan fisik, pengkajian ahli gizi dan hasil laboratorium. Data dasar yang telah terkumpul selanjutnya digunakan sebagai sarana mengidentifikasi masalah klien&lt;br /&gt;b) Daftar Masalah&lt;br /&gt;Daftar masalah berisi tentang masalah yang telah teridentifikasi dari data dasar. Selanjutnya masalah disusun secara kronologis sesuai tanggal identifikasi masalah. Daftar masalah ditulis pertama kali oleh tenaga yang pertama bertemu dengan klien atau orang yang diberi tanggung jawab. Daftar masalah ini dapat mencakup masalah fisiologis, psikologis, sosio kultural, spiritual, tumbuh kembang, ekonomi dan lingkungan. Daftar ini kultural, spiritual, tumbuh kembang, ekonomi dan lingkungan. Daftar ini berada pada bagian depan status klien dan tiap masalah diberi tanggal, nomor, berada pada bagian depan status klien dan tiap masalah diberi tanggal, nomor, dirumuskan dan dicantumkan nama orang yang menemukan masalah tersebut.&lt;br /&gt;c) Daftar Awal Rencana Asuhan&lt;br /&gt;Rencana asuhan ditulis oleh tenaga yang menyusun daftar masalah. Dokter menulis instruksinya, sedang perawat menulis instruksi keperawatan atau rencana asuhan keperawatan.&lt;br /&gt;d) Catatan Perkembangan (Progress Notes)&lt;br /&gt;Progress Notes berisikan perkembangan/kemajuan dari tiap – tiap masalah yang telah dilakukan tindakan dan disusun oleh semua anggota yang terlibat dengan menambahkan catatan perkembangan pada lembar yang sama. Beberapa acuan progress note dapat digunakan antara lain :&lt;br /&gt;SOAP (Subyektif data, Obyektif data, Analisis/Assesment dan Plan)&lt;br /&gt;SOAPIER (SOAP ditambah Intervensi, Evaluasi dan Revisi)&lt;br /&gt;PIE (Problem – Intervensi – Evaluasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;1) Fokus catatan asuhan keperawatan lebih menekankan pada masalah klien dan proses penyelesaian masalah dari pada tugas dokumentasi&lt;br /&gt;2) Pencatatan tentang kontinuitas dari asuhan keperawatan&lt;br /&gt;3) Evaluasi dan penyelesaian masalah secara jelas dicatat. Data disusun berdasrakan masalah yang spesifik&lt;br /&gt;4) Daftar masalah merupakan “checklist” untuk diagnosa keperawatan dan untuk masalah klien. Daftar masalah tersebut membantu mengingatkan perawat untuk suatu perhatian&lt;br /&gt;5) Data yang perlu diintervensi dijabarkan dalam rencana tindakan keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian&lt;br /&gt;1) Penekanan pada hanya berdasarkan amalah, penyakit dan ketidak mampuan dapat mengakibatkan pada pendekatan pengobatan yang negatif&lt;br /&gt;2) Kemungkinan adanya kesulitan jika daftar masalah belum dilakukan tindakan atau timbulnya masalah yang baru&lt;br /&gt;3) Dapat menimbulkan kebingungan jika setiap hal harus masuk dalam daftar masalah&lt;br /&gt;4) SOAPIER dapat menimbulkan pengulangan yang tidak perlu, jika sering adanya target evaluasi dan tujuan perkembangan klien sangat lambat&lt;br /&gt;5) Perawatan yang rutin mungkin diabaikan dalam pencatatan jika flowsheet untuk pencatatan tidak tersedia&lt;br /&gt;6) P (dalam SOAP) mungkin terjadi duplikasi dengan rencana tindakan keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) SOR (Source Oriented record)&lt;br /&gt;Model ini menempatkan catatan atas dasar disiplin orang atau sumber yang mengelola pencatatan. Bagian penerimaan klien mempunyai lembar isian tersendiri, dokter menggunakan lembar untuk mencatat instruksi, lembaran riwayat penyakit dan perkembangan penyakit, perawat menggunakan catatan keperawatan, begitu pula disiplin lain mempunyai catatn masing-masing.&lt;br /&gt;Catatan berorientasi pada sumber terdiri dari lima komponen, yaitu :&lt;br /&gt;a) Lembar penerimaan berisi biodata&lt;br /&gt;b) Lembar order dokter&lt;br /&gt;c) Riwayat medik/penyakit&lt;br /&gt;d) Catatan perawat&lt;br /&gt;e) Catatan dan laporan khusus&lt;br /&gt;Keuntungan :&lt;br /&gt;a) Menyajikan data yang secara berurutan dan mudah diidentifikasi&lt;br /&gt;b) Memudahkan perawat untuk secara bebas bagaimana informasi akan dicatat&lt;br /&gt;c) Format dapat menyederhanakan proses pencatatan masalah, kejadian, perubahan, intervensi dan respon klien atau hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian :&lt;br /&gt;a) Potensial terjadinya pengumpulan data yang terfragmentasi karena tidak berdasarkan urutan waktu&lt;br /&gt;b) Kadang-kadang mengalami kesulitan untuk mencari data sebelumnya, tanpa harus mengulang pada awal&lt;br /&gt;c) Superficial pencatatan tanpa data yang jelas&lt;br /&gt;d) Memerlukan pengkajian data dari beberapa sumber untuk menentukan masalah dan tindakan kepada klien&lt;br /&gt;e) Waktu pemberian asuhan memerlukan waktu yang banyak&lt;br /&gt;f) Data yang berurutan mungkin menyulitkan dalam interpretasi/analisa &lt;br /&gt;g) Perkembangan klien sulit di monitor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) CBE (Charting By Exeption)&lt;br /&gt;CBE adalah sistem dokumentasi yang hanya mencatat secara naratif hasil atau penemuan yang menyimpang dari keadaan normal atau standar. Keuntungan CBE yaitu mengurangi penggunaan waktu untuk mencatat sehingga lebih banyak waktu untuk asuhan langsung pada klien, lebih menekankan pada data yang penting saja, mudah untuk mencari data yang penting, pencatatan langsung ketika memberikan asuhan, pengkajian yang terstandar, meningkatkan komunikasi antara tenaga kesehatan, lebih mudah melacak respons klien dan lebih murah. CBE mengintegrasikan 3 komponen penting, yaitu :&lt;br /&gt;a) Lembar alur (flowsheet)&lt;br /&gt;b) Dokumentasi dilakukan berdasarkan standar praktik&lt;br /&gt;c) Formulir diletakkan di tempat tidur klien sehingga dapat segera digunakan untuk pencatatan dan tidak perlu memindahlan data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan :&lt;br /&gt;a) Tersusunnya standar minimal untuk pengkajian dan intervensi&lt;br /&gt;b) Data yang tidak normal nampak jelas&lt;br /&gt;c) Data yang tidak normal secara mudah ditandai dan dipahami&lt;br /&gt;d) Data normal atau respon yang diharapkan tidak menganggu informasi lain&lt;br /&gt;e) Menghemat waktu karena catatan rutin dan observasi tidak perlu dituliskan&lt;br /&gt;f) Pencatatan dan duplikasi dapat dikurangi&lt;br /&gt;g) Data klien dapat dicatat pada format klien secepatnya&lt;br /&gt;h) Informasi terbaru dapat diletakkan pada tempat tidur klien&lt;br /&gt;i) Jumlah halaman lebuh sedikit digunakan dalam dokumentasi&lt;br /&gt;j) Rencana tindakan keperawatan disimpan sebagai catatan yang permanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian&lt;br /&gt;a) Pencatatan secara narasi sangat singkat. Sangat tergantung pada “checklist” &lt;br /&gt;b) Kemungkinan ada pencatatan yang masih kosong atau tidak ada&lt;br /&gt;c) Pencatatan rutin sering diabaikan&lt;br /&gt;d) Adanya pencatatan kejadian yang tidak semuanya didokumentasikan&lt;br /&gt;e) Tidak mengakomodasikan pencatatan disiplin ilmu lain&lt;br /&gt;f) Dokumentasi proses keperawatan tidak selalu berhubungan dengan adanya suatu kejadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Penulisan CBE&lt;br /&gt;a) Data dasar dicatat untuk setiap klien dan disimpan sebagai catatan yang permanen&lt;br /&gt;b) Daftar diagnosa keperawatan disusun dan ditulis pada waktu masuk rumah sakit dan menyediakan daftar isi untuk semua diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;c) Ringkasan pulang ditulis untuk setiap diagnosa keperawatan pada saat klien pulang&lt;br /&gt;d) SOAPIER digunakan sebagai catatan respon klien terhadap intervensi melalui tempat tinggal klien&lt;br /&gt;e) Data diagnosa keperawatan dan perencanaan dapat dikembangkan&lt;br /&gt;f) Kartu KARDEKS dan rencana tindakan dikembangkan setiap klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kardeks&lt;br /&gt;Sistem ini terdiri dari serangkaian kartu yang disimpan pada indeks file yang dapat dengan mudah dipindahkan yang berisikan informasi yang diperlukan untuk asuhan setiap hari. Informasi yang terdapat dalam kardeks meliputi : data demografi dasar, diagnosis medik utama, instruksi dokter terakhir yang harus dilaksanakan perawat, rencana asuhan keperawatan tertulis 9digunakan jika rencana formal tidak ditemukan dalam catatan klien), instruksi keperawatan, jadwal pemeriksaan dan prosedur tindakan, tindak pencegahan yang dilakukan dalam asuhan keperawatan serta faktor yang berhubungan dengan kegiatan hidup sehari-hari. Karena sering ditulis dengan pensil kecuali jika kardeks digunakan sebagai bagian permanen dari catatan klien. Potter dan Perry (1989) menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan rencana asuhan pada kardeks, yaitu : rencana asuhan ditulis ketika perawat :&lt;br /&gt;a) Membahas tentang masalah kebutuhan klien&lt;br /&gt;b) Melakukan rode setelah identifikasi atau peninjauan masalah klien&lt;br /&gt;c) Setelah diskusi dengan anggota tim kesehatan lain yang bertanggung jawab terhadap klien&lt;br /&gt;d) Setelah berinteraksi dengan klien dan keluarganya&lt;br /&gt;Dalam kardeks harus ditulis tentang data pengkajian keperawatan yang berhubungan diagnostik, instruksi (observasi yang harus dilakukan, prosedur terkait dengan pemulihan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, cara khusus yang digunakan untuk mengimplementasikan tindakan keperawatan, melibatkan keluarga dan perencanaan pulang serta hasil yang diharapkan.&lt;br /&gt;Keuntungan menggunakan sistem kardeks karena memungkinkan mengkomunikasikan informasi yang berguna kepada sesama anggota tim keperawatan tentang kebutuhan unik klien terkait, diit, cara melakukan tindakan penanggulangan, cara meningkatkan peran serta klien atau waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan keperwatan tertentu.&lt;br /&gt;Kelemahan dari sistem kardeks, yaitu informasi dalam kardeks hanya terbatas untuk tim keperawatan saja dan tidak cukup tempat untuk menulis rencana keperawatan bagi klien dengan banyak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Komputerisasi&lt;br /&gt;Sistem dokumentasi dengan menggunakan komputer sudah makin luas digunakan di Rumah sakit dan instruksi pelayanan kesehatan terutama di negara yang telah berkembang. Perawat adalah pemakai utama sistem yang mengintegrasikan semua sumber informasi ini, serta memungkinkan semua tenaga kesehatan untuk dapat menggunakan informasi tersebut.&lt;br /&gt;Keuntungan menggunakan sistem dokumentasi dengan komputer antara lain memudahkan perawat merencanakan asuhan keperawatan, dapat mengevaluasi dan memperbarui informasi setiap saat, memanggil data yang sesuai dengan diagnosis keperawatan tertentu, serta mengurangi penggunaan berbagai flowsheet. Hanya kelemahan dari sistem dokumentasi dengan menggunakan komputer adalah dalam menjaga kerhasiaan informasi klien. Karena makin mudah menggunakan komputer, makin mudah pula untuk menyalahgunakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-125533643788287298?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/125533643788287298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/12/konsep-dasar-dokumentasi-kebidanan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/125533643788287298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/125533643788287298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/12/konsep-dasar-dokumentasi-kebidanan.html' title='Konsep Dasar Dokumentasi Kebidanan'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7951421859858593690</id><published>2010-05-26T22:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T22:04:37.936-07:00</updated><title type='text'>PERATURAN MENTRI KESEHATAN  REPUBLIK  INDONESIA  NOMOR HK. 02.02/MENKES/149/2010 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;2. Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;3. Surat Izin Praktek Bidan yang selanjutnya disingkat SIPB adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Bidan yang sudah memenuhi persyaratan untuk menjalankan praktik kebidanan.&lt;br /&gt;4. Standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi yang meliputi standar pelayanan, standar profesi dan standar operasional prosedur.&lt;br /&gt;5. Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah kepada tenaga kesehatan yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;6. Obat Bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.&lt;br /&gt;7. Obat Bebas Terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.&lt;br /&gt;8. Organisasi Profesi adalah Ikatan Bidan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PERIZINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;1. Bidan dapat menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;2. Fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) meliputi fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktek mandiri dan/atau praktik mandiri.&lt;br /&gt;3. Bidan yang menjalankan praktik mandiri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berpendidikan minimal Diploma III (D III) kebidanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;1. Setiap bidan yang menjalankan praktek wajib memiliki SIPB&lt;br /&gt;2. Kewajiban memiliki SIPB dikecualikan bagi bidan yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri atau Bidan yang menjalankan tugas pemerintah sebagai Bidan Desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;1. SIPB sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota.&lt;br /&gt;2. SIPB berlaku selama STR masih berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;1. Untuk memperoleh SIPB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, bidan harus mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan melampirkan:&lt;br /&gt;a. Fotocopi STR yang masih berlaku dan dilegalisir&lt;br /&gt;b. Surat keterangan sehat fisik dari Dokter yang memiliki Surat Izin Praktik;&lt;br /&gt;c. Surat pernyataan memiliki tempat praktik&lt;br /&gt;d. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga ) lembar; dan&lt;br /&gt;e. Rekomendasi dari Organisasi Profesi&lt;br /&gt;2. Surat permohonan memperoleh SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebagaimana tercantum dalam Formulir I (terlampir)&lt;br /&gt;3. SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan untuk 1 (satu) tempat praktik.&lt;br /&gt;4. SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebagaimana tercantum dalam Formulir II terlampir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;1. Bidan dalam menjalankan praktik mandiri harus memenuhi persyaratan meliputi tempat praktik dan peralatan untuk tindakan asuhan kebidanan&lt;br /&gt;2. Ketentuan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan ini.&lt;br /&gt;3. Dalam menjalankan praktik mandiri sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidan wajib memasang nama praktik kebidanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;SIPB dinyatakan tidak berlaku karena:&lt;br /&gt;1. Tempat praktik tidak sesuai lagi dengan SIPB&lt;br /&gt;2. Masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang&lt;br /&gt;3. Dicabut atas perintah pengadilan&lt;br /&gt;4. Dicabut atas rekomendasi Organisasi Profesi&lt;br /&gt;5. Yang bersangkutan meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENYELENGGARAAN PRAKTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Bidan dalam menjalankan praktik berwenang untuk memberikan pelayanan meliputi:&lt;br /&gt;a. Pelayanan kebidanan&lt;br /&gt;b. Pelayanan reproduksi perempuan; dan&lt;br /&gt;c. Pelayanan kesehatan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;1. Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf a ditujukan kepada ibu dan bayi&lt;br /&gt;2. Pelayanan kebidanan kepada ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan pada masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas dan masa menyusui.&lt;br /&gt;3. Pelayanan kebidanan pada bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan pada bayi baru lahir normal sampai usia 28 (dua puluh delapan) hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;1. Pelayanan kebidanan kepada ibu sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (2) meliputi:&lt;br /&gt;a. Penyuluhan dan konseling&lt;br /&gt;b. Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;c. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal&lt;br /&gt;d. Pertolongan persalinan normal&lt;br /&gt;e. Pelayanan ibu nifas normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelayanan kebidanann kepada bayi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (3) meliputi:&lt;br /&gt;a. Pemeriksaan bayi baru lahir&lt;br /&gt;b. Perawatan tali pusat&lt;br /&gt;c. Perawatan bayi&lt;br /&gt;d. Resusitasi pada bayi baru lahir&lt;br /&gt;e. Pemberian imunisasi bayi dalam rangka menjalankan tugas pemerintah; dan&lt;br /&gt;f. Pemberian penyuluhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf a berwenang untuk:&lt;br /&gt;a. Memberikan imunisasi dalam rangka menjalankan tugas pemerintah&lt;br /&gt;b. Bimbingan senam hamil&lt;br /&gt;c. Episiotomi&lt;br /&gt;d. Penjahitan luka episiotomi&lt;br /&gt;e. Kompresi bimanual dalam rangka kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan;&lt;br /&gt;f. Pencegahan anemi&lt;br /&gt;g. Inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksklusif&lt;br /&gt;h. Resusitasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia&lt;br /&gt;i. Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk;&lt;br /&gt;j. Pemberian minum dengan sonde/pipet&lt;br /&gt;k. Pemberian obat bebas, uterotonika untuk postpartum dan manajemen aktif kala III;&lt;br /&gt;l. Pemberian surat keterangan kelahiran&lt;br /&gt;m. Pemberian surat keterangan hamil untuk keperluan cuti melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf b, berwenang untuk;&lt;br /&gt;a. Memberikan alat kontrasepsi oral, suntikan dan alat kontrasepsi dalam rahim dalam rangka menjalankan tugas pemerintah, dan kondom;&lt;br /&gt;b. Memasang alat kontrasepsi dalam rahim di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dengan supervisi dokter;&lt;br /&gt;c. Memberikan penyuluhan/konseling pemilihan kontrasepsi&lt;br /&gt;d. Melakukan pencabutan alat kontrasepsi dalam rahim di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah; dan&lt;br /&gt;e. Memberikan konseling dan tindakan pencegahan kepada perempuan pada masa pranikah dan prahamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf c, berwenang untuk:&lt;br /&gt;a. Melakukan pembinaan peran serta masyarakat dibidang kesehatan ibu dan bayi;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas; dan&lt;br /&gt;c. Melaksanakan deteksi dini, merujuk dan memberikan penyuluhan Infeksi Menular Seksual (IMS), penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta penyakit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;1. Dalam keadaan darurat untuk penyelamatan nyawa seseorang/pasien dan tidak ada dokter di tempat kejadian, bidan dapat melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8.&lt;br /&gt;2. Bagi bidan yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki dokter, dalam rangka melaksanakan tugas pemerintah dapat melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8.&lt;br /&gt;3. Daerah yang tidak memiliki dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah kecamatan atau kelurahan/desa yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;4. Dalam hal daearah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah terdapat dokter, kewenangan bidan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;1. Pemerintah daerah menyelenggarakan pelatihan bagi bidan yang memberikan pelayanan di daerah yang tidak memiliki dokter.&lt;br /&gt;2. Pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diseleenggarakan sesuai dengan modul Modul Pelatihan yang ditetapkan oleh Menteri.&lt;br /&gt;3. Bidan yang lulus pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memperoleh sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Pada daerah yang tidak memiliki dokter, pemerintah daerah hanya menempatkan Bidan dengan pendidikan Diploma III kebidanan atau bidan dengan pendidikan Diploma I kebidanan yang telah mengikuti pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Bidan dalam menjalankan praktik harus membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;1. Dalam menjalankan praktik, bidan berkewajiban untuk:&lt;br /&gt;a. Menghormati hak pasien&lt;br /&gt;b. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani dengan tepat waktu.&lt;br /&gt;c. Menyimpan rahasia kedokteran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;d. Memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan;&lt;br /&gt;e. Meminta persetujuan tindakan kebidanan yang akan dilakukan;&lt;br /&gt;f. Melakukan pencatatan asuhan kebidanan secara sistematis;&lt;br /&gt;g. Mematuhi standar; dan&lt;br /&gt;h. Melakukan pelaporan penyelenggaraan praktik kebidanan termasuk pelaporan kelahirana dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bidan dalam menjalankan praktik senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan praktik, bidan mempunyai hak:&lt;br /&gt;a. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan praktik sepanjang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan;&lt;br /&gt;b. Memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari pasien dan/ atau keluarganya;&lt;br /&gt;c. Melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan, standar profesi dan standar pelayanan; dan&lt;br /&gt;d. Menerima imbalan jasa profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB  IV&lt;br /&gt;PEMBINAAN DAN PENGAWASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;1. Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan pengawasan dan mengikutsertakan organisasi profesi.&lt;br /&gt;2. Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien dan melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;1. Dalam rangka melaksanakan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 20, Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memberikan tindakan administratif kepada bidan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penyelenggaraan praktik dalam peraturan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:&lt;br /&gt;a. Teguran lisan&lt;br /&gt;b. Teguran tertulis&lt;br /&gt;c. Pencabutan SIPB untuk sementara paling lama 1 (satu) tahun; atau&lt;br /&gt;d. Pencabutan SIPB selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;1. SIPB yang dimiliki Bidan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan masih tetap berlaku sampai masa SIPB berakhir.&lt;br /&gt;2. Pada saat peraturan ini mulai berlaku, SIPB yang sedang dalam proses perizinan, dilaksanakan sesuai ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan sepanjang yang berkaitan dengan perizinan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;Pada tanggal 27 Januari 2010&lt;br /&gt;Dr. Endang rahayu Sedyaningsih, MPH, DR, PH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BAGAIMANA PENDAPAT ANDA? APA ARGUMEN DAN BAGAIMANA SIKAP SERTA MASUKAN ANDA?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7951421859858593690?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7951421859858593690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/05/peraturan-mentri-kesehatan-republik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7951421859858593690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7951421859858593690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/05/peraturan-mentri-kesehatan-republik.html' title='PERATURAN MENTRI KESEHATAN  REPUBLIK  INDONESIA  NOMOR HK. 02.02/MENKES/149/2010 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-5055239169495135794</id><published>2010-04-22T02:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T02:16:37.181-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>POSYANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah Lahirnya Posyandu&lt;br /&gt;Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian dari kesejahteraaan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swaraya masyarakat, dengan tujuan agar mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sector terkait.&lt;br /&gt;Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Sejak saai itu Posyandu tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang sangat luar biasa, yakni dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu.&lt;br /&gt;Melalui instruksi ini, seluruh kepala daerah ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu. Pengelolaan Posyandu dilalulan oleh satu Kelompok Kerja Operasional (pokjanal) Posyandu yang merupakan tanggung jawab bersama antara masyrakat denagn Pemerintah Daerha (Pemda).&lt;br /&gt;B. Landasan Hukum&lt;br /&gt;1. Undang-undang Dasar tahun 1945 pasal 28 H ayat 1 dan UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.&lt;br /&gt;2. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.&lt;br /&gt;3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah da Kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom.&lt;br /&gt;4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;5. Surat Edaran Mendagri Nomor 411.3/1116/SJ tahun 2001 tentang Revitalisasi Posyandu.&lt;br /&gt;6. Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KONSEP DASAR POSYANDU&lt;br /&gt;1. Pengertian Posyandu&lt;br /&gt;Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.&lt;br /&gt;Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana.&lt;br /&gt;2. Tujuan Posyandu&lt;br /&gt;c. Tujuan Umum&lt;br /&gt;Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;d. Tujuan Khusus&lt;br /&gt;4) Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;5) Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;6) Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sasaran&lt;br /&gt;Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya :&lt;br /&gt;a. Bayi.&lt;br /&gt;b. Anak balita.&lt;br /&gt;c. Ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas dan ibu menyusui.&lt;br /&gt;d. Pasangan Usia Subur (PUS).&lt;br /&gt;4. Fungsi&lt;br /&gt;a. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan ketrampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;b. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;5. Pembentukan Posyandu&lt;br /&gt;a. Langkah – langkah pembentukan : &lt;br /&gt;1) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.&lt;br /&gt;2) Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB.&lt;br /&gt;3) Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu.&lt;br /&gt;4) Pemilihan kader Posyandu.&lt;br /&gt;5) Pelatihan kader Posyandu.&lt;br /&gt;6) Pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kriteria pembentukan Posyandu&lt;br /&gt;Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita.&lt;br /&gt;c. Kriteria kader Posyandu :&lt;br /&gt;1) Dapat membaca dan menulis. &lt;br /&gt;2) Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. &lt;br /&gt;3) Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.&lt;br /&gt;4) Mempunyai waktu yang cukup.&lt;br /&gt;5) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu.&lt;br /&gt;6) Berpenampilan ramah dan simpatik.&lt;br /&gt;7) Diterima masyarakat setempat. &lt;br /&gt;d. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu.&lt;br /&gt;Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu : &lt;br /&gt;1) Meja I : Pendaftaran.&lt;br /&gt;2) Meja II : Penimbangan.&lt;br /&gt;3) Meja III : Pengisian KMS.&lt;br /&gt;4) Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.&lt;br /&gt;5) Meja V : Pelayanan KB &amp; Kes :&lt;br /&gt;a) Imunisasi.&lt;br /&gt;b) Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus.&lt;br /&gt;c) Pembagian pil atau kondom.&lt;br /&gt;d) Pengobatan ringan.&lt;br /&gt;e) Kosultasi KB-Kesehatan.&lt;br /&gt;Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).&lt;br /&gt;e. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi :&lt;br /&gt;1) Kesehatan ibu dan anak :&lt;br /&gt;a) Pemberian pil tambah darah (ibu hamil).&lt;br /&gt;b) Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus).&lt;br /&gt;c) PMT&lt;br /&gt;d) Imunisasi.&lt;br /&gt;e) Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan.&lt;br /&gt;2) Keluarga berencana, pembagian Pil KB dan Kondom.&lt;br /&gt;3) Pemberian Oralit dan pengobatan.&lt;br /&gt;4) Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS balita dan ibu hamil. Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN&lt;br /&gt;a) S : Semua balita diwilayah kerja Posyandu.&lt;br /&gt;b) K : Semua balita yang memiliki KMS.&lt;br /&gt;c) D : Balita yang ditimbang.&lt;br /&gt;d) N : Balita yang naik berat badannya.&lt;br /&gt;Keberhasilan Posyandu berdasarkan :&lt;br /&gt;D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat&lt;br /&gt;N / D : Berhasil tidaknya Program posyandu&lt;br /&gt;f. Dana&lt;br /&gt;Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat.&lt;br /&gt;6. Pengorganisasian&lt;br /&gt;a. Struktur Organisasi&lt;br /&gt;Struktur organisasi Posyandu ditetapkan oleh musyawarah masyarakat pada saat pembentukan posyandu. Struktur organisasi tersebut bersifat fleksibel, sehingga dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, kondisi permasalahan dan kemampuan sumber daya. Struktur organisasi minimal terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan kader Posyandu yang merangkap sebagai anggota.&lt;br /&gt;Kemudian dari beberapa Posyandu yang ada di suatu wilayah (kelurahan/desa atau dengan sebutan lain), selayaknya dikelola oleh suatu unit/kelompok Pengelola Posyandu yang keanggotaanya dipilih dari kalangan masyarakat setempat. Unit Pengelola Posyandu tersebut dipimpin oleh seorang ketua, yang dipilih dari para anggotanya. Bentuk organiasi Unit Pengelola Posyandu, tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur Pengelola Posyandu, disepakati dalam unit/kelompok Pengelola Posyandu bersama masyarakat setempat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Pengelola Posyandu&lt;br /&gt;Pengelola Posyandu dipilih dari dan oleh masyarakat pada saat musyawarah pembentukan Posyandu. Pengurus Posyandu sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan seorang bendahara. &lt;br /&gt;Kriteria pengelola Posyandu antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Diutamakan berasal dari para bermawan dan tokoh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;2) Memiliki semangat pengabdian, berinisiatif tinggi dan mampu memotivasi masyarakat.&lt;br /&gt;3) Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat.&lt;br /&gt;7. Tingkat Perkembangan Posyandu&lt;br /&gt;Perkembangan masing-masing Posyandu tidak sama. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan untuk masing-masing Posyandu juga berbeda. Untuk mengetahui tingkat perkembangan Posyandu, telah dikembangkan metode dan alat telaahan perkembangan Posyandu, yang dikenal dengan nama Telaah Kemandirian Posyandu. Tujuan telaahan adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan Posyandu yang secara umum dibedakan atas 4 tingkat sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Posyandu Pratama&lt;br /&gt;Posyandu Pratama adalah Posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana sacara rutin serta jumlah kader sangat terbatas yakni kurang dari 5 (lima) orang. Penyebab tidak terlaksananya kegiatan rutin bulanan Posyandu, disamping karena jumlah kader yang terbatas, dapat pula karena belum siapnya masyarakat. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah memotivasi masyarakat serta menambah jumlah kader.&lt;br /&gt;b. Posyandu Madya&lt;br /&gt;Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatan utamanya masih rendah, yaitu kurang dari 50%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah menigkatkan cakupan dengan mengikutsertakan tokoh masyarakat sebagai motivator serta lebih menggiatkan kader dalam mengelola kegiatan Posyandu. Contoh intervensi yang dapat dilakukan antara lain :&lt;br /&gt;1) Pelatihan tokoh masyarakat, menggunakan Modul Eskalasi Posyandu dengan metode simulasi.&lt;br /&gt;2) Menerpakan pendekatan PKMD, terutama SMD dan MMD di Posyandu, dengan tujuan untuk merumuskan masalah dan menetapkan cara penyelesaiannya dalam rangka meningkatkan cakupan Posyandu.&lt;br /&gt;c. Posyandu Purnama&lt;br /&gt;Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK di wilayah kerja Posyandu. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat antara lain :&lt;br /&gt;1) Sosialisasi program dana sehat yang bertujuan untuk memantapkan pemahaman masyarakat tentang dana sehat.&lt;br /&gt;2) Pelatihan dana sehat, agar di desa tersebut dapat tumbuh dana sehat yang kuat, dengan cakupan anggota lebih dari 50% KK. Peserta pelatihan adalah para tokoh masyarakat, terutama pengurus dana sehat desa atau kelurahan, serta untuk kepentingan Posyandu mengikutsertakan pula pungurus Posyandu.&lt;br /&gt;d. Posyandu Mandiri&lt;br /&gt;Posyandu Mandiri adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% KK yang bertempat tinggal di wilayah kerja Posyandu. Intervensi yang dilakukan bersifat pembinaan termasuk pembinaan program dana sehat, sehingga terjamin kesinambungannya. Selain itu dapat dilakukan intervensi memperbanyak macam program tambahan sesuai dengan masalah dan kemampuan masing-masing yang dirumuskan melalui pendekatan PKMD.&lt;br /&gt;8. Indikator Tingkat Perkembangan Posyandu&lt;br /&gt;Untuk mengetahui tingkat perkembangan Posyandu, ditetapkan seperangkat indikator yang digunakan sebagai penyaring atau penentu tingkat perkembangan Posyandu. Secara sederhana indikator untuk tiap peringkat Posyandu dapat diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Perkembangan Posyandu&lt;br /&gt;No Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri&lt;br /&gt;1 Frekuensi penimbangan &lt;8 &gt;8 &gt;8 &gt;8&lt;br /&gt;2 Rerata Kader Tugas &lt;5 ≥5 ≥5 ≥5&lt;br /&gt;3 Rerata Cakupan D/S &lt;50% &lt;50% ≥50% ≥50%&lt;br /&gt;4 Cakupan Kumulatif KIA &lt;50% &lt;50% ≥50% ≥50%&lt;br /&gt;5 Cakupan Kumulatif KB &lt;50% &lt;50% ≥50% ≥50%&lt;br /&gt;6 Cakupan Kum. Imunisasi &lt;50% &lt;50% ≥50% ≥50%&lt;br /&gt;7 Program Tambahan - - + +&lt;br /&gt;8 Cakupan dana Sehat &lt;50% &lt;50% &lt;50% ≥50%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis indikator yang digunakan untuk setiap program disesuaikan dengan prioritas program tersebut. Apabila prioritas program inunisasi disuatu daerah adalah campak, maka indikator cakupan imunisasi yang digunakan adalah cakupan imunisasi campak. Apabila prioritas program KIA adalah kunjungan antenatal pertama (K1) maka indikator cakupan KIA yang digunakan adalah cakupan K1.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-5055239169495135794?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/5055239169495135794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/04/posyandu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/5055239169495135794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/5055239169495135794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/04/posyandu.html' title=''/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1398386733153732226</id><published>2010-02-10T21:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T21:08:54.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>EPISIOTOMI</title><content type='html'>A. Apakah episiotomi&lt;br /&gt;Episiotomi adalah potongan surgikal yang dibuat sebelum bersalin disekitar daerah otot di antara vagina dan anus (kawasan ini dipanggil perineum) untuk membesarkan pembukaan vaginal anda. Doktor akan memotong untuk mempercepatkan bersalin dan mengelakan vagina dari terkoyak, terutama semasa bersalin vaginal kali pertama.  Banyak  pakar percaya luka episiotomi lebih cepat sembuh berbanding luka tekoyak sendiri. Tetapi banyak kajian sejak 20 tahun kebelakangan ini tidak bersetuju dengan teori ini dan banyak pakar kini bersetuju prosedur ini tidak dijadikan sebagai rutin.&lt;br /&gt;Kajian menunjukkan wanita yang mengalami koyakan dengan sendiri sembuh sama atau kurang dan biasanya kurang masalah komplikasi berbanding dengan episiotomi. Wanita yang menjalani episiotomi lebih mudah mengalami kehilangan darah ketika bersalin, lebih sakit ketika dalam proses penyembuhan dan menunggu lebih lama untuk mengadakan hubungan kelamin dengan selesa.&lt;br /&gt;Wanita yang menjalani episiotomi juga lebih banyak  berakhir dengan masalah terkoyak yang serius sehingga ke anal sphincter atau sehingga ke rectum (dikenali sebagai tahap ke 3 atau ke 4 koyakan) berbanding mereka yang bersalin tanpa potongan. Robekankan yang serius ini menyebabkan lebih kesakitan perneal selepas kelahiran, memerlukan tempoh penyembuhan yang lebih panjang dan berkemungkinan memberi kesan kepada kekuatan oto-otot dasar pelvik. Dan robekankan yang merusakkan anal sphincter meningkatkan risiko kelemahan awal pada anal – masalah mengawal pergerakan usus dan angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi tertentu episiotomi adalah perlu untuk anda dan bayi anda:&lt;br /&gt;1. Jika jantung bayi adalah lemah dan tidak dapat bertahan saat akhir bersalin dan perlu dilahirkan dengan segera &lt;br /&gt;2. Jika bayi anda terlalu besar dan memerlukan lebih ruang untuk bayi keluar &lt;br /&gt;3. Jika memerlukan sedikit ruang untuk menggunakan forcep bagi membolehkan bayi keluar &lt;br /&gt;4. Jika tisu anda mula berdarah atau seperti akan robek di beberapa tempat apabila kepala bayi anda mula keluar. Tujuannya adalah untuk mengelakkan robekkan lebih dari 1 tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bagaimana cara menghindari episiotomi yang tidak perlu&lt;br /&gt;Berbincang dengan doktor/bidan anda lebih dahulu mengenai perasaan anda mengenai prosedur ini. Bertanya berapa kerap dan dalam keadaan apakah perlu menjalani episiotomi dan bagaimana doktor anda bisa membantu menghindari robekan. &lt;br /&gt;Anda mungkin ingin mencoba membuat urutan/pijatan perineal mulai pada usia 5 ke 6 minggu sebelum bersalin. Terdapat kajian menunjukkan urutan/pijatan ini mungkin mengurangi robekan atau memerlukan episiotomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS Menghindari robekan jalan Lahir :&lt;br /&gt;1. Sering2 latihan KEGEL biar liang vagina lebih lentur dan lunak. &lt;br /&gt;2. Sering jongkok, agar paha, panggul serta bagian kewanitaan lebih terlatih. &lt;br /&gt;3. Bayi tidak terlalu besar &lt;br /&gt;4. Sabar dan jangan keburu-buru mengejan saat persalinan berlangsung, biarkan kepala bayi turun dengan santai, pasti dan tidak membuat robekan pada jalan lahir. &lt;br /&gt;5. Saat Persalinan, rileks, tidak tegang, tersenyum dan melemaskan rahang mulut bagian bawah, karena ada hubungan antara rahang bawah dengan vagina. &lt;br /&gt;6. Yang paling penting !!! Saat persalinan, jangan angkat pantat anda ke kanan dan kekiri, letakkan saja pantat anda di tempat tidur. Tetap tenang dan terkendali, mintapada penolong persalinan anda agar mengingatkan anda. &lt;br /&gt;7. Terakhir  dari pihak penolong persalinan, bila si penolong sabar, dan menahan perineum (bag kewanitaan anda) dengan kuat dan terkendali, sangat dimungkinkan anda tidak mengalami robekan. Keterampilan sangat dibutuhkan disini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila ternyata anda terpaksa harus di episiotomi dan dijahit di sebagian kewanitaan anda, maka anda jangalah jorok. Agar tidak terjadi infeksi. Dan sekedar tips aja agar jahitan anda cepat kering dan hasilnya bagus juga indah. Perbanyaklah makan protein nabati agar jaringan yang robek cepat menyatu. Anda bisa mencoba dengan diet telur  6 butir telur setiap harinya. Insyaalloh dalam waktu satu sampai dua minggu insyaaloh jahitan anda sudah kering dan sembuh. Namun bagi yang menderita alergi telur sebaiknya menghindari mengonsumsi telur. Namun biasanya klinik maupun rumah sakit zaman sekarang ini telah menggunakan benang yang langsung jadi daging, jadi anda tidak perlu cemas akan mengalami rasa sakit yang kedua kalinya saat diangkat jahitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bagaimana episiotomi dijalankan&lt;br /&gt;Jika doktor/bidan anda perlu melakukan episiotomi, dia akan memberi suntikan dan menggunakan gunting pembedahan untuk membuat guntingan kecil pada perineum anda. (Kadang-kadang, jika perineum anda telah kebas dan menipis akibat tekanan kepala bayi, episiotomi dibuat tanpa perlu obat/anestesi. Ini dipanggil episiotomi tekanan). Selepas itu anda akan diberi sekali lagi suntikan untuk memastikan anda kebas sebelum doktor/bidan menjahit potongan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Bagaimana cara penyembuhan&lt;br /&gt;Jika anda menjalani episiotomi (atau koyakan) anda akan dijahit dikawasan yang lembut dan memerlukan tempoh untuk sembuh. (Jahitan itu akan lepas sendiri dalam beberapa minggu selepas bersalin dan tidak perlu dilepaskan.) Setengah wanita mengalami ketidaksabaran untuk sebulan atau lebih, terutama mereka yang mengalami robekan derajat ke 3 atau ke 4 sobekan. Gunakan pek ais  pada kawasan perineal dengan segera selepas bersalin dan berjarak 12 jam ganti supaya kawasan itu kebas dan menghindari atau mengurangi bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kapankah boleh mengadakan hubungan kelamin &lt;br /&gt;Perineum anda akan sembuh sepenuhnya dalam masa 4 ke 6 minggu selepas bersalin, jika dokter atau bidan mengatakan Anda telah sembuh Anda boleh mencoba selepas masa-masa ini. Anda mungkin berasa sedikit ketidaknyamanan dan ketegangan. Tenangkan diri sebisa mungkin dan gunakan pelincin larutan air (water solution) yang baik untuk membantu hubungan kelamin yang lebih nyaman. Ini juga akan lebih membantu jika Anda menyusui eksklusif, karena laktasi akan merendahkan kadar hormon estrogen yang mengurangi jumlah pelincin yang dihasilkan oleh vagina Anda. Banyak  wanita terus mengunakan pelincin ketika hubungan kelamin sampai berhenti memberikan ASI eksklusif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1398386733153732226?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1398386733153732226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/02/episiotomi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1398386733153732226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1398386733153732226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/02/episiotomi.html' title='EPISIOTOMI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7447288217196134127</id><published>2010-02-10T19:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T19:18:59.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS</title><content type='html'>ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan maupun kelahiran memang tidak akan pernah ada habisnya. Mitos telah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun dari orang tua kita terdahulu, menjadi suatu hal yang biasa dan sangat mereka yakini.&lt;br /&gt;Tidak sedikit mitos yang hanya tinggal mitos, bahkan tidak layak untuk sekedar diyakini. Namun ternyata banyak pula mitos yang dapat dinalar, diterima oleh akal dan ternyata ada faktanya. Sehingga tidak ada salahnya apabila sekali waktu kita mengulas soal mitos-mitos yang banyak ditemui di masyarakat sekaligus mengetahui faktanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Minum rendaman air rumput Fatimah akan merangsang mulas.&lt;br /&gt;Memang, rumput Fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Rumput fatimah atau biasa disebut Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Tapi, apa kandungan dan seberapa takarannya belum diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. Karena, rumput ini hanya boleh diminum bila pembukaannya sudah mencapai 3-5 cm, letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah lembek atau tipis, dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang, tak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Terlebih jika pembukaannya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini, bisa-bisa janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau, akhirnya dilakukan jalan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Keluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang persalinan, akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar.&lt;br /&gt;Ini tak benar! Keluarnya cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal, apalagi disertai gatal, bau, dan berwarna. Jika terjadi, segera konsultasikan ke dokter. Ingat, bayi akan keluar lewat saluran lahir. Jika vagina terinfeksi, bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancar bukan keputihan, melainkan air ketuban. Itulah mengapa, bila air ketuban pecah duluan, persalinan jadi seret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Minum minyak kelapa memudahkan persalinan.&lt;br /&gt;Minyak kelapa, memang konotasinya bikin lancar dan licin. Namun dalam dunia kedokteran, minyak tak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan persalinan. Mungkin secara psikologis, ibu hamil menyakini, dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika itu demi ketenangan psikologisnya, maka diperbolehkan, karena minyak kelapa bukan racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan.&lt;br /&gt;Madu tak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup, sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweight. Bukankah madu termasuk karbonhidrat yang paling tinggi kalorinya? Jadi, madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik dari batas yang ditentukan, sebaiknya segera hentikan. Demikian juga dengan telur, pada dasarnya selama telur itu matang maka tidak akan berbahaya bagi kehamilan. Hal ini disebabkan karena telur banyak mengandung protein yang dapat menambah kalori tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Makan duren, tape, dan nanas bisa membahayakan persalinan.&lt;br /&gt;Ini benar karena bisa mengakibatkan perndarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol, jadi panas ke tubuh. Begitu juga tape serta aneka  masakan yang menggunakan arak, sebaiknya dihindari. Buah nanas juga, karena bisa mengakibatkan keguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan.&lt;br /&gt;Yang membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi, melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak, misal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar. Hingga, bila terjadi sesuatu dapat ditangani segera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin. &lt;br /&gt;Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).&lt;br /&gt;Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami. &lt;br /&gt;Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau  persalinan dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.&lt;br /&gt;Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir.&lt;br /&gt;Pada umumnya, setelah air ketuban pecah, masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk kontraksi sampai bayi lahir. Namun, dengan pecahnya ketuban, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan. Karena, dikhawatirkan bakteri di vagina akan masuk ke rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.Lebih baik lagi jika Anda datang ke rumah sakit atau rumah bersalin sebelum ketuban pecah. Dokter atau bidan biasanya akan membantu memecahkan kantung ketuban, agar kepala bayi bisa masuk ke rongga panggul pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ketika Anda mulai diinduksi (dirangsang agar terjadi kontraksi), tak lama kemudian Anda akan langsung melahirkan.&lt;br /&gt;Setelah diinduksi, mungkin saja kontraksi baru terjadi beberapa jam kemudian. Bahkan, bisa saja tak terjadi kontraksi sama sekali. Asal tahu saja, pada akhir kehamilan, leher rahim biasanya mulai melunak untuk persiapan proses persalinan. Lalu ketika diinduksi, biasanya obat yang diberikan akan melembutkan dan memipihkan jaringan leher rahim, sehingga terjadi kontraksi.Dalam proses induksi semacam itu, dokter biasanya memberikan pitocin, yaitu hormon sintetis. Namun, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lancar atau macet, maka induksi pun belum tentu merupakan cara yang pas untuk memacu persalinan. Buktinya, ada juga ibu hamil yang sudah “lewat waktu” persalinannya, setelah diinduksi selama 24 jam ternyata hanya mengalami pembukaan beberapa cm saja. Dalam kondisi yang langka seperti itu, proses persalinan harus berakhir di meja operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mengepel lantai, banyak ‘jongkok’ dan ‘nungging’ akan mempercepat proses kelahiran.&lt;br /&gt;Bila kandungan sudah cukup bulan, seorang ibu hamil justru disarankan banyak melakukan aktifitas untuk dapat melancarkan persalinan. Bahkan gerakan seperti ‘nungging’ saat mengepel atau banyak berjalan kaki adalah pilihan aktifitas yang bisa dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tidak boleh bersenggama&lt;br /&gt;Dari sisi medis, jelas dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuh- an jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Selain karena fungsi hormonal tubuh yang bersang- kutan belum kembali aktif bekerja. Kalau sanggama dipaksakan terjadi dalam tenggang waktu itu, kemungkinan yang terjadi bisa macam-macam. Di antaranya infeksi atau malah perdarahan. Sebabnya, mukosa jalan lahir setelah persalinan sangat peka akibat banyaknya vaskularisasi/aliran darah, hingga terjadilah perlunakan mukosa jalan lahir. Dengan berjalannya waktu, vaskularisasi ini kian berkurang dan baru akan normal kembali 3 bulan setelah bersalin. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mempunyai panggul sempit tidak dapat melahirkan normal.&lt;br /&gt;Selama ini banyak mitos yang berkembang mengenai hubungan panggul dan kemampuan melahirkan secara normal. Untuk itu, ada baiknya Anda melihat informasi di bawah ini:&lt;br /&gt;• Panggul bukan pinggul&lt;br /&gt;Panggul merupakan kumpulan tulang dengan sedikit otot, sedangkan pinggul merupakan kumpulan otot dan lemak. Jadi, seseorang yang memiliki pinggul besar belum tentu panggulnya juga besar.&lt;br /&gt;• Kurus &lt;br /&gt;Wanita bertubuh kurus bukan berarti memiliki panggul yang kecil. Tidak ada hubungan antara berat badan dengan ukuran panggul.&lt;br /&gt;• PendekWanita dengan tinggi kurang dari 145 cm memang dapat diindikasikan memiliki panggul yang kecil dan sempit. Tetapi, ini hanya merupakan indikasi, bukan sesuatu yang pasti. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Selama ukuran bayinya proporsional dengan ukuran jalan lahir serta bisa memenuhi syarat-syarat kelahiran normal, maka tidak ada masalah. &lt;br /&gt;  Sebenarnya, kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu, terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus dioperasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kaki harus lurus&lt;br /&gt;Menurut Koesmariyah, baik saat berjalan maupun berbaring, kaki harus lurus. Dalam arti, kaki kanan dan kiri enggak boleh saling tumpang tindih ataupun ditekuk. Selain agar jahitan akibat robekan di vagina tak melebar ke mana-mana, juga dimaksudkan supaya aliran darah tetap lancar alias tak terhambat. Secara medis, posisi kaki yang lurus memang lebih menguntungkan karena membuat aliran darah jadi lancar. &lt;br /&gt;Sedangkan mobilisasi secara umum, pada dasarnya boleh dan malah harus dilakukan. Makin cepat dilakukan kian menguntungkan pula. Dengan catatan, kondisi si ibu dalam keadaan baik, semisal tak mengalami perdarahan atau kelainan apa pun saat melahirkan. Selain patokan bahwa dalam 8 jam pertama setelah melahirkan ia sudah bisa BAK dan BAB serta selera makannya bagus. Begitu juga tensi, denyut nadi, dan suhu tubuhnya dalam batas normal. Soalnya, jika tak bisa BAK dan BAB berarti ada sesuatu yang enggak beres yang akan berpengaruh pada kontraksi dan proses involusi (pengecilan kembali) rahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tidak boleh tidur siang&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini kedengarannya keterlaluan. Bayangkan, meski ngantuk setengah mati lantaran sering terbangun malam hari karena harus menyusui dan menggantikan popok si kecil, si ibu tak boleh tidur siang. Menurut Chairulsjah, tidur berkepanjangan memang mengundang proses recovery yang lebih lambat. "Makin lama berbaring makin besar pula peluang terjadi tromboemboli atau pengendapan elemen-elemen garam." Lalu bila si ibu bangun/berdiri mendadak, endapan elemen tersebut dikhawatirkan lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Padahal akibatnya bisa fatal, lo. Endapan-endapan tadi bisa masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak dan organ-organ penting lain yang akan memunculkan stroke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tak boleh keramas&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini dicemaskan bisa membuat si ibu masuk angin. Itu sebab, sebagai gantinya rambut cukup diwuwung, yakni sekadar disiram dengan air dingin. Lagi-lagi, penyiraman ini diyakini agar darah putih bisa turun dan tak menempel di mata. Namun agar tak bau apek dan tetap harum disarankan menggunakan ratus pewangi. Tentu saja pantangan semacam itu untuk kondisi jaman sekarang dirasa memberatkan. Terlebih untuk ibu-ibu yang harus sering beraktivitas di luar rumah.  Sedangkan mandi boleh-boleh saja asal dilakukan jam 5 atau 6 untuk mandi pagi dan sebelum magrib untuk mandi malam. Penggunaan air dingin, katanya, justru lebih baik ketimbang air hangat karena bisa melancarkan produksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Hindari makan jemek&lt;br /&gt;Golongan makanan yang harus dijauhi adalah pepaya, durian, pisang, dan terung. Karena konon ragam makanan tadi bisa dikhawatirkan bikin benyek organ vital kaum Hawa. Termasuk makanan bersantan dan pedas karena pencernaannya bakal terganggu yang bisa berpengaruh pada bayinya. Begitu juga ikan dan telur asin serta makanan lain yang berbau amis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan bau anyir pada ASI yang membuat bayi muntah saat disusui. Selain juga, proses penyembuhan luka-luka di jalan lahir akan lebih lambat. &lt;br /&gt;Secara medis, menurut Chairulsjah, tak benar anggapan untuk pantang pepaya dan pisang yang justru amat dianjurkan karena tergolong sumber makanan yang banyak mengandung serat untuk memudahkan BAB. Ikan dan telur juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dan amat dibutuhkan tubuh. Sedangkan durian memang tak dianjurkan karena kandungan kolesterolnya tinggi, selain memicu pembentukan gas yang bisa mengganggu pencernaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tidak boleh bepergian&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir larangan ini, bertujuan supaya si ibu tak terlalu letih beraktivitas. Kalau capek bisa-bisa ASI-nya berkurang. Kasihan si kecil. Karena biasanya seumur ini sedang kuat-kuatnya menyusu. Belum lagi kemungkinan si bayi rewel ditinggal ibunya terlalu lama. Sementara kalau diajak pun masih kelewat kecil. Malah takut ada apa-apa di jalan, terutama kalau menggunakan angkutan umum. Bepergian pun membuat si ibu jadi tak tahan menghadapi aneka godaan untuk menyantap segala jenis makanan yang dipantang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7447288217196134127?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7447288217196134127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/02/aneka-mitos-bersalin-dan-nifas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7447288217196134127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7447288217196134127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2010/02/aneka-mitos-bersalin-dan-nifas.html' title='ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1958435959567526722</id><published>2009-12-15T17:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T18:05:13.075-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>KEBUTUHAN DASAR IBU BERSALIN</title><content type='html'>A. Kebutuhan Dasar Manusia Menurut A. Maslow&lt;br /&gt;1. Kebutuhan fisiologis &lt;br /&gt;   Kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok/ utama yang bila tidak terpenuhi akan terjadi ketidaksinambungan. Misal kebutuhan O2, makan, minum, seks&lt;br /&gt;2. Kebutuhan rasa aman &lt;br /&gt;   Kebutuhan rasa aman misalnya perlindungan hukum, perlindungan terhindar dari penyakit&lt;br /&gt;3. Kebutuhan dicintai dan mencintai &lt;br /&gt;   Kebutuhan dicintai dan mencintai misalnya mendambakan kasih sayang dari orang-orang dekat, ingin dicintai dan diterima oleh keluarga atau orang lain disekitarnya&lt;br /&gt;4. Kebutuhan harga diri &lt;br /&gt;   Kebutuhan harga diri misal ingin dihargai menghargai, adanya respon dari orang lain, toleransi dalam hidup berdampingan&lt;br /&gt;5. Kebutuhan aktualisasi&lt;br /&gt;   Kebutuhan aktualisasi misal ingin diakui atau dipuja, ingin berhasil, ingin menonjol, atau ingin lebih dari orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Kebutuhan Ibu Selama Persalinan&lt;br /&gt;  1. Kebutuhan Fisiologis&lt;br /&gt;     a. Oksigen&lt;br /&gt;     b. Makan dan minum&lt;br /&gt;     c. Istirahat selam tidak ada his&lt;br /&gt;     d. Kebersihan badan terutama genetalia&lt;br /&gt;     e. Buang air keil dan buang air besar&lt;br /&gt;     f. Pertolongan persalinan yang terstandar&lt;br /&gt;     g. Penjahitan perineum bila perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Kebutuhan rasa aman&lt;br /&gt;     a. Memilih tempat dan penolong persalinan&lt;br /&gt;     b. Informasi tentang proses persalinan atau tindakan yang akan dilakukan&lt;br /&gt;     c. Posisi tidur yang dikehendaki ibu&lt;br /&gt;     d. Pendampingan oleh keluarga&lt;br /&gt;     e. Pemantauan selama persalinan&lt;br /&gt;     f. Intervensi yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Kebutuhan dicintai dan mencintai&lt;br /&gt;     a. Pendampingan oleh suami / keluarga&lt;br /&gt;     b. Kontak fisik (memberi sentuhan ringan)&lt;br /&gt;     c. Masase untuk mengurani rasa sakit&lt;br /&gt;     d. Berbicara dengan suara yang lemah, lembut, serta sopan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Kebutuhan harga diri&lt;br /&gt;     a. Merawat bayi sendiri dan menetekinya&lt;br /&gt;     b. Asuhan kebidanan dengan memperhatikan privacy ibu&lt;br /&gt;     c. Pelayanan yang bersifat simpati dan empati&lt;br /&gt;     d. Informasi bila akn melakukan tindakan&lt;br /&gt;     e. Memberikan pujian pada ibu terhadap tindakan positif yang ibu lakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Kebutuhan aktualisasi diri&lt;br /&gt;     a. Memilih tempat dan penolong sesuai keinginan&lt;br /&gt;     b. Memilih pendamping salama persalinan&lt;br /&gt;     c. Bounding and attachment&lt;br /&gt;     d. Ucapan selamat atas kelahiran anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Ibu Selama Persalinan&lt;br /&gt;  1. Pemenuhan kebutuhan fisiologis selama persalinan&lt;br /&gt;     a. Mengatur sirkulasi udara dalam ruangan&lt;br /&gt;     b. Memberi makan dan minum&lt;br /&gt;     c. Menganjurkan istirahat diluar his&lt;br /&gt;     d. Menjaga kebersihan badan terutama daerah genetalia (bila memungkinkan ibu&lt;br /&gt;        disuruh untuk mandi atau membersihkan daerah kemaluan)&lt;br /&gt;     e. Menganjurkan ibu untuk buang air kecil atau buang air besar&lt;br /&gt;     f. Menolong persalinan sesuai standar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Pemenuhan kebutuhan rasa aman&lt;br /&gt;     a. Memberi informasi tentang proses persalinan atas tindakan yang akan dilakukan&lt;br /&gt;     b. Menghargai pilihan posisi tidur&lt;br /&gt;     c. Menentukan pendampingan selama persalinan&lt;br /&gt;     d. Melakukan pemantauan selam persalinan&lt;br /&gt;     e. Melakukan tindakan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Pemenuhan kebutuhan dicintai dan mencintai&lt;br /&gt;     a. Menghormati pilihan pendampingan selama persalinan&lt;br /&gt;     b. Melakukan kontak fisik atau memberi sentuhan ringan&lt;br /&gt;     c. Melakuakn masase untuk mengurangi rasa sakit&lt;br /&gt;     d. Melakukan pembicaraan dengan suara lemah lembut dan sopan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Pemenuhan kebutuhan harga diri&lt;br /&gt;     a. Mendengarkan keluhan ibu dengan penuh perhatian atau menjadi pendengar yang&lt;br /&gt;        baik.&lt;br /&gt;     b. Memberi asuhan dengan memperhatikan privacy ibu&lt;br /&gt;     c. Memberi pelayanan dengan empati&lt;br /&gt;     d. Memberitahu pada ibu setiap tindakan yang akan dilakukan&lt;br /&gt;     e. Memberi pujian pada ibu terhadap tindakan positif yang telah dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Pemenuhan kebutuhan aktualisasi&lt;br /&gt;     a. Memilih tempat dan penolong persalinan sesuai keinginan&lt;br /&gt;     b. Menentukan pendamping selam persalinan&lt;br /&gt;     c. Melakukan bounding and attachment&lt;br /&gt;     d. Memberi ucapan selamt setelah persalinan selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Asuhan Sayang Ibu sebagai Kebutuhan Dasar dalam Persalinan&lt;br /&gt;     Persalinan adalah proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan  dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Sebagai bidan, ibu akan mengandalkan pengetahuan, keterampilan dan pengambilan keputusan dari apa yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk :&lt;br /&gt;    a. Mendukung ibu dan keluarga baik secara fisik dan emosional selama persalinan&lt;br /&gt;        dan kelahiran.&lt;br /&gt;    b. Mencegah membuat diagnosa yang tidak tepat, deteksi dini dan penanganan&lt;br /&gt;        komplikasi selama persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;    c. Merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap bila terdeteksi komplikasi.&lt;br /&gt;    d. Memberikan asuhan yang akurat dengan meminimalkan intervensi.&lt;br /&gt;    e. Pencegahan infeksi yang aman untuk memperkecil resiko.&lt;br /&gt;    f. Pemberitahuan kepada ibu dan keluarga bila akan dilakukan tindakan dan&lt;br /&gt;        terjadi penyulit.&lt;br /&gt;    g. Memberikan asuhan bayi baru lahir secara tepat.&lt;br /&gt;    h. Pemberian ASI sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan dasar selama persalinan tidak terlepas dengan asuhan yang diberikan bidan. Asuhan kebidanan yang diberikan, hendaknya asuhan yang sayang ibu dan bayi. Asuhan yang sayang ibu ini akan memberikan perasaan aman dan nyaman selama persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;1. Konsep Asuhan Sayang Ibu&lt;br /&gt;   Konsep asuhan sayang ibu menurut Pusdiknakes, 2003 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;   a. Asuhan yang aman berdasarkan evidence based dan ikut meningkatkan kelangsungan hidup ibu. Pemberian asuhan harus saling menghargai budaya, kepercayaan, menjaga privasi, memenuhi kebutuhan dan keinginan ibu.&lt;br /&gt;   b. Asuhan sayang ibu memberikan rasa nyaman dan aman selama proses persalinan, menghargai kebiasaan budaya, praktik keagamaan dan kepercayaan dengan melibatkan ibu dan keluarga dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;   c. Asuhan sayang ibu menghormati kenyataan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah dan tidak perlu intervensi tanpa adanya komplikasi.&lt;br /&gt;   d. Asuhan sayang ibu berpusat pada ibu, bukan pada petugas kesehatan.&lt;br /&gt;   e. Asuhan sayang ibu menjamin ibu dan keluarganya dengan memberitahu tentang apa yang terjadi dan apa yang bisa diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Coalition Of Improving Maternity Services (CIMS) melahirkan Safe Motherhood Intiative pada tahun 1987. CIMS merumuskan sepuluh langkah asuhan sayang ibu sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Menawarkan adanya pendampingan saat melahirkan untuk mendapatkan dukungan emosional dan fisik secara berkesinambungan. &lt;br /&gt;b. Memberi informasi mengenai praktek kebidanan, termasuk intervensi dan hasil asuhan. &lt;br /&gt;c. Memberi asuhan yang peka dan responsif dengan kepercayaan, nilai dan adat istiadat. &lt;br /&gt;d. Memberikan kebebasan bagi ibu yang akan bersalin untuk memilih posisi persalinan yang nyaman bagi ibu. &lt;br /&gt;e. Merumuskan kebijakan dan prosedur yang jelas untuk pemberian asuhan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;f. Tidak rutin menggunakan praktek dan prosedur yang tidak didukung oleh penelitian ilmiah tentang manfaatnya, seperti: pencukuran, enema, pemberian cairan intervena, menunda kebutuhan gizi, merobek selaput ketuban, pemantauan janin secara elektronik. &lt;br /&gt;g. Mengajarkan pada pemberi asuhan dalam metode meringankan rasa nyeri dengan/ tanpa obat-obatan. &lt;br /&gt;h. Mendorong semua ibu untuk memberi ASI dan mengasuh bayinya secara mandiri. &lt;br /&gt;i. Menganjurkan tidak menyunat bayi baru lahir jika bukan karena kewajiban agama. &lt;br /&gt;j. Berupaya untuk mempromosikan pemberian ASI dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prinsip Umum Sayang Ibu&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip sayang ibu adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;   a. Memahami bahwa kelahiran merupakan proses alami dan fisiologis. &lt;br /&gt;   b. Menggunakan cara-cara yang sederhana dan tidak melakukan intervensi tanpa&lt;br /&gt;        ada indikasi. &lt;br /&gt;   c. Memberikan rasa aman, berdasarkan fakta dan memberi kontribusi pada&lt;br /&gt;        keselamatan jiwa ibu. &lt;br /&gt;   d. Asuhan yang diberikan berpusat pada ibu. &lt;br /&gt;   e. Menjaga privasi serta kerahasiaan ibu. &lt;br /&gt;   f. Membantu ibu agar merasa aman, nyaman dan didukung secara emosional. &lt;br /&gt;   g. Memastikan ibu mendapat informasi, penjelasan dan konseling yang cukup. &lt;br /&gt;   h. Mendukung ibu dan keluarga untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;   i. Menghormati praktek-praktek adat dan keyakinan agama. &lt;br /&gt;j. Memantau kesejahteraan fisik, psikologis, spiritual dan sosial ibu/ keluarganya selama kehamilan, persalinan dan nifas. &lt;br /&gt;k. Memfokuskan perhatian pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Asuhan Sayang Ibu Selama Persalinan &lt;br /&gt;Menurut Pusdiknakes (2003), upaya penerapan asuhan sayang ibu selama proses persalinan meliputi kegiatan: &lt;br /&gt;a. Memanggil ibu sesuai nama panggilan sehingga akan ada perasaan dekat dengan bidan. &lt;br /&gt;b. Meminta ijin dan menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan bidan dalam pemberian asuhan. &lt;br /&gt;c. Bidan memberikan penjelasan tentang gambaran proses persalinan yang akan dihadapi ibu dan keluarga. &lt;br /&gt;d. Memberikan informasi dan menjawab pertanyaan dari ibu dan keluarga sehubungan dengan proses persalinan. &lt;br /&gt;e. Mendengarkan dan menanggapi keluhan ibu dan keluarga selama proses persalinan. &lt;br /&gt;f. Menyiapkan rencana rujukan atau kolaborasi dengan dokter spesialis apabila terjadi kegawatdaruratan kebidanan. &lt;br /&gt;g. Memberikan dukungan mental, memberikan rasa percaya diri kepada ibu, serta berusaha memberi rasa nyaman dan aman. &lt;br /&gt;h. Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik meliputi sarana dan prasarana pertolongan persalinan. &lt;br /&gt;i. Menganjurkan suami dan keluarga untuk mendampingi ibu selama proses persalinan. &lt;br /&gt;   j. Membimbing suami dan keluarga tentang cara memperhatikan dan mendukung ibu&lt;br /&gt;        selama proses persalinan dan kelahiran bayi, seperti: memberikan makan dan&lt;br /&gt;        minum, memijit punggung ibu, membantu mengganti posisi ibu, membimbing&lt;br /&gt;        relaksasi dan mengingatkan untuk berdoa. &lt;br /&gt;   k. Bidan melakukan tindakan pencegahan infeksi.&lt;br /&gt;   l. Menghargai privasi ibu dengan menjaga semua kerahasiaan.&lt;br /&gt;   m. Membimbing dan menganjurkan ibu untuk mencoba posisi selama persalinan yang&lt;br /&gt;        nyaman dan aman. &lt;br /&gt;   n. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum saat tidak kontraksi. &lt;br /&gt;   o. Menghargai dan memperbolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak&lt;br /&gt;        merugikan.&lt;br /&gt;   p. Menghindari tindakan yang berlebihan dan membahayakan. &lt;br /&gt;   q. Memberi kesempatan ibu untuk memeluk bayi segera setelah lahir dalam waktu 1&lt;br /&gt;        jam setelah persalinan. &lt;br /&gt;   r. Membantu ibu memulai pemberian ASI dalam waktu 1 jam pertama setelah&lt;br /&gt;        kelahiran bayi dengan membimbing ibu membersihkan payudara, posisi menyusui&lt;br /&gt;        yang benar dan penyuluhan tentang manfaat ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Asuhan Sayang Ibu Dalam Proses Persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan sayang ibu membantu ibu dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama proses persalinan. Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu (Depkes, 2004). Cara yang paling mudah untuk membayangkan asuhan sayang ibu adalah dengan menanyakan pada diri kita sendiri, “Seperti inikah asuhan yang ingin saya dapatkan?” atau “Apakah asuhan seperti ini, yang saya inginkan untuk keluarga saya yang sedang hamil?”. Asuhan sayang ibu seharusnya diberikan pada tiap kala selama persalinan, misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala I&lt;br /&gt;Kala I adalah suatu kala dimana dimulai dari timbulnya his sampai pembukaan lengkap. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :&lt;br /&gt;1.Memberikan dukungan emosional.&lt;br /&gt;2.Pendampingan anggota keluarga selama proses persalinan sampai kelahiran&lt;br /&gt;  bayinya.&lt;br /&gt;3.Menghargai keinginan ibu untuk memilih pendamping selama persalinan.&lt;br /&gt;4.Peran aktif anggota keluarga selama persalinan dengan cara : &lt;br /&gt;  a.Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memuji ibu. &lt;br /&gt;  b.Membantu ibu bernafas dengan benar saat kontraksi. &lt;br /&gt;  c.Melakukan massage pada tubuh ibu dengan lembut. &lt;br /&gt;  d.Menyeka wajah ibu dengan lembut menggunakan kain. &lt;br /&gt;  e.Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman.&lt;br /&gt;5.Mengatur posisi ibu sehingga terasa nyaman.&lt;br /&gt;6.Memberikan cairan nutrisi dan hidrasi – Memberikan kecukupan energi dan mencegah&lt;br /&gt;  dehidrasi. Oleh karena dehidrasi menyebabkan kontraksi tidak teratur dan kurang&lt;br /&gt;  efektif.&lt;br /&gt;7.Memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur dan spontan –&lt;br /&gt;  Kandung kemih penuh menyebabkan gangguan kemajuan persalinan dan menghambat&lt;br /&gt;  turunnya kepala; menyebabkan ibu tidak nyaman; meningkatkan resiko perdarahan&lt;br /&gt;  pasca persalinan; mengganggu penatalaksanaan distosia bahu; meningkatkan resiko&lt;br /&gt;  infeksi saluran kemih pasca persalinan.&lt;br /&gt;8.Pencegahan infeksi – Tujuan dari pencegahan infeksi adalah untuk mewujudkan&lt;br /&gt;  persalinan yang bersih dan aman bagi ibu dan bayi; menurunkan angka morbiditas dan &lt;br /&gt;  mortalitas ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala II&lt;br /&gt;Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :&lt;br /&gt;1.Pendampingan ibu selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya oleh suami dan&lt;br /&gt;  anggota keluarga yang lain.&lt;br /&gt;2.Keterlibatan anggota keluarga dalam memberikan asuhan antara lain :&lt;br /&gt;  a) Membantu ibu untuk berganti posisi. &lt;br /&gt;  b) Melakukan rangsangan taktil&lt;br /&gt;  c) Memberikan makanan dan minuman. &lt;br /&gt;  d) Menjadi teman bicara/ pendengar yang baik. &lt;br /&gt;  e) Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan sampai kelahiran bayinya.&lt;br /&gt;3.Keterlibatan penolong persalinan selama proses persalinan &amp; kelahiran – dengan&lt;br /&gt;  cara : (a) Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarga. (b)&lt;br /&gt;  Menjelaskan tahapan dan kemajuan persalinan. (c) Melakukan pendampingan selama&lt;br /&gt;  proses persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;4.Membuat hati ibu merasa tenteram selama kala II persalinan – dengan cara   &lt;br /&gt;  memberikan bimbingan dan menawarkan bantuan kepada ibu.&lt;br /&gt;5.Menganjurkan ibu meneran bila ada dorongan kuat dan spontan umtuk meneran – dengan&lt;br /&gt;  cara memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his.&lt;br /&gt;6.Mencukupi asupan makan dan minum selama kala II.&lt;br /&gt;7.Memberika rasa aman dan nyaman dengan cara : &lt;br /&gt;  a. Mengurangi perasaan tegang.&lt;br /&gt;  b. Membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi.&lt;br /&gt;  c. Memberikan penjelasan tentang cara dan tujuan setiap tindakan penolong. &lt;br /&gt;  d. Menjawab pertanyaan ibu. &lt;br /&gt;  e. Menjelaskan apa yang dialami ibu dan bayinya. &lt;br /&gt;  f. Memberitahu hasil pemeriksaan.&lt;br /&gt;8.Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan vulva dan perineum ibu.&lt;br /&gt;9.Membantu ibu mengosongkan kandung kemih secara spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala III&lt;br /&gt;Kala III adalah kala dimana dimulai dari keluarnya bayi sampai plasenta lahir. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :&lt;br /&gt;1. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk memeluk bayinya dan menyusui segera.&lt;br /&gt;2. Memberitahu setiap tindakan yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;3. Pencegahan infeksi pada kala III.&lt;br /&gt;4. Memantau keadaan ibu (tanda vital, kontraksi, perdarahan).&lt;br /&gt;5. Melakukan kolaborasi/ rujukan bila terjadi kegawatdaruratan.&lt;br /&gt;6. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.&lt;br /&gt;7. Memberikan motivasi dan pendampingan selama kala III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala IV&lt;br /&gt;Adalah kala dimana 1-2 jam setelah lahirnya plasenta. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :&lt;br /&gt;1.Memastikan tanda vital, kontraksi uterus, perdarahan dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;2.Membantu ibu untuk berkemih.&lt;br /&gt;3.Mengajarkan ibu dan keluarganya tentang cara menilai kontraksi dan melakukan&lt;br /&gt;  massase uterus.&lt;br /&gt;4.Menyelesaikan asuhan awal bagi bayi baru lahir.&lt;br /&gt;5.Mengajarkan ibu dan keluarganya ttg tanda-tanda bahaya post partum seperti&lt;br /&gt;  perdarahan, demam, bau busuk dari vagina, pusing, lemas, penyulit dalam&lt;br /&gt;  menyusui bayinya dan terjadi kontraksi hebat.&lt;br /&gt;6.Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.&lt;br /&gt;7.Pendampingan pada ibu selama kala IV&lt;br /&gt;8.Nutrisi dan dukungan emosional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1958435959567526722?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1958435959567526722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/12/kebutuhan-dasar-ibu-bersalin.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1958435959567526722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1958435959567526722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/12/kebutuhan-dasar-ibu-bersalin.html' title='KEBUTUHAN DASAR IBU BERSALIN'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1072653751779586940</id><published>2009-12-15T17:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T17:42:11.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>DEMAM BERDARAH</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah demam dengue?  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Sebenarnya saat kita terkena infeksi dengue, tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap tipe virus dengue tersebut, kekebalan ini akan berlangsung seumur hidup. Sayangnya, demam dengue disebabkan oleh banyak strain atau tipe virus sehingga walaupun kita kebal terhadap salah satu tipe namun kita masih dapat menderita demam dengue dari tipe virus yang lain. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Demam berdarah dengue atau DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Perbedaan yang paling utama adalah pada demam dengue tidak ditemukan manifestasi perdarahan pada pasien. Pada kulit pasien dengan demam dengue hanya tampak ruam kemerahan saja sementara pada pasien demam berdarah dengue akan tampak bintik bintik perdarahan. Selain perdarahan pada kulit, penderita demam berdarah dengue juga dapat mengalami perdarahan dari gusi, hidung, usus dan lain lain. Bila tidak ditangani segera, demam berdarah dengue dapat menyebabkan kematian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana penularannya ?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; Demam Berdarah Virus demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypt yang menggigit penderita demam berdarah. Nyamuk Aedes Aegypt bercirikan memiliki garis belang hitam-putih pada tubuhnya dan menggigit pada siang hari. Satu nyamuk dapat menjangkiti beberapa orang dalam waktu singkat. Dan kita dapat terjangkit demam berdarah lebih dari 1 kali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hentikan perkembangbiakan nyamuk dan kita dapat menghentikan penyebaran penyakitnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang dapat terjangkit Demam berdarah, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 2,5 milyar orang beresiko terinfeksi demam berdarah. Dan untuk mengetahui apakah kita terjangkit demam berdara atau tidak hanya melalui tes laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Demam Berdarah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demam tinggi yang biasanya berlangsung 3-7 hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sakit kepala yang parah, khususnya dirasakan di daerah belakang mata, pilek dan flu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radang pada persendian (punggung, pergelangan kaki, lutut,siku, dll.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hilang nafsu makan, mual, muntah, dan diare&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timbul bintik-bintik merah, khususnya di dada dan lengan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada beberapa kasus parah, hingga menyebabkan pendarahan pada mulut dan hidung&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pergilah ke dokter segera bila seseorang yang anda kenal&lt;br /&gt;memiliki gejala tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana Mengobatinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pengobatan yang spesifik ataupun vaksin untuk demam berdarah. Bila anda pikir sesorang terkan demam berdarah, berikan mereka cairan sebanyak mungkin, bawa mereka ke puskesmas terdekat, dan hindarkan mereka dari nyamuk untuk menghindari yang lain terjangkiti juga. Penyakit ini dapat berlangsung hingga 10 hari, dan pemulihannya dapat memakan waktu 1 minggu hingga 4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Mencegahnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Cara terbaik untuk menghindari demam berdarah adalah menyingkirkan tempat berkembang biaknya nyamuk disekitar rumah kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemungkinan demam berdarah menjangkiti keluarga kita,&lt;br /&gt;adalah jika ada nyamuk yang berkembang biak disekitar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;rumah atau halaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyamuk demam berdarah berkembangbiak pada tempat-tempat yang dapat menampung air. Periksalah rumah dan halaman kita kemudian singkirkan tempat-tempat yang dapat menampung air. Simpanlah barang-barang tersebut di tempat kering atau timbun didalam tanah. Tempat-tempat yang biasanya menjadi tempat berkembangnya nyamuk adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demam Berdarah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toples &amp;amp; pot, pot-pot tanaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ember&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ban&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaleng&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wadah plastik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunting bekas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Botol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tangki penampungan airhujan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terpal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lubang pohon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daun Palem&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batok Kelapa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bilah bambu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penampungan air kulkas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dan masih banyak lagi dimana air dapat tertampung atau disimpan................&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Singkirkan tempat -tempat dimana memungkinkannya nyamuk hidup dan jauhkan benda -benda tersebut dari rumah anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usahakan rumah kita tetap terang, bersirkulasi dengan baik, bebas lembab dan dari air yang berkubang. Kuras dan keringkan tempat-tempat yang basah disekitar kita. Jagalah kebersihan rumah, tempat kerja, dan halaman agar bebas dari sampah. Jagalah kerimbunan taman dan bila diperlukan lakukan peneyemprotan nyamuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang kawat nyamuk di pintu dan jendela. Pakailah kelambu ketika tidur, khususnya bila anak-anak atau bayi tidur pada siang hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan cairan anti nyamuk dan pakailah baju berlengan dan celana panjang dengan kaus kaki. Baiknya anak-anak tidak diperkenankan bermain dengan celana dan baju berlengan pendek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan biarkan wadah air tidak tertutup, jangan menyimpan air lebih dari 1 minggu. Bila perlu menyimpan air dalam wadah, kosongkan wadah seminggu sekali, biarkan kering baru kemudian diisi kembali. Jangan biarkan air menggenang didalam pot, piring, ember, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan orang yang dicurigai terjangkit demam berdarah, dibawa ke klinik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga di musim hujan yang mulai datang lagi ini, kita semua menjadi lebih baik, sehat dan kreaktif tanpa demam berdarah........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1072653751779586940?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1072653751779586940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/12/demam-berdarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1072653751779586940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1072653751779586940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/12/demam-berdarah.html' title='DEMAM BERDARAH'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-8110517560063923645</id><published>2009-10-13T17:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T04:02:06.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>PERSIAPAN PERSALINAN</title><content type='html'>BAB II&lt;br /&gt;PERSIAPAN PERSALINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI&lt;br /&gt;Agar persalinan Anda berjalan lancar dan tidak lagi perlu khawatir terhadap apa dan bagaimana persiapan selama persalinan berjalan, tidak ada salahnya jika jauh-jauh hari Anda mempersiapkan kebutuhan persalinan tersebut. Berikut beberapa hal yang wajib untuk Anda fikirkan dan Anda persiapkan ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuat rencana persalinan, meliputi :&lt;br /&gt;a. tempat persalinan&lt;br /&gt;b. memilih tenaga kesehatan terlatih&lt;br /&gt;c. bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut&lt;br /&gt;d. bagaimana transportasi yang bisa digunakan untuk ke tempat persalinan tersebut&lt;br /&gt;e. siapa yang akan menemani persalinan&lt;br /&gt;f. berapa biaya yang  dibutuhkan, dan bagaimana cara megumpulkannya&lt;br /&gt;g. siapa yang kan menjaga keluarganya jika ibu melahirkan&lt;br /&gt;2. Membuat rencana pembuatan keputusan jika kegawat daruratan pada saat pembuat keputusan utama tidak ada&lt;br /&gt;a. siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga&lt;br /&gt;b. siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawat daruratan&lt;br /&gt;3. Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan&lt;br /&gt;a. dimana ibu akan melahirkan&lt;br /&gt;b. bagaimana cara menjangkaunya&lt;br /&gt;c. kemana ibu mau dirujuk&lt;br /&gt;d. bagaimana cara mendapatkan dana&lt;br /&gt;e. bagaimana cara mencari donor darah&lt;br /&gt;4. Membuat rencana atau pola menabung&lt;br /&gt;a. tabungan ibu bersalin&lt;br /&gt;5. Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan&lt;br /&gt;a. kain panjang 4 buah&lt;br /&gt;b. pembalut wanita&lt;br /&gt;c. handuk, waslap, alat mandi, alat make up&lt;br /&gt;d. pakaian terbuka depan, gurita ibu, BH&lt;br /&gt;e. pakaian bayi, minyak telon&lt;br /&gt;f. tas plastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. YANG HARUS DISIAPKAN&lt;br /&gt;Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda waktu persiapan akan terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari yang ditunggu tersebut tiba.&lt;br /&gt;Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Dan anda tidak boleh lupa memberitahukan suami anda mengenai tas khusus yang telah anda persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap dan suami andapun tidak lupa untuk membawa serta tas besar yang telah anda persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya ini.&lt;br /&gt;1. Beberapa barang yang diperlukan untuk IBU di rumah sakit:&lt;br /&gt;a. Baju tidur. Bawalah baju tidur yang nyaman untuk anda pakai, sebaiknya yang mempunyai kancing di bagian depan sehingga mempermudah untuk menyusui bayi anda. Bawalah baju tidur dengan jumlah yang cukup anda dapat memperkirakan untuk persalinan normal atau alamiah biasanya 2 hari dan untuk persalinan operasi Caesar dibutuhkan 4-5 hari.&lt;br /&gt;b. 1 set baju untuk anda pulang dari rumah sakit. Anda mungkin masih tetap terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.&lt;br /&gt;c. Sandal. Untuk anda berjalan sepanjang koridor rumah sakit dan juga menjaga kaki anda untuk tetap hangat.&lt;br /&gt;d. Pakaian dalam. Bawalah BH untuk menyusui dan celana dalam secukupnya.&lt;br /&gt;e. Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.&lt;br /&gt;f. Gurita atau korset untuk ibu baru bersalin.&lt;br /&gt;g. Perlengkapan anda. Bawalah juga bedak, sisir, lipstick, pengharum tubuh/deodoran anda untuk anda berdandan karena anda akan bertemu dengan teman atau keluarga yang mengunjungi anda setelah proses kelahiran.&lt;br /&gt;h. Handuk, sabun. Pada beberapa rumah sakit menyediakannya, tapi tergantung bila anda ingin menggunakan milik anda sendiri maka anda lebih baik mempersiapkannya.&lt;br /&gt;2. Keperluan untuk BAYI anda:&lt;br /&gt;Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Anda cukup menyediakan persiapan untuk pulang dari rumah sakit.&lt;br /&gt;a. Popok, bawalah beberapa buah.&lt;br /&gt;b. Baju bayi, bawalah 2 buah karena bayi kadang Gumo(memuntahkan sedikit susu ).&lt;br /&gt;c. Selimut atau Bedong.&lt;br /&gt;d. Kaos kaki dan tanggan.&lt;br /&gt;e. Gendongan.&lt;br /&gt; Persiapkanlah apa yang perlu anda bawa ke Rumah Sakit untuk persiapan persalinan dalam 1 tas dan letakkan ditempat yang mudah dijangkau dan jangan lupa memberitahu pasangan anda tentang tas itu.:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERSIAPAN DANA&lt;br /&gt;Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya yang relatif ringan. Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan tindakan operatif, maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera dilakukan. Untuk mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus selalu berkonsultasi ke dokter. Lewat konsultasi ini diharapkan, segala kemungkinan yang bakal terjadi bisa lebih dicermati.&lt;br /&gt;Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan tentunya sudah bisa berancang-ancang mempersiapkan dananya sejak jauh hari. Bila dana sudah terkumpul, otomatis beban mental suami juga bisa lebih teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Suami SIAGA (Siap Antar Jaga)&lt;br /&gt;Dr. Rudiyanti, Sp.OG. dari RS Internasional Bintaro, menegaskan, "Yang paling utama, mental harus dipersiapkan untuk menghadapi trimester pertama kehamilan dan menjelang persalinan." Persiapan mental suami, menurutnya, sangat diperlukan dalam menghadapi hal-hal berikut ini.&lt;br /&gt;1. Perubahan Fisik &amp;amp; Mental Istri&lt;br /&gt;Di trimester awal biasanya perubahan pada ibu terjadi secara menyolok. Meningkatnya produksi hormon progesteron membuat sikapnya sering berubah-ubah sesuai mood yang sedang dialaminya saat itu. Kadang gembira, sedih, marah-marah, ketus, dan sebagainya. Contoh kecil, sehabis sibuk bekerja, sesampainya di rumah suami bukannya disambut dengan senyuman. Istri malah menunjukkan wajah resah disertai keluhan pusing, mual, muntah, emosi yang meledak-ledak, dan sebagainya. Bila suami tidak siap mental, perselisihan dengan istri sangat mudah terjadi.&lt;br /&gt;Perubahan emosi ini, selain karena perubahan hormon juga disebabkan oleh kondisi tubuh ibu yang tiba-tiba menjadi tidak nyaman.&lt;br /&gt;Kalau begitu keadaannya, bagaimana tidak mempengaruhi kondisi emosionalnya. Ia jadi gampang marah, mudah kesal, cenderung malas, dan sebagainya. Bila suami sudah bersiap diri dengan mempelajari dan memahami berbagai perubahan yang bakal terjadi, menghadapinya akan lebih mudah. Paling tidak suami bisa membekali dirinya dengan sikap memaklumi dan sabar.&lt;br /&gt;Dari segi fisik, mungkin saja perubahan keseluruhannya masih belum terlalu kentara, tapi di satu sisi mungkin saja perubahan itu sudah mencapai klimaksnya, seperti munculnya jerawat, keringat, dan bau badan. Pencapaian klimaks ini dipengaruhi oleh perubahan hormon kehamilan di awal kehamilan. Hal inilah yang kadangkala membuat istri yang tadinya berwajah cantik menjadi berbintik-bintik, yang tadinya berkulit mulus menjadi kusam, yang tadinya wangi menjadi agak bau, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Bila tidak diantisipasi dengan persiapan mental, bisa jadi suami akan terkaget-kaget dan sulit untuk menerima perubahan itu. Apalagi suami yang bersifat perfeksionis dalam menilai penampilan istri. Ia seringkali sangat sulit dan berat menerima perubahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fase Ngidam&lt;br /&gt;Bukan hanya mual-muntah, seringkali masih di trimester pertama, istri juga memiliki permintaan yang aneh-aneh. Tengah malam misalnya, tahu-tahu istri ingin minum air kelapa. Bayangkan, bila untuk mendapatkannya sang suami harus memanjat pohon kelapa di tengah malam buta atau harus pergi ke pasar? Bukankah ini merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan mental kuat. Bila suami siap dan ia sanggup mengusahakan keinginan istri, silakan saja diwujudkan.&lt;br /&gt;Namun bila sulit, berikan pengertian kepada istri bahwa tidak mungkin mencari kelapa di tengah malam buta. Toh, ngidam memang tidak harus selalu dipenuhi. Jangan takut nanti anaknya ngeces, karena dipenuhi atau tidak ngidam itu, tidak ada hubungannya dengan ngeces.&lt;br /&gt;Yang dibutuhkan adalah pemahaman suami terhadap latar belakang munculnya ngidam. Asal tahu saja, ngidam bukan keinginan janin yang harus dipenuhi melainkan keinginan yang timbul dari tekanan kondisi hamil yang dialami ibu. Di trimester pertama, mulutnya terasa sangat pahit karena asam lambung naik. Dengan kondisi ini ibu menginginkan makanan yang berbeda dari yang biasa dimakannya sehari-hari. Hal inilah sebenarnya yang menjadi pangkal munculnya ngidam. Karena mulut terasa pahit, ibu ingin makan makanan yang segar-segar, yang mungkin bisa diterima indra pengecapnya.&lt;br /&gt;Meskipun tidak harus, tapi bila suami bisa memenuhinya, lebih baik segera penuhi karena bentuk perhatian seperti ini efektif meningkatkan psikis istri yang dibutuhkan bagi pertumbuhan janin yang sehat. Namun, seringkali, setelah dipenuhi keinginannya, istri hanya menyentuhnya sambil lewat. Kelapa yang susah-susah dibeli di pasar, airnya hanya diminum seteguk. Nah, jika kondisi seperti ini yang muncul, maka butuh ketabahan mental lagi.&lt;br /&gt;Tak jarang bila mentalnya belum siap, sikap istri yang tampak seenaknya itu membuat marah suami. Suami harus memahami, sebenarnya istri tidak bermaksud bersikap seenaknya. Ia juga tidak mau hal itu terjadi, ia hanya berharap, air kelapa itu sangat lezat, sesuai bayangannya semula. Ternyata ketika dikecap, mulutnya malah merasa pahit dan makanan tidak bisa masuk ke dalam perutnya. Pada suami yang tidak siap mental, dia merasa bahwa usahanya tidak dihargai sama sekali. Namun, Sebaiknya suami tidak kapok, berikan alternatif lain untuk mengatasi mual muntahnya itu.&lt;br /&gt;Sebenarnya, tak hanya suami yang harus selalu memahami, istri pun perlu memberikan pengertian ke suami, misalnya dengan menerangkan kondisinya saat itu agar suami betul-betul memahami apa yang sedang dirasakan. Meminta maaf kepada suami pada saat situasi seperti ini bisa dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengantar Istri ke Dokter&lt;br /&gt;Tak kalah penting, meskipun sibuk sebaiknya suami menyediakan waktunya untuk mengantar istri ke dokter karena ini merupakan salah satu hal yang dapat mengangkat psikis ibu dalam memelihara kehamilannya.&lt;br /&gt;Jadi, baik suami maupun istri, keduanya harus saling berusaha menepati jadwal yang sebelumnya bisa disesuaikan bersama. Dengan menyaksikan dan terlibat dalam proses pemeriksaan, akan timbul empati suami terhadap istri dan anak yang tengah dikandungnya. Hal ini penting untuk kelanjutan pemeliharaan kandungannya. Selain itu, suami pun bisa bertanya ke dokter tentang hal-hal yang sering ditemukan dan dikeluhkan istri. Dari penjelasan yang diberikan dokter, otomatis kondisi mental suami bisa lebih terjaga.&lt;br /&gt;Tak hanya ke dokter, bila ada waktu, suami pun sebaiknya menemani istri menjalani program senam hamil. Senam ini diyakini sangat membantu ibu menghadapi persalinan. Tidak hanya istri, suami pun perlu mengetahui berbagai tahapan dan kendala yang mungkin terjadi saat persalinan. Bila nanti istri panik, suami akan tahu cara menghadapinya. Suami juga bisa memantau perilaku istri ketika bersalin. Bila terjadi kesalahan, suami bisa langsung mengoreaksinya. Bila hal ini dapat dilakukan dengan baik, tentu beban istri saat melahirkan bisa dikurangi dan kondisi mentalnya akan naik sehingga persalinan bisa berjalan lancar.&lt;br /&gt;Bayangkan kalau istri tidak pernah ikut senam hamil dan suami tidak punya pengetahuan sedikit pun tentang persalinan. Ketika istri berteriak-teriak, misalnya, suami bisa-bisa bukannya membantu tapi malah ikut panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beban Menghadapi Persalinan&lt;br /&gt;Memasuki bulan-bulan terakhir, dimana istri sudah bersiap menghadapi persalinan, sang suami harus mempersiapkan mentalnya lebih kuat lagi. Pada periode trimester ke tiga akhir, selain beban tubuh istri semakin berat, dia juga sering mengalami perasaan takut karena membayangkan proses persalinan yang sulit dan kamar operasi. Oleh karena itu, suami harus hadir sebagai pendamping yang bisa menyamankan kondisi istri.&lt;br /&gt;Selain itu, kesiapan mental suami pun sangat diperlukan ketika harus menghadapi persalinan yang berisiko. Pada banyak kasus, persalinan tidak bisa berjalan normal, ada perdarahan, persalinan panjang, bayi terlilit tali pusat, sungsang, dan sebagainya, yang bisa saja mengancam nyawa ibu.&lt;br /&gt;Bila mengetahui bahwa persalinan nanti akan bermasalah, sebaiknya persiapan mental suami dilakukan jauh hari sebelum persalinan. Dengan begitu bila nantinya diperlukan berbagai tindakan darurat, suami sudah langsung bisa mengatasi kondisi mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menemani Istri Bersalin&lt;br /&gt;Dukungan suami sangat diperlukan agar psikis istri bisa terangkat saat menjalani proses persalinan. Dengan begitu istri bisa lebih kuat, nyaman, percaya diri, dan ringan ketika bersalin. Saat itu, rasa empati suami pun dapat tumbuh lebih dalam, sehingga penghargaan terhadap perjuangan istri dan rasa sayang kepadanya bisa tumbuh lebih sempurna.&lt;br /&gt;Walaupun begitu, tidak semua suami punya mental yang kuat menyaksikan istri bersalin. Ada yang baru melihat darah sedikit saja sudah mau pingsan. Sebaiknya sebelum mendampingi istri bersalin, suami menilai diri sendiri apakah ia cukup kuat atau tidak. Bila tidak, lebih baik suami tak memaksakan diri mendampingi istri di kamar bersalin. Tunggu saja di luar asalkan peduli dengan apa yang sedang dihadapi istri.&lt;br /&gt;Jika ibu butuh waktu berjam-jam saat mengalami tahap-tahap pembukaan persalinan, maka dibutuhkan suami dengan ketabahan dan kekuatan mental ekstra. Ketika istri panik dan kesakitan hingga berteriak-teriak, suami amat dituntut kesabaran dan ketenangannya untuk tetap menenteramkan dan mendukung istri dalam menjalani proses persalinan. Persiapan mental suami untuk menemani istri bersalin bisa dilakukan dengan memperkuat tekad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-8110517560063923645?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/8110517560063923645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/10/persiapan-persalinan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8110517560063923645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8110517560063923645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/10/persiapan-persalinan.html' title='PERSIAPAN PERSALINAN'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7513514701071969215</id><published>2009-10-13T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T17:16:03.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>GAMBARAN UMUM PERSALINAN</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;GAMBARAN UMUM PERSALINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan Anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PERSALINAN&lt;br /&gt;Secara umum persalinan didefinisikan atau diartikan sebagai serangkaian proses pengeluaran hasil konsepsi (buah pertemuan antara sel sperma dan sel telur) yang dapat hidup dari dalam rahim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TANDA PALSU PERSALINAN&lt;br /&gt;Selama kehamilan, ibu akan merasakan kontraksi rahim (mulas, kram perut) yang lemah dan tidak teratur, yang disebut kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi tersebut tidak menyebabkan lahirnya bayi. &lt;br /&gt;Menjelang persalinan akan terjadi kontraksi otot-otot rahim yang menyebabkan bayi lahir, ini disebut His. His pada bulan terakhir kehamilan akan terjadi beberapa kali, namun perlu diperhatikan apakah his tersebut merupakan his palsu (his pendahuluan) atau his persalinan. &lt;br /&gt;Ciri-ciri his palsu adalah :&lt;br /&gt;1. Tidak teratur, tidak menyebabkan nyeri di perut bagian bawah dan lipatan paha.&lt;br /&gt;2. Tidak menyebabkan nyeri memancar dari pinggang ke perut bagian bawah.&lt;br /&gt;3. Lama kontraksi pendek dan tidak begitu kuat, bila dibawa berjalan kontraksi biasanya menghilang.&lt;br /&gt;4. Tidak bertambah kuat seiring dengan bertambahnya waktu.&lt;br /&gt;5. Tidak ada pengaruh pada pembukaan mulut rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TANDA PERSALINAN SEDANG BERLANGSUNG&lt;br /&gt;1. Keluar Lendir Bercampur Darah &lt;br /&gt;Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah. &lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan: &lt;br /&gt;Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pecahnya Air Ketuban&lt;br /&gt;Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau). &lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan: &lt;br /&gt;Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Timbulnya His atau Kontraksi yang Semakin Sering dan Teratur&lt;br /&gt;Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi timbulnya his dapat diperhatikan sebagai berikut ;&lt;br /&gt;a. Kontraksi yang berkala lama dan kekuatannya. &lt;br /&gt;b. Lamanya 45 - 75 detik &lt;br /&gt;c. Kekuatan kontraksi : semakin lama akan bertambah kuat. Saat mulas, jika kita menekan dinding perut dengan telunjuk akan terasa perut mengeras. &lt;br /&gt;d. Interval kontraksi : akan bertambah sering, permulaan 10 menit sekali, kemudian menjadi 2 menit sekali. &lt;br /&gt;e. Pecahnya kantung ketuban &lt;br /&gt;f. Keluarnya bercak darah bukan petunjuk akurat ibu akan segera melahirkan. Namun ibu perlu waspada terhadap hal tersebut, jika perdarahan banyak, ibu perlu segera ke rumah sakit tanpa perlu menunggu hingga kontraksi yang terjadi mulai teratur dan bertambah kuat kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan: &lt;br /&gt;Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya. Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. KAPAN HARUS KE RUMAH SAKIT&lt;br /&gt;Sepertinya pepatah tua tentang “sedia payung sebelum hujan” merupakan nasihat yang paling tepat untuk keadaan ibu hamil yang memang sudah masuk waktu bersalin. Yang pasti, datang lebih awal akan lebih baik daripada datang terlambat. Namun pergi ke rumah sakit terlalu cepat juga kurang baik, karena hal ini akan membuat ibu lebih menjadi cemas. Karena itu disarankan agar ibu baru pergi ke rumah sakit setelah ada rasa mulas atau kontraksi yang teratur 10 menit sekali atau apabila ada tanda-tanda bahaya dalam persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. TANDA BAHAYA YANG PERLU DIPERHATIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuban Pecah Dini (KPD)&lt;br /&gt;Normalnya ketuban pecah beberapa saat sebelum melahirkan. Akan tetapi apabila sebelum tanggal perkiraan persalian ibu telah merasakan adanya cairan keluar dalam jumlah yang banyak dari kemaluan (pecahnya ketuban), ibu perlu segera mendapat pertolongan di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perdarahan&lt;br /&gt;Perdarahan pada usia kehamilan lanjut (usia kehamilan sama dengan atau lebih dari 20 minggu) meskipun sangat sedikit dapat merupakan ancaman bagi ibu dan janin, sehingga ibu perlu segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berkurangnya Gerakan Janin&lt;br /&gt;Berkurang atau hilangnya pergerakan janin dapat merupakan suatu tanda gawat janin yang dapat berakhir dengan kematian janin. Karena itu sebaiknya ibu mengerti cara menghitung pergerakan janin dalam satu hari, dan segera ke dokter jika menduga pergerakan janin berkurang.&lt;br /&gt;Pemantauan pergerakan janin harus sudah dimulai sejak awal, yakni sejak inu merasa pergerakan anak, karena ibu sendirilah yang paling tahu dan mungkin mendeteksi kesehatan janinnya, biasakan memperhatikan gerakan anak setiap hari, dianjurkan untuk memperhatikannya pada malam hari, saat itu janin sedang "bangun". "Fetal Kick Count", menghitung tendangan janin, menghitung gerakan janin.&lt;br /&gt;Cara menghitung gerakan janin&lt;br /&gt;Ibu berbaring (malam hari) dan menghitung gerakan janin selama 20 menit. Janin yang sehat akan bergerak lebih dari 5 kali dalam 20 menit. Apabila ini terjadi, Insya Allah janin ibu akan baik selama 24 jam berikutnya, sehingga dengan memantau gerakan janin ibu dapat memprediksi kesehatan janin setidaknya 24 jam ke depan. Apabila janin bergerak kurang dari 5 kali dalam 20 menit, segera hubungi rumah sakit dimana dokter ibu bekerja untuk mendapatkan pemantauan yang lebih akurat dengan cara Non Stress Test (NST/Uji tanpa beban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tekanan Darah Meningkat&lt;br /&gt;Tekanan darah meningkat tanpa pemeriksaan tensi darah sulit diketahui, tetapi apabila ibu merasa bengkak pada kaki yang tidak hilang setelah diistirahatkan, bengkak pada punggung tangan, bengkak pada kelopak mata atau bagian tubuh lainnya, segera hubungi dokter/rumah sakit karena kemungkinan ibu terancam preeklamsi (keracunan kehamilan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7513514701071969215?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7513514701071969215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/10/gambaran-umum-persalinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7513514701071969215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7513514701071969215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/10/gambaran-umum-persalinan.html' title='GAMBARAN UMUM PERSALINAN'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-366087164338910072</id><published>2009-09-23T06:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T06:46:43.598-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>IMUNISASI</title><content type='html'>Macam-macam Antibodi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. IgG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komponen utama Ig serum (75%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dapat menembus Placenta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terbentuk pada respons sekunder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anti bakteri, anti virus, anti jamur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. IgM :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Imunoglobulin terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Respons imun primer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mencegah gerakan mikroorganisme sekunder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengaktifkan komplemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. IgA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terbentuknya pd rangsangan selaput lendir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kekebalan infeksi saluran nafas, pencernaan, urogenitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fiksasi komplemen, antitoxin, reaksi aglutinasi, anti virus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. IgD :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sangat rendah dalam sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fungsi belum jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. IgE :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sangat sedikit jumlahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tinggi pada alergi, fiksasi komplemen, infeksi cacing, infeksi parasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELULER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan dari limfosit T atau sel T dimana Sel T dibentuk di sumsum tulang ” Proliferasi dan diferensiasi terjadi di kelenjar Timus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi : Pertahanan terhadap bakteri (intraselular), virus, jamur, parasit, keganasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Helper T-cell membantu sel B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suppressor T-cell :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menghambat sel B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menghambat sel T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cytotoxic T-cell : Menyerang antigen secara langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi Pasif Didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh bukan oleh individu itu sendiri, misalnya kekebalan bayi yang diperoleh dari ibu setelah pemberian Ig serum Daya lindung pendek ( 2 – 3 minggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gama globulin murni penderita – campak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ATS, ADS, Anti rabies, Anti – Snake venom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Profilaksi &amp; terapeutik ( pengobatan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi aktopik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi beberapa menit dimana tubuh mengalami Shock berat, gatal seluruh tubuh, urticaria tempat suntik ” meluas, gelisah, pucat, cyanosis, dyspnoe, kejang ” mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therapi : Adrenalin, Corticosteroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serum sickness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa tunas : 6 – 24 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas, urticaria, exanthema, muntah, berak, bahaya urticaria (oedem) glottis ” tercekik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therapi : Adrenalin, Corticosteroid, Anti Histamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian ke II (ulangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ana phylactic reaction :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa tunas : Beberapa menit – 24 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Sama reaksi atopik - &lt; ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Accelerated Reaction :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa tunas : 1 – 5 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Sama serum sickness " Pemberian serum – test lebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Test pemberian serum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Skin test : 0,1 ml seru 1/10 – intra kutan tunggu 15 menit : " infiltrat &gt; 10 mm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Eye test : 1 tetes serum kemudian tunggu 15 menit : + ” mata bengkak merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila skin dan atau eye test positif ” pemberian Serum : Cara Bersedka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 0,1 ml serum dlm 1 ml air garam fisiologis – Subkutan – tunggu ½ jam reaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 0,5 ml serum dlm 1 ml air garam fisiologis – Subkutan – tunggu ½ jam reaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sisa serum ” Intra Muskular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menghilangkan penyakit tertentu pada populasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Imunisasi tergantung faktor:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Status Imun Penjamu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Adanya Ab spesifik pada penjamu ® keberhasilan vaksinasi, mis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- campak pada bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kolustrum ASI – IgA polio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Maturasi imunologik: neonatus ® fungsi makrofag¯,kadar komplemen¯, aktifasi optonin¯.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembentukan Ab spesifik terhadap Ag kurang ® hasil vaksinasi ¯ ® ditunda sampai umur 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cakupan imunisasi semaksimal mungkin agar anak kebal secara simultan, bayi diimunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Frekuensi penyakit ­, dampaknya pada neonatus berat ® imunisasi dapat diberikan pada neonatus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Status imunologik ¯ (spt defisiensi imun) ® respon terhadap vaksin kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. genetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara genetik respon imun manusia terhadap Ag tertentu ® baik, cukup, rendah ® keberhasilan vaksinasi tidak 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. kualitas vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. cara pemberian, misal polio oral ® imunitas lokal dan sistemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dosis vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tinggi ® menghambat respon, menimbulkan efek samping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- rendah ® tidak merangsang sel imunokompeten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Frekuensi Pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon imun sekunder ® Sel efektor aktif lebih cepat, lebih tinggi produksinya, afinitas lebih tinggi. Frekuensi pemberian mempengaruhi respon imun yang terjadi . Bila vaksin berikutnya diberikan pada saat kadar Ab spesifik masih tinggi ® Ag dinetralkan oleh Ab spesifik ® tidak merangsang sel imunokompeten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Ajuvan : Zat yang meningkatkan respon imun terhadap Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• mempertahankan Ag tidak cepat hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengaktifkan sel imunokompeten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jenis Vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksin hidup menimbulkan respon imun lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Antigen ® virus, bakteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- vaksin yang dilemahkan: polio, campak, BCG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- vaksin mati : pertusis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- eksotoksin : Toksoid, dipteri, tetanus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ajuvan : persenyawaan aluminium&lt;br /&gt;2. Cairan pelarut : air, cairan garam fisiologis, kultur jaringan, telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal – hal yang merusak vaksin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Panas ® semua vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sinar matahari ® BCG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembekuan ® toxoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Desinfeksi/antiseptik : sabun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal Imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk keseragaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendapatkan respon imun yang baik ® Berdasarkan keadaan epidemiologi, prioritas penyebab kematian, kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI BCG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksin BCG tidak dapat mencegah seseorang terhindar dari infeksi M. tuberculosa 100%, tapi dapat mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut, Berasal dari bakteri hidup yang dilemahkan ( Pasteur Paris 1173 P2), Ditemukan oleh Calmette dan Guerin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan sebelum usia 2 bulan Disuntikkan intra kutan di daerah insertio m. deltoid dengan dosis 0,05 ml, sebelah kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi ulang tidak perlu, keberhasilan diragukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksin BCG berbentuk bubuk kering harus dilarutkan dengan 4 cc NaCl 0,9%. Setelah dilarutkan harus segera dipakai dalam waktu 3 jam, sisanya dibuang. Penyimpanan pada suhu Cara penyuntikan BCG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bersihkan lengan dengan kapas air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Letakkan jarum hampir sejajar dengan lengan anak dengan ujung jarum yang berlubang menghadap keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suntikan 0,05 ml intra kutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merasakan tahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- benjolan kulit yang pucat dengan pori- pori yang khas diameter 4-6 mm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa suntikan intra kutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin BCG ® lapisan chorium kulit sebagai depo ®berkembang biak® reaksi indurasi, eritema, pustula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah cukup berkembang ® sub kutan® kapiler, kelenjar limfe, peredaran darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi kulitnya tipis®intra kutan sulit ® sering suntikan terlalu dalam (sub kutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi sesudah imunisasi BCG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Reaksi normal ® lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 2 minggu ® indurasi, eritema, kemudian menjadi pustula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 3-4 minggu ® pustula pecah menjadi ulkus (tidak perlu pengobatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 8-12 minggu ® ulkus menjadi scar diameter 3-7 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Reaksi regional pada kelenjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Merupakan respon seluler pertahanan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kadang terjadi ® di kelj axila dan servikal (normal BCG-it is)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelenjar berkonsistensi padat, tidak nyeri, demam (-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Akan mengecil 1-3 bulan kemudian tanpa pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abses di tempat suntikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Abses bersifat tenang (cold abses) ® tidak perlu terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Oleh karena suntikan sub kutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Abses matang ® aspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Limfadenitis supurativa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Oleh karena suntikan sub kutan atau dosis tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terjadi 2-6 bulan sesudah imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terapi tuberkulostatik ® mempercepat pengecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pada yang pernah tertular TBC:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Koch Phenomenon ® reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) ® 4-6 minggu timbul scar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi bayi &gt; 2 bulan ® tes tuberkulin (Mantoux)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menyuntikkan 0,1 ml PPD di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembacaan dilakukan setelah 48 – 72 jam penyuntikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kontraindikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Respon imunologik terganggu : infeksi HIV, def imun kongenital, leukemia, keganasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Respon imunologik tertekan: kortikosteroid, obat kanker, radiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI HEPATITIS B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin berisi HBsAg murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan sedini mungkin setelah lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Suntikan secara Intra Muskular di daerah deltoid, dosis 0,5 ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bayi lahir dari ibu HBsAg (+) diberikan imunoglobulin hepatitis B 12 jam setelah lahir + imunisasi Hepatitis B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis kedua 1 bulan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis ketiga 5 bulan berikutnya (usia 6 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi ulangan 5 tahun kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kadar pencegahan anti HBsAg &gt; 10mg/ml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Produksi vaksin Hepatitis B di Indonesia, mulai program imunisasi pada tahun 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Demam ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perasaan tidak enak pada pencernaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekasi nyeri pada tempat suntikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kontraindikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI POLIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin dari virus polio (tipe 1,2 dan 3) yang dilemahkan, dibuat dlm biakan sel-vero : asam amino, antibiotik, calf serum dalam magnesium klorida dan fenol merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin berbentuk cairan dengan kemasan 1 cc atau 2 cc dalam flacon, pipet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemberian secara oral sebanyak 2 tetes (0,1 ml)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin polio diberikan 4 kali, interval 4 minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi ulangan, 1 tahun berikutnya, SD kelas I, VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anak diare ® gangguan penyerapan vaksin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ada 2 jenis vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- IPV ® salk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- OPV ® sabin ® IgA lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penyimpanan pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Virus vaksin bertendensi mutasi di kultur jaringan maupun tubuh penerima vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Beberap virus diekskresi mengalami mutasi balik menjadi virus polio ganas yang neurovirulen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Paralisis terjadi 1 per 4,4 juta penerima vaksin dan 1 per 15,5 juta kontak dengan penerima vaksin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra indikasi : defisiensi imunologik atau kontak dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI DPT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- toxoid difteri ® racun yang dilemahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bordittela pertusis ® bakteri yang dilemahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- toxoid tetanus ® racun yang dilemahkan (+) aluminium fosfat dan mertiolat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Merupakan vaksin cair. Jika didiamkan sedikit berkabut, endapan putih didasarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan pada bayi &gt; 2 bulan oleh karena reaktogenitas pertusis pada bayi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis 0,5 ml secara intra muskular di bagian luar paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi dasar 3x, dengan interval 4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin mengandung Aluminium fosfat, jika diberikan sub kutan menyebabkan iritasi lokal, peradangan dan nekrosis setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pasca imunisasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Demam, nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari ® diberikan anafilatik + antipiretik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi ® demam &gt; 40°C, kejang, syok ® imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DPaT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraindikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelainan neurologis n terlambat tumbuh kembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ada riwayat kejang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penyakit degeneratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pernah sebelumnya divaksinasi DPT menunjukkan: anafilaksis, ensefalopati, kejang, renjatan, hiperpireksia, tangisan/teriakan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI CAMPAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksin dari virus hidup (CAM 70- chick chorioallantonik membrane) yang dilemahkan + kanamisin sulfat dan eritromisin Berbentuk beku kering, dilarutkan dalam 5 cc pelarut aquades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan pada bayi umur 9 bulan oleh karena masih ada antibodi yang diperoleh dari ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis 0,5 ml diberikan sub kutan di lengan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Disimpan pada suhu 2-8°C, bisa sampai – 20 derajat celsius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin yang telah dilarutkan hanya tahan 8 jam pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika ada wabah, imunisasi bisa diberikan pada usia 6 bulan, diulang 6 bulan kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping: demam, diare, konjungtivitis, ruam setelah 7 – 12 hari pasca imunisasi. Kejadian encefalitis lebih jarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraindikasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* infeksi akut dengan demam, defisiensi imunologik, tx imunosupresif, alergi protein telur, hipersensitifitas dng kanamisin dan eritromisin, wanita hamil.&lt;br /&gt;* Anak yang telah diberi transfusi darah atau imunoglobulin ditangguhkan minimal 3 bulan.&lt;br /&gt;* Tuberkulin tes ditangguhkan minimal 2 bulan setelah imunisasi campak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI HIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk mencegah infeksi SSP oleh karena Haemofilus influenza tipe B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan MULAI umur 2-4 bulan, pada anak &gt; 1 tahun diberikan 1 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin dalam bentuk beku kering dan 0,5 ml pelarut dalam semprit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis 0,5 ml diberikan IM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Disimpan pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Di Asia belum diberikan secara rutin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi rutin diberikan di negara Eropa, Amerika, Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI MMR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan vaksin hidup yang dilemahkan terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Measles strain moraten (campak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mumps strain Jeryl lynn (parotitis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rubela strain RA (campak jerman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diberikan pada umur 15 bulan. Ulangan umur 12 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosis 0,5 ml secara sub kutan, diberikan minimal 1 bulan setelah suntikan imunisasi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra indikasi: wanita hamil, imuno kompromise, kurang 2-3 bulan sebelumnya mendapat transfusi darah atau tx imunoglobulin, reaksi anafilaksis terhadap telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI TYPHUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedia 2 jenis vaksin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- suntikan (typhim) ® &gt;2 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- oral (vivotif) ® &gt; 6 tahun, 3 dosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Typhim (Capsular Vi polysaccharide-Typherix) diberikan dengan dosis 0,5 ml secara IM. Ulangan dilakukan setiap 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Disimpan pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak mencegah Salmonella paratyphi A atau B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunitas terjadi dalam waktu 15 hari sampai 3 minggu setelah imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pasca imunisasi: demam, nyeri ringan, kadang ruam kulit dan eritema, indurasi tempat suntikan, daire, muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI VARICELLA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaksin varicella (vaRiLrix) berisi virus hidup strain OKA yang dilemahkan. Bisa diberikan pada umur 1 tahun, ulangan umur 12 tahun. Vaksin diberikan secara sub kutan Penyimpanan pada suhu 2-8°C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraindikasi: demam atau infeksi akut, hipersensitifitas terhadap neomisin, kehamilan, tx imunosupresan, keganasan, HIV, TBC belum tx, kelainan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi imunisasi sangat minimal, kadang terdapat demam dan erupsi papulo-vesikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMUNISASI HEPATITIS A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi diberikan pada daerah kurang terpajan, pada anak umur &gt; 2 tahun. Imunisasi dasar 3x pada bulan ke 0, 1, dan 6 bulan kemudian. Dosis vaksin (Harvix-inactivated virus strain HM 175) 0,5 ml secara IM di daerah deltoid. Reaksi yag terjadi minimal kadang demam, lesu, lelah, mual-muntah dan hialng nafsu makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VAKSIN COMBO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda, misal DPT + hepatitis B +HiB atau Gabungan beberapa antigen dari galur multipel yg berasal dari organisme penyakit yang sama, misal: OPV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jumlah suntikan kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jumlah kunjungan kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lebih praktis, compliance dan cakupan naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penambahan program imunisasi baru mudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Imunisasi terlambat mudah dikejar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Biaya lebih murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya proteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titer antibodi salah satu antigen lebih rendah namun masih diatas ambang protektif. Efektivitasnya sama di berbagai jadwal imunisasi. Bisa terjadi kemampuan membuat antibodi utk mengikat antigen berkurang. Dapat terjadi respon imun antigen kedua berubah. Reaktogenitas yang ditentukan terutama oleh ajuvan tidak berbeda jauh. Nyeri berat lebih sering terjadi pada vaksin kombo (Bogaerts, Belgia). Cakupan imunisasi menjadi lebih tinggi. KIPI pada dosis vaksin ekstra tidak bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COLD CHAIN (RANTAI DINGIN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vaksin harus disimpan dalam keadaan dingin mulai dari pabrik sampai ke sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Simpan vaksin di lemari es pada suhu yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pintu lemari es harus selalu tertutup dan terkkunsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Simpan termometer untuk memonitor lemari es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Taruh vaksin Polio, Campak, pada rak I dekat freezer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk membawa vaksin ke Posyandu harus menggunakan vaccine carrier/ termos yang berisi es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari tulisan : dr. B Gebyar TB, SpA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-366087164338910072?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/366087164338910072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/imunisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/366087164338910072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/366087164338910072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/imunisasi.html' title='IMUNISASI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7940825564409736806</id><published>2009-09-08T20:10:00.001-07:00</published><updated>2009-09-08T20:10:53.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>AVIAN INFLUENZA (FLU BURUNG)</title><content type='html'>TENTANG AI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Avian Influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus Yang Tergolong :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famili   : Orthomyxoviridae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus  : Virus Influenza Tipe A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 RNA Gene Segments&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Glikoprotein Permukaan Penting :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemaglutinin (H)    : 1 � 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neuraminidase (N)  : 1 � 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subtipe Virus AI Ditentukan Berdasarkan H DAN N&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-Sifat Virus Avian Influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mudah Mengalami Mutasi&lt;br /&gt;    * Virus Mudah Mati Di Luar Tubuh Ayam  (Tidak Stabil Di Lingkungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o Mudah mati oleh panas, kekeringan, sinar ultraviolet, dan berbagai desinfektan yang umum di lapangan (deterjen, Bahan yang mengandung formalin, yodium amonium kuaternar, NA-Hipoklorit, Klorin, Senyawa Fenol) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekologi Virus Avian Influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Virus AI dapat menginfeksikan berbagai jenis unggas dan mamalia dan menimbulkan penyakit yang fatal.&lt;br /&gt;    * Hospes alami dan reservoir virus AI adalah unggas air liar&lt;br /&gt;    * Unggas air biasanya menunjukan  infeksi pencernaan asimptomatik, tetapi dapat membebaskan virus dalam jumlah yang besar melalui feses&lt;br /&gt;    * Virus HPAI tidak ditemukan pada reservoir unggas liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Penularan Virus AI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Horizontal&lt;br /&gt;          o Dapat menular secara aerosol (kontak dekat - pernapasan) atau kotoran/bahan yang tercemar - mulut&lt;br /&gt;          o Langsung: kontak dengan ayam sakit atai reservoir virus AI (unggas lain)&lt;br /&gt;          o Tidak langsung: orang, bahan, perlengkapan/alat, kendaraan yang tercemar oleh virus AI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Virus  Avian Influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ayam Sakit&lt;br /&gt;          o Leleran tubuh (hidung, mulut, mata)&lt;br /&gt;          o Feses&lt;br /&gt;    * Unggas Lain Yang Tertular Virus AI&lt;br /&gt;          o Burung puyuh, itik, angsa, burung peliharaan, burung liar&lt;br /&gt;    * Burung peliharaan sebagai sumber infeksi virus HPAI yang potensial&lt;br /&gt;    * Hewan lain (mungkin)&lt;br /&gt;          o Mamalia (khususnya babi)&lt;br /&gt;    * Manusia (pernah kontak dengan virus AI)&lt;br /&gt;    * Bahan, Peralatan, kendaraan yang tercemar virus AI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7940825564409736806?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7940825564409736806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/avian-influenza-flu-burung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7940825564409736806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7940825564409736806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/avian-influenza-flu-burung.html' title='AVIAN INFLUENZA (FLU BURUNG)'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1573439708311465579</id><published>2009-09-08T20:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T20:05:36.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>FLU BABI (SWINE INFLUENZA)</title><content type='html'>FLU BABI (SWINE INFLUENZA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PANDEMIK FLU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tahun 1918 – 1919 di Spanyol disebut dengan “Spanish  Flu”, penyebab utama virus H1N1 menyebabkan kematian 50 juta orang. &lt;br /&gt;    * Tahun 1968 – 1969 di Hongkong disebut “Flu  Hongkong”, penyebab utama virus H3N2 menyebabkan kematian 1  juta orang&lt;br /&gt;    * Tahun 2009 di Amerika Utara (USA+Mexico), Eropa,  Afrika, Australia, Selandia Baru dan Asia termasuk Indonesia, kematian 238  orang (sumber WHO, 24 Juni 2009), penyebab nya adalah virus H1N1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA ITU FLU BABI (SWINE INFLUENZA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyakit pernafasan pada babi yang disebabkan  oleh Virus influenza type – A (Orthomyxovirus)&lt;br /&gt;    * H1N1 , H1N2, H3N1, H3N2, H4N6 serta rekombinan  lainnya&lt;br /&gt;    * H1N1 dan H3N2 yang paling umum dan berbahaya  (high patogenic)&lt;br /&gt;    * Hewan rentan (mudah terinfeksi) adalah babi  termasuk babi hutan (celeng)&lt;br /&gt;    * Virus tidak tahan panas, asam, detergen, tidak  tahan lama di udara terbuka  dan  Desinfektan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM TIPE VIRUS INFLUENZA&lt;br /&gt;  Famili : Orthomyxoviridae (RNA Virus) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tipe A : Avian atau Unggas, Manusia, Babi,  Kuda, mamalia&lt;br /&gt;    * Tipe B : Hanya Manusia&lt;br /&gt;    * Tipe C : Manusia, tidak menyebabkan penyakit yang parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA KLINIS PADA BABI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Demam tinggi &lt;br /&gt;    * Babi sering batuk (menyalak)&lt;br /&gt;    * Keluarnya discharge (lendir) dari hidung yang  berlebihan&lt;br /&gt;    * Bersin – bersin&lt;br /&gt;    * Kesulitan bernafas (dyspnea)&lt;br /&gt;    * Nafsu makan berkurang&lt;br /&gt;    * Lemah dan lesu, bulu kusam dan mukosa mata kotor&lt;br /&gt;    * Pada babi bunting bisa mengalami keguguran  (abortus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PENULARAN ATAU TRANSMISI PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sering terjadi di negara 4 musim, terutama pada  musim gugur atau salju (musim dingin)&lt;br /&gt;    * Bisa juga terjadi di negara tropis pada musim  apa saja dan kapan saja&lt;br /&gt;    * Proses penularan sangat cepat , melalui kontak  langsung, udara, droplet (ingus/ cairan tubuh) dan peralatan tercemar&lt;br /&gt;    * TIDAK DITULARKAN  MELALUI PRODUK PANGAN  ASAL BABI (DAGING,  SOSIS, dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES PENULARAN KE MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Flu Babi bisa menular ke manusia tapi  kejadiannya sangat jarang (di Mexico penderita tidak ada sejarah pernah kontak  dengan babi)&lt;br /&gt;    * Gejala apabila manusia terinfeksi flu babi :&lt;br /&gt;    * Demam  tinggi di atas 38 C&lt;br /&gt;    * Batuk,  gatal-gatal, sakit kepala, badan nyeri dan linu, hidung tersumbat atau meler  terus &lt;br /&gt;    * Kadang  bisa terjadi muntah-muntah atau diare&lt;br /&gt;    * Penularan melalui kontak langsung atau dari  manusia lain yang terinfeksi (kontak langsung atau udara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bisa bersifat akut (sangat cepat, dalam hitungan  jam sampai hari)&lt;br /&gt;    * Bisa juga bersifat kronis atau subklinis (proses  lama hari-minggu)&lt;br /&gt;    * Hal di atas tergantung terhadap sistem kekebalan  (sistem imun) tubuh babi tersebut dan jenis virus yang menginfeksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA ,PENGOBATAN DAN PENGENDALIAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bisa di diagnosa berdasar gejala klinis, isolasi  virus (identifikasi jenis virus) di laboratorium menggunakan rapid test, ELISA,  maupun PCR&lt;br /&gt;    * Untuk pengobatan sejauh ini tidak ada yang  efektif, tapi untuk mencegah infeksi sekunder bakteri bisa diberikan  antibiotika dan supportive therapy (pengobatan bertujuan untuk mengurangi  keparahan pada gejala klinis yang terjadi) &lt;br /&gt;    * Vaksinasi, memperketat importasi babi dan produk  turunannya, Good farming Practices, Biosecurity, dan animal welfare  (kesejahteraan hewan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL  YANG DILAKUKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Monitoring dan surveilans terhadap usaha  peternakan babi yang berada di wilayah Jawa Barat&lt;br /&gt;    * Melakukan pengawasan secara ketat lalu lintas  ternak babi hidup dan produk daging babi segar&lt;br /&gt;    * Melakukan pengawasan terhadap pemotongan ternak  babi dengan menerapkan pemeriksaan ante mortem dan Post mortem serta hanya  mengijinkan babi yang sehat saja yang dipotong &lt;br /&gt;    * Kegiatan sosialisasi&lt;br /&gt;    * Biosecurity di RPH babi, kandang maupun pos  pengawasan lalu lintas ternak&lt;br /&gt;    * Bekerja sama antar instansi terkait &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAN DAN REKOMENDASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penertiban  izin usaha peternakan babi sesuai dengan Perda tentang pengaturan usaha ternak  babi.&lt;br /&gt;    * Pengawasan  ketat terhadap lalu lintas ternak babi hidup dan produk asal babi&lt;br /&gt;    * Pengawasan  yang ketat di RPH babi dengan penerapan pemeriksaan ante dan post mortem&lt;br /&gt;    * Untuk  lalu lintas ternak babi hidup antar Kab/Kota   dan atau antar Provinsi harus diperiksa Dokter Hewan, dan hanya ternak  yang sehat yang dapat dilalulintaskan serta harus dilengkapi SKKH (Surat  Keterangan Kesehatan Hewan) dari daerah asal&lt;br /&gt;    * Melakukan  Kegiatan Sosialisasi tentang : tata laksana pemeliharaan babi dan menghindari  pencemaran lingkungan, pemisahan ternak babi dengan ternak lainnya, peningkatan  biosecurity, sistem pelaporan dini apabila ditemukan babi yang diduga  terinfeksi flu babi kepada petugas kesehatan hewan berwenang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait flu babi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * http://www.disnak.jabarprov.go.id/artikel-flu-babi&lt;br /&gt;    * http://id.news.yahoo.com/fc/flu-babi.html&lt;br /&gt;    * http://kesehatan.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1573439708311465579?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1573439708311465579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/flu-babi-swine-influenza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1573439708311465579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1573439708311465579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/09/flu-babi-swine-influenza.html' title='FLU BABI (SWINE INFLUENZA)'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-4377407196132578233</id><published>2009-08-22T03:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T03:28:42.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>KISTA</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;KISTA&lt;br /&gt;Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum ( sel telur ). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium mensekresikan hormon – hormon penting seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim), di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri. Sepasang ovarium tersebut menghasilkan 300.000 sel telur. Sel telur yang dikelilingi oleh lapisan sel epiteloid granulosa disebut folikel. Dari hasil penelitian diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH ( Follicle-Stimulating Hormone) dan LH ( Luteinizing Hormone).&lt;br /&gt;Suatu tumor jinak dapat mengenai indung telur, berupa kantong yang berisi cairan berwarna coklat yang biasa disebut dengan kista indung telur. Kista indung telur biasanya tidak bersifat kanker. Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker. Kista yang besar atau kista yang berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita membuncit. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang dan rasa sakit saat berhubungan seksual.&lt;br /&gt;Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Sehingga banyak penderita tidak menyadarinya. Namun jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.&lt;br /&gt;Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dai perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau perdarahan diantara periode haid. Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar&lt;br /&gt;Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;Beberapa tipe umum kista indung telur adalah:&lt;br /&gt;Kista folikel&lt;br /&gt;Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu) .&lt;br /&gt;Kista lutein&lt;br /&gt;Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;a. Kista granulosa lutein&lt;br /&gt;Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut.&lt;br /&gt;Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.&lt;br /&gt;b. Kista theca lutein&lt;br /&gt;Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.&lt;br /&gt;Kista polisistik indung telur&lt;br /&gt;Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan (infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Penyakit polisistik indung telur juga merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin.&lt;br /&gt;Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound, laparoskopi atau melaui operasi.&lt;br /&gt;Diagnosa &lt;br /&gt;Pemeriksaan USG masih menjadi pilihan utama untuk mendeteksi adanya kista. Selain itu, MRI dan CT Scan bisa dipertimbangkan tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya. &lt;br /&gt;Komplikasi &lt;br /&gt;Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas namun dianjurkan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium. &lt;br /&gt;Faktor resiko lain yang dicurigai adalah penggunaan kontrasepsi oral terutama yang berfungsi menekan terjadinya ovulasi. Maka dari itu bila seorang wanita usia subur menggunakan metode konstrasepsi ini dan kemudian mengalami keluhan pada siklus menstruasi, lebih baik segera melakukan pemeriksaan lengkap atas kemungkinan terjadinya kanker ovarium. &lt;br /&gt;Pengobatan &lt;br /&gt;Umumnya kista ovarium pada wanita usia subur akan menghilang dengan sendirinya dalam 1 sampai 3 bulan. Meskipun ada diantaranya yang pecah namun tidak akan menimbulkan gejala yang berarti. Kista jenis ini termasuk jinak dan tidak memerlukan penanganan medis. Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. &lt;br /&gt;Meskipun demikian, pengawasan tetap harus dilakukan terhadap perkembangan kista sampai dengan beberapa siklus menstruasi. Bila memang ternyata tidak terlalu bermakna maka kista dapat diabaikan karena akan mengecil sendiri. &lt;br /&gt;Pemeriksaan USG sangat berperanan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Jangan lupa untuk segera membawa jaringan kista ke laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui kemungkinan kista tersebut berkembang menjadi kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan secara medis secara spesifikasi&lt;br /&gt;Kista folikel. Kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 60 hari. Tetapi harus tetap dikonsultasikan pada dokter.&lt;br /&gt;Kista lutein&lt;br /&gt;a. Kista granulosa lutein yang sering terjadi pada wanita hamil akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi.&lt;br /&gt;b. Kista teka lutein akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.&lt;br /&gt;Kista polisistik indung telur. Untuk kista yang persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit. Bagi wanita yang menjalani operasi kista indung telur, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam masa penyembuhan.&lt;br /&gt;Pengobatan secara tradisional: &lt;br /&gt;Pengobatan secara tradisional juga bisa dilakukan dengan ramuan tanaman berkhasiat obat. Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium/indung telur.&lt;br /&gt;60 gram temu putih segar + 15 gram sambiloto kering atau 30 gram yang segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.&lt;br /&gt;30 gram daun dewa segar + 50 gram temu mangga + 5 gram daging buah mahkota dewa kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.&lt;br /&gt;60 gram benalu yang hidup di pohon teh + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular kembang putih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;pilih salah satu resep, lakukan secara teratur, dan tetap konsultasi ke dokter&lt;br /&gt;untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel atau panci kaca.&lt;br /&gt;Rumput lidah ular kembang putih kering dapat dibeli di toko obat tionghoa dengan nama bai hua she she cao.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-4377407196132578233?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/4377407196132578233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/kista.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4377407196132578233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4377407196132578233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/kista.html' title='KISTA'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-3159624955470857826</id><published>2009-08-21T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T08:47:38.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>PRIA JUGA BISA KENA KANKER PAYUDARA</title><content type='html'>Kemarin kita pernah belajar bersama tentang kaker payudara pada wanita. kini saatnya kita bersama-sama lagi belajar tentang kanker payudara pada pria, apa ada? apa bisa laki-laki terkena penyakit kanker pada payudaranya? mari kita belajar bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, walaupun terbilang sangat jarang, kanker payudara ini juga bisa terjadi pada kaum pria. Yah, meski tidak berkembang seperti payudara pada wanita, tetapi kaum pria tetap memiliki&lt;br /&gt;jaringan-jaringan yang sama dengan payudara wanita. Artinya, mereka pun punya peluang menderita kanker payudara, walaupun peluangnya tergolong kecil, hanya satu diantara 100.000 pria. Peluangnya memang sangat kecil dibandingkan wanita, karena pria memproduksi lebih sedikit hormon estrogen, yaitu hormon wanita yang diketahui menjadi salah satu kontributor terjadinya kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya kaum wanita, resiko terjadinya kanker payudara juga meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Umumnya, kejadian ini terjadi pada usia 60an dan 70an. Hanya ada sedikit sekali kasus yang ekstrem dimana kanker payudara ini terjadi pada pria di bawah usia 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebanyakan kasus kanker payudara yang menimpa pria, para pria tersebut akan mengalami pembesaran payudara yang abnormal. Pembesaran payudara ini bisa disebabkan karena obat-obatan atau hormon, bisa juga karena sindrom Klinefelter, yaitu sindrom kelainan genetika pada pria di mana salah satu ciri penderitanya adalah memiliki payudara yang membesar. Kanker payudara juga bisa disebabkan karena faktor-faktor lain, seperti akibat terpapar radiasi, meningkatnya kadar hormon estrogen yang abnormal, atau juga apabila ada riwayat keluarga sedarah dengan kanker payudara (baik wanita maupun pria). Sekitar 20% penderita kanker payudara pria memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala kanker payudara pada pria sama dengan kanker payudara pada wanita. Payudara terasa ada benjolan lunak, adanya perubahan pada puting, ataupun pendarahan pada puting. Tapi pria sulit melakukan pemeriksaan payudara mandiri untuk mendeteksi, sebagaimana halnya wanita. Hal ini karena jaringan payudara pada pria terlalu sedikit, sehingga sulit untuk dirasakan perbedaannya. Jadi, saat kanker tersebut terdeteksi, misalnya ada pendarahan di puting susu, biasanya sudah sangat terlambat karena kankernya sudah menyebar ke jaringan-jaringan di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan kanker payudara pada pria sama dengan cara pemeriksaan kanker payudara pada wanita. Pemeriksaan dengan tehnik biopsi, yaitu dengan mengambil sampel jaringan pada bagian yang dicurigai terkena kanker, lalu diperiksa dengan mikroskop di laboratorium untuk melihat apakah jaringan tersebut terkena kanker. Apabila positif, maka ditindaklanjuti dengan pengobatan, baik itu terapi hormon, radiasi, kemoterapi, sampai dengan operasi. Yang menarik adalah, penderita pria memberikan respon yang lebih baik daripada wanita dalam pengobatan dengan terapi hormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penyakit ini ditemukan pada stadium awal, misalnya benjolan lunak sudah terasa pada saat pemeriksaan mandiri, maka kesempatan untuk bisa sembuh sangat besar. Jika penyakit kanker terdeteksi, pengobatannya sangat tergantung pada stadium atau tingkat keparahan kanker tersebut, usia penderita, dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;1.  http://www.mayoclinic.com/health/male-breast-cancer/DS00661/&lt;br /&gt;2.  wherehealthbegins magazine, januari 2003&lt;br /&gt;3.  http://www.cancer.org/docroot/cri/content/cri_2_4_2x_what_are_the_risk_factors_for_male_breast_&lt;br /&gt;cancer_28.asp?sitearea=cri&lt;br /&gt;4.  mediasehat.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-3159624955470857826?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/3159624955470857826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/pria-juga-bisa-kena-kanker-payudara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3159624955470857826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3159624955470857826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/pria-juga-bisa-kena-kanker-payudara.html' title='PRIA JUGA BISA KENA KANKER PAYUDARA'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-6327883204984403479</id><published>2009-08-13T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T21:56:50.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>HIPOGLIKEMI</title><content type='html'>HYPOGLIKEMIA ...kondisi yg diwaspadai...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypoglikemia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memahami bahwa..pada pasien diabetes, "pengaturan glukosa darah' terganggu / tidak normal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk reflek atau dan kesadaran terhadap hipoglikemia..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada orang normal....jika terjadi hipoglikemia maka akan timbul reflek 'lapar'&lt;br /&gt;tetapi pada pasien diabetes 'kesadaran hipoglikemia' tersebut terkadang tidak dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada pasien Diabetes...hipoglikemia umumnya terjadi karena penata laksanaan pemakaian / penyuntikan insulin atau obat diabetikum oral., yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tempat penyuntikan insulin perlu diperhtikan, karena akan memberikan 'BE' / "ketersediaan obat dalam tubuh' juga akan berbeda, sehingga pada kondisi tertentu bisa terjadi penyerapan kedalam darah yg terlalucepat dan dapat mengakibatkan hipoglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aktifitas yg dilakukan segera setelah penyuntikan insulin / oral.&lt;br /&gt;Aktifitas yg berlebihan yg dilakukan setelah pemakaian insulin / obat oral, bisa mengakibatkan hipoglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makana yg dikunsumsi sebelum atau sesudah pemakaian insulin / obat oral akan mempengaruhi jumlah kebutuhan insulin. hal ini harus diperhatikan untuk menghitung dosis. jika pasien dalam kondisi setelah makan mengkonsumsi sejumlah x insulin / obat oral,maka ketika jumlah x tersebut dikonsumsi pada perut kosong ( belum makan atau puasa ) maka hal ini dapat mengakibatkan hipoglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya, pasien diabetes disarankan selalu membawa 'permen gula / manisan' untuk pertolongan pertama jika terjadi hipoglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipoglikenmia ini akan sangat berbahaya pada pasien diabetes...:dengan mekanisme :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika gula tidak lagi cukup ( hipoglikemia ) maka sel akan merombak / metabolisme lemak untuk kebutuhan energi, sehingga akan menghasilkan metabolit 'keton', sehingga tubuh kelebihan senyawa keton ini ( bau mulut akan berbau seperti logam / minyak cat ( senyawa keton )).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi ketoasidosis ini akan mengakibatkan kerusakan organ, dan hilangnya kesadaran / koma diabetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada diabetes gestasional merupakan kondisi emergensi, dg angka kematian janin 50 % dan angka mortalitas ibu 5 %. ( Griffin et al, 1996 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita paham, kehamilan meningkatkan rangsangan muntah, sedangkan muntah juga akan meningkatkan resiko keroasidosis, maka pada pasien DG, muntah harus segera dihentikan, pasien harus di rumah sakit kan segera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-6327883204984403479?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/6327883204984403479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/hipoglikemi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6327883204984403479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6327883204984403479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/hipoglikemi.html' title='HIPOGLIKEMI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7218838299397864048</id><published>2009-08-13T21:36:00.001-07:00</published><updated>2009-08-13T21:44:21.774-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Post Persalinan'/><title type='text'>INISIASI MENYUSUI DINI</title><content type='html'>Inisiasi Menyusui Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ibu tidak tahu bahwa membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran atau yang biasa disebut proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat bermanfaat. Proses yang hanya memakan waktu satu jam tersebut berpengaruh pada sang bayi seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini, bayi belajar beradaptasi dengan kelahirannya di dunia. Dia yang baru saja keluar dari “tempat ternyaman di dunia” di dalam rahim sang Ibu, tentunya merasa trauma ketika harus berada di dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kedekatan antara ibu dengan bayinya akan terbentuk dalam proses Inisiasi Menyusu Dini tersebut. Sebab, dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop hingga mencapai 25%. Ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan berada dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kemampuan bayi untuk menyusu pun berkurang. dr. Radix Hadriyanto SpA dari RS Adi Husada menyatakan, sebanyak 50 persen bayi lahir normal yang dipisahkan dari ibunya saat dilahirkan tidak dapat menyusu, sedangkan bayi yang lahir dengan bantuan tindakan atau obat-obatan dan dipisahkan dari ibunya nyaris semua tidak dapat menyusu. “Kedekatan ibu dan bayi setelah dilahirkan sangat penting untuk proses selanjutnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan Inisiasi Menyusu Dini dipercaya akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit-penyakit yang berisiko kematian tinggi. Misalnya kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit lainnya. Tidak hanya itu, Inisiasi Menyusui Dini juga dinyatakan menekan Angka Kematian Bayi (AKB) baru melahirkan hingga mencapai 22 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia saat ini tercatat Angka Kematian Bayi masih sangat tinggi yaitu 35 tiap 1.000 kelahiran hidup, itu artinya setiap hari 250 bayi meninggal, dan sekitar 175.000 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Jika diibaratkan seolah-olah setiap hari ada satu jumbo jet yang seluruh penumpangnya bayi jatuh, dan akhirnya semua penumpangnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian yang dilakukan di Ghana dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah "Pediatrics", 22 persen kematian bayi yang baru lahir - yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama – dapat dicegah bila bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. Mengacu pada hasil penelitian itu, maka diperkirakan program "Inisiasi Menyusui Dini" dapat menyelamatkan sekurang-kurangnya 30.000 bayi Indonesia yang meninggal dalam bulan pertama kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemberian ASI dalam satu jam pertama, bayi akan mendapat zat-zat gizi yang penting dan mereka terlindung dari berbagai penyakit berbahaya pada masa yang paling rentan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengajar di akademi Gizi Surabaya, dr. Benny Soegianto MPH mengatakan, ASI adalah sumber imunitas tubuh bagi bayi. “Di dalam ASI terkandung sel darah putih dan antibodi yang berfungsi menangkal penyakit,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pula sebabnya Inisiasi Menyusui Dini tahun ini menjadi tema "Pekan ASI se-Dunia", sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) atau Asosiasi ASI Dunia yang dilakukan 1-7 Agustus 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 hanya ada empat persen bayi yang mendapat ASI dalam satu jam kelahirannya. Sedemikian pentingnya pemberian ASI secara dini tersebut, Ibu Negara Ani Yudhoyono sampai menghimbau semua petugas kesehatan yang terlibat dalam persalinan, termasuk dokter, suster, dan bidan, agar membantu ibu-ibu melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini segera setelah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sangat ironis, apalagi lanjut Survei Demografi Kesehatan Indonesia, hanya delapan persen bayi Indonesia yang mendapat ASI eksklusif enam bulan, sedangkan pemberian susu formula terus meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2006 lalu Departemen Kesehatan dan jajaran di bawahnya, termasuk Dinas Kesehatan Kota Surabaya melatih tenaga kesehatan dan kader masyarakat mengenai konseling menyusui dengan tujuan meningkatkan pemberian ASI eksklusif yang dapat mengurangi masalah kurang gizi serta kematian Balita di Indonesia. Menurut dr. Benny, peningkatan pemberian ASI eksklusif kepada bayi-bayi Indonesia akan mengurangi masalah gizi dan kesehatan pada Balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI bukan cuma sumber gizi terbaik, tetapi dapat menyelamatkan jiwa bayi pada bulan-bulan pertama yang rawan, tambahnya. Data UNICEF menyebutkan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran dapat mencegah kematian sekitar 1,3 juta bayi di seluruh dunia tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya Inisiasi Menyusu Dini itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi Menyusu Dini adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran. Hal ini merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita. Melakukannya juga tidak sulit, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Inisiasi Menyusu Dini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit bertemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak-injak perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setelah melakukan gerakan kaki tersebut, bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan juga ternyata wilayah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu. Ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat-jilat dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada si ibu dari bakteri-bakteri jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu, yang bertujuan untuk merangsang supaya Air Susu Ibu (ASI) segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Inisiasi Menyusu Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anak yang dapat menyusu dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif akan menurunkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand (permintaan si bayi tersebut). Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengisapan bayi pada payudara merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga membantu involusi uterus dan membantu mengendalikan perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari semua itu adalah ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses kehidupan manusia sebagai makhluk mamalia. Inisiasi Menyusui Dini memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi seumur hidup si Bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7218838299397864048?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7218838299397864048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/inisiasi-menyusui-dini-kebanyakan-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7218838299397864048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7218838299397864048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/inisiasi-menyusui-dini-kebanyakan-ibu.html' title='INISIASI MENYUSUI DINI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-8277500551152228650</id><published>2009-08-13T21:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T21:27:40.081-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Sehat Cantik Muslimah Ibu dan Anak (RSCMIA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sejak tanggal 12 Agustus 2009 jam 10.00 wib, resmi di buka Rumah Sehat berbasis organik dan kesehatan holistik, selain wisata kesehatan. Rumah Sehat Cantik Muslimah Ibu dan Anak dibawah pimpinan Marmi,A.Md,Keb yang biasa dipanggil bidan Ami ini memberikan pelayanan yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Konsultasi Kesehatan Reproduksi Terpadu&lt;br /&gt;b. Imunisasi TT pranikah&lt;br /&gt;c. Test Kehamilan&lt;br /&gt;d. Pemeriksaan PAP Smear&lt;br /&gt;e. Pemeriksaan IVA&lt;br /&gt;f. Pemberian Vaksin Gradasil&lt;br /&gt;g. Pemeriksaan Gula Darah &lt;br /&gt;h. Pemeriksaan Asam Urat&lt;br /&gt;i. Pemeriksaan Kolesterol&lt;br /&gt;j. Senam Hamil&lt;br /&gt;k. Senam Nifas&lt;br /&gt;l. Deteksi Dini  Kanker Payudara&lt;br /&gt;m. Konsultasi Kesehatan Ibu dan Anak&lt;br /&gt;n. SPA Baby meliputi (Brain Gym Baby, Aqua Swim Baby, Massage Baby, mani padicure, creambath baby....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan biaya yang sangat terjangkau dan pelayanan yang profesional...&lt;br /&gt;RSCMIA, begitu wisata rumah sehat yang biasa dipanggil klien-kliennya ini beralamat di beralamat di gedung kuning lantai 2. dan anda juga bisa menghubungi popi 085959525805.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOhon doa dari semuaya semoga dengan berdirinya wisata rumah sehat ini, bisa memberikan manfaat bagi ummat lebih banyak lagi. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-8277500551152228650?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/8277500551152228650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/rumah-sehat-cantik-muslimah-ibu-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8277500551152228650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8277500551152228650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/rumah-sehat-cantik-muslimah-ibu-dan.html' title=''/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-3625112940059524362</id><published>2009-08-13T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T06:40:11.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Post Persalinan'/><title type='text'>ANEKA MITOS MENYUSUI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANEKA MITOS MENYUSUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya mitos tentang menyusui membuat ibu menjadi kurang percaya diri untuk memberikan ASI kepada anaknya, ketakutan yang tidak beralasan malah makin membuat ibu-ibu berhenti menyusui dan memilih susu buatan sebagai alternatif. Diantara mitos-mitos itu adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyusui mengubah bentuk payudara wanita&lt;br /&gt; Hal ini tidak benar, yang benar adalah kehamilanlah yang menyebabkan bentuk payudara berubah. Kehamilan menyebabkan dikeluarkannya banyak hormon, yang salah satunya menyebabkan pembentukan ASI yang mengisi payudara. Tentu saja payudara yang pernah terisi ASI berbeda dengan payudara yang belum pernah terisi ASI. Dan besarnya perubahan ini tergantung dari faktor turunan, usia, dan juga penambahan berat badan selama masa kehamilan. Besarnya perubahan bentuk payudara sangat tergantung dari turunan (berediter), usia, dan juga oleh penambahan berat badan pada waktu kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyusui menyebabkan kesukaran menurunkan berat badan&lt;br /&gt;Ini juga tidak benar. Berdasarkan data yang ada, justru ditemukan banyak bukti bahwa ibu yang menyusui justru akan mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan pada wanita yang tidak menyusui. Ini dikarenakan, selama menyusui lemak yang ada di dalam tubuh ibu akan banyak digunakan dalam proses menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ASI belum keluar pada hari-hari pertama sehingga perlu diberikan tambahan susu formula.&lt;br /&gt;Sebenarnya pada hari pertama kehidupannya belum memerlukan makanan, jadi tidak diperlukan pemberian susu formula. Jika pada usia 30 menit pertama kehidupannya, bayi arus segera disusui tujuan utamanya bukanlah untuk pemberian nutrisi, tetapi untuk belajar menyusu atau membiasakan menghisap puting susu dan mempersiapkan ibu mulai memproduksi ASI. Ternyata gerakan reflek menghisap pada bayi mencapai puncaknya 20-30 menit setelah kelahirannya, selain itu setelah 30 menit pertama bayi akan melalu fase tidur, dimana kebanyakan bayi lebih menyukai tidur.&lt;br /&gt;Jika prelactal feeding/cairan lain bukan ASI diberikan hal ini hanya merugikan ibu dimana proses pembentukan ASI terlambat. Dan juga merugikan bayi, dimana bayi akan kurang mendapatkan kolostrum.  Bila bayi kurang atau tidak mendapat colostrom, akan lebih sering menderita mencret atau penyakit lain terutama bila susu formula atau cairan prelactal lainnya tercemar. Sehingga bayi akan mudah terkena penyakit. Selain itu bila cairan prelactal diberikan dengan dot, kemungkinan bayi akan mengalami kesukaran minum pada putting susu ibunya atau “bingung putting” (nipple confusion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ibu pekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif selama 4-6 bulan &lt;br /&gt;Mitos tersebut sangat tidak benar, buktinya banyak ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif selama 4-6 bulan, tanpa cuti tambahan. Kunci utamanya adalah memberi bayi ASI perahan/pompa.&lt;br /&gt;Pada ibu bekerja, cara antara lain untuk tetap dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayinya adalah dengan memberikan ASI peras/perah-nya pada bayi  selama ibu bekerja. Selama ibu ditempat  bekerja, sebaiknya ASI diperah minimum 2x 15 menits. Memerah ASI sebaiknya hanya menggunakan jari tangan, tidak menggunakan pompa yang berbentuk terompet. ASI perah tahan  6-8 jam di udara luar, 24 jam di dalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es, dan 3 bulan, apabila berada dalam freezer. Dengan bantuan “Tempat Kerja Sayang Ibu”, yaitu tempat kerja yang memungkinkan karyawati menyusui secara eksklusif,  keberhasilan ibu bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif akan menjadi lebih besar lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Payudara kecil tidak akan menghasilkan ASI yang cukup&lt;br /&gt;Mitos ini juga tiak benar. Besar kecil ukuran payudara tidak menentukan banyak sedikitnya jumlah produksi ASI. Karena besar kemungkinan bahwa payudara besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dan ASI dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk ASI/alveoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ASI yang pertama kali keluar harus dibuang karena kotor&lt;br /&gt;Mitos yang sangat salah, justru ASI yang keluar pertama kali sampai hari ke-7 ini jauh lebih bermanfaat untuk bayi. Karena ASI ini justru mengandung banyak nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang dibutuhkan oleh bayi. Asi yang keluar pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-5 s/d hari ke-7, dinamakan Colostrum, atau susu Jolong. Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur, atau protein dalam kadar yang tinggi, zat anti infeksi, atau zat daya tahan tubuh  (immunoglobulin), dalam kadar yang lebih tinggi dari pada susu mature , disamping itu juga mengandung  laktosa, atau hidrat arang, dan lemak, dalam kadar yang rendah, sehingga mudah dicerna. Volume Colostrum bervariasi antara 10 cc sampai 100 cc per hari, volume yang rendah ini memberikan beban yang minimal bagi ginjal bayi yang belum mantang. Dalam penelitian Colostrum terbukti sangat bermanfaat bagi bayi prematur dan bayi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ASI ibu yang kurang gizi, kualitasnya tidak baik&lt;br /&gt;Bayi dan ASI sebenarnya bersifat parasit. Sampai batas tertentu, kualitas dan kuantitas ASI akan tetap dipertahankan walaupun harus mengorbankan gizi ibu. Kualitas ASI baru akan berkurang apabila ibu menderita kurang gizi tingkat ke-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ASI tidak cukup dan kering, bayi tidak cukup mendapatkan ASI karena bayi rakus/minumnya banyak&lt;br /&gt;Dari 100 ibu yang mengatakan bahwa produksi ASI-nya kurang, berdasarkan penelitian ternyata hanya dua ibu yang benar-benar mengalami kekurangan roduksi ASI. Sedangkan yang lainnya sebenarnya mendapatkan produksi ASI yang cukup, tetapi kurang mendapakan informasi manajemen laktasi yang benar, posisi menyusui yang kurang tepat dan terpengaruh oleh mitos-mitos menyusui sehingga produksi ASI terhambat.&lt;br /&gt;Produksi ASI ini juga dipengaruhi oleh proses pengosongan payudara. Semakin sering payudara dikosongkan, maka semakin sering dan banyak pula payudara memproduksi ASI. ASI diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan dan kebutuhan bayi. Selama bayi masih melanjutkan permintaannya akan ASI, dengan masih mengisap ASI, selama itu payudara Ibu akan tetap melanjutkan produksinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jika ASI mengandung residu peptisida (Dioxin, DDT, PCBs) dan bahan beracun, sejauh mana bahayanya bagi bayi ?&lt;br /&gt;Banyak ibu yang gelisah dengan adanya laporan menakutkan tentang tercemarnya susu sapi dan Asi oleh zat beracun yang dapat membahayakan bayi. Sebenarnya tidak ditemukan bukti secara kedokteran adanya bayi yang sakit karena ASI yang mengandung zat-zat beracun ini.&lt;br /&gt;Didapatkan bukti bahwa menyusui mungkin bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa zat kimia yang beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran  reaktor di Chernobyl didapatkan bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit dari kadar zat ini dalam tubuh ibu. Keadaan ini membuat para ahli berkesimpulan, adanya suatu mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga didapatkan konsentrasi yang rendah dalam ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kontaminasi ASI dengan zat racun, ibu hamil atau menyusui disarankan untuk melakukan beberapa tindakan seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;a. Tidak memakan ikan tawar yang telah diketahui terkontaminasi&lt;br /&gt;b. Mengupas dan mencuci buah dan sayur dengan benar untuk meghindari residu peptisida&lt;br /&gt;c. Membuang lemak daging, ayam atau ikan karena bahan kimia berbahaya umumya melekat di lemak&lt;br /&gt;d. Menghindari produk makanan yang banyak mengandung lemak mentega&lt;br /&gt;e. Tidak melakukan diet berat saat menyusui karen penurunan berat badan secara tiba-tiba dapat memobilisasi sel lemak dan melepaskan zat kimia berbahaya yang umumnya terikat pada lemak dan memungkinkan mencapai tubuh bayi&lt;br /&gt;f. Menghindari pemakaian peptisida dan tempat-tempat peptisida digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menyusui itu merepotkan&lt;br /&gt;Coba Anda bandingkan, lebih repot mana antara menyusui atau tidak menyusui ? Kalau menyusui, Anda bisa memberikannya kapan saja dan di mana saja. Tidak perlu repot-repot membersihkan botol dan segala perangkatnya, tidak perlu menakar, tidak perlu repot memjinjing semua perlengkapan, dan tidak perlu waktu lama untuk menyiapkan. ASI sangat praktis, dimana bayi menginginkan Anda bisa memberikannya, Anda tinggal membuka payudara kemudian menyodorkan puting ke mulut bayi. Suhunya pasti pas, takarannya dijamin pas dan ibu tidak perlu repot-repot menjinjing apa-apa. Kalau Anda merasa risih menyusui di tempat umum, maka sebaiknya anda membuat model baju yang memungkinkan Anda menyusui tanpa harus mempertontonkan payudara.&lt;br /&gt;11. Sebelum menyusui harus diperas sedikit dulu untuk membuang susu basi&lt;br /&gt; Memeras/mengeluarkan sedikit ASI sebelum memuai menyusui itu benar dan memang dianjurkan. Tetapi bukan untuk membuang susu yang sudah basi. Tidak ada istilah ASI basi selama masih berada di dalam payudara ibu. Hal ini dimaksudkan agar kondisi payudara tidak terlalu kejang dan keras sehingga aliranya terlalu keras yang bisa membuat bayi kesulitan menyusui. Dan benar juga bila setelah diperas sedikit, kemudian ASI tersebut di oleskan pada puting dan areola. Hal ini diperlukan mengingat didalam ASI mengandung antibiotik dan steril, dengan begitu diharapkan puting dan areola cukup bersih untuk diisap bayi meskipun tanpa harus mencucinya terlebih dahulu&lt;br /&gt;12. Setelah bersalin haruslah meminum jamu dan membuat masakan dari tumbuh-tumbuhan yang bertonik untuk melancarkan ASI&lt;br /&gt; Mengkonsumsi sayuran dan makanan berserat tinggi memang baik bagi ibu nifas dan menyusui. Tetapi perlu diingat, bahwa tidak semua jamu tradisional bisa diterima oleh bayi. Tidak jarang karena hal tersebut banyak mendatangkan efek buruk bagi bayi, seperti bayi mencret, badan panas, demam kuning dan sebagainya. Dan perlu diingat juga bahwa tonik juga mengandung alkohol yang tidak bagus bagi siapapun. Bagi orang dewasa saja tidak boleh apalagi untuk bayi, yang pencernaannya masih sangat halus dan sensitif.&lt;br /&gt;13. Bayi yang gemuk dan montok adalah bayi yang sehat&lt;br /&gt; Tidak sepenuhnya hal ini benar. Apabila terlalu banyak memberikan bayi kita nutrisi secara berlebihan akan bisa menyebabkan bayi Obesitas (Berat badan berlebihan). Itulah gunanya posyandu diadakan, dengan menimbang berat bayi sebulan sekali, sekaligus memantau perkembangan normal berat bayi. Jadi hati-hati, apabila bayi anda mengalami pengingkatan berat badan yang cukup drastis.&lt;br /&gt;14. Menjaga makanan ibu saat dalam masa pantangan hanya dengan memberinya nasi dan ikan kering serta sedikit air saja.&lt;br /&gt; Hal ini jelas tidak benar. Justru waktu inilah ibu membutuhkan gizi dan nutrisi yang lebih banyak dari sebelumnya. Ketika menyusui ibu membutuhkan tambahan nutrisi 2 kali lebih banyak dari biasanya, yang akan dipergunakan untuk memproduksi ASI yang dibutuhkan oleh bayi. Lalu kalau hanya makan nasi, ikan asin dan air pun sedikit, bagaimana bisa menghasilkan ASI yang berkualitas bagi kesehatan dan kecerdasan bayi?....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-3625112940059524362?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/3625112940059524362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/aneka-mitos-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3625112940059524362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3625112940059524362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/aneka-mitos-menyusui.html' title='ANEKA MITOS MENYUSUI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-215857283832213730</id><published>2009-08-13T06:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T06:38:59.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>ANEKA MITOS PERSALINAN</title><content type='html'>ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan maupun kelahiran memang tidak akan pernah ada habisnya. Mitos telah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun dari orang tua kita terdahulu, menjadi suatu hal yang biasa dan sangat mereka yakini.&lt;br /&gt;Tidak sedikit mitos yang hanya tinggal mitos, bahkan tidak layak untuk sekedar diyakini. Namun ternyata banyak pula mitos yang dapat dinalar, diterima oleh akal dan ternyata ada faktanya. Sehingga tidak ada salahnya apabila sekali waktu kita mengulas soal mitos-mitos yang banyak ditemui di masyarakat sekaligus mengetahui faktanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Minum rendaman air rumput Fatimah akan merangsang mulas.&lt;br /&gt;Memang, rumput Fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Rumput fatimah atau biasa disebut Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Tapi, apa kandungan dan seberapa takarannya belum diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. Karena, rumput ini hanya boleh diminum bila pembukaannya sudah mencapai 3-5 cm, letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah lembek atau tipis, dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang, tak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Terlebih jika pembukaannya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini, bisa-bisa janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau, akhirnya dilakukan jalan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Keluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang persalinan, akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar.&lt;br /&gt;Ini tak benar! Keluarnya cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal, apalagi disertai gatal, bau, dan berwarna. Jika terjadi, segera konsultasikan ke dokter. Ingat, bayi akan keluar lewat saluran lahir. Jika vagina terinfeksi, bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancar bukan keputihan, melainkan air ketuban. Itulah mengapa, bila air ketuban pecah duluan, persalinan jadi seret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Minum minyak kelapa memudahkan persalinan.&lt;br /&gt;Minyak kelapa, memang konotasinya bikin lancar dan licin. Namun dalam dunia kedokteran, minyak tak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan persalinan. Mungkin secara psikologis, ibu hamil menyakini, dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika itu demi ketenangan psikologisnya, maka diperbolehkan, karena minyak kelapa bukan racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan.&lt;br /&gt;Madu tak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup, sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweight. Bukankah madu termasuk karbonhidrat yang paling tinggi kalorinya? Jadi, madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik dari batas yang ditentukan, sebaiknya segera hentikan. Demikian juga dengan telur, pada dasarnya selama telur itu matang maka tidak akan berbahaya bagi kehamilan. Hal ini disebabkan karena telur banyak mengandung protein yang dapat menambah kalori tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Makan duren, tape, dan nanas bisa membahayakan persalinan.&lt;br /&gt;Ini benar karena bisa mengakibatkan perndarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol, jadi panas ke tubuh. Begitu juga tape serta aneka  masakan yang menggunakan arak, sebaiknya dihindari. Buah nanas juga, karena bisa mengakibatkan keguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan.&lt;br /&gt;Yang membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi, melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak, misal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar. Hingga, bila terjadi sesuatu dapat ditangani segera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin. &lt;br /&gt;Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).&lt;br /&gt;Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami. &lt;br /&gt;Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau  persalinan dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.&lt;br /&gt;Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir.&lt;br /&gt;Pada umumnya, setelah air ketuban pecah, masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk kontraksi sampai bayi lahir. Namun, dengan pecahnya ketuban, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan. Karena, dikhawatirkan bakteri di vagina akan masuk ke rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.Lebih baik lagi jika Anda datang ke rumah sakit atau rumah bersalin sebelum ketuban pecah. Dokter atau bidan biasanya akan membantu memecahkan kantung ketuban, agar kepala bayi bisa masuk ke rongga panggul pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ketika Anda mulai diinduksi (dirangsang agar terjadi kontraksi), tak lama kemudian Anda akan langsung melahirkan.&lt;br /&gt;Setelah diinduksi, mungkin saja kontraksi baru terjadi beberapa jam kemudian. Bahkan, bisa saja tak terjadi kontraksi sama sekali. Asal tahu saja, pada akhir kehamilan, leher rahim biasanya mulai melunak untuk persiapan proses persalinan. Lalu ketika diinduksi, biasanya obat yang diberikan akan melembutkan dan memipihkan jaringan leher rahim, sehingga terjadi kontraksi.Dalam proses induksi semacam itu, dokter biasanya memberikan pitocin, yaitu hormon sintetis. Namun, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lancar atau macet, maka induksi pun belum tentu merupakan cara yang pas untuk memacu persalinan. Buktinya, ada juga ibu hamil yang sudah “lewat waktu” persalinannya, setelah diinduksi selama 24 jam ternyata hanya mengalami pembukaan beberapa cm saja. Dalam kondisi yang langka seperti itu, proses persalinan harus berakhir di meja operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mengepel lantai, banyak ‘jongkok’ dan ‘nungging’ akan mempercepat proses kelahiran.&lt;br /&gt;Bila kandungan sudah cukup bulan, seorang ibu hamil justru disarankan banyak melakukan aktifitas untuk dapat melancarkan persalinan. Bahkan gerakan seperti ‘nungging’ saat mengepel atau banyak berjalan kaki adalah pilihan aktifitas yang bisa dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tidak boleh bersenggama&lt;br /&gt;Dari sisi medis, jelas dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuh- an jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Selain karena fungsi hormonal tubuh yang bersang- kutan belum kembali aktif bekerja. Kalau sanggama dipaksakan terjadi dalam tenggang waktu itu, kemungkinan yang terjadi bisa macam-macam. Di antaranya infeksi atau malah perdarahan. Sebabnya, mukosa jalan lahir setelah persalinan sangat peka akibat banyaknya vaskularisasi/aliran darah, hingga terjadilah perlunakan mukosa jalan lahir. Dengan berjalannya waktu, vaskularisasi ini kian berkurang dan baru akan normal kembali 3 bulan setelah bersalin. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mempunyai panggul sempit tidak dapat melahirkan normal.&lt;br /&gt;Selama ini banyak mitos yang berkembang mengenai hubungan panggul dan kemampuan melahirkan secara normal. Untuk itu, ada baiknya Anda melihat informasi di bawah ini:&lt;br /&gt;• Panggul bukan pinggul&lt;br /&gt;Panggul merupakan kumpulan tulang dengan sedikit otot, sedangkan pinggul merupakan kumpulan otot dan lemak. Jadi, seseorang yang memiliki pinggul besar belum tentu panggulnya juga besar.&lt;br /&gt;• Kurus &lt;br /&gt;Wanita bertubuh kurus bukan berarti memiliki panggul yang kecil. Tidak ada hubungan antara berat badan dengan ukuran panggul.&lt;br /&gt;• PendekWanita dengan tinggi kurang dari 145 cm memang dapat diindikasikan memiliki panggul yang kecil dan sempit. Tetapi, ini hanya merupakan indikasi, bukan sesuatu yang pasti. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Selama ukuran bayinya proporsional dengan ukuran jalan lahir serta bisa memenuhi syarat-syarat kelahiran normal, maka tidak ada masalah. &lt;br /&gt;  Sebenarnya, kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu, terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus dioperasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kaki harus lurus&lt;br /&gt;Menurut Koesmariyah, baik saat berjalan maupun berbaring, kaki harus lurus. Dalam arti, kaki kanan dan kiri enggak boleh saling tumpang tindih ataupun ditekuk. Selain agar jahitan akibat robekan di vagina tak melebar ke mana-mana, juga dimaksudkan supaya aliran darah tetap lancar alias tak terhambat. Secara medis, posisi kaki yang lurus memang lebih menguntungkan karena membuat aliran darah jadi lancar. &lt;br /&gt;Sedangkan mobilisasi secara umum, pada dasarnya boleh dan malah harus dilakukan. Makin cepat dilakukan kian menguntungkan pula. Dengan catatan, kondisi si ibu dalam keadaan baik, semisal tak mengalami perdarahan atau kelainan apa pun saat melahirkan. Selain patokan bahwa dalam 8 jam pertama setelah melahirkan ia sudah bisa BAK dan BAB serta selera makannya bagus. Begitu juga tensi, denyut nadi, dan suhu tubuhnya dalam batas normal. Soalnya, jika tak bisa BAK dan BAB berarti ada sesuatu yang enggak beres yang akan berpengaruh pada kontraksi dan proses involusi (pengecilan kembali) rahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tidak boleh tidur siang&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini kedengarannya keterlaluan. Bayangkan, meski ngantuk setengah mati lantaran sering terbangun malam hari karena harus menyusui dan menggantikan popok si kecil, si ibu tak boleh tidur siang. Menurut Chairulsjah, tidur berkepanjangan memang mengundang proses recovery yang lebih lambat. "Makin lama berbaring makin besar pula peluang terjadi tromboemboli atau pengendapan elemen-elemen garam." Lalu bila si ibu bangun/berdiri mendadak, endapan elemen tersebut dikhawatirkan lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Padahal akibatnya bisa fatal, lo. Endapan-endapan tadi bisa masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak dan organ-organ penting lain yang akan memunculkan stroke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tak boleh keramas&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini dicemaskan bisa membuat si ibu masuk angin. Itu sebab, sebagai gantinya rambut cukup diwuwung, yakni sekadar disiram dengan air dingin. Lagi-lagi, penyiraman ini diyakini agar darah putih bisa turun dan tak menempel di mata. Namun agar tak bau apek dan tetap harum disarankan menggunakan ratus pewangi. Tentu saja pantangan semacam itu untuk kondisi jaman sekarang dirasa memberatkan. Terlebih untuk ibu-ibu yang harus sering beraktivitas di luar rumah.  Sedangkan mandi boleh-boleh saja asal dilakukan jam 5 atau 6 untuk mandi pagi dan sebelum magrib untuk mandi malam. Penggunaan air dingin, katanya, justru lebih baik ketimbang air hangat karena bisa melancarkan produksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Hindari makan jemek&lt;br /&gt;Golongan makanan yang harus dijauhi adalah pepaya, durian, pisang, dan terung. Karena konon ragam makanan tadi bisa dikhawatirkan bikin benyek organ vital kaum Hawa. Termasuk makanan bersantan dan pedas karena pencernaannya bakal terganggu yang bisa berpengaruh pada bayinya. Begitu juga ikan dan telur asin serta makanan lain yang berbau amis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan bau anyir pada ASI yang membuat bayi muntah saat disusui. Selain juga, proses penyembuhan luka-luka di jalan lahir akan lebih lambat. &lt;br /&gt;Secara medis, menurut Chairulsjah, tak benar anggapan untuk pantang pepaya dan pisang yang justru amat dianjurkan karena tergolong sumber makanan yang banyak mengandung serat untuk memudahkan BAB. Ikan dan telur juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dan amat dibutuhkan tubuh. Sedangkan durian memang tak dianjurkan karena kandungan kolesterolnya tinggi, selain memicu pembentukan gas yang bisa mengganggu pencernaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tidak boleh bepergian&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir larangan ini, bertujuan supaya si ibu tak terlalu letih beraktivitas. Kalau capek bisa-bisa ASI-nya berkurang. Kasihan si kecil. Karena biasanya seumur ini sedang kuat-kuatnya menyusu. Belum lagi kemungkinan si bayi rewel ditinggal ibunya terlalu lama. Sementara kalau diajak pun masih kelewat kecil. Malah takut ada apa-apa di jalan, terutama kalau menggunakan angkutan umum. Bepergian pun membuat si ibu jadi tak tahan menghadapi aneka godaan untuk menyantap segala jenis makanan yang dipantang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-215857283832213730?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/215857283832213730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/aneka-mitos-persalinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/215857283832213730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/215857283832213730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/aneka-mitos-persalinan.html' title='ANEKA MITOS PERSALINAN'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-23634412287048969</id><published>2009-08-13T06:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T06:36:30.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSALINAN'/><title type='text'>HARUSKAH DI EPISIOTOMY</title><content type='html'>HARUSKAH DI EPISIOTOMI&lt;br /&gt;A.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah episiotomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Episiotomi adalah potongan surgikal yang dibuat sebelum bersalin disekitar daerah otot di antara vagina dan anus (kawasan ini dipanggil perineum) untuk membesarkan pembukaan vaginal anda. Doktor akan memotong untuk mempercepatkan bersalin dan mengelakan vagina dari terkoyak, terutama semasa bersalin vaginal kali pertama.  Banyak  pakar percaya luka episiotomi lebih cepat sembuh berbanding luka tekoyak sendiri. Tetapi banyak kajian sejak 20 tahun kebelakangan ini tidak bersetuju dengan teori ini dan banyak pakar kini bersetuju prosedur ini tidak dijadikan sebagai rutin.&lt;br /&gt;Kajian menunjukkan wanita yang mengalami koyakan dengan sendiri sembuh sama atau kurang dan biasanya kurang masalah komplikasi berbanding dengan episiotomi. Wanita yang menjalani episiotomi lebih mudah mengalami kehilangan darah ketika bersalin, lebih sakit ketika dalam proses penyembuhan dan menunggu lebih lama untuk mengadakan hubungan kelamin dengan selesa.&lt;br /&gt;Wanita yang menjalani episiotomi juga lebih banyak  berakhir dengan masalah terkoyak yang serius sehingga ke anal sphincter atau sehingga ke rectum (dikenali sebagai tahap ke 3 atau ke 4 koyakan) berbanding mereka yang bersalin tanpa potongan. Robekankan yang serius ini menyebabkan lebih kesakitan perneal selepas kelahiran, memerlukan tempoh penyembuhan yang lebih panjang dan berkemungkinan memberi kesan kepada kekuatan oto-otot dasar pelvik. Dan robekankan yang merusakkan anal sphincter meningkatkan risiko kelemahan awal pada anal – masalah mengawal pergerakan usus dan angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi tertentu episiotomi adalah perlu untuk anda dan bayi anda:&lt;br /&gt;1. Jika jantung bayi adalah lemah dan tidak dapat bertahan saat akhir bersalin dan perlu dilahirkan dengan segera &lt;br /&gt;2. Jika bayi anda terlalu besar dan memerlukan lebih ruang untuk bayi keluar &lt;br /&gt;3. Jika memerlukan sedikit ruang untuk menggunakan forcep bagi membolehkan bayi keluar &lt;br /&gt;4. Jika tisu anda mula berdarah atau seperti akan robek di beberapa tempat apabila kepala bayi anda mula keluar. Tujuannya adalah untuk mengelakkan robekkan lebih dari 1 tempat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;B. Bagaimana cara menghindari episiotomi yang tidak perlu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbincang dengan doktor/bidan anda lebih dahulu mengenai perasaan anda mengenai prosedur ini. Bertanya berapa kerap dan dalam keadaan apakah perlu menjalani episiotomi dan bagaimana doktor anda bisa membantu menghindari robekan. &lt;br /&gt;Anda mungkin ingin mencoba membuat urutan/pijatan perineal mulai pada usia 5 ke 6 minggu sebelum bersalin. Terdapat kajian menunjukkan urutan/pijatan ini mungkin mengurangi robekan atau memerlukan episiotomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS Menghindari robekan jalan Lahir :&lt;br /&gt;1. Sering2 latihan KEGEL biar liang vagina lebih lentur dan lunak. &lt;br /&gt;2. Sering jongkok, agar paha, panggul serta bagian kewanitaan lebih terlatih. &lt;br /&gt;3. Bayi tidak terlalu besar &lt;br /&gt;4. Sabar dan jangan keburu-buru mengejan saat persalinan berlangsung, biarkan kepala bayi turun dengan santai, pasti dan tidak membuat robekan pada jalan lahir. &lt;br /&gt;5. Saat Persalinan, rileks, tidak tegang, tersenyum dan melemaskan rahang mulut bagian bawah, karena ada hubungan antara rahang bawah dengan vagina. &lt;br /&gt;6. Yang paling penting !!! Saat persalinan, jangan angkat pantat anda ke kanan dan kekiri, letakkan saja pantat anda di tempat tidur. Tetap tenang dan terkendali, mintapada penolong persalinan anda agar mengingatkan anda. &lt;br /&gt;7. Terakhir  dari pihak penolong persalinan, bila si penolong sabar, dan menahan perineum (bag kewanitaan anda) dengan kuat dan terkendali, sangat dimungkinkan anda tidak mengalami robekan. Keterampilan sangat dibutuhkan disini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila ternyata anda terpaksa harus di episiotomi dan dijahit di sebagian kewanitaan anda, maka anda jangalah jorok. Agar tidak terjadi infeksi. Dan sekedar tips aja agar jahitan anda cepat kering dan hasilnya bagus juga indah. Perbanyaklah makan protein nabati agar jaringan yang robek cepat menyatu. Anda bisa mencoba dengan diet telur  6 butir telur setiap harinya. Insyaalloh dalam waktu satu sampai dua minggu insyaaloh jahitan anda sudah kering dan sembuh. Namun bagi yang menderita alergi telur sebaiknya menghindari mengonsumsi telur. Namun biasanya klinik maupun rumah sakit zaman sekarang ini telah menggunakan benang yang langsung jadi daging, jadi anda tidak perlu cemas akan mengalami rasa sakit yang kedua kalinya saat diangkat jahitan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;C. Bagaimana episiotomi dijalankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika doktor/bidan anda perlu melakukan episiotomi, dia akan memberi suntikan dan menggunakan gunting pembedahan untuk membuat guntingan kecil pada perineum anda. (Kadang-kadang, jika perineum anda telah kebas dan menipis akibat tekanan kepala bayi, episiotomi dibuat tanpa perlu obat/anestesi. Ini dipanggil episiotomi tekanan). Selepas itu anda akan diberi sekali lagi suntikan untuk memastikan anda kebas sebelum doktor/bidan menjahit potongan itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;D. Bagaimana cara penyembuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menjalani episiotomi (atau koyakan) anda akan dijahit dikawasan yang lembut dan memerlukan tempoh untuk sembuh. (Jahitan itu akan lepas sendiri dalam beberapa minggu selepas bersalin dan tidak perlu dilepaskan.) Setengah wanita mengalami ketidaksabaran untuk sebulan atau lebih, terutama mereka yang mengalami robekan derajat ke 3 atau ke 4 sobekan. Gunakan pek ais  pada kawasan perineal dengan segera selepas bersalin dan berjarak 12 jam ganti supaya kawasan itu kebas dan menghindari atau mengurangi bengkak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;E. Kapankah boleh mengadakan hubungan kelamin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perineum anda akan sembuh sepenuhnya dalam masa 4 ke 6 minggu selepas bersalin, jika dokter atau bidan mengatakan Anda telah sembuh Anda boleh mencoba selepas masa-masa ini. Anda mungkin berasa sedikit ketidaknyamanan dan ketegangan. Tenangkan diri sebisa mungkin dan gunakan pelincin larutan air (water solution) yang baik untuk membantu hubungan kelamin yang lebih nyaman. Ini juga akan lebih membantu jika Anda menyusui eksklusif, karena laktasi akan merendahkan kadar hormon estrogen yang mengurangi jumlah pelincin yang dihasilkan oleh vagina Anda. Banyak  wanita terus mengunakan pelincin ketika hubungan kelamin sampai berhenti memberikan ASI eksklusif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-23634412287048969?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/23634412287048969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/haruskah-di-episiotomy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/23634412287048969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/23634412287048969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/haruskah-di-episiotomy.html' title='HARUSKAH DI EPISIOTOMY'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-5094377830845405701</id><published>2009-08-13T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T06:32:24.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Post Persalinan'/><title type='text'>PERAWATAN PAYUDARA YANG BERMASALAH SECARA ALAMI</title><content type='html'>PERAWATAN PAYUDARA YANG BERMASALAH &lt;br /&gt;SECARA ALAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak setiap ibu menyusui memiliki bentuk permasalahan yang sama. Dan juga tidak setiap permasalahan memiliki bentuk terapi atau perawatan yang sama pula. Lain ibu lain masalah, lain masalah lain pula cara penanganannya. Dan setiap penanganan tidak selalu menghasilkan efek yang sama pada setiap ibu dan bayi yang disusuinya. Berikut ini akan saya sampaikan beberapa cara perawatan pada payudara yang bermasalah dengan menggunakan tehnik alamiah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tehnik menambah produksi ASI&lt;br /&gt;     a. Daun katuk direbus, bisa dilalap atau dibuat urap. Dan boleh dimakan setiap hari&lt;br /&gt;     b. Daun selasih direndam dalam air panas dan diminum sesering mungkin&lt;br /&gt;     c. Jintan manis direndam dengan susu hangat&lt;br /&gt;     d. Temulawak diparut dan diaduk bersama tepung sagu dengan iar mendidih sampai  berubah menjadi larutan seperti bubur yang pekat dan dimakan apabila ASI sudah bermasalah. Apabila puting payudara Anda mengalami sumbatan ada bainya anda menggunakan campuran temulawak yang telah diparut dengan sedikit gula aren. Setelah itu airnya disaring dan diminum 1 gelas dua kali sehari secara teratur.&lt;br /&gt;     e. Kunyit diparut kemudian dioleskan pada payudara. Insyaalloh hal ini bisa membantu melancarkan aliran ASI. Tapi ingat, olesan tidak boleh sampai pada daerah areola apa lagi puting susu.&lt;br /&gt;     f. Untuk menghindari susu kering, dalam hal ini dianjurkan untuk memakan rumpuT Fatimah dua bulan setelah melahirkan&lt;br /&gt;     g. Anda dapat juga mengguanakan daun turi yang masih muda untuk di cuci lalu dikukus dan menggunakannya sebagai lalapan.&lt;br /&gt;     h. Mengkonsumsi lobak putih. Sebagian orang berpendapat lobak putih bisa meningkatkan produksi ASI, tetapi pada sebagian ibu ada yang mengeluhkan bayinya mengalami kembung selama ibu mengkonsumsi lobak putih. Jadi disarankan sebaiknya bagi ibu-ibu yang mengalami hal yang sama, untuk menggunakan cara yang lain saja.&lt;br /&gt;     i. Banyak minum air. Maksudnya disini adalah minum air putih dan minuman yang sehat. Minuman yang mengandung kafein, alkohol, dan berkabonat haruslah dihindari&lt;br /&gt;     j. Istirahat yang cukup. Badan memerlukan istirahat yang cukup untuk bisa memproduksi ASI yang cukup pula. &lt;br /&gt;     k. ASI perlu dipompa apabila bayi tidak mau menyusu. Hal ini memang ada benarnya, karena susu dihasilkan atas kehendak bayinya. Jadi ketika bayi tidak mau menyusu, sebaiknya ASI segera dipompa. Apalagi yang sampai menyebabkan payudara membengkak&lt;br /&gt;l.Biarpun menyusui diwaktu malam terasa berat dan sulit, namun anda tetap saja harus melakukannya. Karena ternyata ASI lebih banyak keluar di waktu malam hari. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan waktu istirahat. Di malam hari ibu cenderung lebih banyak istirahatnya dibandingkan di siang hari. Sehingga produksi ASI juga lebih banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Perawatan pada pembengkakan payudara dan mastitis&lt;br /&gt;     a. Apabila payudara berat, padat dan bengkak, keluarkan ASI dengan cara memompa atau memerahnya hingga keluar. Kemudian simpan. Walau anak sudah kenyang, perah kembali payudara sampai kembali terasa nyaman dan lembut. Anak juga lebih mudah disusui ketika payudara tidak terlalu kejang dan keras&lt;br /&gt;     b. Segenggam daun kacang panjang juga dipercaya bisa mengurangi bengkak pada payudara. Caranya juga cukup mudah, Anda hanya perlu menumbuk daun kacang panjang hingga sedikit halus, lalu dioleskan pada payudara secara lembut pada payudara yang bengkak tersebut. Dan perlu Anda hindari daerah puting susu, jangan sampai kena tumbukan daun kacang panjang&lt;br /&gt;     c. Apabila susu banyak keluar sampai menyebabkan payudara Anda bengkak, peganglah empat helai daun sirih yang telah diolesi minyak kelapa siatas bara api. Kemudian daun sirih yang masih hangat tersebut diletakkan di sekeliling payudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Puting cidera, luka dan bernanah atau merekah&lt;br /&gt;     a. Sepotong ubi kayu atau singkok diparut dan dioleskan pada luka. Batang ubi kayu yang masih muda ditumbuk dan dioleskan pada luka terutama yang sudah bernanah&lt;br /&gt;     b. Untuk puting merekah, minyak kelapa hijau dapat Anda oleskan pada putingnya&lt;br /&gt;     c. Oleskan krim lanolin agar kita tidak perlu membersihkan payudara apabila menyusui&lt;br /&gt;     d. Untuk luka baru, kunyah beberapa helai daun tapak dara atau rumput jalang dan hasil kunyahan tersebut dioleskan pada puting susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesimpulannya, apapun masalah yang timbul kita tidak perlu berputus asa darinya. Karena semua itu hanya bersifat sementara. Sudah menjadi hal biasa ketika anda menyusui kemudian timbul permasalahan pada payudara Anda. Dan ini bukan hanya terjadi pada diri Anda. Mungkin dengan cara isapan bayi pada payudara, kenyamanan pada waktu menyusui, kebiasaan menjaga payudara, percayalah hal ini akan membuahkan pengalaman yang indah dan teramat manis bagi Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-5094377830845405701?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/5094377830845405701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/perawatan-payudara-yang-bermasalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/5094377830845405701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/5094377830845405701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/perawatan-payudara-yang-bermasalah.html' title='PERAWATAN PAYUDARA YANG BERMASALAH SECARA ALAMI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-3474802453961819549</id><published>2009-08-13T06:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T06:25:26.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>AMALAN MENYAMBUT KELAHIRAN SI BUAH HATI</title><content type='html'>AMALAN MENYAMBUT KELAHIRAN SI BUAH HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anak adalah buah hati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua.&lt;br /&gt; Karena setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagaimana hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt; Pertanggung jawaban orang tua tersebut baik di dunia ataupun di akherat, namun tatkala anak sudah baligh maka mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Salah satu contoh dari pertanggung jawaban tersebut adalah dengan memelihara diri dan keluarga dari api neraka:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;br /&gt; Dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanan di dunia maupun di akherat. Sebagaimana perkataan Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.”&lt;br /&gt; Pendidikan tersebut banyak cabangnya satu diantaranya adalah pendidikan akhlak, akhlak anak yang baik dapat menyenangkan hati orang lain baik orangtua atau orang-orang di lingkungan. Bahkan akhlak yang sesederhana sekalipun misalnya memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain.&lt;br /&gt; Pendidikan di dalam masyarakat islam bermula dari individu. Pendidikan individu bermula sejak dia di dalam kandungan ibu. Malah, sebelum itu, yaitu pada diri orangtua anak ini. Orangtua mestilah terlebih dahulu mendidik diri mereka sendiri agar menjadi seorang muslim yang soleh. Seorang mukmin yang patuh dan tunduk kepada perintah Tuhannya, Allah SWT.&lt;br /&gt; Kemudian berlanjut kepada masa pemilihan bakal isteri atau suami. Masa pertunangan. Pernikahan. Hubungan jenis dan juga selama mengandung. Dalam waktu ini ada peraturan, ada adab-adab dan juga ada amalan yang diajarkan oleh al-Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt; Sesungguhnya agama islam sangat memperhatikan manusia dengan perhatian khusus sejak usia dini, masa mudanya hingga mencapai usia dewasa, bahkan sampai dengan usia lanjut sekalipun. Agama islam tidak pernah menelantarkan manusia sejak is memasuki kehidupan dunia. Akan tetapi islam memberlakukan hukum-hukum yang diwajibkan atas orang yang Allah karuniakan anak kepadanya, agar ia melaksanakan hukum-hukum yang diwajibkan atasnya.&lt;br /&gt; Berikut ini adalah seputar amalan dalam menyambut kelahiran sang buah hati dalam kerangkah sunah nabi Muhammad saw;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memuji Allah SWT&lt;br /&gt; Bagi siapapun yang telah dianugerahi dengan apapun termasuk diantaranya adalah anugerah anak, maka hendaklah mereka mengucapkan syukur dengan memuji Allah SWT. Karena dengan syukur dan ungkapan pujian tersebut akan berakibat terhadap bertambahnya nikmat, sebagaimana diungkapkan dalam firman Allah swt yang artinya; "Jika kalian bersyukur, aku akan menambah (nikmat) untuk kalian."(Qs.Ibrahim:7)&lt;br /&gt; Bentuk apapun dan berjenis kelamin apapun, tetaplah rezeki, tetaplah anugrah dan tetaplah nikmat yang senantiasa harus disyukuri. Oleh sebab itu, jika dikaruniai anak perempuan hendaklah tetap bersyukur dan bersabar dan janganlah pernah murka, menolak atau bahkan marah serta berperilaku buruk terhadapnya.  Karena hal itu merupakan akhlak dan perilaku orang-orang jahiliyah. Sebenarnya kehadiran anak perempuanpun sama saja seperti kehadiran anak perempuan, memiliki hikmah dan keutamaan. Seperti hadist Rasulullah yang berarti ;"Barang siapa yang mengasuh dua orang anak wanita sampai baligh, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia demikian." Beliau menggabungkan dua jarinya." (HR.Muslim)&lt;br /&gt; Selain itu Rasulullah saw juga bersabda yang artinya ;"Barang siapa yang memiliki tiga orang anak wanita dan bersabar atas mereka, memberi makan, minum dan pakaian dengan jerih payah usahanya, maka mereka akan menjadi hijab baginya dari api neraka." (HR. Al-Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adzan dan Iqomah ???...&lt;br /&gt; Sengaja sub-judul di atas diberi tanda tanya, agar Anda memperhatikan hal ini baik-baik. Sebab, hampir tidak ada penulis yang membahas masalah ini kecuali mengatakan bahwa mengadzani bayi adalah sunnah.&lt;br /&gt; Perlu ditegaskan, bahwa mengadzani telinga bayi tidak disyari’atkan karena seluruh riwayat tersebut lemah dan tidak dapat terangkat ke derajat hasan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh ahli hadits abad ini Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Dho’ifah no. 321.&lt;br /&gt; Namun tidak ada salahnya kira para orangtua mengerjakannya sebagai bentuk mula pendidikan agama bagi anak-anaknya. Di antara pendidikan awal terhadap anak ialah sesaat setelah dia dilahirkan ke dunia. perkara pertama yang sunat dilakukan ialah mengazankan dan mengiqomahkan ke telinga anak.&lt;br /&gt; Azan di telinga kanannya. Iqomah di telinga kirinya. Dalilnya ialah hadis Nabi saw. : Dari Abu Rafi', katanya, "Aku melihat Rasulullah saw. mengumandangkan azan di telinga al-Hasan bin Ali ketika ibunya (Fatimah) melahirkannya." (HR Abu Daud &amp; al-Tarmizi).&lt;br /&gt; Dari al-Hasan bin Ali dari Rasulullah saw., baginda bersabda, "Barangsiapa yang anaknya baru dilahirkan, kemudian dia mengumandangkan azan ke telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya, maka anak yang baru lahir itu tidak akan terkena bahaya 'ummu shibyan'."&lt;br /&gt; 'Ummu shibyan' ialah angin yang dihembuskan kepada anak, sehingga anak itu takut kepadanya. Ada juga yang berkata bahwa ia adalah 'qarinah', yaitu jin.&lt;br /&gt; Mengapa Azan dan Iqamat? Adalah wajar anak2 ini diazankan dan diiqamatkan agar kalimah pertama yang didengarnya dan tembus ke gendang telinganya adalah kalimah seruan Yang Maha Agung. Kalimah yang mengandung kesaksian (syahadah) terhadap keesaan Allah dan kesaksian terhadap kerasulan Muhamad bin Abdullah saw. &lt;br /&gt;Anak yang baru menghirup udara dunia ini telah diajarkan dengan aqidah dan syariat islam, sebagaimana seseorang yang akan mati diajarkan dengan kalimah tauhid 'Laa ilaha illallah'. Agar pengaruh azan ini dapat meresap ke dalam diri anak ini.&lt;br /&gt; Azan ini ialah untuk mengusir syaitan yang memang menanti-nanti kelahiran bayi ini. Azan dikumandangkan ke telinga bayi agar seruan dakwah kepada Allah dan agamanya dapat mendahului seruan jahat syaitan.&lt;br /&gt; Azan dan iqomah yang diperdengarkan akan direkam oleh bayi tersebut yang menjadi sebagian dari pendidikan tauhid, syariat dan akhlak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahnik&lt;br /&gt; Di antara sunnah yang perlu diamalkan terhadap bayi ialah 'tahnik', yaitu menggosok langit-langit bayi dengan kurma. Caranya, kurma yang dikunyah diletakkan di atas jari, kemudian memasukkan jari berkenaan ke dalam mulut bayi. Gerak-geraknya ke kanan dan ke kiri dengan lembut hingga merata.&lt;br /&gt;Jika sukar untuk memperoleh kurma, boleh diganti dengan manisan lain. &lt;br /&gt;Dan yang lebih utama, 'tahnik' ini hendaklah dilakukan oleh seseorang yang mempunyai sifat taqwa dan soleh. Ini adalah sebagai suatu penghormatan danharapan agar anak ini juga akan menjadi seorang yang taqwa dan soleh.&lt;br /&gt;Hadis Rasulullah saw. dari Abu Burdah, dari Abu Musa ra., katanya : "Aku telah dikurniakan seorang anak. Lalu aku membawanya kepada Nabi saw. dan baginda menamakannya dengan Ibrahim, men-'tahnik'-nya dengan kurma serta mendoakannya dengan keberkatan. Kemudian baginda saw. menyerahkannya kembali kepadaku." (HR Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aqiqah&lt;br /&gt; Di antara sunah menyambut kelahiran bayi ialah beraqiqah. Hadis Rasulullah saw.: Samirah, katanya Rasulullah saw. telah bersabda:"Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur kepalanya."(HR Ashabus Sunan)&lt;br /&gt; Dalam mazhab Syafie, hukumnya adalah Sunat Muakkad (sunat yang sangat digalakkan). Sabda Nabi s.a.w yang bermaksud: "Seorang anak terikat dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dan dicukur serta diberi nama ." (Maksud hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt; Berdasarkan hadis di atas dan hadis-hadis lain bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi. Namun demikian berdasarkan pendapat imam Malik bahwa penentuan hari ketujuh seperti yang dilihat pada dzahir hadis hanyalah berbentuk anjuran saja. Oleh karena itu, seandainya tidak dapat dilakukan pada hari tersebut, maka beraqiqah pada hari keempat, delapan, kesepuluh atau hari berikutnya sudah memadai.&lt;br /&gt;  Aqiqah dituntut bukan saja untuk menghidupkan sunnah Rasulullah saw, tetapi juga untuk menambah rasa syukur dan kegembiraan ibu bapak terhadap anugerah cahaya mata atau zuriat. Di samping itu, hal tersebut juga merupakan latihan untuk umat Islam dalam melakukan sedikit pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mencukur rambut bayi&lt;br /&gt; Di antara sunnah menyambut kelahiran anak ialah mencukur kepala anak pada hari ketujuh kelahirannya. Kemudian bersedekah kepada orang-orang fakir dengan perak seberat timbangan rambutnya itu.&lt;br /&gt; Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan perkara ini, antaranya ialah : Dari Ja'far bin Muhamad dari ayahnya, dia berkata : "Fatimah ra. telah menimbang rambut kepala Hasan, Husin, Zainab dan Ummu Kalsum. Lalu dia menyedekahkan perak seberat timbangan rambut tersebut." (HR Imam Malik)&lt;br /&gt;Yahya bin Bakir meriwayatkan dari Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah saw. telah menyuruh agar dicukur kepala al-Hasan dan al-Husin pada hari ketujuh dari kelahiran mereka. Lalu dicukur kepala mereka, dan baginda menyedekahkan perak seberat timbangan rambut. Begitulah yang terdapat di dalam sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memberi nama&lt;br /&gt; Di antara sunnah menyambut kelahiran bayi ialah memberinya nama dengan nama-nama yang baik. Dari Abu Darda' ra., bersabda Rasulullah saw. : "Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kamu akan dipanggil dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapak kamu. Oleh karena itu, berilah nama yang baik untuk anak kamu." (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;Waktu Memberi Nama&lt;br /&gt; Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah saw., ada yang menunjukkan pada hari pertama kelahirannya. Ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Sulaiman bin al-Mughirah dari Thabit dari Anas ra., katanya, "Rasulullah saw. bersabda : 'Malam tadi telah lahir seorang anakku. Kemudian aku menamakannya dengan Ibrahim.'"&lt;br /&gt; Ada juga hadis yang menunjukan pada hari ketujuh berdasarkan riwayat Samirah, katanya Rasulullah saw. telah bersabda : "Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, diberi nama dan dicukur rambutnya." (HR Ashabus Sunan)&lt;br /&gt; Dapat disimpulkan dari hadis-hadis tersebut bahwa islam memberi kelonggaran terhadap waktu pemberian nama anak. Boleh pada hari pertama, boleh dilewatkan pada hari ketiga, dan boleh pada hari ketujuh.&lt;br /&gt; Mewaspadai Nama-Nama Yang Dilarang&lt;br /&gt; Diharamkan pemberian nama dengan:&lt;br /&gt;1. Kata “Abdu” (hamba) yang disandarkan kepada selain Allah swt seperti Abdul Ka’bah (Hambanya Ka’bah) dan Abdul Husain (Hambanya Husain), Abdul Muhammad dan lain-lain. &lt;br /&gt; Nama yang tidaklah layak disandang oleh manusia seperti Malikul Mulk (Raja Diraja). &lt;br /&gt;2. Nama-nama yang mutlak hanya milik Alloh seperti Ar Rohman, Al Kholiq dan Al Ahad. &lt;br /&gt; Ada pula nama-nama yang harus dijauhi seperti:&lt;br /&gt;1. Nama tokoh-tokoh barat yang jelas memusuhi dan memerangi Islam, karena cepat atau lambat nama seperti ini akan menarik kecintaan para pendengarnya. &lt;br /&gt;Nama-nama yang dibenci oleh setiap orang dan tidak layak disandang oleh manusia, seperti Kalb (anjing) dan Hazn (sedih). Nama-nama yang jelek seperti ini hendaklah diganti dengan nama-nama yang bagus, sebagaimana terdapat dalam sebuah riwayat bahwa Nabi mengubah nama seseorang Hazn menjadi Sahl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberi nama kunyah&lt;br /&gt; Dibolehkan untuk memberi kunyah kepada anak yang baru dilahirkan, dan telah terdapat keterangan yang menjelaskan tentang hal ini. Hal tersebut berdasarka hadisy Anas bin Malik, ia berkata :"Rasulullah saw pernah mendatangi kami dan aku mempunyai saudara laki-laki yang masih kecil. Lalu beiau mengatakan:"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan oleh nughair itu?" (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt; Selain itu ada pula keterangan hadist yang menjelaskan mengenai hal serupa. Dalam hal ini Aisyah ra berkata:"Aku berkata: "Ya Rasulullah, seluruh istrimu memiliki kunyah kecuali aku. "Maka Nabi saw bersabda kepadanya: "Berkunyahlah engkau dengan Ummu Abdillah." Maka setelah itu dia dipanggil dengan nama Ummu Abdillah sampai meninggal, dan ia tidak melahirkan seorang anak pun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Khitan&lt;br /&gt; Berkhitan adalah memotong selaput kulit bagian luar yang menutupu kepala zakarlelaki atau memotong sedikit ujung daging yang tumbuh dalam faraj perempuan. Dalam hal ini Rasulullah saw telah bersabda yang artinya ; "Kebersihan itu lima perkara : Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak." (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt; Terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum khitan ini :&lt;br /&gt;a. Menurut Imam Abu Hanafi dan Imam Hasan Al-Basri mengatakan bahwa berkhitan itu&lt;br /&gt;    hukumnya sunat.&lt;br /&gt;b. Sedangkan menurut Imam Syafie, Imam Malik dan setengahnya yang lain mengatakan&lt;br /&gt;    bahwa khitan hukumnya wajib. Mereka mengeluarkan hukum berdasarkan pada hadist&lt;br /&gt;    Rasulullah saw, yang berarti :"Bagi sesiapapun yang menganut islam, hendaklah&lt;br /&gt;    berkhitan sekalipun dari golongan dewasa"&lt;br /&gt; Kapankah waktu terbaik untuk melakukan khitan, kebanyakan ulama berpendapat bahwa berkhitan itu mulanya diwajibkan pada anak-anak sehingga berusia baligh. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan bagi mereka untuk menunaikan hukum syara' yang telah ditetapkan keatas mereka apabila baligh kelak. Akan tetapi berkhitan lebih afdhal dilakukan pada hari pertama dilahirkan. Karena hal ini sangat sesuai dengan hadist Rasulullah saw yang berarti:"Baginda Rasulullah melaksanakan aqiqah itu hasan dan husein serta menghitankan keduanya dalam tempuh tujuh hari (dari hari kelahirannya)". (Riwayat Al-&lt;br /&gt;Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memberikan ucapan selamat (Tahniah)&lt;br /&gt; Antara sunah menyambut kelahiran bayi ialah dimana setiap muslim dianjurkan memberi ucapan selamat dengan mendoakan kesejahteraan anak dan ibu bapaknya, serta turut bergembira. &lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala; &lt;br /&gt;Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang dia sedang berdiri sembahyang di mihrab (katanya), "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya..." (3:39) &lt;br /&gt; Ibnu Qaiyim al-Jauziyah menyebutkan di dalam Tuhfatul Maudud, dari Abu Bakar al-Munzir, bahwa dia berkata: Telah meriwayatkan kepada kami dari al-Hasan al-Basri bahwa seorang lelaki telah datang kepadanya, dan di sisinya ada seorang lelaki yang baru dianugerahi seorang anak kecil. Lelaki itu berkata kepada orang yang mempunyai anak itu:"Selamat bagimu atas kelahiran seorang penunggang kuda." Hasan al-Basri berkata kepada lelaki itu: "Apakah kamu tahu, apakah dia seorang penunggang kuda atau penunggang keledai?" Lelaki itu bertanya: "Jadi bagaimana cara kami mengucapkannya?" Hasan al-Basri menjawab: "Katakanlah, semoga kamu diberkati di dalam apa yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada yang memberi. Semoga kamu diberi rezeki dengan kebaikannya, dan semoga ia mencapai masa balighnya."&lt;br /&gt; Dianjurkan juga mendoakan buat anak tersebut sebagaimana yang dianjurkan oleh seorang ulama’ iaitu Hasan al-Basri :" Moga diberkati anak itu, dan kau pula mensyukuri Tuhan Pemberi, dan kau akan dikurniakan ketaatannya apabila dia besar nanti.”&lt;br /&gt; Doa lain ialah : "Aku memohon keselamatan untukmu dengan berkat kalimat Allah yang sempurna, daripada segala syaitan yang membuat kebinasaan dan dari segala pandangan mata yang dengki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memberikan pendidikan agama&lt;br /&gt; Mengajaknya bermain tidaklah menafikan pendidikan dan mengajarinya kebaikan. Tidaklah orangtua memberi sesuatu kepada anaknya yang lebih baik dari pada adab yang baik. Dan hal pertama dan terbaik adalah dengan mengajarkan kepada anak-anak untuk menegakkan sholat wajib dan mendorong mereka agar melaksanakannya. Hal ini berdasarkan hadist Nabi saw yang artinya, "Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan sholat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkan sholat) pada umur sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur diantara mereka." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).&lt;br /&gt; Dan hendaknya orangtua senantiasa menanamkan didalam hati anak-anaknya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan juga rasa untuk selalu mendahulukan  Allah dan Rasul-Nya di atas yang selainnya. Hal ini berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw yang artinya, "Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari ayah dan anak-anaknya serta seluruh manusia." (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;  Tidak kalah pentingnya adalah mengajari anak untuk selalu mencintai Al-Qur'an. Mengajarkannya membaca dan membimbing anak menghafalkan Al-Qur'an. Sebagaimana Rasul memerintahkan dalam sabdanya yang berarti, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhori)&lt;br /&gt;Dan juga sabda beliau saw, "Barang siapa membaca Al-Quran satu huruf saja dari Kitabullah, maka ia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan dengan sepuluh kali yang sepertinya. Tidaklah aku mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf. Akan tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu juga satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Disamping ikhtiar dengan pendidikan akhlak yang bagus hendaknya orangtua selalu mendo’akan anak-anaknya agar mereka tumbuh dengan naungan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pula. Karena doa orangtua atas anaknya termasuk doa yang mustajab.&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam Shohih dan Dho’if Sunan Abu Daud hadist no. 1536)&lt;br /&gt; Sebagaimana para nabi dan rosul dahulu yang selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan anak cucu mereka.&lt;br /&gt; Do’a Nabi Zakaria ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)&lt;br /&gt; Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimussalam: (QS. Al Baqoroh: 128)&lt;br /&gt;“Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anakcucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.” Sungguh  islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Namun sangat disayangkan orangtua zaman sekarang jarang memperhatikan pendidikan akhlak bagi buah hatinya lantaran kesibukan mereka atau kejahilan (ketidakmengertian) mereka. Prinsip yang mereka pegang adalah Membahagiakan anak. Namun kebahagiaan yang semacam apa yang ingin diwujudkan oleh sebagian para orangtua tersebut?! Ada yang berpendapat bahagia tatkala anaknya bisa mendapatkan sekolah yang favorit dan menjadi bintang kelas, orang yang berpendapat seperti ini maka akan menggebu-gebu untuk mencarikan tempat les dimana-mana, hingga lupa menyisakan waktu untuk mengenalkan islam kepadanya. Adalagi pendapat bahwa kebahagiaan adalah tatkala si anak tidak kekurangan apapun didunia, orangtua tipe ini akan berambisi untuk mencari materi dan materi untuk memuaskan si anak tanpa disertai pendidikan akhlak bagaimana cara mengatur serta memanfaatkan harta yang baik. Dan ada pula sebagian yang lain bahwa kebahagiaan adalah buah dari keimanan kepada Allah dengan bentuk ketenangan dalam hati; bersabar tatkala mendapat musibah dan bersyukur tatkala mendapatkan nikmat. Namun jarang ditemukan orangtua yang sependapat dengan tipe ketiga ini. Kebanyakan diantara mereka sependapat dengan tipe 1 dan 2. Dan tatkala mereka tiada, mereka akan berlomba-lomba untuk mewasiatkan harta ini dan itu, padahal telah dicontohkan oleh lukman mengenai wasiat yang terbaik. Bukan sekedar harta atau perhiasan dunia melainkan sesuatu hal yang lebih berharga dari keduanya.&lt;br /&gt; Allah subhanahu wa ta’ala berfirman melalui lisan lukman:&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orangtua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang lemah yang bertambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata), ‘Hai anakku sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjaln dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai." (QS. Luqman: 13-19)&lt;br /&gt; Tatkala anak tumbuh menjadi anak pembangkang, suka membantah kepada orangtua bahkan durhaka kepada orangtua, banyak diantara orangtua yang menyalahkan si anak, salah bergaullah, tidak bermorallah atau alasan-alasan yang lain. Bukan… bukan lantaran karena anak salah bergaul saja, si anak menjadi seperti itu namun hendaknya orangtua mawas diri terhadap pendidikan akhlak si anak. Sudahkah dibina sejak kecil? Sudahkah dia diajari untuk memilih lingkungan yang baik? Sudahkah dia tahu cara berbakti kepada orangtua? Atau sudahkah si anak tahu bagaimana beretika dalam kehidupan sehari-hari dari bangun tidur hingga tidur kembali? Jika jawabannya belum, maka pantaslah jika orangtua menuai dari buah yang telah mereka tanam sendiri. Seperti perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah,&lt;br /&gt;“Hendaknya anak dijauhkan dari berlebihan dalam makanan, berbicara, tidur dan berbaur dengan perbuatan dosa, sebab kerugian akan didapat dari hal-hal itu dan menjadi penyebab hilangnya kebaikan dunia dan akhirat. Anak harus dijauhkan dari bahaya syahwat perut dan kemaluan sebab jika anak sudah dipengaruhi oleh kotoran syahwat maka akan rusak dan hancur. Berapa anak tercinta menjadi rusak akibat keteledoran dalam pendidikan dan pembinaan bahkan orangtua membantu mereka terjerat dalam syahwat dengan anggapan hal itu sebagai ungkapan perhatian dan rasa kasih sayang kepada anak padahal sejatinya telah menghinakan dan membinasakan anak sehingga orangtua tidak mengambil manfaat daria anak dan tidak meraih keuntungan dari anak baik didunia maupun diakhirat. Apabila engkau perhatikan dengan seksama maka kebanyakan anak rusak berpangkal dari orangtua.”&lt;br /&gt; Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang lebih berharga daripada sekedar harta yang kini sedang para orangtua obsesikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut, dari hal yang sederhana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan memberi contoh mengucapkan salam.&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memperhatikan etika dalam makan&lt;br /&gt; Dari umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku,&lt;br /&gt;“Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu.” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Mengajarkan rasa kebersamaan dengan saudara muslim yang lain, misalnya dengan menjenguk orang sakit.&lt;br /&gt; Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengajarkan kejujuran&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;“Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain. Wallohu a’lam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-3474802453961819549?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/3474802453961819549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/amalan-menyambut-kelahiran-si-buah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3474802453961819549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3474802453961819549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/amalan-menyambut-kelahiran-si-buah-hati.html' title='AMALAN MENYAMBUT KELAHIRAN SI BUAH HATI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7990163447944260806</id><published>2009-08-03T06:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T06:02:48.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>PIJAT BAYI</title><content type='html'>Aktifitas sepanjang hari dapat menyebabkan keletihan pada bayi. Keletihan tubuh ini dapat di pulihkan dengan pijatan. Jika bayi belum pernah dipijat sebelumnya, mungkin akan menolak tapi setelah beberapa kali bayi akan menyukai aktifitas ini.&lt;br /&gt;Tekanan pijatan disesuaikan dengan usia bayi, mulai dari usapan di kulit, gerakan memutar, sampai tekanan yang lebih kuat. Pijatan diberikan pada bagian kaki, tangan, dada, wajah dan punggung.&lt;br /&gt;Bagian kaki dapat dimulai dari telapak kaki, jari jari kaki, tungkai, sampai ke paha. Tangan dimulai dari telapak tangan, jari jari tangan, lengan sampai bahu. Wajah dimulai dari pelipis di atas alis, tulang hidung, jidat, dagu, bagian di bawah mata, sampai ke leher. Punggung dari bagian atas, pinggang sampai ke pangkal paha.&lt;br /&gt;Manfaat umum yang bisa didapatkan dari pijat bayi meliputi :&lt;br /&gt;- Meningkatkan sistem imunitas, tidak mudah alergi &amp; infeksi&lt;br /&gt;- Menurunkan hormon stress, mengurangi rewel&lt;br /&gt;- Membuat bayi / anak tidur lebih lelap&lt;br /&gt;- Meningkatkan enzym pencernaan, bayi lebih cepat lapar&lt;br /&gt;- Meningkatkan berat badan bayi / anak&lt;br /&gt;- Melancarkan gerak peristaltik usus hingga tidak mudah muntah&lt;br /&gt;- Merangsang perkembangan motorik&lt;br /&gt;- Meningkatkan konsentrasi / kecerdasan&lt;br /&gt;- Membuat bayi mudah bergaul dengan orang asing / supel&lt;br /&gt;- Mengurangi frekwensi serangan asthma&lt;br /&gt;Tata cara pemijatan&lt;br /&gt;Tak banyak yang Anda butuhkan untuk melakukan pijat pada bayi Anda. Anda cukup mencuci tangan Anda sampai bersih, kemudian mengeringkannya sampai benar-benar kering kemudian menghangatkannya dengan baby oil atau minyak telon sebelum memulai memijit bayi Anda. Selain itu Anda tidak perlu repot-repot mencari tempat, prinsip pelaksanaannya adalah di tempat yang aman dan nyaman.&lt;br /&gt;Selain itu yang perlu Anda perhatikan adalah sifat pijatan yang diberikan. Bukanlah seperti pijatan pada orang dewasa pada umumnya, melainkan hanya berupa usapan-usapan dan tekanan lembut yang sebaiknya rutin dilakukan. Semakin rutin Anda melakukan maka semakin baik hasilnya.&lt;br /&gt;Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini. Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu: &lt;br /&gt;1. Mencuci tangan. &lt;br /&gt;2. Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.&lt;br /&gt;3. Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.&lt;br /&gt;4. Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.&lt;br /&gt;5. Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan proses pemijatan.&lt;br /&gt;6. Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.&lt;br /&gt;7. Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.&lt;br /&gt;8. Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.&lt;br /&gt;Berikut ini alur pijat bayi yang dapat Anda pelajari...&lt;br /&gt;Pijat muka:&lt;br /&gt;• Letakan kedua telunjuk di dagu kemudian tarik kearah atas&lt;br /&gt;• Letakan kedua telunjuk di dahi kemudian tarik ke pinggir. Ulangi 10x&lt;br /&gt;Pijat dada&lt;br /&gt;• Letakan kedua telapak tangan di dada bayi, kemudian putar seperti kupu-kupu.    &lt;br /&gt;• Ulangi 10x&lt;br /&gt;Pijat perut&lt;br /&gt;• Letakan satu telapak tangan di perut menutupi pusar, putarkan setengah lingkaran. Ulangi 10x&lt;br /&gt;• Ketuk perut dengan ujung telunjuk 3x. ulangi 10x&lt;br /&gt;• Pijat perut dengan satu telapak tangan dari arah atas membentuk huruf I, L dan U.&lt;br /&gt;Pijat punggung&lt;br /&gt;• Letakan tangan di punggung bergantian dari tangan klanan lanjutkan oleh tangan kiri (selang-seling).&lt;br /&gt;• Ulangi 10 x&lt;br /&gt;Pijat lengan&lt;br /&gt;• Tangan diurut kearah bawah dan atas&lt;br /&gt;• Pijat tangan dengan arah menggulung dengan dua tangan&lt;br /&gt;Pijat kaki&lt;br /&gt;• Urut kaki bayi kearah bawah dan atas&lt;br /&gt;• Pijat kaki bayi dengan arah menggulung dengan dua tangan&lt;br /&gt;• Pijat tulang kering bayi dengan jempol.&lt;br /&gt;Bagaimana, mudahkan? Saya yakin Anda pasti sudah tak sabar lagi ingin mempraktikan teori pijit bayi ini pada bayi Anda. Jadi tunggu apalagi, segera persiapkan diri dan bayi Anda untuk mempraktikan teori pijit ini. Selamat mencoba...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7990163447944260806?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7990163447944260806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/pijat-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7990163447944260806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7990163447944260806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/08/pijat-bayi.html' title='PIJAT BAYI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-6396026102530758567</id><published>2009-07-27T05:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T05:19:58.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>ANGGUR MERAH TURUNKAN RESIKO KANKER PARU-PARU</title><content type='html'>ANGGUR MERAH TURUNKAN RESIKO KANKER PARU-PARU&lt;br /&gt;Cancer Epidemology, Biomarkers and Prevantion, yang merupakan jurnal American Association for Cancer Research, melaporkan bahwa mengkonsumsi anggur merah sekedarnya dapat mengurangi resiko kanker paru-paru pada pria. “Komponen antioxidant pada anggur merah, memiliki sifat melindungi dari kanker paru-paru, khususnya bagi para perokok,” ujar Chun Chao, Ph.D. ilmuwan dari Kaiser Permanente Departement of Research and Evaluation in Pasadena, California, AS.&lt;br /&gt;Analisa data Chao diperoleh dari California Men’s Health Study. Data klinis dari California’s Health System berhubungan dengan data dari 84.170 pria berusia 45 – 69 tahun. Peneliti mendapatkan demografis dan data gaya hidup, dari survey tahun 2000 dan 2003. Ditemukan 210 kasus kanker paru-paru.&lt;br /&gt;Para peneliti melakukan riset dengan mengukur efek dari bir, anggur merah, anggur putih dan konsumsi minuman keras, terhadap kanker paru. Kriteria diantaranya meliputi umur, ras/etnik, penididikan, penghasilan, body mass index (BMI), latar belakang dari penyakit paru-paru kronik atau emphysema, dan merokok. Selama study, dengan mengkonsumsi beberapa gelas anggur merah setiap bulan, rata-rata 2 % resiko kanker paru-paru pada partisipan menurun. Yang paling mengalami penurunan resiko, yakni para perokok yang minum 1-2 gelas anggur merah/hari. Peneliti melaporkan, 60% dapat mengurangi resiko kanker paru pada pria perokok.&lt;br /&gt;Namun, peneliti menyatakan bahwa stop merokok merupakan jalan terbaik untuk mengurangi resiko kanker paru-paru. Sebab, tidak selamanya pria perokok yang minum 1-2 gelas anggur merah / hari terhindar dari resiko kanker paru-paru, disbanding yang tidak merokok. &lt;br /&gt;“Anggur merah diketahui mengandung antioksidan tingkat tinggi yang dinamakan resveratrol. Zat ini banayk terkandung dalam kulit anggur. Senyawa ini menunjukkan manfaat kesehatan yang signifikan, pada studi preklinis,” kata Chao. Dinyatakan, temuannya ini jangan ditafsirkan bahwa mengkonsumsi alcohol tingkat tinggi dianjurkan. &lt;br /&gt;Sumber : Chun Chao, Ph.D, Ethical Digest Semijurnal Farmasi dan Kedokteran No. 57. Th VI. November 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-6396026102530758567?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/6396026102530758567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/07/anggur-merah-turunkan-resiko-kanker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6396026102530758567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6396026102530758567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/07/anggur-merah-turunkan-resiko-kanker.html' title='ANGGUR MERAH TURUNKAN RESIKO KANKER PARU-PARU'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1601403981517420624</id><published>2009-06-25T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T03:21:26.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>PAP SMEAR TEST</title><content type='html'>Sudah pernah dengar tentang tes ini ?, jika Anda belum pernah mendengar atau pernah mendengar tetapi masih belum faham, maka tidak ada salahnya Anda melanjutkan membaca laman ini. ingat ini bukan untuk tes IQ, EQ atau SQ dan juga bukan tiga-tiganya...&lt;br /&gt;Tes ini lebih pada usaha mendeteksi ketidaknormalan dalam sistem organ tubuh manusia, khususnya wanita.&lt;br /&gt;Anda wanita, maka tak salah Anda membuka blog ini. atau Anda pria, sebenarnya tak buruk juga Anda mengetahuinya. karena ilmu ini akan dapat Anda tularkan sebagai oleh-oleh bagi anak-anak, istri maupun keluarga dan sodara-sodara Anda semuanya...&lt;br /&gt;Sudah ngak sabar??????????.............&lt;br /&gt;oke...oke... kita mulai!!!!!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya telah kita ketahui,demikian hasil penelitian membuktikan bahwa wanita yang banyak melahirkan, merokok, memiliki mitra sex berganti-ganti pasangan, pola hidup tidak sehat , KB hormonal ternyata memiliki faktor resiko terserang CANCER CERVIK'S atau KANKER LEHER RAHIM, jauh lebih tinggi. Anda bertanya, "lalu apa hubungannya pap smear dengan ca.cervik's?" pertanyaan yang sangat bagus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pap smear itu?&lt;br /&gt;Pap smear merupakan kepanjangan dari Papanicolau test. Tes ini ditemukan oleh Georgios Papanikolaou. Tes ini merupakan tes yang digunakan untuk melakukan skrening/deteksi dini terhadap adanya proses keganasan (kanker) pada daerah leher rahim (servik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perlu skrening?&lt;br /&gt;Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling sering dijumpai pada wanita setelah kanker payudara. Kanker ini termasuk penyebab kematian terbanyak akibat kanker. Secara internasional setiap tahun terdiagnosa 500.000 kasus baru. Seperti halnya kanker yang lain, deteksi dini merupakan kunci keberhasilan terapi, semakin awal diketahui, dalam artian masih dalam stadium yang tidak begitu tinggi atau bahkan baru pada tahap displasia atau prekanker, maka penanganan dan kemungkinan sembuhnya jauh lebih besar. Meskipun sekarang ini sensitivitas dari pap smear ini ramai diperdebatkan dalam skrening kanker leher rahim, Pap smear ini merupakan pemeriksaan non invasif yang cukup spesifik dan sensitif untuk mendeteksi adanya perubahan pada sel-sel di leher rahim sejak dini, apalagi bila dilakukan secara teratur. Cervicography dan tes HPV DNA diusulkan sebagai metode alternatif bagi skrening kanker leher rahim ini, karena kombinasi antara pap smear dan cervicography atau tes HPV DNA memberikan sensitivitas yang lebih tinggi dibanding pap smear saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang perlu melakukan pap smear?&lt;br /&gt;Pada umumnya seorang wanita disarankan untuk melakukan pap smear untuk pertama kali kira-kira 3 tahun setelah melakukan hubungan seksual yang pertama kali. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan pap smear dilakukan setiap tahun bagi wanita yang berumur 21-29 tahun, dan setiap 2-3 tahun sekali bagi wanita yang berumur lebih dari 30 tahun dengan catatan hasil pap testnya negatif 3 kali berturut-turut. Namun apabila seorang wanita mempunyai faktor resiko terkena kanker leher rahim (misalnya : hasil pap smear menunjukkan prekanker,terkena infeksi HIV, atau pada saat hamil ibu mengkonsumsi diethylstilbestrol (DES)) maka pap smear dilakukan setiap tahun tanpa memandang umur. Batasan seorang wanita untuk berhenti melakukan pap smear menurut American Cancer Society (ACS) adalah apabila sudah berumur 70 tahun dan hasil pap smear negatif 3 kali berturut-turut selama 10 tahun. ringkasnya adalah setiap wanita yang telah menikah dan atau wanita yang telah melakukan hubungan sexual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja persiapan yang diperlukan?&lt;br /&gt;Persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pap smear antara lain : &lt;br /&gt;• Hindari melakukan gurah vagina atau penggunaan obat-obatan trans vaginal, penggunaan kream dan jelly 2 hari sebelum pap smear karena dapat menyamarkan hasil pemeriksaan. &lt;br /&gt;• Meskipun pap smear ini dapat dilakukan pada saat menstruasi, namun disarankan untuk melakukannya pada saat tidak menstruasi, karena akan menyulitkan pameriksaan.&lt;br /&gt;selain kedua hal diatas, masih ada satu lagi yang perlu Anda ingat. sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan suami istri (coitus) menjelang pap smear test, sekurang-kurangnya 2 x 24 jam. tidak lama kan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tes Pap ini sangat dianjurkan  untuk dilakukan setiap  untuk setiap tahun pada Wanita yang sudah berkeluarga teutama pada wanita yang sudah  melahirkan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana prosedur pap smear?&lt;br /&gt;Pemeriksaan pap smear hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyakitkan, dokter akan menyuruh pasien membuka pakaian bagian bawah dan pasien terlentang di tempat tidur periksa dengan posisi lithotomy (kaki membuka dan lutut menekuk seperti posisi pada saat melahirkan).Dokter akan memasukkan alat bernama spekulum (cocor bebek) ke dalam vagina untuk membuka vagina sehingga dokter dapat memeriksa kondisi leher rahim, kemudian dokter akan mengambil sampel sel yang ada pada leher rahim dengan menggunakan Aylesbury spatula atau endocervical brush atau semacam sapu lidi kecil dari plastik untuk mengumpulkan sel-sel tersebut. Kemudian dokter akan memproses sel-sel tersebut, tergantung metode yang digunakan apakah konvensional pap smear (sel-sel tadi akan dibuat hapusan tipis secara langsung pada slide dari kaca baru difiksasi) atau liquid-based cytology (sel-sel tadi dimasukkan ke dalam wadah yang berisi cairan khusus biasanya berbasis etanol untuk menjaga kondisi sel-sel tersebut, kemudian sampel tadi dibawa ke laboratorium patologi anatomi untuk dibuatkan hapusan tipis sel).Setelah dibuat hapusan sel, slide kaca tadi dicat dengan metode Papanicolau dan didiagnosis oleh dokter spesialis patologi anatomi dengan menggunakan mikroskop. Kedua metode tersebut tidak mempunyai perbedaaan yang bermakna. Setelah melakukan pap smear pasien dapat langsung melanjutkan aktivitasnya.&lt;br /&gt;Pemeriksaan Pap Smear tidak membutuhkan pembiusan, baik bius lokal maupun bius umum. Jika pada Pap Smear ditemukan gambaran sel yang tidak normal maka akan dilakukan biopsi (pengambilan sedikit jaringan mulut rahim) untuk pemeriksaan mikroskop lebih lanjut. Pemeriksaan biopsi berguna untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan Pap Smear. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi hasil&lt;br /&gt;Hasil pemeriksaan pap smear dikategorikan berdasarkan Bethesda sistem, secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Negative for Intraepithelial Lesion or Malignancy&lt;br /&gt;2. Epithelial Cell Abnormalities&lt;br /&gt;3. Atypical glandular cells (AGC) &lt;br /&gt;4. Other&lt;br /&gt;secara garis besarnya, hasil pemeriksaan pap smear's adalah sebagi berikut :&lt;br /&gt; -  NEGATIF       &gt;  artinya tidak ditemukan sel-sel yang berbahaya ..!&lt;br /&gt; -  DISPLASIA    &gt;  ditemukan sel yang menunjukkan perubahan sifat&lt;br /&gt;                             yang dapat mengarah ke KEGANASAN  ,untuk&lt;br /&gt;                             itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan BIOPSI.&lt;br /&gt; -  POSITIF        &gt;  ditemukan sel GANAS&lt;br /&gt;                             Harus dilakukan BIOPSI untuk memastikan Diag-&lt;br /&gt;                             nosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak lanjut&lt;br /&gt;• Jika hasil pap smear negatif yang berarti tidak ditemukan adanya abnormal sel, maka tidak diperlukan terapi sampai jadwal pap smear yang berikutnya&lt;br /&gt;• Apabila hasil pemeriksaan positif yang berarti ditemukan adanya sel yang abnormal,maka penanganannya tergantung pada tipe sel yang ditemukan. Apabila ditemukan displasia atau prekanker dokter akan melakukan kolposkopi menggunakan mikroskup untuk memeriksa area leher rahim dan melakukan biopsi. Apabila hasil biopsi juga menunjukkan displasia maka dokter kandungan akan melakukan cryosurgery atau cone biopsi sebagai terapi terhadap displasia tersebut. Apabila ditemukan keganasan dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan stadium dari keganasan tersebut dan akan melakukan terapi sesuai stadium yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana melakukan pap smear's ?&lt;br /&gt;Anda tidak perlu khawatir... pap smear's bisa Anda dapatkan di tempat-tempat praktik pelayanan kesehatan. baik itu di rumah sakit pemerintah maupun suwasta, di puskesmas, di Rumah Bersalin, di Tempat praktik bidan atau dokter kebidanan bahkan Anda bisa langsung mendatangi laboratorium-laboratorium terdekat di sekitar tempat tinggal Anda... gimana mudahkan? kini Anda dapat berlega hati ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mencegah lebih baik dari mengobati kan?&lt;br /&gt;pada postingan yang berbeda, Anda akan menemukan pencegahan paling efektif untuk kanker leher rahim, iaitu dengan VAKSIN GRADASIL. untuk itu Anda bisa membuka postingan berjudul VAKSIN GRADASIL, pastikan Anda tidak melewatkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;1. Costa S, Sideri M, Syrjänen K et al (2000) Combined Pap smear, cervicography and HPV DNA testing in the detection of cervical intraepithelial neoplasia and cancer. Acta Cytol 44(3):310-318.&lt;br /&gt;2. Siebers AG, Klinkhamer PJ, Arbyn M (2008) Cytologic detection of cervical abnormalities using liquid-based compared with conventional cytology: a randomized controlled trial. Obstet Gynecol: 112(6):1327-1334. &lt;br /&gt;3. Solomon D , Davey D, Kurman R, et al (2002) The 2001 Bethesda System: Terminology for Reporting Results of Cervical Cytology. JAMA 287(16):2114-2119&lt;br /&gt;4. Stoler MH (2005) Cervical Cancer Screening in the Molecular Era: Change Is in the Air. Medscape &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1601403981517420624?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1601403981517420624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/06/pap-smear-test_25.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1601403981517420624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1601403981517420624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/06/pap-smear-test_25.html' title='PAP SMEAR TEST'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-4775140092388668819</id><published>2009-06-25T17:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T03:18:39.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>VAKSIN GRADASIL</title><content type='html'>Vaksin HPV mungkin bermanfaat pada perempuan yang sudah terpajan dengan beberapa jenis HPV &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perempuan yang sudah terinfeksi dengan beberapa dari keempat jenis virus human papiloma (HPV) yang dilindungi oleh vaksin Gardasil juga dilindungi terhadap perubahan sel prakanker atau kanker rahim yang disebabkan oleh jenis HPV penyebab kanker sisanya. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 November 2007. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa vaksin tersebut sangat efektif untuk mencegah lesi pada sekitar dubur, vagina dan kelamin lain yang disebabkan oleh jenis lain sisanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gardasil adalah vaksin terhadap HPV-6, -12, -16 dan -18, yang semuanya dikaitkan dengan perubahan sel prakanker atau kanker di rahim (dan dubur). Uji coba klinis menunjukkan bahwa vaksin ini sangat efektif untuk mencegah penyakit pada rahim dan kelamin terkait HPV pada perempuan yang tidak terinfeksi oleh HPV jenis ini.&lt;br /&gt;Tetapi, banyak perempuan yang aktif secara seksual sudah terinfeksi dengan satu atau lebih dari keempat jenis HPV ini dan para peneliti berharap dapat menentukan kemanjuran vaksin ini dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh jenis ini atau sisanya.&lt;br /&gt;Para peneliti menganalisis hasil dari dua uji coba klinis (FUTURE I dan FUTURE II ) terhadap keamanan dan kemanjuran vaksin tersebut. Uji coba ini adalah terkontrol plasebo dan mendaftarkan 17.622 perempuan. Para peneliti membatasi analisis mereka ini pada perempuan yang terinfeksi oleh antara satu dan empat jenis HPV yang dilindungi oleh Gardasil.&lt;br /&gt;Sejumlah 4.722 perempuan (2.368 menerima Gardasil, sisanya plasebo) terinfeksi dengan satu jenis virus atau lebih yang dilindungi oleh Gardasil dan dilibatkan dalam analisis para peneliti ini. Pasien rata-rata berusia 20 tahun, usia rata-rata terhadap aktivitas seksual yang tinggi adalah 16,5 tahun, dan jumlah pasangan seks selama hidup rata-rata adalah dua.&lt;br /&gt;Di antara perempuan yang terinfeksi antara satu atau tiga jenis HPV yang dilindungi oleh vaksin Gardasil adalah 100% efektif dalam pencegahan perubahan sel prakanker atau kanker rahim yang disebabkan oleh jenis sisanya. Selama tiga tahun, kemanjuran vaksin dalam mencegah perubahan sel prakanker atau kanker karena jenis virus sisanya adalah 91%.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, vaksin ini mempunyai 94% kemanjuran untuk mencegah lesi pada dubur dan vagina yang disebabkan oleh jenis HPV lain yang tidak menginfeksi perempuan ini.&lt;br /&gt;Efek samping, misalnya sakit kepala, demam, sakit tenggorokan dan mual terjadi dengan frekuensi yang serupa pada kelompok vaksin dan plasebo.&lt;br /&gt;“Analisis yang disediakan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang terinfeksi HPV-6, -11, 16, atau -18 mendapat manfaat dari vaksin empat jenis HPV ini (tipe 6, 11, 16, 18)...karena mereka terlindungi dari infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh tipe HPV yang belum mereka peroleh waktu memulai vaksinasi”, para peneliti menulis. “Manfaat ini penting karena kejadian infeksi HPV baru di antara peserta tersebut adalah lebih tinggi dibandingkan di antara perempuan yang belum pernah menerima vaksin keempat jenis HPV tersebut... vaksin empat jenis HPV pada orang yang pernah terpajan adalah dapat ditahan dengan baik.”&lt;br /&gt;Sejauh ini strategi vaksinasi HPV difokuskan pada gadis remaja atau lebih muda yang kemungkinan belum aktif secara seksual sehingga belum terpajan dengan HPV. Tetapi, para peneliti berpendapat bahwa hasil mereka menunjukkan bahwa memberi vaksin pada perempuan lebih tua yang pernah melakukan hubungan seks juga bermanfaat. Peneliti penelitian Daron Ferris berkomentar, “temuan ini mendukung bahwa vaksinasi yang memberi perlindungan terhadap keempat tipe virus pada gadis dan perempuan muda yang sudah terpajan dengan beberapa tipe virus masih tetap bermanfaat. Mereka akan terlindungi terhadap penyakit, termasuk kanker rahim yang disebabkan oleh tipe HPV lain yang dibidik oleh vaksin.”&lt;br /&gt;Tetapi, temuan penelitian ini tidak menunjukkan bahwa vaksin melindungi terhadap perubahan sel prakanker atau kanker yang disebabkan oleh tipe HPV yang tidak termasuk dalam vaksin pada perempuan yang sudah mempunyai satu atau lebih tipe HPV ketika mereka masuk dalam penelitian. Penelitian di Afrika sub-Sahara menunjukkan prevalensi tinggi onkotipe ini pada perempuan, khususnya di antara perempuan dengan HIV. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menunjukkan dampak perlindungan pada perempuan dalam kelompok ini.&lt;br /&gt;Gardasil diberikan sebanyak 3 kali, yaitu bulan ke- 0, 6, dan 12. diperkirakan, vaksin ini dapat bertahan untuk jangka waktu 8 tahun dari sejak diberikan. Namun, penelitian masih berjalan, bukan tidak mungkin nantinya vaksin ini cukup diberikan satu kali seumur hidup.&lt;br /&gt;Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keamanan dan kemanjuran Gardasil pada&lt;br /&gt;laki-laki anak atau dewasa, serta laki-laki dan perempuan dengan HIV, walaupun penelitian dalam populasi ini sedang dilakukan.&lt;br /&gt;Ringkasan: HPV vaccine may be of value for women already exposed to some HPV strains&lt;br /&gt;Sumber: The Future II Study Group. Prophylactic efficacy of a quadrivalent human papillomavirus (HPV) vaccine in women with virological evidence of HPV infection. J Infect Dis 196: 1438 – 1446, 2007. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-4775140092388668819?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/4775140092388668819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/06/vaksin-gradasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4775140092388668819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4775140092388668819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/06/vaksin-gradasil.html' title='VAKSIN GRADASIL'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-2047826511298936765</id><published>2009-05-17T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:59:55.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>Kontrasepsi</title><content type='html'>Mengapa kita membutuhkan Kontrasepsi&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam alasan pribadi: untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan, mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual. Secara internasional, kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Serba-serbi kontrasepsi&lt;br /&gt;Mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah keluarga yang terencana bukanlah hal mudah. Seyogyanya, pasangan harus mengetahui fakta dan informasi yang benar seputar kontrasepsi, termasuk plus minusnya agar semakin mantap membuat keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;Zaman sekarang banyak wanita lebih memilih oral kontrasepsi atau lebih dikenal sebagai pil KB. Kenapa begitu? Selain paling efektif, aman dan efek sampingnya relatif rendah, penggunaannya juga praktis.&lt;br /&gt;Pil kontrasepsi yang banyak beredar di pasaran umumnya tersedia dalam bentuk calendar pack. Setiap kemasan berisi 21 buah pil aktif yang harus diminum setiap hari selama 21 hari. Menstruasi akan terjadi saat minum plasebo atau pada interval 7-hari bebas minum pil.&lt;br /&gt;Pil kontrasepsi kombinasi mengandung estrogen dan progestin / progesteron.Ada pula pil kontrasepsi dengan efektivitas lebih rendah karena hanya mengandung progesteron (POP = progestin-only-pill), biasanya digunakan pada masa menyusui.&lt;br /&gt;MACAM-MACAM KONTRASEPSI&lt;br /&gt;Supaya bisa memutuskan pilihan yang paling tepat sesuai kebutuhan dan kondisi Anda, ayo kenali berbagai jenis alat kontrasepsi dan cari tahu mana yang sesuai untuk Anda.&lt;br /&gt;Efektivitas suatu metode kontrasepsi biasanya dinyatakan dengan angka z (PI). Angka ini menunjukkan jumlah kehamilan yang terjadi pada 100 wanita bila menggunakan metode kontrasepsi tersebut selama 1 tahun. Angka PI yang semakin kecil menandakan semakin efektifnya metode kontrasepsi tersebut.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah angka PI berbagai macam metode kontrasepsi:&lt;br /&gt;METODE KONTRASEPSI    PI (PEARL &lt;br /&gt;    INDEX)&lt;br /&gt;HORMONAL Kontrasepsi 1. Pil Kombinasi ( Estrogen + Progesteron) 0,1&lt;br /&gt;   Oral 2. Pil Sequential ( Estrogen + Progesteron  2,0&lt;br /&gt;          bertahap)   &lt;br /&gt;      3. POP = Progesteron Only Pill  2,3&lt;br /&gt;          (Progesteron saja)   &lt;br /&gt;   Suntikan 1 bulan (estrogen + progesteron) 0,7 - 1,0&lt;br /&gt;      3 bulan (depot progesteron) 0,7 - 1,1&lt;br /&gt;   Susuk/Implan Depot progesteron 0,7 - 1,0&lt;br /&gt;MEKANIK Alat-alat 1. Spiral (IUD = Intra Uterine Device 1,0 - 2,0&lt;br /&gt;   mekanik     AKDR = Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) (tembaga)&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;         1,0 - 5,0&lt;br /&gt;         (plastik)&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;      2. Kondom 10&lt;br /&gt;      3. Diafragma 20&lt;br /&gt;      4. Spermatisida 20&lt;br /&gt;      5. Diafragma + Spermatisida 12&lt;br /&gt;TEKNIK Teknik 1. Senggama terputus (Coitus Interruptus) 17&lt;br /&gt;      2. Kalender/Pantang berkala 23&lt;br /&gt;NON- KONTRASEPSI Tanpa kontrasepsi    80&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;A. KONTRASEPSI STERILISASI&lt;br /&gt;Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.&lt;br /&gt;B. KONTRASEPSI TEKNIK&lt;br /&gt;1. Coitus Interruptus  (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.&lt;br /&gt;2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.&lt;br /&gt;3. Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui &lt; 6 jam / hari, kemungkinan terjadi kehamilan cukup besar.&lt;br /&gt;C. KONTRASEPSI MEKANIK&lt;br /&gt;1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:&lt;br /&gt;o Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain&lt;br /&gt;o Membutuhkan waktu untuk pemasangan&lt;br /&gt;o Mengurangi sensasi seksual&lt;br /&gt;2. Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu &lt; 6 jam setelah senggama.&lt;br /&gt;3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim  bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (&lt; 8 jam ) setelah senggama.&lt;br /&gt;4. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.&lt;br /&gt;IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus:&lt;br /&gt;Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil&lt;br /&gt;Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.&lt;br /&gt;D. KONTRASEPSI HORMONAL&lt;br /&gt;Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.&lt;br /&gt;Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:&lt;br /&gt;•  Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim. &lt;br /&gt;•  Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung. &lt;br /&gt;Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon.&lt;br /&gt;1.  Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)&lt;br /&gt;Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:&lt;br /&gt;•  Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur) &lt;br /&gt;•  Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma &lt;br /&gt;•  Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan &lt;br /&gt;Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.&lt;br /&gt;MANFAAT TAMBAHAN OC&lt;br /&gt;Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti:&lt;br /&gt;Manfaat penyembuhan OC:&lt;br /&gt;Menyembuhkan kelainan menstruasi&lt;br /&gt;Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:&lt;br /&gt;•  Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle) &lt;br /&gt;•  Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore) &lt;br /&gt;•  Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS) &lt;br /&gt;•  Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore). &lt;br /&gt;Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.&lt;br /&gt;Mengatasi masalah hiper-androgenisme&lt;br /&gt;Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido).&lt;br /&gt;Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:&lt;br /&gt;• Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)&lt;br /&gt;• Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.&lt;br /&gt;OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat.&lt;br /&gt;Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.&lt;br /&gt;Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:&lt;br /&gt;•  Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50% &lt;br /&gt;•  Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40% &lt;br /&gt;•  Benjolan jinak payudara, s/d 40% &lt;br /&gt;•  Kista ovarium, s/d 80% &lt;br /&gt;•  Infertilitas primer, s/d 40% &lt;br /&gt;•  Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90% &lt;br /&gt;CARA MINUM OC&lt;br /&gt;OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.&lt;br /&gt;2. Suntik&lt;br /&gt;Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.&lt;br /&gt;3. Susuk KB (Implan)&lt;br /&gt;Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil.&lt;br /&gt;4. Koyo KB (Patch)&lt;br /&gt;Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;5. Disclaim&lt;br /&gt;Data dan informasi yang ditampilkan di situs ini disediakan atas kerjasama kami dengan perusahaan yang memproduksi produk tersebut dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan informasi seakurat mungkin, namun medicastore dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan informasi yang disajikan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-2047826511298936765?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/2047826511298936765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/05/kontrasepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/2047826511298936765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/2047826511298936765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/05/kontrasepsi.html' title='Kontrasepsi'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-6132340820281230085</id><published>2009-05-09T02:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:59:20.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healty Care'/><title type='text'>DIABETES MELLITUS</title><content type='html'>DIABETES MELLITUS&lt;br /&gt;Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.&lt;br /&gt;Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.&lt;br /&gt;Menurut kriteria diagnostik (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika kadar gula darah puasa &gt;126 mg/dL dan pada tes sewaktu &gt;200 mg/dL. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.&lt;br /&gt;Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu: &lt;br /&gt;1.Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin) &lt;br /&gt;2.Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM) &lt;br /&gt;Diabetes Mellitus tipe 1&lt;br /&gt;Diabetes Mellitus tipe 2 &lt;br /&gt;Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.&lt;br /&gt;Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.&lt;br /&gt;Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.&lt;br /&gt;Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun&lt;br /&gt;Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.&lt;br /&gt;Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.&lt;br /&gt;90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.&lt;br /&gt;Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab diabetes lainnya adalah: &lt;br /&gt;1.Kadar kortikosteroid yang tinggi &lt;br /&gt;2.Kehamilan diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan. &lt;br /&gt;3.Obat-obatan yang dapat merusak pankreas. &lt;br /&gt;4.Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin. &lt;br /&gt;Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih. sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). banyak minum (polidipsi). banyak makan (polifagi). pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga.  lebih peka terhadap infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes Mellitus tipe 1&lt;br /&gt;Diabetes Mellitus tipe 2 &lt;br /&gt;Timbul tiba-tiba.&lt;br /&gt;Tidak ada gejala selama beberapa tahun. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkemih dan sering merasa haus.&lt;br /&gt;Berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.&lt;br /&gt;Jarang terjadi ketoasidosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. &lt;br /&gt;Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam. &lt;br /&gt;Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.&lt;br /&gt;Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (polidipsi, polifagi, poliuri) dan kadar gula darah yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukan Diabetes&lt;br /&gt;Pra Diabetes&lt;br /&gt;Diabetes&lt;br /&gt;Puasa&lt;br /&gt;&lt; 110&lt;br /&gt;110-125 &lt;br /&gt;&gt; 126&lt;br /&gt;Sewaktu &lt;br /&gt;&lt; 110&lt;br /&gt;110-199 &lt;br /&gt;&gt; 200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi &lt;br /&gt;pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran.&lt;br /&gt;aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). &lt;br /&gt;Serangan jantung dan stroke.&lt;br /&gt; kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). &lt;br /&gt;gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).&lt;br /&gt;saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.&lt;br /&gt;Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.&lt;br /&gt;Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi. &lt;br /&gt;Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal.&lt;br /&gt;Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu: &lt;br /&gt;1.Obat Hipoglikemik Oral (OHO)&lt;br /&gt;Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.&lt;br /&gt;2.Terapi Sulih Insulin&lt;br /&gt;Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula atau tablet glukosa untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan atau makanan manis lainnya. Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula. Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah: &lt;br /&gt;Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba &lt;br /&gt;Sakit kepala &lt;br /&gt;Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba &lt;br /&gt;Badan gemetaran &lt;br /&gt;Berkeringat &lt;br /&gt;Bingung &lt;br /&gt;Penurunan kesadaran, koma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan terapi misalnya patuh meminum obat.&lt;br /&gt;Faktor keturunan , gaya hidup juga berperan besar. Diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas.  Obesitas artinya berat badan berlebih minimal sebanyak 20% dari berat badan idaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan tidak bergerak juga berpengaruh terhadap pola makan mengemil.&lt;br /&gt;Caranya mudah, murah dan efektif, antara lain: &lt;br /&gt;1.Membiasakan diri untuk hidup sehat &lt;br /&gt;2.Biasakan diri berolahraga secara teratur &lt;br /&gt;3.Hindari menonton TV atau main komputer terlalu lama &lt;br /&gt;4.Jangan mengkonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan garam yang tinggi. &lt;br /&gt;5.Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi. &lt;br /&gt;6.Konsumsi sayuran dan buah-buahan. &lt;br /&gt;Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal.  Berat badan idaman adalah 90% x (tinggi badan dalam cm dikurang 100 kg). Bila tinggi badan 160 cm, maka berat badan idamannya adalah 90% x (160-100) kg = 54 kg. Berolahraga dengan teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan zat gizi dalam makanan serta anjurannya untuk diabetisi sebagai berikut: &lt;br /&gt;1.Karbohidrat&lt;br /&gt;Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral. Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue kukis, dodol dan kue-kue manis lainnya. &lt;br /&gt;2.Protein&lt;br /&gt;Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;3.Lemak&lt;br /&gt;Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning &lt;br /&gt;4.Vitamin &amp; mineral&lt;br /&gt;Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan. Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).&lt;br /&gt;Menu Seimbang&lt;br /&gt;Makanlah beraneka ragam makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun serta sumber zat pengatur. &lt;br /&gt;1.Makanan sumber zat tenaga mengandung zat gizi: karbohidrat, lemak, dan proten. Makanan sumber zat tenaga antara lain nasi serta penggantinya seperti roti, mie, kentang, dll. &lt;br /&gt;2.Makanan sumber zat pembangun mengandung zat gizi protein dan mineral. Makanan sumber zat pembangun antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, ayam, daging, susu, keju dll. &lt;br /&gt;3.Makanan sumber zat pengatur mengandung vitamin dan mineral. Makanan sumber zat pengatur antara lain sayuran dan buah-buahan. &lt;br /&gt;Makanlah Teratur&lt;br /&gt;Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi, anda perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. Selain membantu dalam kebutuhan kalori, ahli gizi/diet juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porsi makanan hendaknya tersebar sepanjang hari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta kudapan diantara waktu makan. Diabetisi yang menggunakan insulin atau OHO, sebaiknya memperhatikan jadwal makan teratur, jenis serta jumlah makanan. Bila mereka makan tidak teratur, dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah &lt; 60 mg/dL) yang bisa membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah &amp; Jenis Makanan Sehari-hari&lt;br /&gt;Sebagai pedoman, anda dianjurkan makan 3 kali sehari yang terdiri dari: &lt;br /&gt;1.Satu piring nasi atau penggatinya. &lt;br /&gt;2.Satu potong ikan atau penggantinya. &lt;br /&gt;3.Satu mangkok sayuran. &lt;br /&gt;4.Buah-buahan.&lt;br /&gt;Diantara waktu makan tersebut di atas dapat diselingi dengan kudapan/makanan ringan, contohnya buah atau kue. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-6132340820281230085?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/6132340820281230085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/05/diabetes-mellitus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6132340820281230085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/6132340820281230085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/05/diabetes-mellitus.html' title='DIABETES MELLITUS'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-4839681625391202412</id><published>2009-04-30T02:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:57:12.806-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosmetik Salihah'/><title type='text'>TETAP CANTIK SAAT MENYUSUI</title><content type='html'>TETAP CANTIK SAAT MENYUSUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan adanya perubahan hormon pada saat hamil, ibu menyusui cenderung mengeluh soal penampilannya pasca melahirkan, seperti dalam hal berpakaian, juga sekitar masalah rambut, kuku, dan kulit. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna bagi ibu pasca melahirkan dan dalam masa menyusui:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan hidup lebih simple&lt;br /&gt;Kehadiran seorang bayi akan membuat anda lebih sibuk dari sebelumnya, sehingga kadang anda tidak punya cukup waktu untuk diri sendiri. Meski kadang bosan harus menjalani rutinitas sebagai ibu baru, namun tanamkan dalam pikiran anda bahwa menjadi ibu adalah hal terindah dalam hidup anda, anad tak perlu tampil glamour di depan bayi anda bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan Prioritas Anda&lt;br /&gt;Menentukan prioritas mana yang lebih dulu harus anda lakukan sebagai ibu lebih penting dibanding saat mengaplikasikan kosmetik di wajah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanan Rambut Minim Perawatan&lt;br /&gt;Sebagai ibu menyusui kadang anda harus mendampingi bayi anda sepanjang waktu, hingga tak punya cukup waktu untuk menata rambut. Untuk itu pilihlah tatanan rambut yang membutuhkan sedikit perawatan, yang tidak mebutuhkan roller, styling dan sebagainya. Selain itu hindari juga mengeriting atau meluruskan rambut secara permanen yang mengadung bahan kimia tingkat tinggi yang mungkin berbahaya bagi bayi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Aksesoris Rambut&lt;br /&gt;Jika Rambut panjangn anda mengganggu kenyamanan anda dalam menyusui, gunakan bandana, bando, topi, atau scarf untuk mebungkus rambut anda dan mengatasi "bad hair day".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Kondisi kulit&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan setelah melahirkan, kulit akan mengalami perubahan kondisi, seperti memerah, kasar, dan berbintik hitam. Perubahan ini akan hilang seiring berjalannya waktu, walaupun tidak akan kembali pada kondisi kulit anad sebelum melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga kelembaban Kulit&lt;br /&gt;Dehidrasi dan kulit kering sering terjadi pada ibu menyusui, pakailah pelembab yang berguna untuk tetap menjaga kelembaban kulit anda selama masa menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong Kuku&lt;br /&gt;Pastikan kuku anda dalam keadaan pendek saat masa menyusui. Bukan hanya bisa melukai kulit bayi anda yang sensitif, kuku panjang juga akan mudah patah dibulan-bulan awal setelah melahirkan. Kuku pendek adalah yang terbaik untuk ibu dan bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi Diet dan Olahraga&lt;br /&gt;Tubuh 'ndut' selalu dianggap tidak cantik. Tak heran jika umumnya program pertama ibu pasca melahirkan. Untuk itu banyak pula yang melakukan program diet, Namun sebaiknya konsultasikan dulu dengan ahli gizi agar program yang dijalankan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. &lt;br /&gt;Diet karbohidrat tidak disarankan untuk ibu yang masih menyusui anaknya. Karena, diet dengan hanya makan buah atau sayur punya efek samping, yaitu berkurangnya produksi ASI di dalam tubuh. Bagaimanapun juga, produksi ASI tetap membutuhkan kelengkapan dan keseimbangan nutrisi 4 sehat 5 sempurna. Di luar itu semua, diet apa pun yang keras dan ekstrem, tidak bagus dilakukan. Misalnya, berpantang lemak dan hanya makan protein akan merusak ginjal. Sebab, ginjal dipaksa bekerja keras membuang nitrogen dari protein. Selain diet, olahraga adalah cara terbaik untuk menurunkan kembali berat badan, olahraga ini bisa dengan melakukan senam atau body language. Banyaknya tenaga yang dikeluarkan saat melakukan gerakan membantu membakar lemak yang menimbun di dalam tubuh ibu. Sehingga, cadangan lemak pun lama-kelamaan berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapkan target&lt;br /&gt;Untuk melangsingkan tubuh sesudah melahirkan, perlu target berapa kelebihan yang harus dibuang. Misal, berat badan semula 50 kg. Saat hamil, idealnya berat tubuh adalah 70 kg. Setelah melahirkan, berat tubuh akan berkurang sebanyak 6 kg, sehingga menjadi 64 kg. Nah, dengan diet seimbang, kemungkinan untuk menurunkan 7-8 kg sangat mungkin terlaksana&lt;br /&gt;Setelah menetapkan target, ibu bisa mulai melakukan program penurunan berat badan yang benar, misalnya diet berimbang. Jika ibu sukar mengendalikan nafsu makannya, sementara berat badan terus membumbung dan ibu dikhawatirkan mengalami overweight, bisa jadi dokter memberi obat pengurang nafsu makan. Tentu saja, penggunaan obat ini harus sepengetahuan dokter. Terutama, apakah ibu berisiko kegemukan dan sudah melewati masa menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Sehat dengan Lemon&lt;br /&gt; Buah yang memburatkan aroma segar ini, punya banyak khasiat bagi kecantikan. Tidak tanggung-tanggung, Lemon dapat dimanfaatkan dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Ini dia yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Rambut Berkilau&lt;br /&gt; Air perasan lemon bisa dimanfaatkan untuk membuat rambut lebih sehat, licin, dan berkilau. Caranya, campurkan saja air perasan lemon dengan dengan air mandi, ketika mencuci rambut.&lt;br /&gt; Atau, Anda bisa mencoba alternatif lain, yaitu, mencampurkan tiga sendok makan jus lemon dengan 3/4 gelas minyak zaitun dan setengah gelas madu. Oleskan ke rambut dengan bantuan sisir. Lalu, diamkan selama setengah jam sambil ditutup shower cap. Setelahnya, cuci rambut seperti biasa dan dapatkan kilau rambut alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mencerahkan Wajah&lt;br /&gt; Lemon bisa dipakai juga sebagai masker, terutama bagi tipe kulit berminyak. Campurkan saja air lemon dengan madu dan gunakan sebagai masker. Setelah 10 menit, bersihkan dengan air hangat dan dapatkan kulit wajah yang lebih cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mulut dan Gigi&lt;br /&gt; Beberapa tetes lemon bisa digunakan sebagai obat kumur untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut. Lemon juga dapat sekaligus memutihkan gigi, jika Anda berkumur-kumur setelah menggosok gigi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Membersihkan Sela-sela Kuku&lt;br /&gt; Tidak sempat manicure atau pedicure di salon kesayangan? Lemon bisa digunakan sebagai alternatif perawatan kuku. Rendam kuku dalam air lemon sekitar 10 menit. Lalu, gosok perlahan dengan sikat kecil sambil menggunakan cuka dan air hangat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tumit dan Lutut&lt;br /&gt; Tumit atau lutut kering dan kasar, sama sekali bukan penyempurna penampilan. Siasati dengan menggosokkan potongan lemon pada kulit tumit dan lutut yang bermasalah. Voila, tumit dan lutut pun halus kembali. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-4839681625391202412?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/4839681625391202412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/tetap-cantik-saat-menyusui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4839681625391202412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/4839681625391202412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/tetap-cantik-saat-menyusui.html' title='TETAP CANTIK SAAT MENYUSUI'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7727821685953374716</id><published>2009-04-30T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:55:53.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info penting'/><title type='text'>Info Rumah Bersalin Gratis</title><content type='html'>Rumah Bersalin Gratis&lt;br /&gt;Deskripsi Program&lt;br /&gt;Program Rumah Bersalin Gratis dapat dimanfaatkan secara gratis oleh mustahik yang terdaftar sebagai member di Layanan Kesehatan Gratis Rumah Zakat Indonesia. Program Rumah Bersalin Gratis yang dilaksanakan ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Program Rumah Bersalin Gratis diberikan dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat dhuafa dan juga untuk menarik minat masyarakat dhuafa terhadap pentingnya pemeliharaan kesehatan kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan, termasuk perencanaan keluarga. &lt;span class="fullpost"&gt;Layanan yang diberikan pada Program Rumah Bersalin Gratis adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Persalinan normal&lt;br /&gt;   2. Pemeriksaan kandungan&lt;br /&gt;   3. Imunisasi&lt;br /&gt;   4. KB&lt;br /&gt;   5. Pemeriksaan dan pengobatan Umum untuk Ibu dan Anak&lt;br /&gt;   6. Konsultasi Gizi Ibu dan Anak&lt;br /&gt;   7. Khitanan Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas Untuk Pasien (Member)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Member diperiksa oleh dokter dan bidan yang berpengalaman.&lt;br /&gt;    * Member mendapatkan obat-obatan secara gratis.&lt;br /&gt;    * Member dapat memanfaatkan fasilitas lain di program kesehatan Rumah Zakat Indonesia, seperti mobil jenazah.&lt;br /&gt;    * Member Dapat memanfaatkan layanan kesehatan di Layanan Kesehatan Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Kelayakan Penerima Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masyarakat Dhuafa.&lt;br /&gt;    * Ibu hamil dengan usia kandungan dibawah 35 minggu dan lebih dari 20 minggu, serta tidak termasuk dalam ibu hamil dengan resiko tinggi dan tidak hamil di luar nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen yang harus dilengkapi oleh Calon Penerima Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Fotokopi KTP&lt;br /&gt;    * Fotocopy Kartu Keluarga&lt;br /&gt;    * Surat Nikah&lt;br /&gt;    * Surat Keterangan Tidak Mampu&lt;br /&gt;    * Mengisi formulir pendaftaran&lt;br /&gt;    * Mengisi formulir lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pengajuan Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Calon Member datang langsung ke Layanan Kesehatan Gratis Rumah Zakat Indonesia terdekat dan mengisi mendaftar dibagian pendaftaran pasien, untuk kemudian menjalani screening/pemeriksaan kesehatan fisik dan kehamilan.&lt;br /&gt;    * Valon Member menunjukkan dokumentasi yang menunjang (fc ktp, fc kartu keluarga, dan surat keterangan tidak mampu dari rt/rw).&lt;br /&gt;    * Calon Member yang telah melengkapi syarat-syarat, mengisi formulir pendaftaran.&lt;br /&gt;    * Setelah persyaratan lengkap dan mengisi formulir, calon member di survey oleh petugas survey.&lt;br /&gt;    * Setelah dinyatakan sesuai kriteria penerima bantuan dan dipastikan menjadi member Rumah bersalin, pasien dapat dilayani dan mendapatkan fasilitas Layanan Kesehatan Gratis. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7727821685953374716?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7727821685953374716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/info-rumah-bersalin-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7727821685953374716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7727821685953374716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/info-rumah-bersalin-gratis.html' title='Info Rumah Bersalin Gratis'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-7567753542611782739</id><published>2009-04-28T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:54:12.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsep Kebidanan Formal'/><title type='text'>Standar Kompetensi Bidan</title><content type='html'>STANDAR KOMPETENSI BIDAN&lt;br /&gt;Kompetensi ke 1 : Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Kebudayaan dasar masyarakat di Indonesia.&lt;br /&gt;2. Keuntungan dan kerugian praktik kesehatan tradisional dan modern.&lt;br /&gt;3. Sarana tanda bahaya serta transportasi kegawat-daruratan bagi anggota masyarakat yang sakit yang membutuhkan asuhan tambahan.&lt;br /&gt;4. Penyebab langsung maupun tidak langsung kematian dan kesakitan ibu dan bayi di masyarakat.&lt;br /&gt;5. Advokasi dan strategi pemberdayaan wanita dalam mempromosikan hak-haknya yang diperlukan untuk mencapai kesehatan yang optimal (kesehatan dalam memperoleh pelayanan kebidanan).&lt;br /&gt;6. Keuntungan dan resiko dari tatanan tempat bersalin yang tersedia.&lt;br /&gt;7. Advokasi bagi wanita agar bersalin dengan aman.&lt;br /&gt;8. Masyarakat keadaan kesehatan lingkungan, termasuk penyediaan air, perumahan, resiko lingkungan, makanan, dan ancaman umum bagi kesehatan.&lt;br /&gt;9. Standar profesi dan praktik kebidanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Epidemiologi, sanitasi, diagnosa masyarakat dan vital statistik.&lt;br /&gt;2. Infrastruktur kesehatan setempat dan nasional, serta bagaimana mengakses sumberdaya yang dibutuhkan untuk asuhan kebidanan.&lt;br /&gt;3. Primary Health Care (PHC) berbasis di masyarakat dengan menggunakan promosi kesehatan serta strategi penvegahan penyakit.&lt;br /&gt;4. Program imunisasi nasional dan akses untuk pelayanan imunisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Profesional Bidan&lt;br /&gt;1. Berpegang teguh pada filosofi, etika profesi dan aspek legal.&lt;br /&gt;2. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan klinis yang dibuatnya.&lt;br /&gt;3. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mutakhir.&lt;br /&gt;4. Menggunakan cara pencegahan universal untuk penyakit, penularan dan strategis dan pengendalian infeksi.&lt;br /&gt;5. Melakukan konsultasi dan rujukan yang tepat dalam memberikan asuhan kebidanan.&lt;br /&gt;6. Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca persalinan, bayi baru lahir dan anak.&lt;br /&gt;7. Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri.&lt;br /&gt;8. Menggunakan keterampilan mendengar dan memfasilitasi.&lt;br /&gt;9. Bekerjasama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan keluarga.&lt;br /&gt;10. Advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRA KONSEPSI, KB, DAN GINEKOLOGI&lt;br /&gt;Kompetensi ke-2 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Pertumbuhan dan perkembangan seksualitas dan aktivitas seksual.&lt;br /&gt;2. Anatomi dan fisiologi pria dan wanita yang berhubungan dengan konsepsi dan reproduksi.&lt;br /&gt;3. Norma dan praktik budaya dalam kehidupan seksualitas dan kemampuan bereproduksi.&lt;br /&gt;4. Komponen riwayat kesehatan, riwayat keluarga, dan riwayat genetik yang relevan.&lt;br /&gt;5. Pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mengevaluasi potensi kehamilan yang sehat.&lt;br /&gt;6. Berbagai metode alamiah untuk menjarangkan kehamilan dan metode lain yang bersifat tradisional yang lazim digunakan.&lt;br /&gt;7. Jenis, indikasi, cara pemberian, cara pencabutan dan efek samping berbagai kontrasepsi yang digunakan antara lain pil, suntik, AKDR, alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK), kondom, tablet vagina dan tisu vagina.&lt;br /&gt;8. Metode konseling bagi wanita dalam memilih suatu metode kontrasepsi.&lt;br /&gt;9. Penyuluhan kesehatan mengenai IMS, HIV/AIDS dan kelangsungan hidup anak.&lt;br /&gt;10. Tanda dan gejala infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual yang lazim terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Tambahan&lt;br /&gt;1. Faktor-faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan.&lt;br /&gt;2. Indikator penyakit akut dan kronis yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, dan proses rujukan pemeriksaan/pengobatan lebih lanjut.&lt;br /&gt;3. Indikator dan metode konseling/rujukan terhadap gangguan hubungan interpersonal, termasuk kekerasan dan pelecehan dalam keluarga (seks, fisik dan emosi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang lengkap.&lt;br /&gt;2. Melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus sesuai dengan kondisi wanita.&lt;br /&gt;3. Menetapkan dan atau melaksanakan dan menyimpulkan hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit dan analisa urine.&lt;br /&gt;4. Melaksanakan pendidikan kesehatan dan keterampilan konseling dasar dengan tepat.&lt;br /&gt;5. Memberikan pelayanan KB yang tersedia sesuai kewenangan dan budaya masyarakat.&lt;br /&gt;6. Melakukan pemeriksaan berkala akseptor KB dan melakukan intervensi sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;7. Mendokumentasikan temuan-temuan dari intervensi yang ditemukan.&lt;br /&gt;8. Melakukan pemasangan AKDR.&lt;br /&gt;9. Melakukan pencabutan AKDR dengan letak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Melakukan pemasangan AKBK.&lt;br /&gt;2. Melakukan pencabutan AKBK dengan letak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN DAN KONSELING SELAMA KEHAMILAN&lt;br /&gt;Kompetensi ke-3 : Bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Anatomi dan fisiologi tubuh manusia.&lt;br /&gt;2. Siklus menstruasi dan proses konsepsi.&lt;br /&gt;3. Tumbuh kembang janin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;4. Tanda-tanda dan gejala kehamilan.&lt;br /&gt;5. Mendiagnosa kehamilan.&lt;br /&gt;6. Perkembangan normal kehamilan.&lt;br /&gt;7. Komponen riwayat kesehatan.&lt;br /&gt;8. Komponen pemeriksaan fisik yang terfokus selama antenatal.&lt;br /&gt;9. Menentukan umur kehamilan dari riwayat menstruasi, pembesaran dan/atau tinggi fundus uteri.&lt;br /&gt;10. Mengenal tanda dan gejala anemia ringan dan berat, hyperemesis gravidarum, kehamilan ektopik terganggu, abortus imminen, molahydatidosa dan komplikasinya, dan kehamilan ganda, kelainan letak serta pre eklamsia.&lt;br /&gt;11. Nilai Normal dari pemeriksaan laboratorium seperti Haemaglobin dalam darah, test gula, protein, acetone dan bakteri dalam urine.&lt;br /&gt;12. Perkembangan normal dari kehamilan: perubahan bentuk fisik, ketidaknyamanan yang lazim, pertumbuhan fundus uteri yang diharapkan.&lt;br /&gt;13. Perubahan psikologis yang normal dalam kehamilan dan dampak kehamilan terhadap keluarga.&lt;br /&gt;14. Penyuluhan dalam kehamilan, perubahan fisik, perawatan buah dada ketidaknyamanan, kebersihan, seksualitas, nutrisi, pekerjaan dan aktifitas (senam hamil).&lt;br /&gt;15. Kebutuhan nutrisi bagi wanita hamil dan janin.&lt;br /&gt;16. Penata laksanaan immunisasi pada wanita hamil.&lt;br /&gt;17. Pertumbuhan dan perkembangan janin.&lt;br /&gt;18. Persiapan persalinan, kelahiran, dan menjadi orang tua.&lt;br /&gt;19. Persiapan keadaan dan rumah/keluarga untuk menyambut kelahiran bayi.&lt;br /&gt;20. Tanda-tanda dimulainya persalinan.&lt;br /&gt;21. Promosi dan dukungan pada ibu menyusukan.&lt;br /&gt;22. Teknik relaksasi dan strategi meringankan nyeri pada persiapan persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;23. Mendokumentasikan temuan dan asuhan yang diberikan.&lt;br /&gt;24. Mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;25. Penggunaan obat-obat tradisional ramuan yang aman untuk mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.&lt;br /&gt;26. Akibat yang ditimbulkan dari merokok, penggunaan alkohol, dan obat terlarang bagi wanita hamil dan janin.&lt;br /&gt;27. Akibat yang ditimbulkan/ditularkan oleh binatang tertentu terhadap kehamilan, misalnya toxoplasmasmosis.&lt;br /&gt;28. Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa seperti pre-eklampsia, perdarahan pervaginam, kelahiran premature, anemia berat.&lt;br /&gt;29. Kesejahteraan janin termasuk DJJ dan pola aktivitas janin.&lt;br /&gt;30. Resusitasi kardiopulmonary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Tambahan&lt;br /&gt;1. Tanda, gejala dan indikasi rujukan pada komplikasi tertentu dalam kehamilan, seperti asma, infeksi HIV, infeksi menular seksual (IMS), diabetes, kelainan jantung, postmatur/serotinus.&lt;br /&gt;2. Akibat dari penyakit akut dan kronis yang disebut diatas bagi kehamilan dan janinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisanya pada setiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.&lt;br /&gt;2. Melaksanakan pemeriksaan fisik umum secara sistematis dan lengkap.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan pemeriksaan abdomen secara lengkap termasuk pengukuran tinggi fundus uteri/posisi/presentasi dan penurunan janin.&lt;br /&gt;4. Melakukan penilaian pelvic, termasuk ukuran dan struktur tulang panggul.&lt;br /&gt;5. Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk detak jantung janin dengan menggunakan fetoscope (Pinrad) dan gerakan janin dengan palpasi uterus.&lt;br /&gt;6. Menghitung usia kehamilan dan menentukan perkiraan persalinan.&lt;br /&gt;7. Mengkaji status nutrisi ibu hamil dan hubungannya dengan pertumbuhan janin.&lt;br /&gt;8. Mengkaji kenaikan berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi kehamilan.&lt;br /&gt;9. Memberikan penyuluhan pada klien/keluarga mengenai tanda-tanda berbahaya serta bagaimana menghubungi bidan.&lt;br /&gt;10. Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat I, abortus imminen dan pre eklamsia ringan.&lt;br /&gt;11. Menjelaskan dan mendemontrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan yang lazim terjadi dalam kehamilan.&lt;br /&gt;12. Memberikan immunisasi pada ibu hamil.&lt;br /&gt;13. Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan melakukan penanganan yang tepat termasuk merujuk ke fasilitas pelayanan tepat dari:&lt;br /&gt; a. Kekurangan gizi.&lt;br /&gt; b. Pertumbuhan janin yang tidak adekuat: SGA &amp; LGA.&lt;br /&gt; c. Pre eklamsia berat dan hipertensi.&lt;br /&gt; d. Perdarahan per-vaginam.&lt;br /&gt; e. Kehamilan ganda pada janin kehamilan aterm.&lt;br /&gt; f. Kelainan letak pada janin kehamilan aterm.&lt;br /&gt; g. Kematian janin.&lt;br /&gt; h. Adanya adema yang signifikan, sakit kepala yang hebat, gangguan pandangan, nyeri epigastrium yang disebabkan tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt; i. Ketuban pecah sebelum waktu (KPD=Ketuban Pecah Dini).&lt;br /&gt; j. Persangkaan polyhydramnion.&lt;br /&gt; k. Diabetes melitus.&lt;br /&gt; l. Kelainan congenital pada janin.&lt;br /&gt; m. Hasil laboratorium yang tidak normal.&lt;br /&gt; n. Persangkaan polyhydramnion, kelainan janin.&lt;br /&gt; o. Infeksi pada ibu hamil seperti : IMS, vaginitis, infeksi saluran perkemihan dan saluran nafas.&lt;br /&gt;14. Memberikan bimbingan dan persiapan untuk persalinan, kelahiran dan menjadi orang tua.&lt;br /&gt;15. Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai perilaku kesehatan selama hamil seperti nutrisi, latihan (senam), keamanan dan berhenti merokok.&lt;br /&gt;16. Penggunaan secara aman jamu/obat-obatan tradisional yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Menggunakan Doppler untuk memantau DJJ.&lt;br /&gt;2. Memberikan pengobatan dan/atau kolaborasi terhadap penyimpangan dari keadaan normal dengan menggunakan standar local dan sumber daya yang tersedia.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kemampuan Asuhan Pasca Keguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN SELAMA PERSALINAN DAN KELAHIRAN&lt;br /&gt;Kompetensi ke-4 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin selama persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Fisiologi persalinan.&lt;br /&gt;2. Anatomi tengkorak janin, diameter yang penting dan penunjuk.&lt;br /&gt;3. Aspek psikologis dan cultural pada persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;4. Indikator tanda-tanda mulai persalinan.&lt;br /&gt;5. Kemajuan persalinan normal dan penggunaan partograf atau alat serupa.&lt;br /&gt;6. Penilaian kesejahteraan janin dalam masa persalinan.&lt;br /&gt;7. Penilaian kesejahteraan ibu dalam masa persalinan.&lt;br /&gt;8. Proses penurunan janinmelalui pelvic selama persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;9. Pengelolaan dan penatalaksanaan persalinan dengan kehamilan normal dan ganda.&lt;br /&gt;10. Pemberian kenyamanan dalam persalinan, seperti: kehadiran keluarga pendamping, pengaturan posisi, hidrasi, dukungan moril, pengurangan nyeri tanpa obat.&lt;br /&gt;11. Transisi bayi baru lahir terhadap kehidupan diluar uterus.&lt;br /&gt;12. Pemenuhan kebutuhan fisik bayi baru lahir meliputi pernapasan, kehangatan dan memberikan ASI/PASI, eksklusif 6 bulan.&lt;br /&gt;13. Pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional bayi baru lahir, jika memungkinkan antara lain kontak kulit langsung, kontak mata antar bayi dan ibunya bila dimungkinkan.&lt;br /&gt;14. Mendukung dan meningkatkan pemberian ASI eksklusif.&lt;br /&gt;15. Manajemen fisiologi kala III.&lt;br /&gt;16. Memberikan suntikan intra muskuler meliputi: uterotonika, antibiotika dan sedative.&lt;br /&gt;17. Indikasi tindakan kedaruratan kebidanan seperti: distosia bahu, asfiksia neonatal, retensio plasenta, perdarahan karena atonia uteri dan mengatasi renjatan.&lt;br /&gt;18. Indikasi tindakan operatif pada persalinan misalnya gawat janin, CPD.&lt;br /&gt;19. Indikator komplikasi persalinan : perdarahan, partus macet, kelainan presentasi, eklamsia kelelahan ibu, gawat janin, infeksi, ketuban pecah dini tanpa infeksi, distosia karena inersia uteri primer, post term dan pre term serta tali pusat menumbung.&lt;br /&gt;20. Prinsip manajemen kala III secara fisiologis.&lt;br /&gt;21. Prinsip manajemen aktif kala III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Tambahan&lt;br /&gt;1. Penatalaksanaan persalinan dengan malpresentasi.&lt;br /&gt;2. Pemberian suntikan anestesi local.&lt;br /&gt;3. Akselerasi dan induksi persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Mengumpulkan data yang terfokus pada riwayat kebidanan dan tanda-tanda vital ibu pada persalinan sekarang.&lt;br /&gt;2. Melaksanakan pemeriksaan fisik yang terfokus.&lt;br /&gt;3. Melakukan pemeriksaan abdomen secara lengkap untuk posisi dan penurunan janin.&lt;br /&gt;4. Mencatat waktu dan mengkaji kontraksi uterus (lama, kekuatan dan frekuensi).&lt;br /&gt;5. Melakukan pemeriksaan panggul (pemeriksaan dalam) secara lengkap dan akurat meliputi pembukaan, penurunan, bagian terendah, presentasi, posisi keadaan ketuban, dan proporsi panggul dengan bayi.&lt;br /&gt;6. Melakukan pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograph.&lt;br /&gt;7. Memberikan dukungan psikologis bagi wanita dan keluarganya.&lt;br /&gt;8. Memberikan cairan, nutrisi dan kenyamanan yang kuat selama persalinan.&lt;br /&gt;9. Mengidentifikasi secara dini kemungkinan pola persalinan abnormal dan kegawat daruratan dengan intervensi yang sesuai dan atau melakukan rujukan dengan tepat waktu.&lt;br /&gt;10. Melakukan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm sesuai dengan indikasi.&lt;br /&gt;11. Menolong kelahiran bayi dengan lilitan tali pusat.&lt;br /&gt;12. Melakukan episiotomi dan penjahitan, jika diperlukan.&lt;br /&gt;13. Melaksanakan manajemen fisiologi kala III.&lt;br /&gt;14. Melaksanakan manajemen aktif kala III.&lt;br /&gt;15. Memberikan suntikan intra muskuler meliputi uterotonika, antibiotika dan sedative.&lt;br /&gt;16. Memasang infus, mengambil darah untuk pemeriksaan hemoglobin (HB) dan hematokrit (HT).&lt;br /&gt;17. Menahan uterus untuk mnecegah terjadinya inverse uteri dalam kala III.&lt;br /&gt;18. Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaputnya.&lt;br /&gt;19. Memperkirakan jumlah darah yang keluar pada persalinan dengan benar.&lt;br /&gt;20. Memeriksa robekan vagina, serviks dan perineum.&lt;br /&gt;21. Menjahit robekan vagina dan perineum tingkat II.&lt;br /&gt;22. Memberikan pertolongan persalinan abnormal : letak sungsang, partus macet kepada di dasar panggul, ketuban pecah dini tanpa infeksi, post term dan pre term.&lt;br /&gt;23. Melakukan pengeluaran, plasenta secara manual.&lt;br /&gt;24. Mengelola perdarahan post partum.&lt;br /&gt;25. Memindahkan ibu untuk tindakan tambahan/kegawat daruratan dengan tepat waktu sesuai indikasi.&lt;br /&gt;26. Memberikan lingkungan yang aman dengan meningkatkan hubungan/ikatan tali kasih ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;27. Memfasilitasi ibu untuk menyusui sesegera mungkin dan mendukung ASI eksklusif.&lt;br /&gt;28. Mendokumentasikan temuan-temuan yang penting dan intervensi yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Menolong kelahiran presentasi muka dengan penempatan dan gerakan tangan yang tepat.&lt;br /&gt;2. Memberikan suntikan anestesi local jika diperlukan.&lt;br /&gt;3. Melakukan ekstraksi forcep rendah dan vacum jika diperlukan sesuai kewenangan.&lt;br /&gt;4. Mengidentifikasi dan mengelola malpresentasi, distosia bahu, gawat janin dan kematian janin dalam kandungan (IUFD) dengan tepat.&lt;br /&gt;5. Mengidentifikasi dan mengelola tali pusat menumbung.&lt;br /&gt;6. Mengidentifikasi dan menjahit robekan serviks.&lt;br /&gt;7. Membuat resep dan atau memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri jika diperlukan sesuai kewenangan.&lt;br /&gt;8. Memberikan oksitosin dengan tepat untuk induksi dan akselerasi persalinan dan penanganan perdarahan post partum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI&lt;br /&gt;Kompetensi ke-5 : Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan mneyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Fisiologis nifas.&lt;br /&gt;2. Proses involusi dan penyembuhan sesudah persalinan/abortus.&lt;br /&gt;3. Proses laktasi/menyusui dan teknik menyusui yang benar serta penyimpangan yang lazim terjadi termasuk pembengkakan payudara, abses, masitis, putting susu lecet, putting susu masuk.&lt;br /&gt;4. Nutrisi ibu nifas, kebutuhan istirahat, aktifitas dan kebutuhan fisiologis lainnya seperti pengosongan kandung kemih.&lt;br /&gt;5. Kebutuhan nutrisi bayi baru lahir.&lt;br /&gt;6. Adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin dan abortus.&lt;br /&gt;7. “Bonding &amp; Atacchment” orang tua dan bayi baru lahir untuk menciptakan hubungan positif.&lt;br /&gt;8. Indikator subinvolusi: misalnya perdarahan yang terus-menerus, infeksi.&lt;br /&gt;9. Indikator masalah-masalah laktasi.&lt;br /&gt;10. Tanda dan gejala yang mengancam kehidupan misalnya perdarahan pervaginam menetap, sisa plasenta, renjatan (syok) dan pre-eklamsia post partum.&lt;br /&gt;11. Indikator pada komplikasi tertentu dalam periode post partum, seperti anemia kronis, hematoma vulva, retensi urine dan incontinetia alvi.&lt;br /&gt;12. Kebutuhan asuhan dan konseling selama dan konseling selama dan sesudah abortus.&lt;br /&gt;13. Tanda dan gejala komplikasi abortus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang terfokus, termasuk keterangan rinci tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran.&lt;br /&gt;2. Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada ibu.&lt;br /&gt;3. Pengkajian involusi uterus serta penyembuhan perlukaan/luka jahitan.&lt;br /&gt;4. Merumuskan diagnosa masa nifas.&lt;br /&gt;5. Menyusun perencanaan.&lt;br /&gt;6. Memulai dan mendukung pemberian ASI eksklusif.&lt;br /&gt;7. Melaksanakan pendidikan kesehatan pada ibu meliputi perawatan diri sendiri, istirahat, nutrisi dan asuhan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;8. Mengidentifikasi hematoma vulva dan melaksanakan rujukan bilamana perlu.&lt;br /&gt;9. Mengidentifikasi infeksi pada ibu, mengobati sesuai kewenangan atau merujuk untuk tindakan yang sesuai.&lt;br /&gt;10. Penatalaksanaan ibu post partum abnormal: sisa plasenta, renjatan dan infeksi ringan.&lt;br /&gt;11. Melakukan konseling pada ibu tentang seksualitas dan KB pasca persalinan.&lt;br /&gt;12. Melakukan konseling dan memberikan dukungan untuk wanita pasca persalinan.&lt;br /&gt;13. Melakukan kolaborasi atau rujukan pada komplikasi tertentu.&lt;br /&gt;14. Memberikan antibiotika yang sesuai.&lt;br /&gt;15. Mencatat dan mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Melakukan insisi pada hematoma vulva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR&lt;br /&gt;Kompetensi ke-6 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus.&lt;br /&gt;2. Kebutuhan dasar bayi baru lahir: kebersihan jalan napas, perawatan tali pusat, kehangatan, nutrisi, “bonding &amp; attachment”.&lt;br /&gt;3. Indikator pengkajian bayi baru lahir, misalnya dari APGAR.&lt;br /&gt;4. Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.&lt;br /&gt;5. Tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir selama 1 bulan.&lt;br /&gt;6. Memberikan immunisasi pada bayi.&lt;br /&gt;7. Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: caput, molding, mongolian spot, hemangioma.&lt;br /&gt;8. Komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: hypoglikemia, hypotermi, dehidrasi, diare dan infeksi, ikterus.&lt;br /&gt;9. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan.&lt;br /&gt;10. Keuntungan dan resiko immunisasi pada bayi.&lt;br /&gt;11. Pertumbuhan dan perkembangan bayi premature.&lt;br /&gt;12. Komplikasi tertentu pada bayi baru lahir, seperti trauma intra-cranial, fraktur clavicula, kematian mendadak, hematoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Membersihkan jalan nafas dan memelihara kelancaran pernafasan, dan merawat tali pusat.&lt;br /&gt;2. Menjaga kehangatan dan menghindari panas yang berlebihan.&lt;br /&gt;3. Menilai segera bayi baru lahir seperti nilai APGAR.&lt;br /&gt;4. Membersihkan badan bayi dan memberikan identitas.&lt;br /&gt;5. Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan adanya tanda kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang tidak memungkinkan untuk hidup.&lt;br /&gt;6. Mengatur posisi bayi pada waktu menyusu.&lt;br /&gt;7. Memberikan immunisasi pada bayi.&lt;br /&gt;8. Mengajarkan pada orang tua tentang tanda-tanda bahaya dan kapan harus membawa bayi untuk minta pertolongan medik.&lt;br /&gt;9. Melakukan tindakan pertolongan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, seperti: kesulitan bernafas/asphyksia, hypotermia, hypoglycemi.&lt;br /&gt;10. Memindahkan secara aman bayi baru lahir ke fasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.&lt;br /&gt;11. Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Melakukan penilaian masa gestasi.&lt;br /&gt;2. Mengajarkan pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dan asuhannya.&lt;br /&gt;3. Membantu orang tua dan keluarga untuk memperoleh sumber daya yang tersedia di masyarakat.&lt;br /&gt;4. Memberikan dukungan kepada orang tua selama masa berduka cita sebagai akibat bayi dengan cacat bawaan, keguguran, atau kematian bayi.&lt;br /&gt;5. Memberikan dukungan kepada orang tua selama bayinya dalam perjalanan rujukan diakibatkan ke fasilitas perawatan kegawatdaruratan.&lt;br /&gt;6. Memberikan dukungan kepada orang tua dengan kelahiran ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN PADA BAYI DAN BALITA&lt;br /&gt;Kompetensi ke-7 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan – 5 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Keadaan kesehatan bayi dan anak di Indonesia, meliputi: angka kesakitan, angka kematian, penyebab kesakitan dan kematian.&lt;br /&gt;2. Peran dan tanggung jawab orang tua dalam pemeliharaan bayi dan anak.&lt;br /&gt;3. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak normal serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;4. Kebutuhan fisik dan psikososial anak.&lt;br /&gt;5. Prinsip dan standar nutrisi pada bayi dan anak. Prinsip-prinsip komunikasi pada bayi dan anak.&lt;br /&gt;6. Prinsip keselamatan untuk bayi dan anak.&lt;br /&gt;7. Upaya pencegahan penyakit pada bayi dan anak misalnya pemberian immunisasi.&lt;br /&gt;8. Masalah-masalah yang lazim terjadi pada bayi normal seperti: gumoh/regurgitasi, diaper rash dll serta penatalaksanaannya.&lt;br /&gt;9. Penyakit-penyakit yang sering terjadi pada bayi dan anak.&lt;br /&gt;10. Penyimpangan tumbuh kembang bayi dan anak serta penatalaksanaannya.&lt;br /&gt;11. Bahaya-bahaya yang sering terjadi pada bayi dan anak di dalam dan luar rumah serta upaya pencegahannya.&lt;br /&gt;12. Kegawat daruratan pada bayi dan anak serta penatalaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Melaksanakan pemantauan dan menstimulasi tumbuh kembang bayi dan anak.&lt;br /&gt;2. Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentang pencegahan bahaya-bahaya pada bayi dan anak sesuai dengan usia.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan pemberian immunisasi pada bayi dan anak.&lt;br /&gt;4. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan pada bayi dan anak yang terfokus pada gejala.&lt;br /&gt;5. Melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus.&lt;br /&gt;6. Mengidentifikasi penyakit berdasarkan data dan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;7. Melakukan pengobatan sesuai kewenangan, kolaborasi atau merujuk dengan cepat dan tepat sesuai dengan keadaan bayi dan anak.&lt;br /&gt;8. Menjelaskan kepada orang tua tentang tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;9. Melakukan pemeriksaan secara berkala pda bayi dan anak sesuai dengan standar yang berlaku.&lt;br /&gt;10. Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentang pemeliharaan bayi.&lt;br /&gt;11. Tepat sesuai keadaan bayi dan anak yang mengalami cidera dari kecelakaan.&lt;br /&gt;12. Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIDANAN KOMUNITAS&lt;br /&gt;Kompetensi ke-8 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komperhensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Konsep dan sasaran kebidanan komunitas.&lt;br /&gt;2. Masalah kebidanan komunitas.&lt;br /&gt;3. Pendekatan asuhan kebidanan pada keluarga, kelompok dari masyarakat.&lt;br /&gt;4. Strategi pelayanan kebidanan komunitas.&lt;br /&gt;5. Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas.&lt;br /&gt;6. Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;7. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.&lt;br /&gt;8. Sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Tambahan&lt;br /&gt;1. Kepemimpinan untuk semua (kesuma).&lt;br /&gt;2. Pemasaran sosial.&lt;br /&gt;3. Peran serta masyarakat (PSM).&lt;br /&gt;4. Audit maternal perinatal.&lt;br /&gt;5. Perilaku kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;6. Program-program pemerintah yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Melakukan pengelolaan pelayanan ibu hamil, nifas, laktasi, bayi balita dan KB di masyarakat.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi status kesehatan ibu dan anak.&lt;br /&gt;3. Melakukan pertolongan persalinan di rumah dan polindes.&lt;br /&gt;4. Mengelola pondok bersalin desa (polindes).&lt;br /&gt;5. Melaksanakan kunjungan rumah pada ibu hamil, nifas dan laktasi bayi dan balita.&lt;br /&gt;6. Melakukan penggerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya-upaya kesehatan ibu dan anak.&lt;br /&gt;7. Melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan.&lt;br /&gt;8. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Melakukan pemantauan KIA dengan menggunakan PWS KIA.&lt;br /&gt;2. Melaksanakan pelatihan dan pembinaan dukun bayi.&lt;br /&gt;3. Mengelola dan memberikan obat-obatan sesuai dengan kewenangannya.&lt;br /&gt;4. Menggunakan teknologi kebidanan tepat guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN PADA IBU/WANITA DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI&lt;br /&gt;Kompetensi ke-9 : Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar&lt;br /&gt;1. Penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS.&lt;br /&gt;2. Tanda dan gejala infeksi saluran kemih serta penyakit seksual yang lazim terjadi.&lt;br /&gt;3. Tanda, gejala, dan penatalaksanaan pada kelainan ginekologi meliputi: keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Dasar&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi gangguan masalah dan kelainan-kelainan sistem reproduksi.&lt;br /&gt;2. Memberikan pengobatan pada perdarahan abnormal dan abortus spontan (bila belum sempurna).&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kolaborasi dan atau rujukan secara tepat ada wanita/ibu dengan gangguan system reproduksi.&lt;br /&gt;4. Memberikan pelayanan dan pengobatan sesuai dengan kewenangan pada gangguan system reproduksi meliputi: keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.&lt;br /&gt;5. Mikroskop dan penggunaannya.&lt;br /&gt;6. Teknik pengambilan dan pengiriman sediaan pap smear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan Tambahan&lt;br /&gt;1. Menggunakan mikroskop untuk pemeriksaan hapusan vagina.&lt;br /&gt;2. Mengambil dan proses pengiriman sediaan pap smear. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-7567753542611782739?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/7567753542611782739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/standar-kompetensi-bidan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7567753542611782739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/7567753542611782739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/standar-kompetensi-bidan.html' title='Standar Kompetensi Bidan'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-8358306624067333599</id><published>2009-04-28T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:51:25.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiburan'/><title type='text'>puisi puitis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini…….&lt;br /&gt;Terasa lebih sendu&lt;br /&gt;Meskipun awan telah berlalu&lt;br /&gt;Masih terasa sangat sepi&lt;br /&gt;Meskipun jerit jangkrik menemani&lt;br /&gt;Jiwakupun meleleh&lt;br /&gt;Semakin perih saat air mata mulai menetes&lt;br /&gt;Luka miris penuh praduga&lt;br /&gt;Dalam mengumpulkan sisa kekuatan jiwa yang sedang berprasangka&lt;br /&gt;Sebongkah kerinduan pada alam yang pernah menawarkan kebahagiaan&lt;br /&gt;Kini hanya tinggal secercah pengharapan untuk datang yang kedua kali&lt;br /&gt;Seperti air.........&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah padang pasir yang tandus&lt;br /&gt;Pengharapanku pada alam yang telah berlalu, sia-sia...&lt;br /&gt;Perasaannku hanya menjadi sebuah oase tak penting untuk di hiraukan&lt;br /&gt;Sedang haraapanku hanyalah fatamorgana&lt;br /&gt;”Berharap”&lt;br /&gt;Menjadikanku lemah&lt;br /&gt;”Bergantung”&lt;br /&gt;Menjadikanku semakin lemah&lt;br /&gt;Tatkala tak terhiraukan lagi bahwa alam ada yang memiliki&lt;br /&gt;Menjadikanku semakin terjun di kedalaman duka&lt;br /&gt;Disaat hati semakin melirik pada sebuah bias&lt;br /&gt;Kerinduan untuk kembali........&lt;br /&gt;Bukan sekerdar hasraat yang tak terpenuhi&lt;br /&gt;Melaikan sebuah kepastian hati&lt;br /&gt;Untuk menyemai rindu dari dasar dada&lt;br /&gt;Agar riak-riak cinta tumbuh bersemi&lt;br /&gt;Pada Pemilik alam yang telah sekian lama sempat terlupa&lt;br /&gt;Tersisih dari tepian jiwa mengingat kepalsuan alam&lt;br /&gt;Wahai Sang Pemilik&lt;br /&gt;Pemelihara alam&lt;br /&gt;Engkau lebih tahu saat ini yang daku butuhkan&lt;br /&gt;Maka penuhilah..........&lt;br /&gt;Sambutlah dan jadikan daku pemuja-MU&lt;br /&gt;Jangan hentikan laju persada kerinduanku pada-MU&lt;br /&gt;Terpakan padaku badai kerinduaan berjumpa dnegan-MU&lt;br /&gt;Sampai diri yang hina ini terkapar di bumi-MU&lt;br /&gt;Mati hati pada yang lain&lt;br /&gt;Penuh damai menuju persinggahan-MU&lt;br /&gt;Izinkan daku menyemai kenikmatan saat bermunajat pada-MU&lt;br /&gt;Lalu izinkan daku........&lt;br /&gt;Izinkan daku berahir dalam pelukan-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebanyakan dari kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita...........&lt;br /&gt;Berpihak pada sesuatu yang nyata oleh mata&lt;br /&gt;Dan cenderung ingkar pada hal yang tidak bisa di rasa&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita...............&lt;br /&gt;Seakan dicipta hanya untuk sesuatu yang fana&lt;br /&gt;Rela menjadi pelayan nafsu dunia&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita...........&lt;br /&gt;Seakan tiada lagi memiliki hati nurani&lt;br /&gt;Mencipta zona penghambaan dengan memperturutkan nafsu birahi&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita.........&lt;br /&gt;Terpesona ringkikan kuda&lt;br /&gt;Biarpun kesaksian melihat syaitan&lt;br /&gt;Menutup telinga dari kokokan ayam&lt;br /&gt;Meskipun kesaksian menyata bahwa malaikan keberkahan berjalan beriringan&lt;br /&gt;Dunia mampu menawan&lt;br /&gt;Nafsu senantiasa mengekang&lt;br /&gt;Menjadikan akal buntu tuk berfikir tentang ke-Tuhanan&lt;br /&gt;Yang akhirnya.........&lt;br /&gt;Manusia tenggelam di laut dosa&lt;br /&gt;Yang akhirnya.........&lt;br /&gt;Manusia terseret di lembah kehinaan&lt;br /&gt;Yang akhirnya....&lt;br /&gt;Manusia larut dalam pusara kegelisahan&lt;br /&gt;Yang akhirnya....&lt;br /&gt;Manusia jatuh dalam jurang penyesalan tidak bertepi&lt;br /&gt;Sampai akhir perjalanan hidup&lt;br /&gt;Menjadi semakin dekat dan berakhir&lt;br /&gt;Yang akhirnya.......&lt;br /&gt;Allah tidak meridhoi&lt;br /&gt;Astagfirulloh.................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanggungjawaban&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah pertanggungjawaban&lt;br /&gt;Setipis apapun kanvas kita mencoret&lt;br /&gt;Selembut apapun tinta menyapu&lt;br /&gt;Tetap membekas&lt;br /&gt;Tak mungkin lepas dari Sang Pengawas&lt;br /&gt;Setiap kali kanvas menari&lt;br /&gt;Dan tinta menyapa&lt;br /&gt;Seketika organ menjadi saksi&lt;br /&gt;Membentang luas gambaran tiada terkurangi&lt;br /&gt;Layar krativitas kanvas yang pernah menari&lt;br /&gt;Jujur dan adil..........&lt;br /&gt;Vidio diputar ulang tanpa terpenggal&lt;br /&gt;Dan pemerannya begitu sangat kita kenal&lt;br /&gt;Tidak lagi dapat menyangkal&lt;br /&gt;Tidak pula sanggup kita memenggal&lt;br /&gt;Karena semua dengan tangan kita kanvas memulas&lt;br /&gt;Semua untuk dipertanggungjawabkan&lt;br /&gt;Semoga kelak............&lt;br /&gt;Kita dapat pertanggungjawabkan kreativitas&lt;br /&gt;Semoga.....................&lt;br /&gt;Yang Maha Pengasih&lt;br /&gt;Selalu asih dengan ke alfaan&lt;br /&gt;Menjadi pengayom dan penyelamat&lt;br /&gt;Dari pekatnya zona kemaksiatan&lt;br /&gt;Semoga Allah meredhoi&lt;br /&gt;Sepenggal episode hidup&lt;br /&gt;Dan menjadi pembela dalam persidangan yang maha dasyat&lt;br /&gt;Amin.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agar hati tetap hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai buih di luasnya samudra&lt;br /&gt;Laksana gelombang tinggi cengkram cakrawala&lt;br /&gt;Keinginan ini begitu kuat mengikat&lt;br /&gt;Begitu dalam menembus bumi&lt;br /&gt;Sangat dasyat menghentak&lt;br /&gt;Begitu menyakitkan&lt;br /&gt;Arusnya sangat kuat&lt;br /&gt;Pusaranya begitu cepat&lt;br /&gt;Sambarannya tak dapat di sangka&lt;br /&gt;Hingga hati terlena dan hampir menghamba&lt;br /&gt;Tiada menghasilkan&lt;br /&gt;Selain hanya duka&lt;br /&gt;Ada kehendak&lt;br /&gt;Hendak melerai&lt;br /&gt;Ada keinginan untuk mengakhiri&lt;br /&gt;Menyudahi semua permainan duniawi&lt;br /&gt;Biar melerai luasnya buih di samudra&lt;br /&gt;Harus terlepas segala rasa terhadap dunia&lt;br /&gt;Biarpun akarnya begitu kuat mengikat&lt;br /&gt;Menembus lapisan bumi&lt;br /&gt;Dan mencengkram tingginya cakrawala&lt;br /&gt;Keinginan dunia harus diakhiri&lt;br /&gt;Biarpun lelah selalu menghantui&lt;br /&gt;Karena aku ingin kembali tanpa caci&lt;br /&gt;Agar keindahan menanti&lt;br /&gt;Meskipun hancur terasa saat ini&lt;br /&gt;Dan bahagia di alam yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau&lt;br /&gt;Masih sangat ku rindukan&lt;br /&gt;Ada dan akan selalu ada bongkahan rasa&lt;br /&gt;Engkau hadir dalam kegelisahan&lt;br /&gt;Yang semakin nyata dalam keheningan&lt;br /&gt;Engkau&lt;br /&gt;Mengajariku makna kerinduan&lt;br /&gt;Dan hakikat cinta&lt;br /&gt;Memikirkan-Mu&lt;br /&gt;Mengajakku menyelami samudra kenikmatan&lt;br /&gt;Melupakan-Mu&lt;br /&gt;Menyeretku di dasar lembah kehinaan&lt;br /&gt;Engkau&lt;br /&gt;Pada-Mu pusara&lt;br /&gt;Tempat berlabuh segala rasa&lt;br /&gt;Yang selalu ada rasa cinta&lt;br /&gt;Kerinduanku untuk segera memandang keagungan-Mu&lt;br /&gt;Sungguh.............&lt;br /&gt;Sebuah kesungguhan akan makna aku dicipta&lt;br /&gt;Daku kini tengah mencoba, Dan terus mencoba&lt;br /&gt;Membangun bongkahan rasa&lt;br /&gt;Untuk selalu menghadirkannya diberbagi ruang dan waktu&lt;br /&gt;Agar dapat aku temukan&lt;br /&gt;Bahwa diri fana dalam ma’rifat-Mu&lt;br /&gt;Menggapai sebuah kenyataan&lt;br /&gt;Bahwa mencinta-Mu adalah anugrah&lt;br /&gt;Dan mabok kerinduan menahan hasrat perjumpaan dengan-Mu&lt;br /&gt;Adalah kenikmatan..&lt;br /&gt;Jangan Engkau hentikan laju persada kerinduanku&lt;br /&gt;Jangan pernah obati lukaku karena menahan beratnya rasa rindu&lt;br /&gt;Jangan pula Engkau biarkan aku pergi&lt;br /&gt;Kembali hanya pada pantulan kilau-Mu&lt;br /&gt;Sebuah kefanaan yang tidak menepati janji&lt;br /&gt;Izinkan aku mencintai-Mu&lt;br /&gt;Dan izinkan aku selalu merindhui-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku masih perlu bertanya&lt;br /&gt;”mengapa ?”&lt;br /&gt;Sedang aku sudah tahu&lt;br /&gt;Bila hati ini sering berpaling....!!!!&lt;br /&gt;Ada banyak ranjau terpasang&lt;br /&gt;Dan aku sadar ”bahaya..............”&lt;br /&gt;Tapi aku hanya diam tak bergeming&lt;br /&gt;Selalu kuterjang&lt;br /&gt;Tak jarang aku menantang!!!!!!&lt;br /&gt;Sampai di penghujung hari&lt;br /&gt;Waktu torehkan bagian dari episod hidup&lt;br /&gt;Dengan cerita luar biasa&lt;br /&gt;Aku mendamba-Nya&lt;br /&gt;Tetapi yang lain aku layani juga&lt;br /&gt;Dan akhirnya ............&lt;br /&gt;Hatikupun berduka&lt;br /&gt;Berkubang dalam penyesalan&lt;br /&gt;Pada kehinaan&lt;br /&gt;Perasaan dosa yang semakin menyiksa&lt;br /&gt;Aku  menyesal..................&lt;br /&gt;Aduhai adakah boleh aku kembali hanya mendamba-Mu????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang Dia&lt;br /&gt;Tidak akan ada akhir&lt;br /&gt;Meskipun episode hidup berakhir&lt;br /&gt;Dan dunia tidak lagi dapat berfikir&lt;br /&gt;Kisah tentang Dia sangat indah&lt;br /&gt;Yang mengetahui tentang Dia, Akan  mencinta&lt;br /&gt;Yang mencintai dia, Akan gila&lt;br /&gt;Gila menahan hasrat rindu yang penuh nikmat&lt;br /&gt;Mabok oleh anggur kerinduan&lt;br /&gt;Dari piala kemenangan sang Jawara&lt;br /&gt;Menjadi penyakit dalam kesadaran&lt;br /&gt;Penyakit yang terus ditahan&lt;br /&gt;Dipendam dalam jiwa&lt;br /&gt;Jiwa yang menahan hasrat tuk sekedar menatap&lt;br /&gt;Keperkasaan dan Kesempurnaan&lt;br /&gt;Hanya Dia&lt;br /&gt;Dalam kesendirian&lt;br /&gt;Dalam ketenangan&lt;br /&gt;Dalam kedamaian&lt;br /&gt;Dalam bingkai kasih abadi&lt;br /&gt;Emas murni yang selalu berkilau indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Galau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika galau melanda&lt;br /&gt;Dan gunda mendasari jiwa&lt;br /&gt;Maka dapat dipastikan&lt;br /&gt;Bahwa..............&lt;br /&gt;Hati sedang jauh dari Robbnya&lt;br /&gt;Sedikit celah memberi sedikit berkas sinar terpajan&lt;br /&gt;Ada keinginan untuk berbuat hal-hal kecil&lt;br /&gt;Mencoba menarik kembali pesona Robbnya&lt;br /&gt;Tapi............&lt;br /&gt;Untuk hal-hal kecil..........&lt;br /&gt;Ada hal-hal besar yag terasa amat berat&lt;br /&gt;Menyakitkan dan bahkan terasa menyakitkan jiwa dan raga !&lt;br /&gt;Haruskah.....................&lt;br /&gt;Aku biarkan diri terus tergolek&lt;br /&gt;Bagai mayat hidup bersandang kehinaan ?&lt;br /&gt;Maafkan aku ya Allah&lt;br /&gt;Lebih sering memikirkan selain-Mu&lt;br /&gt;Lebih terbiasa merasakan sakit saat harus berpisah dengan ciptaan-Mu&lt;br /&gt;Lebih tak berdaya menahan kerinduan pada kefanaan polesan-Mu&lt;br /&gt;Maafkan aku..........&lt;br /&gt;Masih belum sempurna mencintai-Mu&lt;br /&gt;Belum juga terbukti dalam mendamba-Mu&lt;br /&gt;Dan............&lt;br /&gt;Izinkan aku kembali&lt;br /&gt;Pada rengkuh dan ridho-Mu&lt;br /&gt;Fahamkan aku akan agama-Mu&lt;br /&gt;Tinggalkan episod kelam&lt;br /&gt;Tinggalkan kebutaan hati&lt;br /&gt;Sehingga berpaling dari-Mu&lt;br /&gt;Amin.....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia bukan siapa-siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Selain membuatku hina&lt;br /&gt;Ketika berpaling dari-Nya&lt;br /&gt;Dia bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Ketika membuatku semakin tenggelam dalam kemaksiatan&lt;br /&gt;Saat aku menjauh dari-Nya&lt;br /&gt;Dia bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Selain menyeretku dalam jurang kenistan&lt;br /&gt;Saat jiwa ini meninggalkannya&lt;br /&gt;Dia bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Ketika menjadikan aku budak nafsu&lt;br /&gt;Pelayan dunia&lt;br /&gt;Dia..........&lt;br /&gt;Sungguh dia bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;Karena dia membuatku menduakan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bergantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan.........&lt;br /&gt;Pada sisi tertentu sangat menykitkan&lt;br /&gt;Disaat harus sendiri&lt;br /&gt;Melepas diri untuk mandiri&lt;br /&gt;Banyak rasa saat bergantung.........&lt;br /&gt;Sehingga hati sering dibuat bingung&lt;br /&gt;Dan otak menjadi linglung&lt;br /&gt;Rasa itu tidak untuk dilupakan&lt;br /&gt;Bukan pula untuk disesalkan&lt;br /&gt;Meskipun berlepas darinya sangat menyakitkan&lt;br /&gt;Rasa itu tidak harus dibunuh&lt;br /&gt;Cukup simpan dan rasakan&lt;br /&gt;Agar tetap manis dan indah&lt;br /&gt;Cukup belajar merilis rasa&lt;br /&gt;Agar menjadi cair dan terbiasa&lt;br /&gt;Cukup belajar diam sementara&lt;br /&gt;Agar rasa dapat teredam dalam keiklasan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan.........&lt;br /&gt;Tak mudah untuk melupakan&lt;br /&gt;Apalagi mencapai derajat iklas&lt;br /&gt;Maafkan..........&lt;br /&gt;Belum bisa melepas rindu pada kebiasaan lama&lt;br /&gt;Maaf...........&lt;br /&gt;Kilau emas masih terpancar&lt;br /&gt;Dan masih menyilaukan&lt;br /&gt;Berat hati menahan sakit&lt;br /&gt;Berat kepala menahan penat&lt;br /&gt;Maaf............&lt;br /&gt;Rasa ini begitu kuat melekat&lt;br /&gt;Begitu dalam mengakar&lt;br /&gt;Begitu erat mengikat&lt;br /&gt;Biar ku coba merilis rasa&lt;br /&gt;Dalam diam&lt;br /&gt;Meskipun sangat sakit dan melelahkan&lt;br /&gt;Karena aku yakin&lt;br /&gt;Aku pasti bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu aku salah&lt;br /&gt;Aku tahu ini tidak dapat dibenarkan&lt;br /&gt;Tetapi hatiku.........&lt;br /&gt;Di dadaku terasa sakit&lt;br /&gt;Begitu perih dan...&lt;br /&gt;Sangat terasa sesak sekali&lt;br /&gt;Aku............&lt;br /&gt;Akhirnya..........&lt;br /&gt;Jatuh dalam kubangan noda!&lt;br /&gt;Aku.....&lt;br /&gt;Bukankah sebelumnya nampak batas tegas yang terlanggar?&lt;br /&gt;Menambah kepiluan&lt;br /&gt;Membirukan luka&lt;br /&gt;Semakin lara&lt;br /&gt;Aku..........&lt;br /&gt;Kini terkapar sendirian&lt;br /&gt;Menjadi bahan ejekan syetan&lt;br /&gt;Yang tertawa atas kemenanganya&lt;br /&gt;Aku tahu........&lt;br /&gt;Cahaya hati hampir mati&lt;br /&gt;Namun aku masih ingin kembali&lt;br /&gt;Berdikari dengan investasi jihadi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan membawanya ke dalam mimpi&lt;br /&gt;Mimpi yang kini telah terkubur&lt;br /&gt;Mimpi yang masih mungkin ada&lt;br /&gt;Saat aku masih bisa ngelindur&lt;br /&gt;Mimpi yang sudah tiada memiliki arti&lt;br /&gt;Mimpi yang telah membawa semuanya pergi&lt;br /&gt;Dan hanya meninggalkan rasa sakit di hati&lt;br /&gt;Mimpi..............&lt;br /&gt;Meninggalkan sejarah tertumpuk di dada&lt;br /&gt;Sejarah dengan segala rasa yag belum sempat terungkap&lt;br /&gt;Mimpi.........&lt;br /&gt;Tempaku kembali menimbun sisa-sisa kekuatan&lt;br /&gt;Untuk menimbun kembali mimpi baru&lt;br /&gt;Mimpi yang dibangun dengan realita dan relligy&lt;br /&gt;Mimpi yang tergambar dengan sadar&lt;br /&gt;Bahwa hidup selalu tidak terduga&lt;br /&gt;Karena aku masih punya Sang Pemilik Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lara........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terlarang menyapa di kegelapan malam&lt;br /&gt;Sebelum terlarag berbincang di pagi buta&lt;br /&gt;Sebelum haram bicara di kala senja&lt;br /&gt;Air mata tengah menjadi oase kehidupan&lt;br /&gt;Yang harus kutatapkan wajah padanya&lt;br /&gt;Sembilu yang menyayat hati&lt;br /&gt;Tak mampu pudarkan warna cinta yang sempat terukir&lt;br /&gt;Laksana kilau emas memancar&lt;br /&gt;Tiada lagi mampu membayangkan&lt;br /&gt;Tetang suatu peristiwa&lt;br /&gt;Simana sekarang kuasakan sangat menyakitkan&lt;br /&gt;Tiada waktu bersela&lt;br /&gt;Tuk sekedar rehat dari memikirkan&lt;br /&gt;Dan terlepas dari bayang-bayang kebodohan&lt;br /&gt;Dalam kemunafikan&lt;br /&gt;Semakin benderang&lt;br /&gt;Semakin nampak bayangan&lt;br /&gt;Dan tidak pula memudar&lt;br /&gt;Meskipun senja beranjak keperaduan&lt;br /&gt;Lara...........&lt;br /&gt;Ajari aku melupakanmu&lt;br /&gt;Ajari aku melupakan kemanjaanku padamu&lt;br /&gt;Ajari aku melupakan kehangatanmu&lt;br /&gt;Ajari aku melupakan kelebutanmu&lt;br /&gt;Lara.........&lt;br /&gt;Ajari aku menjadi diriku sendiri&lt;br /&gt;Ajari aku berdiri sendiri&lt;br /&gt;Menjadi bagian yang terpisah dari patrian hati&lt;br /&gt;Lara............&lt;br /&gt;Terlalu lama aku bersandar&lt;br /&gt;Dalam bidangnya kasihmu&lt;br /&gt;Dalam kokohnya kesabaranmu&lt;br /&gt;Dalam manisnya tuturmu&lt;br /&gt;Ternyata !!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;Lara.........&lt;br /&gt;Semua hanya tali&lt;br /&gt;Tali lara yang menjerat jiwa&lt;br /&gt;Jiwa yang semaki kehilangan makna&lt;br /&gt;Tali lara yang menghimpit dada&lt;br /&gt;Dan terus berlalu&lt;br /&gt;Bersama waktu yang tiada aku tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KANVAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali............&lt;br /&gt;Telah menari dan meninggalkan bekas yang takan terhapus&lt;br /&gt;Kanvas kehidupan&lt;br /&gt;Meliyuk dan bergoyang&lt;br /&gt;Menciptakan pusara arus untuk berdendang&lt;br /&gt;Bersama orkestra dawai kehidupan&lt;br /&gt;Seperti biasanya...........&lt;br /&gt;Kanvas menari sekehendak hati&lt;br /&gt;Suka-suka, bebas, lepas tak terkendali&lt;br /&gt;Ada yang melompat indah dan gesit&lt;br /&gt;Namun ada pula yang ragu menari karena bingung dengan naluri&lt;br /&gt;Kanvas kehidupan&lt;br /&gt;Berbagai ragam dan penuh tantangan&lt;br /&gt;Kanvas bergoyang&lt;br /&gt;Kekiri dan kekanan&lt;br /&gt;Menyikut dan saling tendang&lt;br /&gt;Tapak-tapak kanvas pun bermacam-macam&lt;br /&gt;Menjadikan perbedaan semakin sedap dipandang&lt;br /&gt;Tapak-tapak yang kelam?&lt;br /&gt;Noda yang sangat tebal?&lt;br /&gt;Hitam menyilaukan?&lt;br /&gt;Menjadi bagian yang sering mencuat kepermukaan&lt;br /&gt;Kanvas kehidupan&lt;br /&gt;Sisa-sisa kebaikan masa lalu tak selamanya menjadi biru&lt;br /&gt;Sisa-sisa keburukan masalalu tak selamanya menjadikan hari-hari kelabu&lt;br /&gt;Ada kunci disana&lt;br /&gt;Ada celah untuk berubah&lt;br /&gt;Karena kanvas selalu bergerak&lt;br /&gt;Bergerak dan bergerak&lt;br /&gt;Ada energi&lt;br /&gt;Ada kehendak dan ada kemauan&lt;br /&gt;Kanvas.............&lt;br /&gt;Karyamu tidak akan hilang&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah mengenang&lt;br /&gt;Harum aroma sepanjang karyamu menentramkan&lt;br /&gt;Busuk baunya selama karyamu menyesatkan&lt;br /&gt;Kanvas.................&lt;br /&gt;Yang ada hanya gelisah&lt;br /&gt;Saat air mata tak menemukan muara&lt;br /&gt;Yang ada hanya kecewa&lt;br /&gt;Ketika semuanya jauh dari kehendak hati&lt;br /&gt;Biarpun ranjau telah berurut di telusuri&lt;br /&gt;Biarpun celah telah rapat tertutupi&lt;br /&gt;Namun terus mengalir dan semakin deras&lt;br /&gt;Arus kehidupan semakin kencang menerjang&lt;br /&gt;Membawa setiap desahan nafas ke dalam aliran yang tiada tepian&lt;br /&gt;Membuat mata semakin memerah&lt;br /&gt;Dan kulit wajah pucat pasai menahan cemas&lt;br /&gt;Ada kerinduan pada hal yang tak seharusnya&lt;br /&gt;Kerinuan untuk sebuah ketulusan hati&lt;br /&gt;Mengenai suatu hal yang tidak tertebak&lt;br /&gt;Agar kembali memiliki ruh menapaki hari&lt;br /&gt;Memiliki keyakinan terhadap sesuatu yang dapat menjadi keharusan&lt;br /&gt;Bersama dengan keinginan naluri&lt;br /&gt;Bersama dengan mimpi dan&lt;br /&gt;Bersama dengan kebenaran hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by. Fathimah az-Zahra dan kru sholihah  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-8358306624067333599?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/8358306624067333599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/puisi-puitis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8358306624067333599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/8358306624067333599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/puisi-puitis.html' title='puisi puitis'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-1968046672158320952</id><published>2009-04-24T19:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T19:05:02.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS</title><content type='html'>Membicarakan mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan maupun kelahiran memang tidak akan pernah ada habisnya. Mitos telah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun dari orang tua kita terdahulu, menjadi suatu hal yang biasa dan sangat mereka yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit mitos yang hanya tinggal mitos, bahkan tidak layak untuk sekedar diyakini. Namun ternyata banyak pula mitos yang dapat dinalar, diterima oleh akal dan ternyata ada faktanya. Sehingga tidak ada salahnya apabila sekali waktu kita mengulas soal mitos-mitos yang banyak ditemui di masyarakat sekaligus mengetahui faktanya! &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.  Minum rendaman air rumput Fatimah akan merangsang mulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, rumput Fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Rumput fatimah atau biasa disebut Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Tapi, apa kandungan dan seberapa takarannya belum diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. Karena, rumput ini hanya boleh diminum bila pembukaannya sudah mencapai 3-5 cm, letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah lembek atau tipis, dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang, tak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Terlebih jika pembukaannya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini, bisa-bisa janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau, akhirnya dilakukan jalan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Meluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang persalinan, akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tak benar! Keluarnya cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal, apalagi disertai gatal, bau, dan berwarna. Jika terjadi, segera konsultasikan ke dokter. Ingat, bayi akan keluar lewat saluran lahir. Jika vagina terinfeksi, bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancar bukan keputihan, melainkan air ketuban. Itulah mengapa, bila air ketuban pecah duluan, persalinan jadi seret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Minum minyak kelapa memudahkan persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak kelapa, memang konotasinya bikin lancar dan licin. Namun dalam dunia kedokteran, minyak tak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan persalinan. Mungkin secara psikologis, ibu hamil menyakini, dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika itu demi ketenangan psikologisnya, maka diperbolehkan, karena minyak kelapa bukan racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu tak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup, sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweight. Bukankah madu termasuk karbonhidrat yang paling tinggi kalorinya? Jadi, madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik dari batas yang ditentukan, sebaiknya segera hentikan. Demikian juga dengan telur, pada dasarnya selama telur itu matang maka tidak akan berbahaya bagi kehamilan. Hal ini disebabkan karena telur banyak mengandung protein yang dapat menambah kalori tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Makan duren, tape, dan nanas bisa membahayakan persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar karena bisa mengakibatkan perndarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol, jadi panas ke tubuh. Begitu juga tape serta aneka masakan yang menggunakan arak, sebaiknya dihindari. Buah nanas juga, karena bisa mengakibatkan keguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi, melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak, misal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar. Hingga, bila terjadi sesuatu dapat ditangani segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, setelah air ketuban pecah, masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk kontraksi sampai bayi lahir. Namun, dengan pecahnya ketuban, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan. Karena, dikhawatirkan bakteri di vagina akan masuk ke rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.Lebih baik lagi jika Anda datang ke rumah sakit atau rumah bersalin sebelum ketuban pecah. Dokter atau bidan biasanya akan membantu memecahkan kantung ketuban, agar kepala bayi bisa masuk ke rongga panggul pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ketika Anda mulai diinduksi (dirangsang agar terjadi kontraksi), tak lama kemudian Anda akan langsung melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diinduksi, mungkin saja kontraksi baru terjadi beberapa jam kemudian. Bahkan, bisa saja tak terjadi kontraksi sama sekali. Asal tahu saja, pada akhir kehamilan, leher rahim biasanya mulai melunak untuk persiapan proses persalinan. Lalu ketika diinduksi, biasanya obat yang diberikan akan melembutkan dan memipihkan jaringan leher rahim, sehingga terjadi kontraksi.Dalam proses induksi semacam itu, dokter biasanya memberikan pitocin, yaitu hormon sintetis. Namun, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lancar atau macet, maka induksi pun belum tentu merupakan cara yang pas untuk memacu persalinan. Buktinya, ada juga ibu hamil yang sudah “lewat waktu” persalinannya, setelah diinduksi selama 24 jam ternyata hanya mengalami pembukaan beberapa cm saja. Dalam kondisi yang langka seperti itu, proses persalinan harus berakhir di meja operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mengepel lantai, banyak ‘jongkok’ dan ‘nungging’ akan mempercepat proses kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kandungan sudah cukup bulan, seorang ibu hamil justru disarankan banyak melakukan aktifitas untuk dapat melancarkan persalinan. Bahkan gerakan seperti ‘nungging’ saat mengepel atau banyak berjalan kaki adalah pilihan aktifitas yang bisa dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tidak boleh bersenggama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi medis, jelas dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuh- an jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Selain karena fungsi hormonal tubuh yang bersang- kutan belum kembali aktif bekerja. Kalau sanggama dipaksakan terjadi dalam tenggang waktu itu, kemungkinan yang terjadi bisa macam-macam. Di antaranya infeksi atau malah perdarahan. Sebabnya, mukosa jalan lahir setelah persalinan sangat peka akibat banyaknya vaskularisasi/aliran darah, hingga terjadilah perlunakan mukosa jalan lahir. Dengan berjalannya waktu, vaskularisasi ini kian berkurang dan baru akan normal kembali 3 bulan setelah bersalin. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mempunyai panggul sempit tidak dapat melahirkan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak mitos yang berkembang mengenai hubungan panggul dan kemampuan melahirkan secara normal. Untuk itu, ada baiknya Anda melihat informasi di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Panggul bukan pinggul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggul merupakan kumpulan tulang dengan sedikit otot, sedangkan pinggul merupakan kumpulan otot dan lemak. Jadi, seseorang yang memiliki pinggul besar belum tentu panggulnya juga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bertubuh kurus bukan berarti memiliki panggul yang kecil. Tidak ada hubungan antara berat badan dengan ukuran panggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PendekWanita dengan tinggi kurang dari 145 cm memang dapat diindikasikan memiliki panggul yang kecil dan sempit. Tetapi, ini hanya merupakan indikasi, bukan sesuatu yang pasti. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Selama ukuran bayinya proporsional dengan ukuran jalan lahir serta bisa memenuhi syarat-syarat kelahiran normal, maka tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu, terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus dioperasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kaki harus lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Koesmariyah, baik saat berjalan maupun berbaring, kaki harus lurus. Dalam arti, kaki kanan dan kiri enggak boleh saling tumpang tindih ataupun ditekuk. Selain agar jahitan akibat robekan di vagina tak melebar ke mana-mana, juga dimaksudkan supaya aliran darah tetap lancar alias tak terhambat. Secara medis, posisi kaki yang lurus memang lebih menguntungkan karena membuat aliran darah jadi lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mobilisasi secara umum, pada dasarnya boleh dan malah harus dilakukan. Makin cepat dilakukan kian menguntungkan pula. Dengan catatan, kondisi si ibu dalam keadaan baik, semisal tak mengalami perdarahan atau kelainan apa pun saat melahirkan. Selain patokan bahwa dalam 8 jam pertama setelah melahirkan ia sudah bisa BAK dan BAB serta selera makannya bagus. Begitu juga tensi, denyut nadi, dan suhu tubuhnya dalam batas normal. Soalnya, jika tak bisa BAK dan BAB berarti ada sesuatu yang enggak beres yang akan berpengaruh pada kontraksi dan proses involusi (pengecilan kembali) rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tidak boleh tidur siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini kedengarannya keterlaluan. Bayangkan, meski ngantuk setengah mati lantaran sering terbangun malam hari karena harus menyusui dan menggantikan popok si kecil, si ibu tak boleh tidur siang. Menurut Chairulsjah, tidur berkepanjangan memang mengundang proses recovery yang lebih lambat. "Makin lama berbaring makin besar pula peluang terjadi tromboemboli atau pengendapan elemen-elemen garam." Lalu bila si ibu bangun/berdiri mendadak, endapan elemen tersebut dikhawatirkan lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Padahal akibatnya bisa fatal, lo. Endapan-endapan tadi bisa masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak dan organ-organ penting lain yang akan memunculkan stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tak boleh keramas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantangan yang satu ini dicemaskan bisa membuat si ibu masuk angin. Itu sebab, sebagai gantinya rambut cukup diwuwung, yakni sekadar disiram dengan air dingin. Lagi-lagi, penyiraman ini diyakini agar darah putih bisa turun dan tak menempel di mata. Namun agar tak bau apek dan tetap harum disarankan menggunakan ratus pewangi. Tentu saja pantangan semacam itu untuk kondisi jaman sekarang dirasa memberatkan. Terlebih untuk ibu-ibu yang harus sering beraktivitas di luar rumah. Sedangkan mandi boleh-boleh saja asal dilakukan jam 5 atau 6 untuk mandi pagi dan sebelum magrib untuk mandi malam. Penggunaan air dingin, katanya, justru lebih baik ketimbang air hangat karena bisa melancarkan produksi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Hindari makan jemek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan makanan yang harus dijauhi adalah pepaya, durian, pisang, dan terung. Karena konon ragam makanan tadi bisa dikhawatirkan bikin benyek organ vital kaum Hawa. Termasuk makanan bersantan dan pedas karena pencernaannya bakal terganggu yang bisa berpengaruh pada bayinya. Begitu juga ikan dan telur asin serta makanan lain yang berbau amis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan bau anyir pada ASI yang membuat bayi muntah saat disusui. Selain juga, proses penyembuhan luka-luka di jalan lahir akan lebih lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara medis, menurut Chairulsjah, tak benar anggapan untuk pantang pepaya dan pisang yang justru amat dianjurkan karena tergolong sumber makanan yang banyak mengandung serat untuk memudahkan BAB. Ikan dan telur juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dan amat dibutuhkan tubuh. Sedangkan durian memang tak dianjurkan karena kandungan kolesterolnya tinggi, selain memicu pembentukan gas yang bisa mengganggu pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tidak boleh bepergian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir larangan ini, bertujuan supaya si ibu tak terlalu letih beraktivitas. Kalau capek bisa-bisa ASI-nya berkurang. Kasihan si kecil. Karena biasanya seumur ini sedang kuat-kuatnya menyusu. Belum lagi kemungkinan si bayi rewel ditinggal ibunya terlalu lama. Sementara kalau diajak pun masih kelewat kecil. Malah takut ada apa-apa di jalan, terutama kalau menggunakan angkutan umum. Bepergian pun membuat si ibu jadi tak tahan menghadapi aneka godaan untuk menyantap segala jenis makanan yang dipantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-1968046672158320952?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/1968046672158320952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/aneka-mitos-bersalin-dan-nifas_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1968046672158320952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/1968046672158320952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/aneka-mitos-bersalin-dan-nifas_24.html' title='ANEKA MITOS BERSALIN DAN NIFAS'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-3022188457918293063</id><published>2009-04-24T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T19:01:02.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KesPro Salihah'/><title type='text'>Meredam Gangguan Menstruasi</title><content type='html'>MENSTRUASI tak jarang mendatangkan keluhan. Gejala medis yang sering timbul berupa sindrom premenstruasi atau gejala yang menyertai sebelum atau saat menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala itu antara lain:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;- Perasaan malas bergerak, badan lemas, dan mudah lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nafsu makan meningkat dan suka mengasup makan an yang rasanya asam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Emosi menjadi labil, mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengalami kram perut (dis menorrhoe),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kepala nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berat badan naik karena tu buh menyimpan air dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pinggang terasa pegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengatasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangi makanan beragam, seperti kentang goreng, kacang-kacang, dan makanan berbumbu, untuk mengurangi penahanan air berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kurangi asupan tepung, gula, kafein, cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi seminggu sebelum menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Asup makanan berserat dan perbanyak minum air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika darah menstruasi cukup banyak, perbanyak minum air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika darah menstruasi cukup banyak, perbanyak asupan makan atau suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perut terasa sakit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kompres dengan botol berisi air panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (perut atau pinggang belakang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mandi hangat, boleh juga menggunakan terapi aroma untuk menenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Asup minuman hangat yang mengadung kalsium tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Gosok-gosok perut atau pinggang yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ambil posisi menungging, sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantun relaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. tarik napas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Obat-obatan yang digunakan sebaiknya di bawah pengawasan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual bebas, asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Haid Sama Sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan lain yaitu gangguan menstruasi lain, amenorhoe atau tidak mendapatkan haid sama sekali, Beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang, sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar. Keadaan ini diketahui bila perempuan sudah waktunya haid, tetapi belum mendapatkannya. Dia mengeluh sakit perut setiap bulan. Hal ini biasanya perlu tindakan operasi untuk melubangi selaput daranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menstruasi Anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim, hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan seseorang tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haid Terlalu Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus segera mencari pertolongan jika mengalami hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menstruasi pertama (menar che) mulai keluar sebelum usia 8 tahun atau belum mengalami mestruasi sete lah usia melewati 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siklus menstruasi kurang dari 14 hari atau lebih dari 35 - 40 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lamanya menstruasi lebih daari 14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Volume darah haid sangat banyak (ganti pembalut 10 kali per hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sakit perut sampai tidak bi sa mengerjakan aktivitas harian atau bahkan pingsan atau jika intensitas nyeri makin lama makin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muncul noktah darah (spot ting) di antara dua siklus haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Warna darah tidak seperti biasa, menjadi lebih keco kelatan atau merah muda segar, atau kalau darah ke luar sampai bergumpal- gumpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Darah berbau anyir, bahkan busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-3022188457918293063?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/3022188457918293063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/meredam-gangguan-menstruasi_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3022188457918293063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/3022188457918293063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/meredam-gangguan-menstruasi_24.html' title='Meredam Gangguan Menstruasi'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-9156278933218715566</id><published>2009-04-18T10:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T10:27:12.472-07:00</updated><title type='text'>Akhwat Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SeoNXux7mrI/AAAAAAAAAEo/xSFC9PM-uJM/s1600-h/akhwat+cantik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SeoNXux7mrI/AAAAAAAAAEo/xSFC9PM-uJM/s320/akhwat+cantik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326084210664643250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum: Anakku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan&lt;br /&gt;tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya. Ketahuilah putriku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sang anak kembali bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"&lt;br /&gt;Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rosulullah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus buat para aktivis... bacalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi,&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi,&lt;br /&gt;tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro',&lt;br /&gt;tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CR : &lt;a href="http://akhwatsporty.blogspot.com/"&gt;akhwatsporty.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629266226875060293-9156278933218715566?l=bidankusholihah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/feeds/9156278933218715566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/akhwat-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/9156278933218715566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629266226875060293/posts/default/9156278933218715566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bidankusholihah.blogspot.com/2009/04/akhwat-sejati.html' title='Akhwat Sejati'/><author><name>bidanku sholihah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08322082479638492065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SelG-9HKrxI/AAAAAAAAADQ/myeShtLPURQ/S220/DSC03879.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SeoNXux7mrI/AAAAAAAAAEo/xSFC9PM-uJM/s72-c/akhwat+cantik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629266226875060293.post-2184212903570777493</id><published>2009-04-18T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T10:17:04.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosmetik Salihah'/><title type='text'>Kosmetik ala muslimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SeoKk4_0WhI/AAAAAAAAAEg/R8VZYVSWR1I/s1600-h/Akhwat+%2829%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 185px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHPH2vtwptY/SeoKk4_0WhI/AAAAAAAAAEg/R8VZYVSWR1I/s320/Akhwat+%2829%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326081138210658834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tip merawat tubuh bagi muslimah VS Make-Up alamiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merawat tubuh merupakan salah satu cara mensyukuri karunia ALLAH. Di antaranya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Dengan kebersihan dan kesehatan yang terjaga, tentu akan menunjang aktivitas dakwah kita.&lt;br /&gt;Tips-tips merawt tubuh bagi muslimah:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Bersihkan wajah secara teratu
